PENYELENGGARAAN IBADAH HAJI
F. Uraian Tugas
I. Proses Pemulangan (Debarkasi)
(3). Selama menunggu keberangkatan ke Jeddan (atau Madinah)
jamaah haji mendapat bimbingan ibadah dan kesehatan dari petugas;
(4). Keberangkatan ke Jeddah (atau Madinah) diatur sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Bidang Urusan Haji Jeddah;
(5). Bagi jama’ah haji yang akan meninggalkan Mekkah diwajibkan tawaf wada’ (tawaf pamitan);
(6). Bagi jamaah haji gelombang I berangkat ke Jeddah dengan barang bawaannya.
g). Jeddah
(1). Sesampainya di Jeddah, jamaah haji menunggu di Madinatul Hujjaj untuk menunggu giliran ke bandar udara sesuai jadwal; (2). Sesuai dengan jadwal penerbangan, jamaah haji diberangkatkan
ke bandara Udara King Abdul ’Azir, untuk selanjutnya kembali ke tanah air.69
I. Proses Pemulangan (Debarkasi)
69
Informasi tentang penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi disarikan dari berbagai sumber, terutama dari website informasi haji yang dikelola Departemen Agama (http://www.informasihaji.com) dan H. S. Sutar dkk. Tuntutan Praktis Ibadah Haji dan
90 Jumlah jamaah haji yang kembali ke tanah air melalui debarkasi bandara Polonia Medan sebanyak 12.037 orang dengan rincian sebagai berikut:
A. Propinsi Sumatera Utara
- Kloter 001 s/d 027 MES = 7.573 orang - Petugas Kloter
TPHI 17 orang
B. Propinsi Sumatera Barat
TKHI 34 orang = 51 orang
Jumlah = 7.624 orang
- Kloter 003 s/d 022 MES = 4.381 orang - Petugas Kloter
TPHI 10 orang
TKHI 20 orang = 30 orang
Jumlah = 4.411 orang
C.
Selisih 38 orang dengan jamaah yang diberangkatkan melalui embarkasi Medan adalah jamaah haji wafat di Arab Saudi sejumlah 36 orang, dengan perincian 20 asal Sumatera Utara dan 16 asal Sumatera Barat. Dua orang jamaah lagi menderita sakit dan masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi ketika kloter mereka kembali ke Indonesia.
Embarkasi Lain (Batam) = 2 orang JUMLAH SELURUHNYA = 12.037 orang
70
Proses penyelenggaraan debarkasi (pemulangan) jamaah haji dilaksanakan oleh kepanitiaan PPIH yang sama. Namun untuk pengangkatan pembantu panitia PPIH embarkasi Polonia Medan
70
Laporan Pelaksanaan Operasional Penyelenggaraan Haji Tahun 2006 (Medan: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi/Debarkasi Medan, 2006), hal. 22.
91 mengeluarkan Surat Keputusan terpisah, karena rincian tugas dan pekerjaan yang diperlukan memang ada perbedaan.71
Sebagai panduan dan pedoman praktis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji debarkasi Polonia Medan, pihak PPIH telah menyusun dan menyebarluaskan Prosedur Tetap (PROTAP) masing-masing bidang, sebagai berikut:
Dari segi struktur, pembantu PPIH ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian kesekretariatan dan bagian pelaksana. Pada bagian kesekretariatan ada tiga bag, yaitu bag tata usaha, bag urusan dalam dan sub-bag humasy, pengumpulan data dan laporan. Namun berbeda dari yang tugas embarkasi, pembantu PPIH dalam tugas debarkasi ini mengangkat lebih banyak personalia, sedangkan penanggjawabnya masih pejabat-pejabat yang sama.
Penambahan personalia yang lebih banyak terjadi badi bagian pelaksana, yang terdiri dari 9 bidang dan sebagian bidang terdiri dari beberapa seksi. Yang juga patut diperhatikan adalah tugas-tugas tertentu yang terkait bidang kesehatan, bidang bea cukai, bidang imigrasi, bidang keamanan dan bidang penerbangan langsung diserahkan kepada instansi terkait. Yang tercantum dalam SK tersebut hanyalah penanggungjawab masing-masing bidang.
71
Lihat Surat Keputusan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan Tahun 1427 H/2007 M. Nomor 64/KEPT-PPIH/XII/2006 tertanggal 26 Desember 2006.
92 1) Bidang Kesekretariatan
a) Membentuk posko untuk memonitor keadaan jamaah haji di Arab Saudi terutama jamaah haji yang wafat,
b) Membentuk Panitia Pembantu Penyelenggara Ibadah Haji (P3IH) Debarkasi Medan,
c) Merencanakan dan melaksanakan rapat PPIH dan P3IH untuk membicarakan pemulangan jamaah haji,
d) Mempersiapkan perlengkapan administrasi kegiatan opersional pemulangan termasuk jadwal, pas masuk dan stiker mobil,
e) Menyiapkan dan mengatur kenderaan petugas menuju Bandara,
f) Membuat undangdan penyambutan jamaah haji, khusus kelompok terbang pertama (01) dan menyusun tertib acara di pesawat,
g) Menyiapkan sarana pers dan melayani wartawan, h) Menyusun laporan pelaksanaan tugas PPIH.72
2) Bidang Penerimaan
a) Sesuai dengan jadwal kloter (kelompok terbang) 01 direncanakan akan dilaksanakan acara penyambutan jamaah haji oleh Bapak Gubernur Propinsi Sumatera Utara bersama unsur Muspida Propinsi Sumatera Utara dan undangan lainnya di pesawat,
b) Para undangan sudah berada di VIP Bandara Polonia Medan pada waktu yang ditentukan,
c) Setelah selesai upacaya di pesawat, jammah haji naik bus dan langsung menuju Aula I Madinatul Hujjaj,
d) Mulai dari kloter 2 dan seterusnya, upacara di pesawat tidak ada lagi. Setelah pesawat yang mengangkut jamaah haji dari Bandara Jeddah atau Madinah landing di Bandara Polonia Medan, jamaah haji naik bus dan langsung menuju Aula I Asrama Haji Madinatul Hujjaj, e) Seluruh kenderaan jamaah haji masuk dari pintu barat menuju Aula
Madinatul Hujjah (aula I) mengambil jalur kanan separuh kenderaan menuju pintu timur aula I dan separuhnya lagi berhenti di pintu sebelah barat,
f) setelah jamaah haji turun dari bus masuk ke dalam aula melalui pintu timur dan barat, menyerahkan paspor kepada petugas imigrasi dan buku kesehatan untuk dicap,
g) Posko haji PPIH di aula Jabal Uhud,
h) Setelah jamaah bertemu dengan keluarga penjemput/petugas daerah, jamaah diperbolehkan pulang menuju rumah/daerah masing-masing.
72
Prosedur Tetap ini disarikan dari Buku Panduan Panitia Penyelenggara Ibadah
Haji (PPIH) Debarkasi Polonia Medan Tahun 1427 H/2006 M (Medan: PPIH Debarkasi
93
3) Bidang Dokumen
a) Memonitor jamaah haji yang akan pulang melalui Siskohat,
b) Mencetak Pramanifest jamaah haji yang akan pulang ke tanah air setelah mengetahui ifnromasi tentang jumlah jamaah yang kembali, c) Menempelkan pramanifest jamaah haji akan akan pulang ke tanah
air di papan pengumuman,
d) Menempelkan pengumuman kepastian kedatangan tiba jamaah haji di Bandara Polonia Medan,
e) Menghimpun lembar cek debarkasi paspor jamaah haji (lembar K), mencocokkan nama jamaah dalam pra-manifest dan menyusun per lembar setiap kloter.
f) Melaporkan ketibaan haji di Bandara Polonia Medan (landing pesawat) kepada petugas pusat melalui siskohat.
4) Bidang Akomodasi
a) Seluruh jamaah haji dipersilakan duduk di tempat yang telah tersedia di sebelah selatan aula sesuai dengan nomor manifest masing-masing, karena aula Madinatul Hujjaj dibagi 2 dengan pembatas sebelah selatan untuk jamaah haji dan sebelah utara untuk barang-barang jamaah haji,
b) Seluruh barang-barang (bagasi + tas tangan) yang dibawa oleh jammah haji masuk dari pintu utara dan disusun berdasarkan nomor urut manifest 1-100, 101-200, 201-300, 301-400, dan 401-455 oleh petugas angkat barang (porlep). Sementara itu panitia mengumumkan kepada jemaah bahwa pengangkutan barang oleh porlep adalah gratis.
c) Koper besar ditempatkan sebelah timur dalam aula dan tas tentengan dan barang-barang selain koper besar ditempatkan di sebelah barat dalam aula, sedangkan air zamzam dekat box,
d) Keluarnya jamaah haji menuju tempat masing-masing melalui pintu utara dipangging secra bertahap untuk menghindari membludaknya jamaah di lokasi barang, yaitu menurut manifest 1-50 dan seterusnya,
e) Setelah barang bawaan jamaah haji telah terkumpul, segera keluar dari ruang barang melalui pemeriksaan bea cukai dan seterusnya diangkut oleh petugas porlep dengan becak atau troli yang diikuti jamaahnya ke ring II dan diserahkan kepada keluarga tanpa ada bayaran,
f) Jamaah yang dijemput secara berombongan dari daerah, kenderaannya (bus dan truk) diparkirkan di ring I terminal Ambariyah dengan terlebih dahulu izin dari pihak keamanan dengan parkir gratis,
94 g) Bagi jamaah yang sakit, dipersiapkan tempat tidur dan dilayani
kesehatannya di Aula Khandaq dan Aula Tan’im. Khusus jamaah yang sakit berat dapat dirujuk langsung ke Rumah Sakit Haji Medan, h) Menyediakan kamar penginapan untuk petugas PPIH dan P3IH, i) Menyediakan TV monitor di Aula King Abdul Aziz,
j) Penyediaan beca barang dan menjaga kebersihan lingkungan dalam kompleks Asrama Haji,
k) Memasukkan dan mengeluarkan barang-barang jamaah haji dari Aula I menuju keluarga jamaah.
5) Bidang Pembinaan
a) Meminta laporan, megaphone, bendera merah putih kepada petugas kloter sekaligus mencatat permasalahan yang ada di kloter,
b) Menangani fardhu kifayah jamaah haji yang wafat sebelum meninggalkan asrama haji mulai dari persiapan jenazah, kain kafan, peti jenazah, ambulans, supir dan acara pemberangkatan jamaah menuju kediaman keluarganya,
c) Mengumpulkan barang-barang jamaah yang meninggal untuk diserahkan kepada ahli warisnya,
d) Mengatur imam masjid Namirah terutama pada waktu sholat Subuh dan kebersihan masjid.
6) Bidang Kesehatan a) Pra-operasional
i) melakukan pemberantasan serangga (nyamuk) dengan melaksanakan fogging di Asrama Haji pada tanggal yang telah ditentukan,
ii) mempersiapkan ruang perawatan sementara jamaah haji (gedung Khandaq).
b) Operasional
i) Melaksanakan pengawasan kesehatan jamaah haji dan kedatangan (bandara) bagi yang memerlukan pelayanan kesehatan oleh dokter dan paramedis serta ambulans,
ii) Melaksanakan pengawasan penyakit dengan melaksanakan pengecapan kartu K3JH di aula penerimaan jamaah haji,
iii) Memberikan pengobatan dan perawatan sementara bagi jamaah haji sakit di Poloklinik Asrama Haji,
iv) Melaksanakan rujukan bagi jamaah haji yang memerlukan rujukan ke Rumah Sakit Haji Medan,
95 v) Melaksanakan pengawasan sanitasi lingkungan Asrama Haji, vi) Membuat laporan jamaah haji sakit, wafat dan rujukan. 7) Bidang Bea Cukai
a) Pemeriksaan pesawat (plane zoeking) yang tiba dari Arab Saudi dan pemeriksaan barang awak pesawat yang turun di Bandara Polonia Medan,
b) Pengawasan atas barang bawaan jamaah haji dalam hal ada indikasi dan informasi akurat akan dilaukan pemeriksaan atas barang bawaan dimaksud,
c) Pengawasan dilakukan sejak bagasi dibongkar dari pesawat yang tiba sampai dengan pengeluaran barang dari Aula I Madinatul Hujjaj, d) Memeriksa barang bawaan jamaah haji, termasuk kitab-kitab,
e) Memberikan tanda pada koper dan jas jamaah haji yang telah keluar dari Aula I di pintu aula Madinatul Hujjaj,
f) Mendata barang-barang jamaah yang berharga.
8) Bidang ImigrasiPetugas imigrasi Bandara Polonia menggiring bus haji yang menuju Asrama Haji,
a) Petugas imigrasi Asrama Haji serah terima dengan petugas imigrasi bandara Polonia dengan Berita Acara Penyerahan,
b) Petugas imigrasi Asrama Haji mencap paspor jamaah haji dan merobek lembaran imigrasi yang ada dalam paspor jamaah haji. 9) Bidang Pembekalan
a) Bertanggungjawab atas barang tercecer jamaah haji, b) Mendata barang tercecer,
c) Barang tercecer (barcer) ditempatkan di aula Jabal Rahmah (Aula VI) 10) Bidang Keamanan
a) Keamanan Asrama Haji
i) Menjaga keamanan dan ketertiban Asrama Haji,
ii) Melarang masuk penjemput jamaah haji ke dalam Asrama Haji yang memiliki tanda masuk Aula I, Ring I dan Ring II serta mobil yang tidak memiliki Stiker Ring I atau Ring II,
iii) Pengamanan route perjalanan yang dilalui rombongan jamaah haji menuju Asrama Haji,
iv) Sejak mulai pemulangan petugas keamanan melakukan penjagaan terutama ppada pintu gerbang utama, pintu sebelah barat dan pintu belakang,
v) Melarang tamu memasuki areal barang-barang jamaah haji di Aula I Madinatul Hujjaj,
96 vi) Tiga jam sebelum tiba (landing) pesawat haji, bus
pengangkut jamaah sudah ada di Asrama Haji dan diparkir di lapangan Ambariyah.
b) Keamanan Bandara Polonia
i) Menjaga keamanan dan ketertiban Bandara Polonia Medan terutama di sekitar pesawat,
ii) Mempersiapkan tanda pengenal izin masuk Bandara dan naik pesawat,
iii) Mengatur lalu lintas kenderaan yang masuk dan keluar apron,
iv) Pengawasan bus jamaah menuju pesawat. 11) Bidang Penerbangan
a) Kedatangan pesawat jamaah haji agar diinformasikan kepada Sekretaris Panitia dan bidang terkait segera setelah pesawat tersebut berangkat dari Arab Saudi,
b) Membawa jamaah haji dan barang-barang bagasinya ke Asrama Haji Medan,
c) Melayani kedatangan pesawat di Bandara Polonia,
d) Melayani laporan dan claim jamaah haji yang barang bawaannya tertinggal atau tidak ada. 73
73
Semua penjelasan tentang prosedur tetap (protap) ini disarikan dari Buku
Panduan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Polonia Medan (Medan:
97 BAB IV
ANALISIS PEMBAHASAN