• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENERIMAAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN PEGAWA

E. Proses Penerimaan Pegawai Negeri dan Pegawai Honorer

E.1. Proses Penerimaan Pegawai Negeri di Pemerintahan

E.1. Proses Penerimaan Pegawai Negeri di Pemerintahan Kota Medan Pemerintahan Kota Medan melakukan penerimaan pegawai negeri terakhir pada tahun 2010 di tahun 2013 ini pemerintahan Kota Medan tidak melakukan penerimaan calon pegawai negeri sipil. Pada tahun 2010 Pemerintah Kota Medan mengumumkan formasi 326 calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk tahun 2010 dari pelamar umum. Penerimaan CPNS tersebut berdasarkan Surat WaliKota Medan No.934/BKD/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang pendaftaran penerimaan CPNS Daerah Kota Medan tahun 2010. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Lahum, Senin (15/11), di Kantor Wali Kota Medan. Menurut dia, untuk tahun ini para CPNS yang diterima minimal berpendidikan D III. Lahum mengatakan, CPNS yang paling banyak diterima tahun ini adalah tenaga teknis, yakni 188 orang, menyusul tenaga kesehatan 84 orang dan tenaga pendidikan 54 orang. \"Yang paling dibutuhkan saat ini memang tenaga teknis, kesehatan dan pendidikan, sedangkan untuk administrasi belum dibutuhkan, \"ujarnya.

Dia menjelaskan, pendaftaran pelamar dilakukan secara online melalui website pcpns.pemkomedan.go.id pada 20 Nopember-4 Desember 2010. Sedangkan seleksi ujian akademis pada 15 Desember 2010 dan pengumuman hasil seleksi ujian akademis pada 22 Desember 2010 mendatang. \"Panitia hanya menerima pelamaran yang dilakukan secara online dan tidak melayani pendaftaran langsung, \"kata Lahum seraya menambahkan, pengumuman lokasi

ujian dan seleksi pemberkasan administrasi untuk penetapan NIP juga akan diberitahukan melalui website. Sedangkan surat lamaran dan fotocopy ijazah yang telah dilegalisir pejabat yang berwenang dikirimkan ke PO BOX 9000 dalam amplop tertutup. Pada sudut kiri atas amplop dicantumkan username dan kualifikasi jabatan dan pendidikan. "Untuk pencetakkan kartu ujian dan informasi lain yang berkenaan dengan pelaksanaan ujian semuanya dapat dilihat melalui website, \"jelasnya.53

Pengaduan itu juga ditembuskan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta. Para korban telah menyerahkan kuasa penanganan permasalahan tersebut melalui Lembaga Bantua Hukum (LBH) Medan. Kasus penyimpangan pengumuman kelulusan CPNS di Pemko Medan itu juga akan dilaporkan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri tentang dugaan Tetapi pada penerimaan calon pegawai negeri sipil di pemerintahan Kota Medan pada tahun 2010 ini mendapatkan berbagai macam masalah, terutama pada masa pengumuman pemenang calon pegawai negeri sipil. Masalah terjadi pada sistem pengumuman yang diumumkan di website. Peserta yang sudah dinyatakan lulus di website tiba-tiba dinyatakan tidak lulus ketika pengumuman di media massa seperti surat kabar. Atas kelalaian ini pemerintah Kota Medan dilaporkan ke menteri dalam negeri dan komisi pemberantasan korupsi terhadap masalah ini. Sedikitnya 17 korban kecurangan Penerimaan calon pagawai negeri sipil (CPNS) di Pemko Medan telah mengadukan pihak Pemerintah Kota Medan ke Mendagri.

53

September 2013 pukul 14.53 WIB

penyimpangan penerimaan CPNS di Sumatera Utara. Tujuannya agar Kemendagri menunda penerbitan Nomor Induk Pegawai (NIP).

Direktur LBH Medan, Nuriyono, menyebutkan, laporan itu dilakukan karena di Sumatera Utara banyak complain terkait penerimaan dan kelulusan CPNS. “Seperti di Pemko Medan ada 17 CPNS yang melakukan gugatan kepada Pemko Medan melalui LBH Medan, ” ungkap Nuriyono, Selasa (31/1). Dikatakan Nuriyono, saat ini pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Medan tentang dugaan penyimpangan kelulusan CPNS Pemko Medan. “Rencananya, akhir Januari ini kita daftarkan gugatannya ke PN Medan, ” ungkapnya lagi. Kamalia Siregar, salah seorang pelamar CPNS yang mengaku telah dirugikan mengatakan, sangat kecewa dengan kinerja Pemko Medan, yang dinilai bobrok dalam hal penerimaan CPNS. “Kalau memang Pemko Medan menyebutkan hal itu adalah kesalahan sistim, maka sama dengan Pemko Medan juga “Error”, ” beber Kamalia Siregar. Sedangkan Sari Rahmania Sirait, korban CPNS lainnya mengatakan, bahwa Pemko Medan tidak konsekuen dalam pengumuman CPNS. Keduanya merupakan diantara 17 nama yang lulus di website Pemko Medan tetapi tidak lulus di pengumuman media massa.

Sementara terpisah, WaliKota Medan, Drs H Rahudman Harahap, MM membantah terjadinya kecurangan dalam seleksi penerimaan CPNS 2010 itu. Sang WaliKota Medan ini berkilah Pemko Medan telah mengumumkan hasilnya sesuai mekanisme, dimana hasil peserta yang lulus berasal dari hasil kelulusan yang dikeluarkan Universitas Sumatera Utara (USU). “Hasil lulus tidaknya

peserta berasal dari USU. Dan hasil itulah yang kami umumkan di media massa dan hasil yang benar adalah hasil yang saya tandatangani, “ cetus Harahap. Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Lahum Lubis, mengatakan persoalan ini berawal dari pengecekan dari laman internet. Peserta mengecek dengan cara login (memasukkan email dan password) dimana proses ini sebenarnya dipakai untuk mendapatkan nomor ujian. “Harusnya hanya dengan memasukkan nomor ujian, ” sebutnya.

“Kalau dengan cara begitu seluruh peserta (yang membuka dengan cara login, semuanya bisa dinyatakan lulus di website. Karena itu sekitar jam 03.00 WIB, kami stop akses situs tersebut. Padahal data kelulusan belum di update ke situs. Kami juga sudah cek dengan data USU, semuanya sama, ” sebutnya. Lahum menyesal mengumumkan lewat website. Dia berkeras situs www.pcpns.pemkomedan.go.id sudah error sejak 22 Desember 2010. “Saya siap menunjukkan ranking. Tapi tidak dengan mempublikasikannya. Niat baiknya, supaya penerimaan CPNS ini bisa diakses pelamar secara nasional, ” sebutnya. Terpisah, Irwandi Lubis SH dari LBH Medan bersama empat korban penipuan CPNS mendatangi Polda Sumut, kemarin (30/1) sekira pukul 11.00 WIB, untuk melaporkan WaliKota Medan Rahudman Harahap. “Kedatangan saya selaku tim kuasa hukum dari 17 CPNS tahun 2010 yang dinyatakan Pemko Medan tidak lulus.

Kami ingin melaporkan pelanggaran UU KIP oleh Pemko Medan dan WaliKota Medan, ” terang Irwandi Lubis. Empat korban yang mengadu, masing- masing, Selamet Untung (31) warga Jalan Karya Jaya, Kelurahan Gedung Johor,

Kecamatan Medan Johor. Selamet CPNS formasi 2010 bagian Penyusun Program dan Evaluasi. Kedua, Maria Arbina Boru Tarigan (22) warga Jalan Kenanga Lingkungan X, Kelurahan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang. Ia lulus di bagian Analisis Hukum. Ketiga, Sabrina (23) diwakilkan ayahnya, Ikmal Fahri Lubis, warga Komplek Griya Riatur Indah Jalan Jongkok Blok A, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia dan yang keempat Dedy Prayudha Sembiring (25) warga Dusun I Laba Jahe, Kelurahan Sari Laba Jahe, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang. Anehnya, meski telah membawa bukti kelulusan para korbannya, pengaduan mereka ditolak dan disarankan agar melaporkan secara tertulis. Menyikapai hal ini, Irwandi kesal dan mengatakan tidak ada alasan Polisi tidak menerima laporan warga.

Apalagi alat bukti atas kelulusan 17 CPNS tersebut ada. Namun, Pemko Medan menyatakan mereka tidak lulus. Sementara itu, orang tua dari Sabrina, Ikmal Fahri Lubis, mengatakan para korban akan terus menuntut hak mereka sebagai CPNS 2010 yang lulus, akan tetapi tidak diakui oleh Pemko Medan. Menurut keterangan Maria salah satu korban, ia mengetahui hal itu setelah melihat di internet. Akan tetapi, ketika melihat di media masa namanya tak tercantum. “Saya datangi Pemko Medan, katanya di media massa yang benar. Saya sudah print kelulusan saya, ini buktinya, ” ucap alumni USU ini. Dengan begitu, Maria akan melanjutkan kembali kuliahnya. “Saya mau tamatin S2 aja dulu, ” tuturnya. Dengan disarankannya melakukan laporan secara tertulis Irwandi Lubis akan mempertimbangkan dengan satu timnya. “Kita akan bicarakan dulu dengan tim kita, mengenai pengaduan secara tertulis, ” tandasnya. Sementara itu,

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso mengatakan untuk melihat UU KIP maka coba dipelajari pada Bab VII Pasal 35 dan seterusnya. Terpisah, Kepala BKD Medan Parlaungan Hasibuan yang dikonfirmasi menyerahkan sepenuhnya kasus itu ke Poldasu. “Kita tunggu saja tindaklanjutnya dari Poldasu, karena sebelumnya kasus itu sudah bergulir ke Pengadilan Negeri Medan. Sebenarnya yang lulus itu yang namanya keluar di koran, ” ujarnya.54

Penerimaan pegawai honorer merupakan wewenang pemerintah pusat, terutama pegawai honorer yang berstatus K1 yang digaji dari biaya APBN/APBD maupun pegawai honorer yang berstatus K2 yang tidak digaji dari biaya APBN/APBD dengan mengikuti ujian yang dilaksanakan oleh pemerintah. Dapat dilihat di tahun 2013 dalam proses penerimaan pegawai honorer di pemerintahan Kota Medan yang juga mendapat berbagai masalah. Kesabaran para tenaga honorer Kategori-1 (K1) Pemerintah Kota (Pemko) Medan mulai hilang. Selama

Walaupun ketika pengumuman di website ada permasalahan sehingga membuat pemko medan dilaporkan ke pihak kepolisian, pemko medan tetap menyatakan pemenang ujian calon pegawai negeri sipil tetap yang ada di surat kabar yang sudah diumumkan oleh pemerintah Kota Medan. Atas laporan yang dilakukan oleh berbagai pihak yang dirugikan pemerintah Kota Medan siap bertanggung jawab terhadap kesalahan yang terjadi di website pemko medan dengan menunjukkan alat-alat bukti yang ada kepada pihak kepolisian

Dokumen terkait