BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Pengembangan
1. Proses Pengembangan Buku Cerita Bergambar
Langkah awal dalam pengembangan ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan mengambil sampel di SD N Jomblang 2 Berbah yang beralamat di Lojisari Tegaltirto Berbah Sleman. Peneliti mengambil contoh di sekolah tersebut karena SD N jomblang 2 dekat dengan rumah sehingga peneliti sering melihat kebiasaan anak-anak untuk mengkonsumsi makanan pada saat jam istirahat. Analisis kebutuhan dilakukan dengan wawancara dan observasi. Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas 1 dan juga beberapa siswa kelas 1 di SD N Jomblang 2 Berbah. Wawancara dilakukan pada tanggal 09 November 2017. Sedangkan observasi dilakukan pada anak kelas 1 pada saat jam istirahat sekolah. Observasi dilakukan pada tanggal 09 November 2017 di SD N Jomblang 2 Berbah.
51
Tujuan dari wawancara ini adalah untuk melihat penerapan pendidikan lingkungan hidup yang diterapkan di kelas satu, ketersediaan buku cerita bergambar, dan juga penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Sedangkan observasi dilakukan pada saat jam istirahat untuk mengetahui kebiasaan anak saat jajan pada jam istirahat, selain itu juga melihat ketersediaan buku ceria bergambar di perpustakaan.
(a) Hasil dan Pembahasan Wawancara Survei Kebutuhan Pada Guru Kelas Satu.
Peneliti telah melakukan wawancara analisis kebutuhan kepada guru kelas satu di SD N Jomblang 2 Berbah. Wawancara dilakukan pada tanggal 09 November 2017 di SD N Jomblang 2 Berbah. Dalam melakukan analisis kebutuhan, peneliti berpedoman pada 10 butir pertanyaan yang diajukan kepada guru.
Pertanyaan yang akan diajukan kepada guru kelas terkait dengan ketersediaan buku cerita bergambar di sekolah yang akan memperngaruhi minat baca siswa. Peneliti juga akan melihat sejauh mana peran guru dalam menumbuhkan minat baca siswa, implementasi pendidikan lingkungan hidup, serta pengelolaan makanan yang ada di kantin sekolah.
Di bawah ini akan dipaparkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru kelas 1 di SD N Jomblang 2 Berbah :
52
Tabel 4.1 Hasil wawancara dengan guru kelas 1 No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara
1. Mengapa buku cerita bergambar
diperlukan bagi keterampilan
membaca anak kelas 1?
Karena anak kelas 1 masih membutuhkan sesuatu yang konkret. Anak masih kesulitan untuk memahami makna cerita jika tidak dengan gambar. Buku cerita bergambar yangberwarna-warni juga menarik bagi anak.
2. Apa yang
menyebabkan buku cerita bergambar banyak di gemari oleh anak-anak?
Karena memiliki kemasan menarik dan memiliki warna yang kompleks bagi anak.
3. Apakah di perpustakaan memiliki banyak koleksi buku cerita bergambar?
Memiliki buku cerita bergambar, tetapi terkhusus untuk buku lingkungan hidup hanya memiliki sedikit koleksi.
4. Bagaimana minat siswa kelas 1 dalam membaca?
Minat membaca baik, tetapi ada juga anak yang belum bisa membaca sama sekali. Mereka sering membawa buku cerita dari rumah dan dibaca di sekolah. Ketika hendak membaca pun perlu diperintah oleh guru terlebih dahulu. 5. Bagaimana peran
serta guru dalam menumbuhkan minat baca siswa?
Guru memberi tugas membaca kepada siswa. Guru meminta anak untuk membawa buku bacaan di dalam kelas.
6. Bagaimana penerapan pendidikan
lingkungan hidup di sekolah?
Penerapan biasanya bersifat mendidik jika anak mengumpulkan 3 kali point kemalasan maka anak wajib membawa pot bunga.
7. Makanan apa saja yang dijual di kantin sekolah?
Makanan yang dijual di kantin masih ada sebagian yang banyak mengandung micin. Apalagi pedagang luar sekolah, masih saja terdapat makanan yang mengandung pewarna makanan.
53
No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara yang mendistribusi
makanan dikantin?
yang penjual buat sendiri.
9. Dimana siswa sering membeli makanan saat jam istirahat?
Di kantin dan di pedagang luar sekolah. Akan tetapi anak lebih cenderung membeli jajanan di pedagang luar sekolah, hal tersebut dikarenakan makanan di kantin tidak lengkap.
10. Makanan apa saja yang sering dibeli siswa saat jam istirahat?
Anak sering membeli makanan cilung (aci digulung). Makanan cilung tersebut mengandung micin. Ada juga makanan cilok dan juga cimol dengan bumbu berwarna yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Berdasarkan wawancara analisis kebutuhan yang dilakukan kepada guru kelas satu tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa perlu adanya buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup untuk anak kelas satu. Narasumber menyatakan bahwa anak kelas satu memiliki minat baca yang tinggi, dan buku cerita bergambar pendidikan lingkungan hidup sangat jarang dijumpai di perpustakaan.
Maka dari itu pengembangan buku cerita bergambar mengenai pola hidup sehat yang akan peneliti lakukan sangat didukung, hal tersebut selain untuk penambahan pengetahuan anak mengenai pola hidup sehat buku tersebut juga dapat menyadarkan anak bahwa jajan sembarangan itu sangat tidak dianjurkan.
54
(b) Hasil dan Pembahasan Wawancara Survei Kebutuhan Pada Siswa Kelas Satu.
Peneliti juga melakukan wawancara analisis kebutuhan dengan mengambil sampel kepada beberapa siswa kelas satu di SD N Jomblang 2 Berbah. Wawancara dilakukan pada tanggal 09 November 2017 di SD N Jomblang 2 Berbah. Dalam melakukan analisis kebutuhan, peneliti berpedoman pada 7 butir pertanyaan yang diajukan kepada beberapa siswa tersebut.
Pada wawancara yang dilakukan peneliti dengan siswa, peneliti akan bertanya tentang makanan yang dibeli siswa dan juga tempat ia membelinya. Peneliti juga akan bertanya tentang buku apa saja yang siswa baca jika diperpus, serta pendidikan lingkungan hidup yang siswa ketahui.Peneliti telah merangkuman hasil wawancara tersebut sebagai berikut :
Tabel 4.2 Rangkuman Hasil Wawancara dengan Siswa No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara
1. Makanan apa saja yang kamu beli saat jam istirahat?
Dari 6 siswa yang peneliti wawancarai hanya ada 1 anak yang selalu membeli makanan di kantin sekolah, makanan yang sering di beli anak saat jam istirahat diantaranya : cilung, cilok, kentang crispy, es serut pelangi.
2. Mengapa kamu menyukai makanan tersebut?
Mereka menyukai makanan tersebut karena enak.
55
No Daftar Pertanyaan Rangkuman Hasil Wawancara 3. Dimanakah biasanya
kamu membeli makanan pada jam istirahat?
Mereka membeli makanan tersebut di pedagang yang berlada di luar sekolah.
4. Apakah kamu sering membaca buku tentang lingkungan hidup?
Mereka tidak membaca buku cerita lingkungan hidup. Mereka hanya membaca dongeng, cerita nabi.
5. Buku apakah yang kamu baca jika di perpustakaan sekolah?
Mereka sering membaca buku dongeng fabel.
6. Mengapa kamu menyukai buku tersebut?
Mereka menyukai buku tersebut karena gambarnya lucu, terdapat juga warna-warna yang menarik minat siswa.
7. Menurut kamu pendidikan
lingkungan itu seperti apa?
Anak-anak yang diwawancarai belum paham akan pendidikan llingkungan hidup.
Berdasarkan wawancara yang telah peneliti lakukan kepada beberapa siswa tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa buku cerita bergambar tentang penerapan pola hidup sehat perlu adanya untuk siswa kelas satu di SD N Jomblang 2 Berbah. Hal tersebut sebagian besar siswa kelas satu masih suka jajan sembarangan di pedagang luar sekolah dan jajanan yang mereka beli juga jajanan yang tidak menyehatkan bagi tubuh. Para siswa kelas satu di SD N Jomblang 2 Berbah menyukai membaca buku cerita bergambar, akan tetapi buku cerita bergambar mengenai penerapan pola hidup sehat belum ada di perpustakaan SD N Jomblang 2 Berbah. Siswa menyukai buku cerita bergambar dengan gambar yang menarik dan juga
56
komposisi warna yang pas. Buku cerita bergambar ini diharapkan mampu untuk menyadarkan anak kelas satu terutama perihal pola hidup sehat di lingkungan sekolah.
(c) Hasil dan Pembahasan Observasi Survei Kebutuhan
Peneliti melakukan observasi analisis kebutuhan dengan mengambil sampel di SD N Jomblang 2 Berbah. Observasi yang dilakukan peneliti yaitu pada tanggal pada tanggal 09 November 2017 di SD N Jomblang 2 Berbah. Dalam melakukan analisis kebutuhan, peneliti berpedoman pada 8 butir pernyataan yang ada dalam lembar observasi.
Observasi yang akan dilakukan di SD N Jomblang 2 Berbah diantaranya adalah mengenai ketersediaan buku cerita di perpustakaan, kemampuan siswa dalam membaca, minat yang ditunjukkan siswa dalam membaca. Peneliti juga akan melihat implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup yang telah dilakukan di SD tersebut, serta keterkaitan makanan yang ada di lingkungan sekolah.
Peneliti telah melakukan observasi analisis kebutuhan tersebut dengan hasil observasi sebagai berikut
Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Observasi Analisis Kebutuhan
No Pernyataan Ya Tid ak Deskripsi 1. Buku cerita bergambar banyak tersedia di ruang perpustakaan sekolah. Di SD N Jomblang 2 terdapat koleksi buku cerita bergambar, akan tetapi koleksi tersebut
57
No Pernyataan Ya Tid
ak
Deskripsi hanya sedikit jumlahnya. Koleksi buku cerita bergambar tentang pendidikan lingkungan hidup belum dijumpai di perpustakaan SD N Jomblang 2. Hanya buku cerita bergambar fabel saja.
2. Siswa kelas 1 sudah mampu dalam
membaca dengan baik
Dari 31 siswa kelas 1 di SD N Jomblang 2 hanya ada 2 siswa yang memang benar-benar belum bisa membaca sama sekali, bahkan belum bisa
mengenali huruf.
Sedangkan siswa yang lainnya sudah bisa
membaca walaupun
terkadang masih dieja. 3. Siswa kelas 1
memiliki antusias yang besar dalam minat baca
Antusias membaca siswa kelas 1 baik tetapi terkadang perlu perintah dari guru untuk membaca. Terkadang mereka juga tidak memiliki kemauan untuk membaca. Para siswa sering bertukar buku cerita dari sesama teman. 4. Guru ikut berperan
dalam menumbuhkan minat baca siswa
Dalam hal menumbuhkan minat baca siswa, guru kelas 1 juga ikut berperan di dalamnya. Guru kelas 1 meminta siswa untuk membawa buku cerita ke sekolah untuk dibaca bersama-sama. Buku yang telah dibaca siswa akan
58
No Pernyataan Ya Tid
ak
Deskripsi
dioper ke teman yang lain, sehingga semua siswa akan membaca lengkap buku yang dibawa semua siswa kelas 1. 5. Pendidikan lingkungan hidup sudah diterapkan di sekolah Pendidikan lingkungan hidup sudah diterapkan di SD N Jomblang 2 Berbah. Misalnya pengelompokan sampah organik dan anorganik, pembiasaan seminggu sekali kerja bakti kelas.
6. Makanan yang tersedia di kantin merupakan makanan yang sehat bagi tubuh
Makanan yang tersedia di kantin sekolah belum bisa dibilang kantin dengan makanan yang baik seutuhnya bagi anak, karena di kantin sekolah masih ditemukan makanan yang mengandung micin. Akan tetapi di samping itu ada juga makanan yang baik bagi anak, misalnya nasi kuning, susu, roti, dan lain-lain.
7. Siswa lebih cenderung membeli makanan yang ada di kantin sekolah
Saat jam istirahat, siswa cenderung lebih suka untuk membeli makanan di pedagang yang berada di luar sekolah. Mereka beralasan bahwa jajanan tersebut enak jika dikonsumsi. Padahal jajanan tersebut mekakai bumbu berwarna dan mengandung micin. Akan tetapi mereka dengan
59
No Pernyataan Ya Tid
ak
Deskripsi
lahap memakan jajanan tersebut sampai habis bahkan ada juga anak yang sampai ketagihan makanan tersebut dan membelinya kembali. Hal tersebut tentu tidak baik bagi kesehatan anak-anak.
8. Siswa membeli makanan yang
menyehatkan tubuh.
Siswa cenderung membeli makanan yang tidak menyehatkan tubuh, contohnya adalah cilung dan cimol. Makanan tersebut disajikan dengan menggunakan bumbu berwarna yang sangat
mencolok. Mereka
menyukai makanan
tersebut karena mereka merasa makanan tersebut enak bagi mereka.
Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa siswa kelas saru di SD N Jomblang 2 masih kurang menyadari tentang pentingnya kesehatan tubuh dengan menjaga pola hidup yang sehat. Mereka masih suka untuk membeli makanan dengan sesuka hati mereka tanpa mempertimbangkan kesehatan tubuh yang harus mereka jaga.
Penulis menyatakan bahwa siswa kelas satu di SD N Jomblang 2 memerlukan buku cerita bergambar berbasis pendidikan lingkungan hidup
60
tentang pola hidup sehat. Hal tersebut bertujuan agar anak lebih menyadari pentingnya kesehatan tubuh yang harus mereka jaga, terutama dalam hal makanan yang menyehatkan tubuh. Koleksi buku cerita bergambar yang dimiliki perpustakaan SD N Jomblang 2 masih buku cerita anak tentang fabel, belum dijumpai buku cerita bergambar yang bertemakan pendidikan lingkungan hidup. Dengan adanya pengembangan buku cerita bergambar ini maka akan lebih memudahkan siswa untuk belajar memahami pentingnya peduli akan lingkungan terutama pada diri sendiri. selain itu sejak dini anak juga ditanamkan peduli akan tubuhnya masing- masing.
b. Perencanaan
Setelah peneliti melakukan pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah dengan membuat perencanaan menentukan SK : 1. Menerapkan kebersihan di rumah dan sekolah dan KD : 1.3 Melaksanakan pola hidup bersih dan sehat di rumah dan di sekolah, menentukan tujuan, membuat instrumen kelayakan. Buku cerita bergambar dikembangkan untuk lebih menyadarkan siswa dalam pembelajaran pola hidup sehat bagis siswa kelas 1. Peneliti mulai membuat kerangka cerita dan mulai menggambar sketsa dari alur cerita yang dibuat.
c. Pengembangan Draf Produk 1) Konsep Buku
Buku cerita bergambar yang akan dikembangkan ini akan dibuat dengan konsep cerita yang sederhana yang mengambil gagasan atau
61
pandangan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut pendapat Nugriyantoro (2005: 157) bahasa untuk bacaan anak menggunakan bahasa yang sederhana dan dibantu dengan bantuan gambar. Tujuan dari penggunaan bahasa yang sederhana dan pengambilan konsep cerita dari kehidupan sehari-hari ini adalah agar anak akan lebih mudah dalam memahami makna yang terkandung di dalam bacaan buku cerita bergambar tersebut. Peneliti melihat jika anak membeli makanan yang berada di kantin sekolah maka akan mengurangi resiko pembuangan sampah plastik secara sembarangan di lingkungan halaman depan sekolah.
Dengan hal ini maka anak akan lebih peduli akan lingkungan dan tentunya dia memiliki rasa peduli terhadap pola hidup dirinya sendiri dengan memakan makanan yang bergizi. Dengan adanya buku cerita bergambar ini diharapkan anak lebih peduli dengan lingkungan di sekitar dan juga peduli akan kesehatan diri sendiri, anak juga diharapkan mampu memiliki minat baca yang lebih antusias dari sebelumnya.
2) Tokoh
Dalam pembuatan buku cerita bergambar ini tak jauh dari adanya tokoh utama di dalamnya. Tokoh utama dalam cerita ini adalah Boni yang merupakan tokoh utama dalam cerita. Seperti pendapat Nugriyantoro (2005: 78) berpendapat bahwa bacaan anak erat dengan ajaran moral. Penulis memilih Boni sebagai tokoh utama karena dalam
62
cerita ini Boni akan menjadi contoh bagi anak yang tidak bisa menjaga lingkungan dan menjaga kesehatan pola hidupnya sendiri. hal tersebut diharapkan anak yang membaca buku ini akan lebih bisa menjaga lingkungan dan menjaga pola hidup sehat agar tidak sakit seperti Boni. Selain Boni terdapat tokoh lainnya diantaranya ada Darel, Satya, Krisna, ibu Kepala Sekolah, ibu Sakti, ibu Boni, penjual cilok. Tokoh tersebut akan dijelaskan di bawah ini :
Tabel 4.4 Penjelasan Tokoh dalam Buku Cerita
Gambar Ciri-ciri
Boni
1. Boni memiliki badan yang tambun, memiliki rambut ikal berwarna hitam.
2. Boni anak yang berkulit terang
Darel
1. Darel memiliki rambut lurus dan berwarna hitam, sedikit memiliki poni di depan.
2. Darel memiliki terang
Satya
1. Satya memiliki rambut ikal yang berwarna hitam.
63 Krisna
1. Krisna memiliki rambut lurus berwarna hitam dan berambut tebal.
2. Krisna memiliki kulit terang
Bu Sakti
1. Ibu Sakti merupakan guru kelas Boni. Memiliki rambut panjang berwarna hitam dan bergelombang.
2. Bu Sakti memiliki kulit terang
Ibu Kepala Sekolah
1. Ibu Kepala Sekolah berambut rapi dengan digelung di belakang.
2. Ibu Kepala Sekolah memiliki kulit terang
Ibu Boni
1. Ibu Boni memiliki rambut ikal yang panjang dan berwarna hitam.
2. Ibu Boni memiliki kulit terang
Penjual Cilok
1. Penjual cilok memiliki rambut lurus dan memiliki jenggot berwarna hitam.
2. Penjual cilok memiliki warna kulit kuning langsat.
64 3) Format dan Ukuran Buku
Format dalam buku cerita juga memiliki peranan penting bagi buku tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Nurgiyantoro (2005: 92) format bacaan memegang peranan penting untuk dapat memotivasi anak untuk dapat membaca sebuah buku bacaan. Buku cerita bergambar ini memiliki ukuran 21 cm x 29,7 cm cm setara dengan ukuran A4. Memiliki halaman sebanyak 40 halaman. Terdiri dari 1 halaman untuk sampul, 1 halaman untuk kata pengantar, 36 untuk isi, 1 halaman untuk biografi penulis, 1 halaman sampul belakang.
4) Isi dan Tema Buku
Peneliti mengambil isi buku cerita bergambar ini adalah merupakan karangan imajinasi dari peneliti yang disesuaikan dengan survei analisis kebutuhan yang telah dilakukan sebelumnya. Cerita ini dibuat dengan berlandaskan pendidikan lingkungan hidup terutama dalam menjaga pola hidup sehat pada anak. Isi dalam cerita juga terdapat hubungan sebab akibat yang dilakukan tokoh di dalam cerita. Penulis membuat buku cerita bergambar ini berlandaskan teori pengembangan dari Tomlinson. Peneliti mengembangkan buku cerita bergambar ini dengan menggunakan 6 prinsip dasar pengembangan.
Menurut Nugriyantoro (2005: 69) dalam bacaan sastra anak sesuatu yang dikisahkan tentulah berkaitan dengan dunia anak. Tema yang diambil dalam pembuatan buku cerita bergambar ini peneliti mengambil tema berdasarkan dengan pengalaman anak secara
65
langsung. Bahasa yang digunakan dalam cerita ini juga sederhana agar memudahkan anak dalam memahami isi cerita. Gambar yang digunakan juga menggunakan gambar sederhana yang sering anak jumpai di lingkungan sekolah dengan warna yang disukai anak-anak. Latar yang digunakan dalam cerita tersebut terdapat dua latar yang digunakan, yaitu di sekolah dan juga di rumah.
5) Judul Buku
Judul buku cerita bergambar yang akan peneliti kembangkan dalam penelitian ini adalah “Stop Jajan Sembarangan”. Judul tersebut digunakan karena sesuai dengan isi yang ada di dalam buku cerita bergambar dengan tokoh utama dalam cerita tersebut adalah Boni yang merupakan anak rakus yang suka jajan sembarangan. Di bawah ini merupakan tampilan judul buku dari cerita bergambar yang dibuat oleh peneliti :
66 6) Desain Gambar
Desain gambar yang digunakan dalam pembuatan buku cerita ini menggunakan sketsa tangan secara manual. Gambar yang ditunjukkan dalam buku cerita bergambar ini merupakan gambar sederhana yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman anak. Pembuatan gambar desain secara manual terdapat background dan benda-benda pendukung gambar yang sederhana. Di bawah ini akan ditampilkan sketsa gambar tangan yang dubuat oleh peneliti.
Gambar 4.2 Gambar Sketsa Tangan Secara Manual 7) Teknik Pengerjaan
Teknik pengerjaan dalam pembuatan buku cerita bergambar ini menggunakan 2 teknik. Teknik pertama yaitu secara manual dan teknik kedua menggunakan teknik komputer. Sketsa digambar secara manual dengan menggunakan tangan kemudian sketsa tersebut di scan dan diwarnai di komputer menggunakan Adobe Photoshop CS3. Berikut
67
adalah contoh gambar yang belum diwarnai dan gambar yang sudah diwarnai di komputer menggunakan Adobe Photoshop CS3.
Gambar 4.3 Gambar Sketsa Tangan
Gambar 4.4 Gambar yang Sudah Diwarnai Dengan Menggunakan Aplikasi Adobe Photoshop CS3 8) Warna
Warna yang digunakan dalam buku cerita bergambar ini merupakan warna-warna yang terang dan mencolok. Hal tersebut
68
untuk lebih menarik minat siswa dalam membaca buku cerita. Sesuai dengan gagasan yang ada dalam Nugriyantoro (2005: 91) gambar ilustrasi pada buku cerita anak harus dengan komposisi warna yang lebih mencolok.
9) Tipografi
Dalam pembuatan buku cerita bergambar ini gaya tipografi yang dipakai adalah Times New Roman. Peneliti menggunakan gaya tipografi Times New Roman dikarenakan gaya penulisan tersebut termasuk sederhana dan lebih memudahkan anak untuk membacanya. Berikut ini merupakan tampilan font yang digunakan peneliti dalam pembuatan buku cerita ini :
Gambar 4.5 Font yang digunakan pada isi buku cerita
Font yang digunakan pada bagian isi adalah Times New Roman
69
Gambar 4.6 Font yang digunakan pada sampul buku cerita
10) Teknik Cetak
Jenis kertas yang digunakan untuk mencetak cover dalam buku cerita ini menggunakan jenis kertas Ivory 230, sedangkan jenis kertas yang digunakan dalam mencetak isi buku cerita bergambar ini menggunakan jenis kertas Art Paper 150. Pencetakan dalam isi buku cerita dicetak secara bolak-balik dan dijilid menggunakan teknik penjilidan stapler.
d. Uji Coba Lapangan Awal
Produk buku cerita yang sudah dicetak kemudian diberikan kepada 1 dosen ahli dan 1 guru kelas untuk divalidasi. Data validasi yang diberikan oleh 1 dosen ahli dan 1 guru kelas akan menunjukkan kualitas
Font yang digunakan pada bagian sampul buku adalah dengan Prepetua
70
dari buku cerita bergambar tersebut yang akan diujicobakan kepada anak. Berikut ini akan merupakan hasil validasi tersebut.
1) Hasil Validasi Dosen
Proses validasi dosen ahli ini dilakukan pada tanggal 27 Februari 2018. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh dosen ahli, maka di bawah ini akan di paparkan hasil validasi dari dosen ahli :
Tabel 4.5 Hasil Validasi Dosen
No Aspek yang dinilai Skor Komentar
SS S KS TS STS A. Cover buku
1 Judul buku dapat cerita mewakili keseluruhan isi
cerita
2 Judul buku cerita dapat menarik minat anak untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa.
3 Warna cover dapat menarik minat anak untuk membacanya
B. Isi buku cerita
4 Buku cerita bergambar memberi dampak positif terhadap siswa
71
No Aspek yang dinilai Skor Komentar
SS S KS TS STS 5 Buku cerita
bergambar dapat membantu peserta didik untuk lebih mudah dalam belajar
6
Buku cerita dapat membantu siswa untuk berkembang lebih percaya diri 7 Buku cerita bergambar dapat membantu siswa