• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan AS yang mendukung adanya pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem tersebut disampaikan Trump melalui pidatonya di Gedung Putih, Washington DC pada 6 Desember 2017 yang didampingi oleh Mike Pence

37 Ibid.

38 Mardenis, Revitalisasi Peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI), jurnal MMH, Jilid 41 No.2 April 2012 dikases dari https://media.neliti.com/media/publications/150792-ID-revitalisasi-peran-organisasi-konferensi.pdf pada (13/2/2019) pukul 17:43.

55

selaku wakil presiden AS.39 Dalam pidato Trump yang dikutip dari whitehouse.gov, Trump berfokus membahas masalah status Kota Yerusalem dan merencanakan juga pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.40

Usaha-usaha AS untuk mendukung pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem sebenarnya sudah dilakukan oleh presiden AS sebelum Donald Trump, namun tidak pernah terimpelementasikan secara nyata. Seperti jauh ke belakang saat AS masih dipimpin oleh Presiden Bill Clinton. Saat itu Clinton sempat mendatangi kantor kedutaan AS di Tel Aviv dan menyatakan dukungan Jerussalem Embassy Act untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem pada

sebuah kongres pada 23 Oktober 1995 dan berlaku paling lambat pada 31 Mei 1999.41

Namun kebijakan tersebut tidak pernah terlaksana pada masa masa pemerintahan Bill Clinton. Bahkan sampai masa pemerintahan Georges W. Bush Jr dan Barack Obama juga belum terlaksana meskipun pemindahan ibukota Israel ke Yerusalem tersebut merupakan salah satu janji dalam kampanye mereka. Sehingga setiap 6 bulan sekali, mereka mengeluarkan surat penundaan pemberlakuan

39 Lampiran pidato lengkap Presiden Donald Trump di Gedung Putih terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

40 Novi Christiastuti, (7/12/2017), Ini Pidato Lengkap Trump Saat Mengakui Yerusalem Ibu Kota Israel, diakses dari https://news.detik.com/internasional/d-3758317/ini-pidato-lengkap-trump-saat-mengakui-yerusalem-ibu-kota-israel pada (3/10/2019) pukul 23:16.

41 Olivia B. Waxman, (5/12/2017), The 1995 Law Behind President Trump's Plan to Move the U.S.

Embassy in Israel to Jerusalem, diakses dari https://time.com/5049019/jerusalem-embassy-history/

pada (28/11/2019) pukul 23:07.

56

kebijakan tersebut dengan alasan untuk menjaga stabilitas Timur Tengah dan untuk menjaga keamanan para delegasi AS di Timur Tengah.42

Setelah Trump mengeluarkan kebijakan tersebut tentunya banyak respon yang bermunculan, baik yang bersifat mendukung ataupun mementang. Menurut penuturan PM Israel Benjamin Netanyahu, pihaknya telah melakukan kontak dengan beberapa negara, bahkan Republik Ceko dan Filipina sangat ingin mengikuti jejak AS yang akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.43 Namun Filipina membantah melalui Menlu Alan Peter Cayetano menyatakan bahwa Filpina tidak berencana untuk memindahkan kantor kedubes Filipina dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan menegaskan bahwa Israel tidak pernah menanyakan hal itu secara langsung ke Filipina. Cayetano juga menyatakan bahwa Filipina mendukung “two state solution” sebagai jalan keluar konflik Israel-Palestina dan menjadi mediator dalam proses perdamaian kedua negara tersebut.44

Lalu ada Australia yang secara terang-terangan melalui Perdana Menterinya yaitu Scott Morrison menegaskan bahwa pemerintahannya akan mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibukota Israel. Pengumuman itu disampaikan Morrison setelah berkonsultasi dengan politisi di Australia dan sekutu di luar negeri.

Morrison juga mengatakan bahwa Australia juga berharap untuk memindahkan

42 Tegar Sukma Aji, Tiga Alasan Trump Berani Mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, diakses dari https://geotimes.co.id/opini/tiga-alasan-mengapa-trump-berani-mengakui-yerusalem-ibukota-israel/ pada (29/11/2019) pukul 0:36.

43 Kompas.com, (7/12/2017), Israel Klaim Sejumlah Negara Siap Mengikuti Langkah Amerika Serikat, dikases dari https://internasional.kompas.com/read/2017/12/07/20051181/israel-klaim-sejumlah-negara-siap-ikuti-langkah-trump pada (5/10/2019) pukul 21:53.

44 Budi Riza, (28/12/2017), Filipina Bantah Bakal indahkan Kedubes ke Yerusalem, Kenapa?, diakses dari https://dunia.tempo.co/read/1045635/filipina-bantah-bakal-pindahkan-kedubes-ke-yerusalem-kenapa/full&view=ok pada (5/10/2019) pukul 0:30

57

kedutaabesarnya ke Yerusalem Barart jika sudah pasti dan setelah penentuan status akhir. Namun Morrison juga menerangkan bahwa Australia juga mengakui aspirasi orang-orang Palestina yang beibukotakan Yerusalem Timur.45

Permasalah ini kemudian dibawa ke PBB dengan langkah Mesir mengajukan draft resolusi yang menegaskan bahwa setiap keputusan dan tindakan yang bertujuan untuk mengubah karakter, status atau komposisi demografis Kota Suci Yerusalem tidak memiliki efek hukum, tidak berlaku, dan harus dibatalkan sesuai dengan resolusi DK PBB pada 19 Desember 2017. Draft ini didukung oleh 14 negara, dari 15 negara anggota DK PBB, dan namun lagi-lagi diveto oleh AS.46

Setelah veto AS terhadap draft resolusi yang diajukan Mesir, negara-negara Arab dan anggota OKI mengajukan dilaksanakannya sidang umum di PBB. Majelis Umum PBB kemudian menggelar sidang darurat pada tanggal 21 Desember 2017.

Sidang yang dilaksanakan di markas PBB, New York, berhasil menghimpun mosi penolakan dari mayoritas peserta sidang terkait kebijakan Trump atas Yerusalem.

Dari total 193 negara anggota PBB 128 negara menolak kebijakan Trump, 35 negara memilih untuk abstain diantaranya Australia, Kanada, Kolombia, Malawi, Rwanda dan Meksiko dan hanya 9 negara yang setuju yaitu Israel tentunya, Togo, Micronesia, Nauru, Palau, Marshal Island, Guatemala, dan Honduras. Sementara 21 lainnya memilih untuk tidak hadir saat voting berlangsung. Keputusan PBB

45 BBC, (15/12/2017), Australia mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel, Indonesia meminta agar negara Palestina segera diakui, diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/dunia-46567119 pada (5/10/2019) pukul 7:29.

46 AlJazeera, US vetoes resolution on Trump’s Jerusalem decision, diakses dari http://www.aljazeera.com/news/2017/12/vetoes-resolution-trump-jerusalem-decision-171218153627200.html, pada (16/09/2019) pukul 17:16.

58

adalah mengingatkan kembali bahwa status Kota Suci Yerusalem adalah langkah final, adapun masalah yang terjadi di kota ini harus diselesaikan melalui negosiasi yang sejalan dan relevan sesuai dengan resolusi PBB.47

Setelah Presiden Donald Trump mengemukakan dukungan sepenuhnya terhadap pemindahan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dengan pidatonya di gedung putih, langkah konkret Trump selanjutnya adalah mengalihkan bantuan ke Palestina sebesar lebih dari US$ 200 juta ke tempat lain melalui Departemen Luar Negeri AS dan sudah membekukan dana sebesar US$ 65 juta untuk United Nation Agency for Palestine Refugees (UNRWA) yaitu organisasi PBB yang

dibentuk untuk mambantu rakyat Palestina. Badan ini menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan sosial kepada jutaan warga Palestina, baik yang ada di dalam wilayah negara Palestina maupun luar wilayah Palestina.48

Kebijakan ini dibuat AS sambil menunggu peninjauan ulang UU yang mewajibkan AS memotong bantuan Palestina atau yang biasa disebut Taylor Force Act dan ditujukan untuk memaksa otoritas Palestina agar menghentikan

memberikan tunjangan kepada keluarga orang-orang yang menentang Israel dan dianggap sebagai teroris. Namun kebijakan ini tentu saja ditentang oleh Palestina karena akan semakin menyulitkan kehidupan sehari-sehari bagi warga Palestina di wilayah Gaza maupun Tepi Barat.49

47 UN News, General Assembly demands all States comply with UN resolutions regarding status of Jerusalem, diakses dari https://www.un.org/apps/news/story.asp?NewsID=58330#.Wm6rc6hl_IV, pada (16/09/2019) pukul 20:27

48 BBC News,(25/8/2018), Presiden Trump Perintahkan Pengurangan Bantuan ke Palestina sekitar Rp2,3 Triliun, diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/dunia-45305808 pada (29/11/2019) pukul 1:10.

49 Ibid.

59

Setelah itu, pada 23 Februari 2018, Pemeritah AS mengumumkan bahwa kedutaan besar AS akan dipindahkan dan dibuka pada 14 Mei 2018 yang akan bertepatan dengan hari jadi Israel yang ke 70. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan bahwa kantor kedubes itu sendiri sementara akan menempati sebuah bangunan yang digunakan sebagai konsuler di kawasan Arnona yang kemudian akan menempati kantor permanen yang juga akan berada di Arnona, Yerusalem yang masih dalam proses pembangunan dan direncanakan akan lebih luas dan memiliki lebih banyak ruangan untuk para staf.50

Lalu sampai pada akhirnya, pada Presiden Donald Trump meresmikan Kedutaan Besar Amerika Yerusalem pada 14 Mei 2018 yang bertepatan dengan hari jadi Israel ke 70 yang diwakili oleh putrinya Ivanka Trump dan suaminya yang merupakan penasehat gedung putih yaitu Jared Krushner. Dalam acara itu melalui panggilan video jarak jauh, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pemindahan ini sudah lama diusahakan dan dia akan tetap mendukung proses perdamaian antara Israel dan Palestina.51 Berbagai respon bermunculan dari berbagai pihak atas tindakan Trump tersebut baik dari masyarakat Palestina sendiri maupun dunia Internasional baik yang mendukung maupun yang menentang.

50 Kompas.com, (24/2/2018), AS Siap Buka Kedubes Sementara di Yerusalem Bulan Mei, diakses dari pada https://internasional.kompas.com/read/2018/02/24/14025551/as-siap-buka-kedubes-sementara-di-yerusalem-bulan-mei (29/11/2019) pukul 2:41

51 VOA, (14/5/2018), AS Resmi Pindahkan Kedutaan Besar ke Yerusalem, diakses dari

https://www.voaindonesia.com/a/as-resmi-pindahkan-kedubes-ke-yerusalem/4393157.html pada (29/11/2019) pukul 2:41.

60

Gambar 2.2 Ivanka Trump dan Jared Krushner saat peresmian Kedutaan Besar AS di Yerusalem

Pada saat yang sama, terjadi demonstrasi di Jalur Gaza yang dilakukan oleh ribuan demonstran yang merupakan warga Palestina yang bermukim disana. Para petugas kesehata di Gaza mengatakan bahwa setidkanya 500 orang terluka dan 60 orang tewas akibat kerusuhan yang terjadi antara para demonstran dan tentara Israel. Tentara Israel berdalih terpaksa melakukan hal tersebut karena para demonstran yang memulai kerusuhan dan berpotensi mengancam perbatasan.

Oleh karena itu, OKI menyerukan untuk melakukan perlindungan Intenasional terhadap rakyat Palestina. hal ini dinyatakan dalam komunike KTT Luar Biasa OKI ke 7 yang digelar di Istanbul, Turki pada 18 Mei 2018. Dalam KTT tersebut OKI menyatakan akan melakukan perlindungan Internasional bagi warga Palestina termasuk mengirimkan pasukan Internasional.52 KTT tersebut memang

52 Kamran Dikarma, dipublikasikan oleh News (20/5/2019), OKI Serukan Perlindungan Internasional terhadap Palestina, diakses dari

https://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/05/20/p90m7t370-oki-serukan-perlindungan-internasional-terhadap-palestina pada (17/9/2019) pukul 12:31.

61

digelar untuk menanggapi adanya kerusuhan di Jalur Gaza yang telah menewaskan puluhan warga Palestina dan OKI mengecam pasukan Israel yang melakukan kejahatan tersebut dengan dukungan pemerintah AS.

Lalu respon muncul dari dunia Internasional. Pada saat pembukaan kedutaan besar AS, sebanyak 54 dari 86 duta besar negara untuk Israel memboikot upacara yang diselenggarakan olek Kementrian Luar Negeri Israel. Tindakan tersebut dilakukuan sebagai protes atas pemindahan kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.53 Sebagian besar negara-negara Uni Eropa ikut memboikot acara tersebut sebagai bentuk penolakan tegas, tapi ada juga negara Uni Eropa yang menunjukkan dukungannya untuk AS seperti Austria, Hungaria, Rumania dan Republik Ceko. Perwakilan negara-negra OKI tentu saja tidak mengikuti acara tersebut, ditambah dengan Rusia, Jepang, India dan Meksiko juga tidak mengirimkan perwakilannya.54

Negara yang menujukkan dukungannya terhadap AS yang secara resmi juga memindahkan kedubesnya adalah Guatemala. Menlu Guatemala, Sandra Jovel menegaskan bahwa Pemerintah Guatemala telag mengambil keputusan yang sudah bulat yaitu tetap memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Yeusalem meskipun resolusi PBB ditentang. Tapi Jovel menambahkan bahwa proses pemindahan kedubes Guatemala tidak akan dilakukan sebelum kedubes AS dipindahkan terlebih

53 Ira Astina, (16/5/2018), 54 Negara Boikot Acara Pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem, diakses dari https://www.merdeka.com/dunia/54-negara-boikot-acara-pembukaan-kedutaan-as-di-yerusalem.html pada (17/9/2019) pukul 14:22

54 Ibid.

62

dahulu.55 Sampai pada akhirnya kedutaan besar AS resmi dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 14 Mei 2018, Guatemala juga memindahkan kedutaan besarnya pada 16 Mei 2018. Acara pemindahan kedubes Guatemala tersebut dihadiri oleh PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Guatemala, Jimmy Morales.56

Namun beberapa negara tetap bersikukuh degngan keputusannya. Ada Paraguay yang merupakan negara ketiga setelah AS dan Guatemala yang secara resmi memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke Malha Technological Park, Yerusalem. Acara tersebut diadakan pada 21 Mei 2018. Namun selang 4 bulan pemindahan kedubes tersebut, Menlu Paraguay Luis Alberto Castiglioni mengatakan akan mengembalikan kedubes Paraguay kembali ke Tel Aviv yang berarti membatalkan keputusan yang dibuat oleh mantan Presiden Horacio Cartes pada akhir masa jabatannya yang telah diveluasi kembali oleh Presiden yang baru yaitu Mario Abdo Benitez. Dengan demikian, pemerintah Paraguay ingin berkontribusi lagi pada proses perdamaian secara diplomatik agar tercapainya perdamaian di Timur Tengah.57

55 Choirul Aminuddin, (27/12/2017), Soal Yerusalem, Guatemala Mempertahankan Keputusannya, diakses dari https://dunia.tempo.co/read/1045560/soal-yerusalem-guatemala-mempertahankan-keputusannya (5/10/2019) pukul 6:24.

56 Suci Sekarwati, (31/12/2017), 3 Negara Ini Pindahkan Kantor Kedutaan Besar ke Yerusalem, diakses dari https://dunia.tempo.co/read/1160242/3-negara-ini-pindahkan-kantor-kedutaan-besar-ke-yerusalem/full&view=ok pada (5/10/2019) pukul 6:48.

57 Ibid.

63

2.5 Respon Organisasi Kerjasama Islam (OKI) terhadap Dukungan Amerika

Dokumen terkait