• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN

1. Proses Pengembangan Buku Cerita Bergambar

Berdasarkan langkah-langkah pengembangan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, berikut adalah proses pengembangan buku cerita bergambar ini: 1.1 Analisis Kebutuhan

Langkah awal peneliti dalam mengembangkan buku cerita bergambar berbasis karakter kejujuran ini adalah dengan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan ini dilakukan oleh peneliti sesuai dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan pada bab III. Analisis kebutuhan yang peneliti lakukan adalah dengan cara wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi tersebut peneliti laksanakan di SD Negeri Sawangan I, yang beralamatkan jalan Blabak-Boyolali, km. 7, Sawangan, Magelang.

Wawancara tersebut dilaksanakan kepada guru kelas II SD N Sawangan I. Guru kelas II tersebut yaitu Ibu A, pada tanggal 3 November 2020 Wawancara ini ditujukan sebagai pengumpulan data untuk mengetahui kebutuhan buku cerita untuk mendukung kegiatan literasi dan menanamkan karakter kejujuran pada kelas

II SD N Sawangan I. Hal ini ditujukan agar buku cerita bergambar yang dikembangkan dapat membantu siswa dalam mempelajari karakter kejujuran melalui kegiatan literasi. Observasi ditujukan kepada siswa kelas II namun, tidak dapat dilakukan karena adanya pandemi covid-19 yang membuat siswa terpaksa belajar di rumah.

1.2 Hasil dan Pembahasan Wawancara Survei Kebutuhan

Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas II SD N Sawangan I. Wawancara ini berpedoman pada kisi-kisi pedoman wawancara yang peneliti rencanakan yang telah diuraikan pada bab III. Berikut ini rangkuman hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas II SD N Sawangan I yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.1

Rangkuman Hasil Wawancara Guru Kelas II di SD N Sawangan I No. Daftar Pertanyaan Wawancara Rangkuman Daftar Wawancara

1. Sejauh mana kegiatan literasi diterapkan di SD ini?

Kegiatan literasi di SD N Sawangan I sudah diterapkan sesuai dengan anjuran pemerintah yaitu diberi waktu 15 menit sebelum pelajaran dimulai. 2. Apakah kegiatan literasi di sekolah

ini dapat berjalan dengan lancar?

Kegiatan literasi sudah dapat berjalan dengan lancar meskipun kadang masih ada anak-anak yang tidak membaca namun, malah bermain dengan temannya maupun mengobrol.

3. Apakah semua siswa dapat mengikuti kegiatan literasi dengan baik?

Tidak, masih ada beberapa anak yang tidak membaca buku saat kegiatan literasi namun malah bermain-main. 4. Bagaimana minat siswa dalam

membaca?

Kebanyakan siswa sangat semangat membaca pada saat kegiatan literasi. 5. Berkaitan dengan gerakan dari

bapak Presiden Jokowi (germas), kira-kira karakter apa yang sudah muncul dalam diri anak-anak (kuat)?

Karakter yang sudah tumbuh kuat dalam diri anak-anak terkait dengan germas adalah karakter cinta lingkungan.

6. Berkaitan dengan gerakan dari bapak Presiden Jokowi (germas), kira-kira karakter apa yang masih lemah?

Karakter yang masih lemah terkait dengan germas adalah karakter kejujuran.

7. Apakah siswa sudah cukup sadar untuk mulai menanamkan karakter kejujuran sejak dini?

Siswa masih kurang mengerti perihal karakter kejujuran dan masih kurang memahami pentingnya menanamkan karakter kejujuran sejak dini. 8. Apakah Ibu merasa kesulitan dalam

menanamkan karakter kejujuran pada siswa?

Ya, saya merasa cukup kesulitan dalam menanamkan karakter kejujuran pada anak-anak.

9. Apakah di Sekolah sudah ada buku cerita bergambar yang berbasis karakter?

Sudah, tetapi belum banyak.

10. Menurut Ibu buku cerita yang sesuai untuk anak berkaitan dengan karakter anak itu yang seperti apa?

Buku cerita yang mudah dipahami oleh anak-anak dan tidak terlalu bertele-tele, sehingga karakter yang mau ditanamkan dapat dicerna anak-anak dengan baik.

11. Apakah Ibu membutuhkan buku cerita tentang karakter kejujuran untuk membantu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada siswa melalui gerakan literasi?

Ya, sekolah masih sangat

membutuhkan buku cerita berbasis karakter kejujuran.

12. Apa saran dari Ibu terkait buku cerita yang memuat tentang

karakter kejujuran untuk membantu meningkatkan literasi siswa?

Buku cerita memiliki ilustrasi yang menarik (kaya warna) sehingga anak-anak tertarik untuk membaca dan tidak cepat bosan. Ilustrasi harus sesuai dengan ceritanya. Ceritanya

menggambarkan nilai-nilai yang sesuai dengan karakter kejujuran.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan literasi di SD N Sawangan I sudah dilaksanakan dengan baik. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa anak yang tidak mau membaca saat kegiatan literasi. Dalam hal karakter, siswa SD N Sawangan I sangat kuat dalam memahami karakter cinta lingkungan namun lemah pada karakter kejujuran. Wali kelas II SD N Sawangan I merasa kesulitan dalam menanamkan karakter kejujuran pada siswanya. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan kepada guru kelas II SD N Sawangan I, narasumber menyatakan bahwa buku cerita bergambar dibutuhkan oleh siswa dalam melakukan kegiatan literasi dan menerapkan karakter kejujuran. Dalam kegiatan literasi siswa membutuhkan buku cerita yang teksnya tidak terlalu panjang dan kaya warna sehingga anak-anak akan tertarik untuk membaca serta memahami pesan yang disampaikan.

1.3 Deskripsi Produk Awal

Setelah melakukan pengumpulan data serta mengetahui analisis kebutuhan yang diperlukan yaitu merancang dan menyusun buku cerita bergambar yang isinya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Berikut ini adalah uraian penyusunan buku cerita bergambar tersebut:

1. Kata Pengantar

Kata pengantar berisi tentang rasa syukur peneliti karena mampu menyusun buku cerita bergambar serta berisi sapaan peneliti kepada pembaca buku cerita bergambar. Kata pengantar ini diharapkan menjadi awal ketertarikan pembaca untuk membaca buku cerita bergambar.

2. Konsep Buku

Berdasarkan analisis kebutuhan dari guru dan siswa, konsep buku ini adalah buku cerita bergambar untuk mendukung kegiatan literasi dan berbasis karakter kejujuran dengan tokoh kartun yang merupakan manusia. Cerita yang ada dalam buku ini mempunyai nilai untuk menanamkan karakter kejujuran sejak dini. Melalui buku cerita bergambar ini diharapkan dapat membantu anak dalam menerapkan karakter kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

3. Tokoh

Tokoh utama cerita pada buku cerita bergambar untuk menanamkan karakter kejujuran adalah seorang anak perempuan yang bernama Pika. Tokoh lain dalam buku cerita bergambar ini diantaranya adalah Nenek Pika, Ibu Pika, Riri, dan Bu Lina. Tokoh Pika dalam buku cerita bergambar ini memiliki sifat yang penurut namun sedikit teledor, keteledoran inilah yang akhirnya membuat

Pika berbohong; Nenek Pika berperan sebagai nenek yang selalu menasehati Pika; Ibu Pika berperan sebagai orangtua yang meminta tolong pada Pika untuk mengantarkan sup ke Rumah Bu Lina; Riri adalah teman Pika yang mengajak Pika untuk bermain di taman; Bu Lina adalah tetangga Pika yang hendak diberi sup oleh Ibu Pika. Penjabaran karakter yang ada pada cerita akan dijelaskan pada tabel berikut.

Tabel 4.2

Penjabaran Karakter dan Peran

Gambar Ciri-ciri

Pika 1. Seorang anak perempuan yang tinggal bersama ibunya. 2. Seorang anak perempuan yang

sedikit teledor dan membuat terpaksa berbohong.

3. Memiliki rambut lurus dan berwarna kuning.

Nenek Pika 1. Memiliki rambut berwarna abu-abu.

2. Memiliki kulit coklat.

Ibu Pika 1. Memiliki rambut pendek dan berwarna kuning.

2. Seorang ibu yang sabar dan penyayang.

Riri 1. Anak perempuan yang memiliki rambut pendek berwarna hitam. 2. Teman Pika yang periang.

Bu Lina 1. Seorang ibu yang merupakan tetangga Pika.

2. Memiliki sifat yang ramah dan dekat dengan Ibu Pika.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam buku cerita bergambar terdapat lima tokoh dengan karakternya masing-masing. Kelima tokoh tersebut diantaranya, Pika, Nenek Pika, Ibu Pika, Riri, dan Bu Lina. 4. Format dan Ukuran Buku

Buku cerita bergambar ini memiliki ukuran A5 dengan panjang 21 cm dan lebar 14, 8 cm serta memiliki 30 halaman mulai dari sampul buku depan sampai sampul buku belakang. Buku cerita ini memuat pesan dan refleksi cerita di bagian akhir untuk mempermudah siswa dalam memahami cerita setelah membaca keseluruhan buku cerita bergambar tersebut.

5. Isi dan Tema Buku

Buku cerita bergambar ini berisi tentang menanamkan karakter kejujuran sejak dini yang sangat dekat dengan kegiatan sehari-hari siswa. Penulisan pada buku cerita bergambar ini disusun dengan sangat sederhana dan mampu dibaca dan dipahami dengan mudah untuk siswa.

6. Desain Gambar

Desain gambar yang dibuat dalam buku cerita bergambar ini sangat sederhana dan digambarkan dengan kartun yang pada umumnya menjadi tontonan favorit siswa ketika sedang di rumah sehingga dapat menarik siswa untuk melihat dan membacanya sampai akhir cerita.

7. Teknik Pengerjaan

Teknik pengerjaan buku cerita bergambar ini pada tahap pertama adalah penggambaran dengan cara manual atau sketsa tangan kemudian dilakukan pemindaian gambar untuk di masukkan pada komputer yang selanjutnya diwarnai dan diperbaiki menggunakan aplikasi Photoshop CS6 sebelum akhirnya dicetak. Berikut ini adalah contoh tampilan gambar sebelum dan sesudah pewarnaan:

Gambar 4.2 Gambar Sesudah Diwarnai 8. Pewarnaan

Pewarnaan sketsa yang peneliti gunakan dalam perancangan buku cerita bergambar ini menggunakan warna-warna cerah yang bertujuan untuk menarik minat baca siswa saat kegiatan literasi.

9. Format Tulisan Teks Cerita

Format gaya tulisan pada teks cerita atau yang biasa disebut dengan font, yang peneliti gunakan dalam penulisan teks cerita pada buku cerita bergambar ini adalah font Bernard MT Condensed pada bagian sampul buku cerita bergambar, sedangkan pada bagian kata pengantar, isi cerita, pesan cerita dan refleksi menggunakan font Arial. Pemilihan gaya penulisan ini peneliti pilih berdasarkan kriteria yang sesuai dengan siswa dan mudah untuk dibaca oleh siswa atau pembacanya.

Berikut ini adalah contoh tampilan gaya penulisan yang peneliti gunakan dalam pengembangan buku cerita bergambar tersebut:

10. Teknik Cetak

Pencetakan buku cerita bergambar ini menggunakan kertas ukuran A5 dan menggunakan jenis kertas Ivory 230 pada sampul buku dan Art Paper 190 pada bagian isi buku. Sedangkan pada penjilidan buku menggunakan jenis penjilidan stapler pada bagian tengah buku, dengan pengaturan halaman dua sisi atau cetak bolak-balik sesuai urutan cerita.

1.4 Data Validasi Desain dan Revisi Produk

Produk buku cerita bergambar yang sudah selesai dikerjakan kemudian dikirimkan kepada dua orang dosen ahli dan satu orang guru kelas II untuk divalidasi. Data validasi yang diberikan oleh dua orang dosen ahli dan satu orang guru kelas II menunjukkan kualitas dari buku cerita bergambar yang akan diuji cobakan.

a. Data Validasi Dosen Ahli I Buku Cerita Bergambar dan Revisi Produk Dosen ahli buku cerita bergambar yang melakukan validasi produk penelitian adalah dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yaitu Bapak SK. Validasi buku cerita bergambar dilakukan oleh dosen ahli pada tanggal 22 April 2021. Berikut merupakan data hasil validasi pada buku cerita bergambar.

Berdasarkan hasil validasi dari dosen ahli I menunjukkan bahwa gambar / ilustrasi dalam buku cerita termasuk dalam kategori sangat baik. Judul buku cerita bergambar sudah baik serta dapat menarik minat baca siswa. Namun, pada bagian judul, kata “keputusan” harus diubah karena kata tersebut bersifat abstrak.

Tampilan pada buku cerita bergambar termasuk dalam kategori sangat baik, tampilannya sudah menarik dan sesuai dengan cerita yang akan diangkat. Isi cerita dalam buku cerita bergambar juga sudah sangat baik serta mudah dipahami siswa kelas bawah. Gambar dan teks dalam buku cerita bergambar sudah sesuai dan mampu memancing imajinasi siswa. Isi pada buku cerita bergambar dominan memuat gambar dibandingkan teks. Isi cerita memberikan pesan moral yang jelas, dekat dengan keseharian siswa, serta menarik bagi siswa untuk mengikuti jalan cerita. Isi buku cerita juga sudah memuat nilai-nilai karakter kejujuran yaitu berkata apa adanya, bersedia mengakui kesalahan, dan berani untuk meminta maaf jika berbuat kesalahan.

Menurut dosen ahli I, anatomi buku cerita bergambar termasuk dalam kategori sangat baik. Buku cerita bergambar yang dihasilkan dari penelitian ini memuat rancangan halaman yang tertata dengan baik, jenis hurufnya menarik perhatian siswa, serta penulisan tidak terlalu sempit sehingga memudahkan siswa dalam membaca. Dosen ahli I memberikan masukan untuk menambah ukuran huruf dalam setiap narasi serta ejaannya perlu disempurnakan lagi.

Berdasarkan perhitungan penilaian acuan patokan (PAP) dan dengan melihat tabel 3.6.4 pada bab III mengenai kategori dan kriteria produk buku cerita, diketahui bahwa total skor yang diperoleh dalam validasi oleh dosen ahli I yaitu 78 dengan

rata-rata skor sebesar 4,9. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti memiliki kriteria “Sangat Baik”.

Tabel 4.4 Revisi Produk Buku Cerita Bergambar Berdasarkan Validasi Dosen Ahli I

No. Sebelum Diperbaiki Sesudah Diperbaiki

1.

Kata “Keputusan” pada judul bersifat abstrak.

Kata “Keputusan” pada judul sudah diganti dengan kata “Pilihan”

2.

Kutipan kalimat langsung dalam percakapan harus dimulai dengan huruf kapital.

Kutipan kalimat langsung dalam percakapan sudah dimulai dengan huruf kapital.

3.

Kalimat dalam refleksi perlu diringkas dan diperbaiki ejaannya.

Kalimat dalam refleksi sudah diringkas dan diperbaiki ejaannya.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa menurut dosen ahli I terdapat tiga hal yang perlu diperbaiki. Ketiga hal tersebut yaitu, penggantian kata pada judul, huruf kapital dalam kutipan percakapan, dan perbaikan kalimat pada refleksi. Peneliti sudah melakukan perbaikan berdasarkan saran dari dosen ahli I diantaranya, kata “Keputusan” diganti menjadi “Pilihan’, kata pertama

dalam kutipan percakapan dimulai dengan huruf kapital, dan kalimat pada bagian refleksi sudah diringkas serta ejaannya sudah diperbaiki.

b. Data Validasi Dosen Ahli II (Karakter Anak) Buku Cerita Bergambar dan Revisi Produk

Dosen ahli II buku cerita bergambar yang melakukan validasi produk penelitian adalah dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yaitu Bapak FGA. Validasi buku cerita bergambar dilakukan oleh dosen ahli pada tanggal 19 April 2021. Berikut merupakan data hasil validasi pada buku cerita bergambar.

Tabel 4.5

Berdasarkan hasil validasi dari dosen ahli II menunjukkan bahwa gambar / ilustrasi dalam buku cerita termasuk dalam baik. Judul buku cerita bergambar sudah cukup baik. Namun bagian judul masih perlu dikembangkan lagi. Tampilan pada buku cerita bergambar termasuk dalam kategori baik, tampilannya sudah menarik dan sesuai dengan cerita yang akan diangkat. Isi cerita dalam buku cerita bergambar juga sudah baik. Namun, pemilihan kosa kata masih perlu diperbaiki supaya lebih mudah dipahami siswa. Gambar dan teks dalam buku cerita bergambar sudah sesuai dan mampu memancing imajinasi siswa. Isi pada buku cerita bergambar dominan memuat gambar dibandingkan teks. Isi cerita memberikan pesan moral yang jelas, dekat dengan keseharian siswa, serta menarik bagi siswa untuk mengikuti jalan cerita. Isi buku cerita juga sudah memuat nilai-nilai karakter kejujuran yaitu berkata apa adanya, bersedia mengakui kesalahan, dan berani untuk meminta maaf jika berbuat kesalahan.

Menurut dosen ahli II, anatomi buku cerita bergambar termasuk dalam kategori baik. Buku cerita bergambar yang dihasilkan dari penelitian ini memuat rancangan halaman yang tertata dengan baik dan jenis hurufnya cukup menarik perhatian siswa. Namun, serta penulisannya masih terlalu sempit dan ukuran huruf perlu ditambah sehingga memudahkan siswa dalam membaca.

Berdasarkan perhitungan penilaian acuan patokan (PAP) dan dengan melihat tabel 3.6.4 pada bab III mengenai kategori dan kriteria produk buku cerita, diketahui bahwa total skor yang diperoleh dalam validasi oleh dosen ahli II yaitu 68 dengan rata-rata skor sebesar 4,25. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti memiliki kriteria “Sangat Baik”.

Tabel 4.6

Sebelum dan Sesudah Revisi Produk Berdasarkan Validasi Dosen Ahli II

No. Sebelum Diperbaiki Sesudah Diperbaiki

1.

Judul perlu diperbaiki dan diubah dengan kata yang lebih mudah dipahami.

Judul sudah diperbaiki, kata “Keputusan” pada judul diganti dengan kata “Pilihan”

2.

Kosa kata perlu diperbaiki dan disesuaikan untuk siswa kelas bawah.

Kosa kata sudah diperbaiki dan disesuaikan untuk siswa kelas bawah.

3.

Ukuran huruf perlu diperbesar

dan spasi jangan terlalu sempit. Ukuran huruf dan spasi sudah ditambah.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa menurut dosen ahli II terdapat tiga hal yang perlu diperbaiki. Ketiga hal tersebut yaitu, penggantian kata pada judul, perbaikan kosa kata, dan perbaikan ukuran huruf dan spasi. Peneliti sudah melakukan perbaikan berdasarkan saran dari dosen ahli II diantaranya, kata “Keputusan” diganti menjadi “Pilihan’, kosa kata sudah disesuaikan dengan anak SD kelas bawah, serta ukuran huruf dan spasi sudah ditambah.

c. Data Validasi Guru Kelas I SD dan Revisi Produk

Guru yang menjadi validator dalam penelitian buku cerita bergambar ini adalah guru kelas II SD Negeri Sawangan I, yaitu Ibu ADE. Validasi tersebut dilakukan pada tanggal 19 April 2021. Berikut merupakan data hasil validasi guru kelas II SD Negeri Sawangan I pada buku cerita bergambar.

Berdasarkan hasil validasi guru kelas II SD, menunjukkan bahwa gambar / ilustrasi dalam buku cerita termasuk dalam kategori baik. Judul buku cerita bergambar sudah baik serta dapat menarik minat baca siswa. Tampilan pada buku cerita bergambar sudah sangat baik, tampilannya sudah menarik dan sesuai dengan cerita yang akan diangkat. Isi cerita dalam buku cerita bergambar juga sudah baik serta mudah dipahami siswa kelas bawah. Gambar dan teks dalam buku cerita bergambar sudah sesuai dan mampu memancing imajinasi siswa. Isi pada buku cerita bergambar dominan memuat gambar dibandingkan teks. Isi cerita memberikan pesan moral yang jelas, dekat dengan keseharian siswa, serta menarik bagi siswa untuk mengikuti jalan cerita. Isi buku cerita juga sudah memuat nilai-nilai karakter kejujuran yaitu berkata apa adanya, bersedia mengakui kesalahan, dan berani untuk meminta maaf jika berbuat kesalahan.

Menurut guru kelas II SD, anatomi buku cerita bergambar termasuk dalam kategori baik. Buku cerita bergambar yang dihasilkan dari penelitian ini memuat rancangan halaman yang tertata dengan baik, jenis hurufnya menarik perhatian

siswa, serta penulisan tidak terlalu sempit sehingga memudahkan siswa dalam membaca. Guru kelas II SD memberikan masukan untuk menambah ukuran huruf pada teks.

Berdasarkan perhitungan penilaian acuan patokan (PAP) dan dengan melihat tabel 3.6.4 pada bab III mengenai kategori dan kriteria produk buku cerita, diketahui bahwa total skor yang diperoleh dalam validasi oleh guru kelas II SD yaitu 74 dengan rata-rata skor sebesar 4,6. Hal ini menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti memiliki kriteria “Sangat Baik”.

Tabel 4.7

Sebelum dan Sesudah Revisi Produk Berdasarkan Validasi Guru Kelas II SD No. Sebelum Diperbaiki Sesudah Diperbaiki

1.

Ukuran huruf perlu diperbesar dan spasi jangan terlalu sempit.

Ukuran huruf dan spasi sudah ditambah.

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa menurut guru kelas II SD terdapat satu hal yang perlu diperbaiki yaitu, mengenai ukuran huruf dan spasi yang perlu ditambah. Peneliti sudah melakukan perbaikan berdasarkan saran dari guru kelas II yaitu, ukuran huruf dan spasi sudah ditambah.

1.5 Data Uji Coba Produk

Produk buku cerita bergambar untuk mendukung gerakan literasi dan menanamkan karakter kejujuran siswa kelas II SD yang telah selesai divalidasi oleh dosen ahli I, dosen ahli II, dan guru kelas II, kemudian direvisi. Setelah direvisi, langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah uji coba produk terbatas. Uji coba terbatas dilakukan oleh 6 orang siswa kelas II SD N Sawangan I sebagai subjek uji coba produk penelitian. Uji coba dilakukan dengan menampilkan produk berupa buku cerita bergambar yang kemudian dibaca siswa. Kegiatan tersebut dilakukan tanggal 26 April 2021. Sesudah siswa selesai membaca dan mencermati produk buku cerita bergambar, siswa dibagikan kuesioner untuk penilaian hasil kualitas dan keefektifan uji coba produk yang peneliti lakukan kepada 6 siswa tersebut. Berikut adalah data hasil uji coba produk yang diberikan oleh siswa.

Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Siswa No.

siswa

Nomor Kuesioner Total

Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 4 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 50 4,6 2 5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5 52 4,7 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 54 4,9 4 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 52 4,7 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 54 4,9 6 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 53 4,8 Rata-rata total 4,76

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah peneliti bagikan kepada 6 siswa kelas II SD N Sawangan I, dapat diperoleh skor rata-rata 4,76 dan kategori “Sangat Baik”.

a. Kualitas Buku Cerita Bergambar

Melalui data hasil validasi produk buku cerita bergambar yang telah selesai diisi oleh dosen ahli dan guru kelas II SD N Sawangan I maka, dapat dihitung skor rata-rata dari semua validator. Berikut ini merupakan hasil rekapitulasi data yang peneliti dapatkan dari validator.

Tabel 4.9 Hasil Rekapitulasi Validator

Validator Rerata Kategori

Dosen Ahli I 4,9 Sangat Baik

Dosen Ahli II 4,25 Sangat Baik

Guru Kelas II 4,6 Sangat Baik

Rata-rata 4,58 Sangat Baik

Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas, dapat disimpulkan bahwa buku cerita bergambar memperoleh skor rata-rata sebesar 4,58 dengan kategori “Sangat Baik”. Hal ini ditunjukkan dalam penilaian yang dilakukan oleh ketiga validator yaitu dosen ahli I, dosen ahli II, dan guru kelas II. Hasil akhir penilaian menunjukkan bahwa kualitas buku cerita bergambar ini dari segi teks bacaan, muatan cerita, anatomi buku, dan tujuan yang hendak disampaikan oleh dalam buku cerita bergambar tersebut,

Dokumen terkait