• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

sekolah 2 Observasi pra penelitian (kondisi awal) 3 Penyusunan Proposal 4 Pengajuan proposal 5 Perencanaan Istrumen 6 Pelaksanaan Siklus 1 7 Pelaksanaan Siklus 2 8 Pengolahan data hasil penelitian 9 Penyelesaian kelengkapan penelitian 10 Ujian 11 Revisi 12 Pembuatan artikel . C. Rencana Penelitian 1. Persiapan

a. Permintaan ijin kepada Kepala Sekolah SD N Denggung

Permintaan ijin dimaksudkan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar dengan persetujuan dari pihak sekolah.

b. Observasi

Observasi bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kondisi sesungguhnya yang terjadi di kelas VB SD Negeri Denggung.

c. Identifikasi Masalah

Setelah diperoleh data dari hasil kuesioner dan observasi maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dan menentukan tindak lanjut.

d. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok.

Merumuskan isi dan materi dari kompetensi dasar sehingga diperoleh indikator.

e. Menyiapkan dan menyusun instrumen pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar).

f. Menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data (lembar pengamatan motivasi, lembar kuesioner, kisi-kisi soal, soal evaluasi, instrumen penelitian)

g. Mempersiapkan sarana pendukung dalam kegiatan pembelajaran (media).

2. Rencana Setiap Siklus

Sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode STAD siswa diberi tugas untuk membaca materi pelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan berikutnya mengenai materi yang telah ditentukan. Rencana dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan tahapan sebagai berikut:

a. Siklus 1

Siklus pertama ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dan dalam setiap pertemuan dilaksanakan 2 (@jp 35 menit) jam pelajaran. Tahap proses pembelajaran siklus pertama sebagai berikut:

1) Rencana Tindakan

Dalam tahap perencanaan ini meliputi sebagai berikut: a) Menentukan tema pembelajaran

b)Menelaah materi pembelajaran IPS c) Membuat RPP

d)Menyiapkan media pembelajaran tentang materi pembelajaran IPS

e) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes dan lembar kerja siswa f) Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati aktivitas siswa

dan guru

2) Pelaksanaan Tindakan a) Pertemuan I

Pra-kegiatan

(1) Mempersiapkan media, salam, doa, presensi. (2) Pengkondisian kelas.

Kegiatan awal

(1) Salam dan doa pembuka. (2) Guru melaksanakan apersepsi. (3) Siswa diberi motivasi untuk belajar.

Kegiatan inti

(1) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa.

(2) Guru memulai mengarahkan siswa agar memperhatikan media pembelajaran.

(3) Siswa memperhatikan media pembelajaran.

(4) Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan anggota 5-6 orang.

(5) Guru membagikan lembar soal pada setiap kelompok. (6) Siswa diberikan kesempatan untuk mengerjakan soal

dengan diskusi kelompok.

(7) Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. (8) Siswa yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok yang

maju ke depan kelas.

(9) Siswa mendapatkan penghargaan kelompok maupun individu.

(10) Siswa membacakan kesimpulan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.

(11) Siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.

Kegiatan akhir

(1) Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi. (2) Evaluasi

remedial, sedangkan siswa yang sudah tuntas mendapatkan pengayaan.

(4) Guru memberikan tugas rumah untuk dikerjakan siswa. (5) Salam penutup

b) Pertemuan II Pra-kegiatan

(1) Mempersiapkan media, salam, doa, presensi. (2) Pengkondisian kelas.

Kegiatan awal

(1) Salam dan doa pembuka. (2) Guru melaksanakan apersepsi. (3) Siswa diberi motivasi untuk belajar.

(4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran IPS. Kegiatan inti

(1) Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa.

(2) Guru memulai mengarahkan siswa agar memperhatikan media pembelajaran.

(3) Siswa memperhatikan media pembelajaran.

(4) Guru membagi siswa ke dalam kelompok dengan anggota 5-6 orang.

(5) Guru membagikan lembar soal pada setiap kelompok. (6) Siswa diberikan kesempatan untuk mengerjakan soal

(7) Siswa mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. (8) Siswa yang lain menanggapi hasil diskusi kelompok yang

maju ke depan kelas.

(9) Siswa mendapatkan penghargaan kelompok maupun individu.

(10)Siswa membacakan kesimpulan dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.

(11)Siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.

Kegiatan akhir

(1) Guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi. (2) Evaluasi

(3) Tindak lanjut. Bagi siswa yang belum tuntas mendapatkan remedial, sedangkan siswa yang sudah tuntas mendapatkan pengayaan.

(4) Guru memberikan tugas rumah untuk dikerjakan siswa. (5) Salam penutup

3) Observasi

Peneliti melakukan pengamatan mengenai cara kerja kelompok dan masing-masing anggota kelompoknya. Selain itu juga diadakan pengumpulan hasil pekerjaan kelompok dan hasil kuis individu dengan tujuan mengetahui tingkat perkembangan siswa dalam pemahaman materi.

4) Refleksi

a. Mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan dalam siklus ini sebagai upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar yang diharapkan peneliti.

b. Melihat hasil tes dan observasi yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

c. Merencanakan dan menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I. b. Siklus II

Siklus II akan dilakukan apabila dari hasil siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Siklus II direncanakan dari hasil refleksi siklus I. Pada intinya pelaksaaan kegiatan dalam siklus II sama dengan pelaksaaan kegiatan dalam siklus I, hanya berbeda dalam materi pembelajaran dan indikator keberhasilan.

D. Teknik Pengumpulan Data 1. Motivasi Belajar

Data tentang motivasi belajar siswa dikumpulkan dengan teknik sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi digunakan untuk memperoleh data mengenai motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah pembelajaran IPS. Observasi dilakukan

dengan cara mengamati proses pembelajaran IPS yang sedang berlangsung.

b. Kuesioner

Kuesioner ini akan diisi secara tertulis oleh siswa sebagai responden. Kuesioner diberikan kepada siswa kelas VB SD Negeri Denggung yang berjumlah 26 siswa. Kuesioner digunakan untuk menentukan kondisi awal siswa, dan memberikan peningkatan motivasi siswa sebelum diberikan tindakan dan setelah diberi tindakan.

2. Prestasi Belajar

Data tentang prestasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes. Jenis tes yang digunakan adalah tes tertulis dalam bentuk tes objektif pilihan ganda. Peneliti menyusun soal 20 evaluasi pilihan ganda pada siklus I dan siklus II dengan menyediakan pilihan jawaban a, b , c dan d. Tes akan mengetahui sejauh mana siswa memahami pelajaran IPS menggunakan pembelajaran kooperatif tipe STAD.

E. Instrumen Penelitian

Penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu motivasi dan prestasi belajar. Berikut ini adalah uraian indikator keberhasilan dari masing-masing variabel dalam penelitian.

1. Instrumen Motivasi Belajar

Penelitian tentang motivasi belajar siswa dilakukan dengan cara pengambilan data menggunakan kuesioner yang harus diisi oleh subjek pada setiap akhir siklus dan observasi memperoleh data yang akurat serta sebagai pembanding kuesioner.

Tabel instrumen penilaian motivasi belajar yang memuat indikator, untuk lebih lengkapnya mengenai lembar kuesioner yang digunakan dapat dilihat pada bagian lampiran IV.

Tabel 3.2. Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar Siswa Variabel No Indikator Nomor

Soal Favorabel Unfavorabel Jumlah Motivasi 1 Keinginan mengikuti pembelajaran 1, 2, 5, 6, 7, 9, 16, 19 1, 2, 7, 19 5, 6, 9, 16 8 2 Keinginan menyelesaikan tugas 3, 10 3 10 2 3 Sikap menghadapi kesulitanbelajar 4, 8, 12, 14, 15,18 4, 8, 12 14, 15, 18 6 4 Sikap menghadapi kegagalan 13, 20 20 13 2 5 Keinginan untuk berprestasi 11,17 17 11 2

Tabel 3.3. Pedoman Penskoran Kuesioner Motivasi Belajar

Pilihan Jawaban Favorable Unfavorable

Sangat setuju 4 1

Setuju 3 2

Tidak setuju 2 3

Sangat tidak setuju 1 4

Tabel 3.4. Instrumen Kuesioner Motivasi Belajar

NO Pernyataan Pilihan Jawaban

SS S TS STS

1 Saya selalu semangat dalam mengikuti pembelajaran. 2 Materi yang diberikan selalu menarik bagi saya. 3 Saya selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh

4 Saya selalu berusaha memahami materi yang diberikan 5 Saya mengobrol dengan teman sebelah ketika guru

menjelaskan

6 Saya ingin pembelajaran cepat selesai

7 Saya selalu memperhatikan guru saat menjelaskan. 8 Saya selalu mengulangi materi yang sulit

9 Saya tidak semangat dalam mengikuti pembelajaran 10 Saya tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 11 Saya tidak rajin belajar karena saya sudah puas dengan

nilai sekarang.

12 Saya selalu berusaha mengerjakan tugas yang sulit 13 Saya tidak peduli jika mendapat nilai jelek

14 Saya malas mengerjakan jika tugas sulit 15 Saya cepat bosan dalam memahami materi 16 Saya tidak tertarik dengan materi yang diberikan 17 Saya selalu belajar dengan rajin supaya saya mendapat

prestasi yang memuaskan

18 Saya membiarkan materi yang sulit

19 Saya mengikuti pembelajaran dari awal sampai selesai 20 Saya selalu berusaha lebih baik jika mendapat nilai

jelek

Tabel 3.5. Instrumen Pengamatan Motivasi Belajar

No Aspek yang diamati Skor

I Kesiapan Belajar

1. Berdoa sebelum pelajaran dimulai 1 2 3 4 2. Mempersiapkan diri dengan datang tepat waktu 1 2 3 4 3. Mempersiapkan alat tulis dan buku sebelum pelajaran dimulai 1 2 3 4

II. Motivasi siswa di dalam kelas 1 2 3 4

1. Memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran 1 2 3 4 2. Bertanya apabila ada materi yang kurang jelas 1 2 3 4 3. Percaya diri dalam mengemukakan pendapat di kelas saat

pelajaran 1 2 3 4

5. Menunjukkan sikap ingin tahu yang sangat besar 1 2 3 4

III. Interaksi Siswa dengan Siswa 1 2 3 4

1. Menunjukkan kepedulian terhadap teman-temannya yang belum

bisa 1 2 3 4

2. Berdiskusi dengan teman-teman dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4

IV. Mengerjakan tugas 1 2 3 4

1. Menyelesaikan tugas tepat waktu 1 2 3 4 2. Tidak mengeluh saat diberi tugas 1 2 3 4 3. Mencari sumber-sumber lain untuk mengerjakan tugas 1 2 3 4 4. Tidak mudah putus asa dalam mengerjakan tugas 1 2 3 4 5. Tekun mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 1 2 3 4

Total Skor

Tabel 3.6. Kriteria Skor Motivasi Belajar (Masidjo, 1995:157)

No Rentang Skor Kategori

1 81 – 100 Sangat Tinggi

2 66 – 80 Tinggi

3 56 – 65 Cukup

4 50 – 55 Rendah

5 <50 Sangat Rendah

2. Instrumen Prestasi Belajar

Data tentang prestasi belajar siswa diperoleh melalui tes. Tes dirancang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Berikut ini adalah kisi-kisi soal evaluasi pada siklus I dan II.

Tabel 3.7. Kisi-Kisi Soal Siklus 1

Kompetensi Dasar Indikator Item

3.1 Mengenal perkembangan sejarah berskala nasional dari masa kerajaan Islam di Indonesia Memahami perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia Mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia 2, 7, 4,10, 11, 15, 3, 5, 6, 8, 9, 12, 17, 18, 19, 20

Menyebutkan kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Indonesia

1, 16, 13, 14,

Jumlah 20

Tabel 3.8. Kisi-Kisi Soal Siklus 2

Kompetensi Dasar Indikator Item

3.2 Mengenal peninggalan-peninggalan kerajaan Islam dan tokoh-tokoh sejarah pada masa kerajaan Islam di Indonesia Menyebutkan peninggalan-peninggalan kerajan Islam di indonesia Mengidentifikasi tokoh-tokoh perkembangan kerajaan Islam di Jawa (wali songo)

Menyebutkan tokoh-tokoh penyebaran kerajaan Islam di Jawa (wali songo) 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 10, 11, 13, 14, 15, 16, 17, 20 8, 9, 12, 18, 19 Jumlah 20

Tes disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda. Rincian pedoman penskoran yaitu jika jawabn benar mendapatkan skor 1 dan jika jawaban salah mendapatkan skor 0.

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Validitas

Menurut Sukardi (2003:121), suatu instrumen dikatakan valid jika instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Untuk semua semua instrumen baik berbentuk tes berupa prestasi belajar maupun non tes (motivasi), pengujian validitas menggunakan validitas isi dan konstruk.

Validitas isi dan konstruk digunakan agar menghasilkan data sesuai dengan keadaan sebenarnya. Validitas ini digunakan untuk mengukur soal evaluasi. Penelitian melakukan validasi dengan mengadakan uji coba soal dan validasi yang dilakukan oleh ahli (expert Judgement) dalam hal ini adalah dosen ahli mata pelajaran IPS sehingga dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

a. Validasi Perangkat Pembelajaran

Perangkat pembelajaran merupakan komponen yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti mengalami validasi sebelum digunakan dalam kegiatan penelitian. Validasi perangkat pembelajaran ini dilakukan melalui

expert judgement. Expert judgement dilakukan dengan cara dikonsultasikan kepada dosen IPS PGSD, dan guru kelas VB SD Negeri Denggung Sleman. Perangkat pembelajaran yang dimaksud meliputi: silabus, RPP, LKS, bahan ajar dan kuesioner. Validasi perangkat pembelajaran akan dinilai berdasarkan kriteria berikut.

Tabel 3.9. Kriteria Validitas Perangkat Pembelajaran

No Rentang Nilai Kategori

1 81 – 100 Sangat Baik

2 66 – 80 Baik

3 56 – 65 Sedang

4 50 – 55 Kurang

5 <50 Sangat Kurang

Setelah perangkat pembelajaran divalidasi, maka diperoleh hasil perhitungan yang dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 3.10. Hasil Perhitungan Validitas Perangkat Pembelajaran

No Perangkat

Pembelajaran Expert Judgement Hasil

1. Silabus Dosen IPS 72,22

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung

Sleman 80,50

Rata-rata 76,36

2. RPP Dosen IPS 72,61

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung

Sleman 80,90

Rata-rata 76,75

3. LKS Dosen IPS 87,50

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung

Sleman 93,75

Rata-rata 90,62

4. Bahan Ajar Dosen IPS 85

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung

Sleman 80

Rata-rata 82,50

5. Soal Evaluasi Dosen IPS 75

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung

Sleman 87,5

Rata-rata 81,25

Rata-rata total 81,49

Setelah diujikan kepada dua ahli tersebut, didapatkan hasil dari validasi perangkat pembelajaran dengan rincian rata-rata skor silabus sebesar 76,36 dinyatakan “baik”, rata-rata RPP skor sebesar 76,75 dinyatakan “baik”, rata-rata LKS skor sebesar 90,62 dinyatakan “sangat baik”, rata-rata bahan ajar skor sebesar 80,50 dinyatakan “baik”, rata -rata soal evaluasi 81,25 dinyatakan “sangat baik”. Dari hasil rincian tersebut, diperoleh rata-rata skor total sebesar 81,49 yang menunjukkan kriteria “sangat baik”. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran layak dan baik digunakan.

b. Validasi Instrumen Observasi

Validasi lembar observasi dilakukan dengan expert judgement yaitu divalidasikan kepada dosen ahli IPS PGSD, dan Guru Kelas VB SD Negeri Denggung. Kriteria lembar observasi disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.11. Kriteria Validitas Lembar Observasi

No Rentang Skor Kategori

1 81 – 100 Sangat Tinggi

2 66 – 80 Tinggi

3 56 – 65 Cukup

4 50 – 55 Rendah

5 <50 Sangat Rendah

Setelah lembar observasi divalidasi, maka diperoleh hasil perhitungan yang dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 3.12. Hasil Perhitungan Validitas Instrumen Observasi

Rubrik Expert Judgement Hasil

Lembar Observasi

Dosen IPS 79,17

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung 91,66

Rata-rata 85,42

Hasil validasi lembar observasi menunjukkan skor rata-rata sebesar 85,42 dinyatakan “sangat baik”, maka lembar observasi ini layak digunakan untuk mengamati motivasi siswa kelas VB SD Negeri Denggung.

c. Validasi Kusioner

Validasi kuesioner dilakukan dengan expert judgement yaitu divalidasikan kepada dosen ahli IPS PGSD, dan Guru Kelas V B SD

Negeri Denggung. Kriteria lembar observasi disajikan pada tabel berikut ini:

Tabel 3.13. Kriteria Validitas Kuesioner

No Rentang Skor Kategori

1 81 – 100 Sangat Tinggi

2 66 – 80 Tinggi

3 56 – 65 Cukup

4 50 – 55 Rendah

5 <50 Sangat Rendah

Setelah lembar kuesioner divalidasi, maka diperoleh hasil perhitungan yang dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 3.14. Hasil Perhitungan Validitas Kuesioner

Rubrik Expert Judgement Hasil

Kuesioner Dosen IPS 75

Guru Kelas VB SD Negeri Denggung 92,5

Rata-rata 82,25

Hasil validasi kuesioner menunjukkan kriteria “sangat baik” dengan rata-rata skor sebesar 82,25, maka lembar kuesioner layak digunakan unutuk menilai motivasi siswa kelas V B SD Negeri Denggung.

d. Validasi Instrumen Prestasi Belajar

Validasi instrumen soal pada penelitian ini, ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Sebelum mengujikan ke lapangan, instrumen terlebih dahulu dikonsultasikan kepada ahli. Setelah diujikan kemudian peneliti menghitung hasilnya menggunakan bantuan program SPSS.

Peneliti mengujikan instrumen soal kepada siswa kelas VI SD N Denggung. Pada instrumen soal pertama, soal yang diujikan sebanyak 35 soal dan didapatkan hasil 20 soal valid dan 15 soal tidak valid. Pengujian kedua soal yang diujikan sebanyak 35 soal dan didapatkan

hasil 24 soal valid dan 11 soal tidak valid. Hasil perhitungan validitas siklus I dan II dapat dilihat di lampiran 16.

2. Reliabilitas

Menurut Masidjo (2010:209) reliabilitas adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Reliabilitas tes dapat dibuat oleh peneliti setelah soal diujikan kepada siswa kelas VI SD Negeri Denggung sehingga dapat diperoleh soal yang valid pada siklus I adalah 20 dan siklus II adalah 24 soal. Peneliti menggunakan program SPSS dalam penghitungannya.

Menurut Masidjo (2010:243) koefisien reliabilitas dinyatakan dalam satuan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. Kriteria reliabilitas instrumen dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.15. Kriteria Reabilitas Instrumen

No Koefisien Korelasi Kriteria

1. 0,91-1,00 Sangat tinggi

2. 0,71-0,90 Tinggi

3. 0,41-0,70 Cukup

4. 0,21-0,40 Rendah

5. Negatif-0,20 Sangat rendah

Hasil reliabilitas 20 soal yang valid pada siklus I diperoleh nilai Cronbach’s Alpa Based on Standartdized Items adalah 0,912 menunjukkan kriteria “sangat tinggi”. Sedangkan hasil reliabilitas 24 soal yang valid pada siklus II diperoleh nilai Cronbach’s Alpa Based on Standartdized Items

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk menganalisis data-data yang telah berhasil dikumpulkan yaitu teknik analisis data deskriptif (statistik deskriptif). Statistik deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya untuk melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Analisis data ini dapat menggambarkan dengan tepat mengenai rata-rata, perbedaan, hubungan-hubungan, dan sebagainya. Analisis data deskriptif dapat ditempuh dengan cara membandingkan data sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan.

1. Perhitungan Data Tentang Motivasi dan Prestasi Belajar a. Motivasi Belajar

Data mengenai motivasi belajar siswa diperoleh berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan peneliti. Analisis motivasi belajar siswa dapat ditempuh dengan cara membandingkan keadaaan awal motivasi belajar siswa dengan keadaan setelah siklus I dan siklus II. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

1) Menghitung motivasi belajar setiap siswa sesuai dengan rubrik pengamatan pada setiap pertemuan.

Menghitung kuesioner motivasi belajar siswa =

Menghitung rata-rata kuesioner motivasi belajar siswa =

Menghitung persentase kriteria kuesioner motivasi belajar = x 100%

2) Menghitung lembar observasi pada pertemuan 1 dan 2 di setiap siklus. Menghitung lembar observasi/pengamatan

= x 100

Menghitung rata-rata lembar observasi =

3) Menghitung rata-rata motivasi seluruh siswa. Rata-rata motivasi siswa

=

Membandingkan tingkat motivasi belajar kondisi awal dengan tingkat motivasi belajar siklus I dan membandingkan tingkat motivasi belajar siklus I dengan tingkat motivasi belajar siklus II. Pembandingan ini dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar atau tidak.

b. Prestasi Belajar .

Untuk mengetahui prestasi belajar siswa tentang materi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia, peneliti menyediakan soal-soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa pada setiap akhir siklus. Soal soal tersebut adalah soal pilihan ganda. Analisis skor hasil prestasi belajar ditempuh

Rata-rata kuesioner + Rata-rataobservasi 2

dengan membandingkan kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Langkah-langkah penyekorannya sebagai berikut:

a. Penyekoran nilai Jawaban benar = skor 1 Jawaban salah = skor 0

b. Penghitungan skor yang diperoleh setiap siswa c. Menghitung nilai siswa dengan rumus:

Nilai = jumlah skor x 5 d. Menghitung nilai akhir

Nilai Akhir = jumlah nilai

e. menghitung nilai rata-rata kelas dengan rumus :

SR =

f. Menghitung presentase ketuntasan belajar siswa dengan rumus presentase

=

x 100%

g. Membandingakan tingkat nilai prestasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II dengan kondisi awal. Kegiatan membandingkan ini dilakukan untuk mengetahui ada peningkatan prestasi siswa atau tidak.

H. Kriteria Keberhasilan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menetapkan kriteria keberhasilan yang dijadikan acuan peningkatan yang harus dicapai pada akhir penelitian. Peneliti

menetapkan kriteria keberhasilan untuk masing-masing variabel yaitu motivasi dan prestasi belajar siswa. Kriteria keberhasilan motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS pada materi perkembangan kerajaan Islam di Indonesia dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.16. Kriteria Keberhasilan

No Variabel Indikator Kondisi

Awal Target Akhir Siklus 1 Siklus II 1. Motivasi Beajar 1. Kuesioner 58,46 75 80 2. Lembar Observasi 2. Prestasi Belajar

1. Rata-rata nilai ulangan 65,06 71 76 2. Persentase jumlah siswa

yang mencapai nilai KKM

41,39% 65% 75%

48 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini dijelaskan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. Disajikan juga grafik hasil perolehan motivasi dan prestasi belajar siswa.

A. Hasil Penelitian

1. Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) a. Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Kamis, 15 Januari 2015 dan Jumat, 16 Januari 2015. Pada siklus I siswa mempelajari materi tentang perkembangan kerajaan Islam di Indonesia. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dibagi kedalam 5 kelompok heterogen setiap kelompok terdiri dari 5-6 siswa.

1) Perencanaan

Sebelum melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) pada siklus I. Peneliti terlebih dahulu membuat media, kartu nama kelompok, dan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar, dan soal evaluasi. Peneliti juga menyusun lembar pengamatan motivasi siswa yang diisi oleh pengamat pada setiap pertemuan, dan kuesioner motivasi siswa yang diisi siswa pada akhir siklus I. Peneliti menyiapkan kartu nama kelompok untuk mempermudah pengamat dalam menilai lembar pengamatan motivasi siswa pada pertemuan 1 dan pertemuan 2.

2) Pelaksanaan a) Pertemuan 1

Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2015 pukul 07.00-08.15, dalam hal ini peneliti dibantu oleh 3 teman yang bertugas mengamati motivasi siswa dan mendokumentasikan saat proses penelitian berlangsung serta guru kelas V B sebagai pengamat motivasi siswa.

Saat pagi hari, sudah banyak siswa yang berada di dalam kelas dan hanya beberapa siswa yang bermain diluar kelas dan membersihkan kelas. Peneliti mengajak siswa untuk masuk kelas dan duduk dengan tenang.

Kegiatan awal, guru membuka pelajaran dengan memberi salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh salah satu siswa lalu guru melakukan presensi siswa. Tidak ada siswa yang absen. Guru bertanya kepada siswa “Siapa yang tahu salah satu kerajaan Islam yang ada di Indonesia?”. Guru bertanya lagi

“Apa kerajaan Islam pertama di Indonesia?”. Guru menjelaskan indikator hasil belajar dan tujuan pembelajaran lalu mengajak siswa untuk tepuk semangat agar siswa lebih bersemangat.

Kegiatan inti, guru membagi siswa kedalam 5 kelompok heterogen, dimana setiap kelompok terdapat kemampuan dan jenis kelamin yang beragam, kemudian guru membagikan kartu nama kelompok (Kerajaan Demak, Kerajaan Aceh,

Kerajaan Samudra Pasai, Kerajaan Makasar, Kerajaan Banten) kepada setiap siswa dengan cara memanggil salah satu anggota kelompok dan meminta siswa untuk meletakannya di setiap meja kelompoknya. Guru menjelaskan perkembangan kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Guru membagikan bacaan mengenai beberapa kerajaan Islam yang ada di Indonesia

Dokumen terkait