A. Hasil penelitian
3. Proses pencetakan Body
Proses pencetakan body menggunakan tanah membutuhkan ketelitian tinggi. Sehingga dalam hal ini peneliti melimpahkan segala proses pembuatan kepada pengrajin gitar yang sudah menguasai teknik tersebut. Alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana sehingga mudah didapatkan dimana saja. Barikut penjelasan mengenai alat, bahan, serta tahapan yang harus dilalui untuk membuat gitar menggunakan teknik cetakan tanah.
35
a. Alat dan bahan
Gergaji triplek
Gergaji triplek berfungsi untuk memotong triplek sehingga membentuk body gitar yang diinginkan. Cara menggunakannya adalah dengan memotong menggunakan bagian tipis yang terdapat pada bagian dalam lengkungan dan menaik turunkan pegangan sembari mengikuti pola yang sudah dibuat pada triplek menggunakan pensil
Gambar 8 : Gergaji triplek (Dok: Prasetyo 2015) Tatahan
Tatahan berfungsi sebagai alat pemahat yang dapat membentuk dan menghaluskan lengkungan pada bagian bagian yang sulit dijangkau oleh gergaji triplek. Tatahan biasanya digunakan pada kayu-kayu yang memiliki ketebalan lebih dibanding triplek seperti pada bracing ataupun rangka gitar. Cara
36
menggunakannya adalah dengan menekan gagang dan mengarahkan ujung pisaunya pada bagian yang akan dibentuk. Atau bisa juga dipukul menggunakan palu secara ringan untuk membentuk bagian permukaan yang sedikit keras.
Gambar 9 : Tatahan (Dok: Prasetyo 2015) Lem kayu
Lem kayu berfungsi untuk merekatkan bagian bagian gitar seperti kerfing, bracing, kerangka gitar, fretboard dan bridge. Cara menggunakannya adalah dengan melumuri kedua bagian yang akan direkatkan dan kemudian ditempelkan secara bersamaan. Dalam Titebond Product Application Technical Guide (2015: 02) Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pastikan kedua permukaan mendapatkan tekanan yang cukup. Tekanan bisa didapatkan dari
37
penjepit atau diberi beban secukupnya dan dibiarkan mongering selama satu malam.
Gambar 10 : Lem kayu (Dok: Prasetyo 2015) Meteran
Meteran berfungsi sebagai alat pengukur panjang yang biasanya digunakan untuk menyamakan ukura anatomi gitar agar mendapatkan skala yang sesuai seperti desain yang diinginkan. Cara menggunakannya adalah mengulurkan alat pengukurnya lalu sama sepertihalnya menggunakan penggaris.
38
Gambar 11 : Meteran (Dok: Prasetyo 2015)
Tang
Tang berfungsi untuk menggenggam benda yang sangat kecil. Namun pada teknik pembuatan gitar secara tradisional ini, Tang digunakan untuk membentuk lengkungan kerfing. karena jika melengkungkan dengan tangan telanjang akan merusak bentuk dan dapat mematahkan kerfing yang berbahan kayu.
39
Gambar 12 : Tang (Dok: Prasetyo 2015)
b. Pengukuran
Untuk mengukur body gitar tidaklah rumit, Cukup dengan meletakkan gitar diatas triplek yang akan digunakan sebagai alat pembentuk body gitar dan menggambar garis pada pinggiran Body gitar yang sudah ada. Pengukuran ini berfungsi untuk menentukan bentuk dasar gitar yang akan dibuat.
40
Gambar 13: Proses pengukuran (Dok: Prasetyo 2015)
Setelah didapatkan hasil gambar ukuran dan bentuk gitar yang diinginkan, kemudian langkah selanjutnya adalah pemotongan triplek pencetak side body. Triplek ini digunakan untuk membentuk lengkungan pada kolong tanah.
41
c. Pemotongan
Sebelum melanjutkan kepada tahap pencetakan body, pertama- tama potong terlebih dahulu triplek yang sudah digambar sesuai dengan pola yang telah dibuat. Pemotongan ini menggunakan alat berupa gergaji triplek dengan perlahan-lahan dan mengikuti pola garis yang telah digambar sebelumnya. Untuk mempermudah proses pemotongan, letakkan triplek diatas sebuah kursi kecil seperti yang tertera pada gambar di bawah ini.
Gambar 15: pemotongan triplek cetak (dok: Prasetyo 2015)
Hal ini betujuan untuk mempermudah proses pemotongan menggunakan gergaji triplek yang cara penggunaannya digerakkan ke bawah dan ke atas.
42
d. Pencetakan Body menggunakan tanah
Setelah semua bahan mentah disiapkan tahap selanjutnya adalah pencetakan body menggunakan kolong tanah. Dalam tahap ini diperlukan teknik dan kesabaran yang lebih jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut adalah tahapan-tahapan Dari proses pencetakan body menggunakan kolong tanah.
Membuat kolong tanah
Pertama-tama carilah tanah yang benar-benar kering dan padat karena tanah lembab justru akan memberikan dampak yang buruk pada kayu. Kemudian letakkan triplek cetak di atas tanah tersebut dan gambarlah sebuah pola. Ketika pola yang diinginkan sudah jadi, buat lubang menggunakan linggis kecil secara perlahan. Usahakan untuk menggali lubang lebih kecil dari pola yang telah dibuat agar ukuran gitar tidak melebar.
43
Gambar 16.2 : pencongkelan tanah (dok: Prasetyo 2015)
Pencetakan dan pengeleman side body
Pasang kayu untuk side body secara vertical mengikuti pola kolong tanah. Kemudian masukkan triplek cetak pada tengah tengah kolong untuk menahan side body agar membentuk lengkungan gitar. Beri lem instan untuk melekatkan antara triplek cetak dan side body. Lem instan berfungsi untuk menahan sementara side body agar tidak terlepas dari posisi yang seharusnya. Pasang balok kayu penahan pada sisi atas dan bawah yang telah dilumuri lem kayu sebelumnya. Balok inilah yang nantinya akan menahan bentuk gitar. Jika sudah selesai biarkan lem mongering selama satu malam. Waspadai melakukan teknik ini saat cuaca hujan.
44
Gambar 16.3 : Memasukkan triplek (dok: Prasetyo 2015)
Gambar 16.4 :Pemasangan balok penahan (dok: Prastyo 2015)
45 2015)
Gambar 16.5: memasang triplek cetak (dok: Prasetyo 2015)
e. Pemasangan kerfing
Proses pemasangan kerfing harus dimulai dari pembentukan lengkung kerfing menggunakan alat bantu berupa tang. Mula-mula kerfing berbentuk lurus dengan celah teratur untuk mengatur lengkungannya. Lalu sesuaikan pada lengkungan dalam side body yang telah melalui tahap pencetakan sebelumnya. Lakukan secara perlahan agar kerfing dapat terbentuk dengan rapi dan tidak patah.
46
Gambar 17: Pelengkungan pada kerfing(dok: prasetyo 2015)
Setelah kerfing melengkung sesuai dengan bentuk gitar kemudian lumuri dengan lem kayu pada kerfing dan lengkung dalam side body. Setelah dilumuri dengan lem kayu langkah selanjutnya adalah merekatkan keduanya secara bersamaan dan tunggu hingga lem mongering sempurna.
47
f. Pemasangan rangka
Proses pemasangan rangka gitar diawali dengan menentukan dan mendesain rangka gitar yang akan dibuat terlebih dahulu untuk memastikan bahwa gitar yang dibuat memiliki kualitas yang sepadan dengan gitar pada umumnya.
Selanjutnya tandai titik tempat pemasangan kayu rangka gitar tersebut menggunakan pensil dan kemudian ditatah sedalam kurang lebih 1,5 cm. Kayu yang digunakan kali ini adalah kayu berjenis Sengon.
Gambar 19 : Pemasangan rangka gitar (Dok: Prasetyo 2015)
g. Pengeleman Top body
Setelah semua rangka terpasang dengan sempurna, haluskan permukaan yang akan dipasangi top body menggunakan
48
ampelas, hal ini bertujuan untuk mendapatkan permukaan top body yang rata. Kemudian lumuri dengan lem kayu pada sisi luar rangka gitar dan letakkan sebuah triplek spruce lalu beri beban secukupnya. Pemberian beban bertujuan agar lem merekat dengan sempurna.
Gambar 20: pemasangan top body(Dok: Prasetyo 2015)
h. Pelepasan triplek cetak dan pemasangan bracing
Setelah top body melekat sempurna langkah selanjutnya adalah dengan membongkar triplek cetak. Alat yang digunakan hanyalah palu dan tatahan. Sebagai catatan, lakukan secara hati hati agar side body dan top body tidak rusak.
49
Gambar 21.1 : permbongkaran triplek cetak (Dok: prasetyo 2015) Ketika triplek cetak terlepas dari body gitar, kemudian pengrajin gitar menerapkan desain yang telah dibuat sebelumnya oleh peneliti pada top body dan menyusun bracing yang akan dipasang. Lumuri dengan lem kayu pada permukaan kayu bracing dan letakkan pada bagian dalam top body seperti pada gambar 21.2
50
i. Pemasangan rangka gitar bagian belakang
Sepertihalnya pemasangan rangka pada top body sebelumnya, pemasangan rangka bagian belakang juga herus menggunakan ukuran yang sesuai dengan desain yang ditentukan peneliti yang kemudian ditandai dengan tatahan. Setelah dilubangi 1,5 cm kemudian lekatkan dengan lem kayu dan tunggu hingga mengering sempurna.
Gambar 22 : pemasangan rangka belakang (Dok: Prasetyo 2015)
j. Proses penutupan back body
Sebelum proses penutupan back body , lumuri permukaan luar rangka belakang gitar dengan lem kayu dan tutup menggunakan triplek back body seperti pada gambar 23.1. pastikan semua permukaan back body melekat secara sempurna pada rangka
51
belakang gitar. Perlu diketahui bahwa permukaan rangka belakang gitar tidaklah datar melainkan membentuk sedikit cembung.
Gambar 23.1: pemasangan back body(Dok: Prasetyo 2015) Untuk membantu menahan back body agar dapat melekat seluruhnya dan membentuk permukaan yang sedikit cembung. Digunakan besi-besi penahan pada kedua sisi seperti gambar 23.2 dan biarkan proses ini semalam agar lem kayu mengeras sempurna.
52 k. Neck
Tahap setelah body selesai dipotong adalah pembuatan neck. dalam penelitian ini neck dibuat seperti pada umumnya yaitu menggunakan proses pemotongan dan dibentuk menggunakan tatahan yang kemudian diperhalus menggunakan ampelas. Untuk menggabungkan neck dengan body terlebih dahulu pengrajin membuat pola pengunci pada bagian neck dan body. Pola pengunci tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi neck terhadap body. Pola pengunci yang digunakan yaitu dengan pola trapesium pada neck dan membuat lubang dengan bentuk dan ukuran yang sama pada body seperti memasang puzzle. Setelah neck selesai dipasang kemudian diikuti dengan bagian lainnya seperti fretboard, nut, bridge, tuning machine.
53
Gambar 24.2: neck mentah (dok: Prasetyo 2015) l. Finishing
Setelah neck terpasang pada body gitar, langkah selanjutnya adalah finishing. Finishing dimulai dari pemberian lapisan dasar dan kemudian disemprot menggunakan cat yang diinginkan. Tunggu hingga cat benar benar mongering lalu kemudian ditutup menggunakan lapisan gloss agar gitar Nampak berkilau.
54
Gambar 25: Proses finishing (dok: Prasetyo 2015)