BAB III METODE PENELITIAN
F. Proses Pengembangan Instrumen
Instrumen untuk mengukur resiliensi merupakan pengembangan dari faktor-faktor dasar penyusun resiliensi, dan instrument penyesuaian sosial dibuat dengan menurunkan indikator berdasarkan teori penyesuaian sosial di lingkungan sekolah. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas kedua instrumen tersebut, peneliti melakukan uji coba instrumen terhadap remaja awal yang bersekolah di sekolah berasrama yang berlokasi di Bandung. Hasil uji coba tersebut kemudian diolah menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic 15.
1. Uji Validitas Instrumen
Pengujian validitas instrument dilakukan dengan menggunakan validitas konstruk, sedangkan reliabilitas instrument diuji menggunakan Alpha Cronbach. Validitas konstruk merupakan validitas yang menunjukkan sejauh mana suatu tes mengukur trait atau konstruk teoretik yang hendak diukurnya (Azwar, 2010, hlm. 175). Validitas konstruk diuji menggunakan analisis faktor yang perhitungannya menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic 15. Dalam analisis faktor
terdapat rangkaian langkah, yaitu pengestimasian, atau ekstraksi faktor-faktor, yang menentukan berapa banyak faktor yang dipertahankan dan merotasi faktor-faktor ke sebuah tujuan.
Prosedur awal dalam analisis faktor adalah menentukan layak tidaknya variabel untuk dianalisis. Untuk menguji kelayakan variabel, dilakukan tes KMO MSA (Kaiser Mayer Olkin Measure of Sampling Adequacy) dan Bartlet’s test of sphericity, dan matriks anti-image. Menurut Gebotys (Ihsan, 2009, hlm. 108) terdapat kategorisasi nilai KMO untuk menentukan suatu variabel layak dianalisis atau tidak, yaitu:
Tabel 3.4
Kategorisasi Nilai KMO
Nilai KMO Derajat Varian Umum
0.90 sampai 1.00 Bagus sekali
0.80 sampai 0.89 Bagus
0.70 sampai 0.79 Cukup sekali
0.60 sampai 0.69 Cukup
0.50 sampai 0.59 Jelek
0.00 sampai 0.49 Jangan difaktor
Selain KMO MSA, layak atau tidaknya suatu variabel untuk dianalisis dapat dilihat dari matriks korelasi anti-image. Apabila variabel tersebut indeks korelasi anti-image-nya ≥ 0.5, maka variabel tersebut layak untuk dianalisis faktor. Jika indeks korelasi anti-image-nya < 0.5, maka tidak layak dianalisis faktor dan harus dihapus dari rangkaian variabel, dan dilakukan uji ulang KMO dan korelasi anti-image hingga mendapatkan variabel yang layak (Ihsan, 2009, hlm. 108 - 109).
Setelah didapatkan variabel atau item yang layak, tahap selanjutnya adalah melakukan ekstraksi faktor dan rotasi faktor. Ekstraksi faktor yang digunakan adalah principal component analysis jenis varimax, untuk tujuan reduksi data. Hasil dari ekstraksi faktor digunakan untuk menentukan jumlah faktor. Kaiser (1960) menyebutkan bahwa kriteria psikometris atau matematis pada jumlah faktor yang sering digunakan dalam principal component analysis, menggunakan kriteria eigenvalue > 1.00 (Ihsan, 2009, hlm. 110).
Hasil dari rotasi faktor adalah pengelompokkan muatan variabel pada faktor-faktor yang baru. Oleh karena itu, perlu dilakukan penamaan faktor yang baru untuk menandai bahwa faktor itu adalah variabel tersembunyi yang memengaruhi sebuah konstruksi tes. Faktor diberi nama bergantung pada muatan faktor tertinggi yang dimiliki variabel (Ihsan, 2009, hlm. 112).
a. Uji Validitas Instrumen Resiliensi
1) Pemilihan Item yang Layak
Pemilihan item yang layak dilakukan dengan melihat nilai KMO ≥ 0.5 dan nilai korelasi anti image ≥ 0.5. Pada tahap analisis faktor pertama, terdapat item yang tidak layak pada dimensi Regulasi Emosi yaitu pada item nomor 8, pada dimensi Optimis yaitu pada item nomor 3 dan 24, Pada dimensi Empati yaitu pada item nomor 26, pada dimensi Efikasi-Diri yaitu pada item 35, 42, dan 50, dan pada dimensi Reaching-Out item tidak layak pada nomor item 7 dan 36.
Tabel 3.5
Item-item Instrumen Resiliensi
Dimensi Nomor Item Valid Nomor Item Tidak Valid
Regulasi Emosi 1, 15, 22, 29, 37, 44 8 Kontrol Impuls 2, 9, 16, 23, 30, 31 Optimis 10, 17, 32, 39, 46, 67 3, 24 Analisis Sebab-Akibat 4, 11, 18, 25, 33, 40 Empati 5, 12, 19, 34, 41, 49 26 Efikasi-Diri 6, 13, 20, 27, 45, 48 35, 42, 50 Reaching-Out 14, 21, 28, 38, 43, 51 7, 36
Setelah dilakukan analisis faktor, maka didapatkan nilai KMO MSA dari setiap dimensi, sebagai berikut:
Tabel 3.6
Nilai KMO MSA Instrumen Resiliensi
Dimensi Nilai KMO
Dimensi Regulasi Emosi 0.681
Dimensi Kontrol Impuls 0.593
Dimensi Optimis 0.622
Dimensi Sebab-Akibat 0.537
Dimensi Empati 0.740
Dimensi Efikasi-Diri 0.639
Dimensi Reaching-Out 0.678
Berdasarkan tabel di atas didapatkan nilai KMO ≥ 0.5, sehingga dimensi-dimensi tersebut layak untuk dilakukan analisis faktor.
2) Ekstraksi dan Penentuan Jumlah Faktor
Jumlah faktor ditentukan dengan melihat hasil ekstraksi dan rotasi faktor. Nilai faktor loading yang paling besar menunjukkan bahwa item tersebut merupakan bagian dari faktor, karena beberapa item bergabung ke dalam indikator yang sama. Terdapat dimensi yang tidak mengalami pengurangan atau penambahan faktor, namun susunan item tersebut berubah dari yang sebelumnya.
Tabel 3. 7
Hasil Ekstraksi dan Rotasi Instrumen Resiliensi
Dimensi Jumlah Indikator
Sebelum Ekstraksi Jumlah Indikator Setelah Ekstraksi Regulasi Emosi 7 6 Kontrol Impuls 6 6 Optimis 8 6 Analisis Sebab-Akibat 6 6 Empati 7 6 Efikasi-Diri 9 6 Reaching-Out 8 6 3) Penamaan Faktor
Setelah dilakukan ekstraksi dan rotasi faktor, dilakukan penamaan pada faktor-faktor baru tersebut. Penamaan faktor dilakukan sesuai dengan item yang terbentuk dalam faktor. Berikut adalah kisi-kisi instrument resiliensi setelah dilakukan analisis faktor:
Tabel 3.8
Penamaan Faktor Instrumen Resiliensi
No Dimensi Indikator Nomor
Item Jumlah Item Valid 1 Regulasi Emosi
a.Dapat mengendalikan diri saat dirinya sedang kesal dan dapat mengatasi rasa sedih, cemas, atau marah.
1, 15, 29 3 b.Dapat mengendalikan perhatian, dan perilakunya 22, 37, 44 3
2 Kontrol
Impuls
a.Mampu menunda atau menahan keinginan-keinginan impulsif
2, 16, 30 3 b.Memiliki pertimbangan yang matang dalam
menghadapi situasi sulit.
9, 23, 31 3 3 Optimis a.Mempercayai bahwa segala sesuatu akan menjadi
lebih baik
b.Memiliki kendaliterhadap arah hidupnya 10, 39, 47 3
4 Analisis
Sebab-Akibat
a.Mampu mengidentifikasi penyebab masalah 4, 11, 18, 25, 33, 40
6
5 Empati a.Dapat merasakan dan memprediksi apa yang disukai atau tidak disukai lawannya
5, 12, 19, 34, 41, 49
6 6 Efiksi-Diri a.Mampu untuk memecahkan kesulitan yang ada dan
perasaan yakin bahwa dirinya akan sukses
6, 20 2
b.Memiliki keyakinan akan kemampuan diri 13, 27, 45, 48
4
7
Reaching-Out
a.Mampu mengambil resiko dan tindakan dalam rangka pengembangan diri atau pencapaian cita
21 1
b.Adanya keinginan mengembangkan kualitas diri 14, 28, 38, 43, 51
5 Jumlah item 42
b. Uji Validitas Instrumen Penyesuaian Sosial
1) Pemilihan Item yang Layak
Pemilihan item yang layak dilakukan dengan melihat nilai KMO ≥ 0.5 dan nilai korelasi anti image ≥ 0.25. Pada tahap analisis faktor pertama, terdapat item yang tidak layak pada dimensi
Tabel 3.9
Item-item Instrumen Penyesuaian Sosial
Dimensi Nomor Item Valid Nomor
Item Valid
Menghargai dan menerima otoritas atau peraturan sekolah
1, 6, 11, 16, 21, 26, 31, 36, 41 9 Tertarik dan berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas
sekolah
2, 7, 12, 17, 22, 27, 32, 37 8 Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat
dengan teman , guru, dan unsur-unsur lainnya
3, 8, 13, 18, 23, 28, 33, 38, 43, 44, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52
17 Menerima batasan-batasan dan tanggung jawab 4, 9, 14, 19, 24, 29, 34, 39, 42, 45 10 Membantu sekolah mencapai tujuan intrinsik dan
ekstrinsik
5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40 8 Setelah dilakukan analisis faktor ulang, maka didapatkan nilai KMO MSA dari setiap dimensi, sebagai berikut:
Tabel 3.10
Nilai KMO MSA Instrumen Penyesuaian Sosial
Menghargai dan menerima otoritas atau peraturan sekolah 0.667 Tertarik dan berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas sekolah 0.618 Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat dengan teman , guru,
dan unsur-unsur lainnya
0.664
Menerima batasan-batasan dan tanggung jawab 0.742
Membantu sekolah mencapai tujuan intrinsik dan ekstrinsik 0.674
2) Ekstraksi dan Penentuan Jumlah Faktor
Jumlah faktor ditentukan dengan melihat hasil ekstraksi dan rotasi faktor. Nilai faktor loading yang paling besar menunjukkan bahwa item tersebut merupakan bagian dari faktor, karena beberapa item bergabung ke dalam indikator yang sama. Terdapat dimensi yang tidak mengalami pengurangan atau penambahan faktor, dan susunan item tersebut tidak berubah dari yang sebelumnya.
Tabel 3.11
Hasil Ekstraksi dan Rotasi Instrumen Penyesuaian Sosial
Dimensi Jumlah Indikator
Sebelum Ekstraksi
Jumlah Indikator Setelah Ekstraksi
Menghargai dan menerima otoritas atau peraturan sekolah
9 9
Tertarik dan berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas sekolah
8 8
Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat dengan teman , guru, dan unsur-unsur lainnya
17 17
Menerima batasan-batasan dan tanggung jawab 10 10
Membantu sekolah mencapai tujuan intrinsik dan ekstrinsik
8 8
3) Penamaan Faktor
Setelah dilakukan ekstraksi dan rotasi faktor, dilakukan penamaan pada faktor-faktor baru tersebut. Penamaan faktor dilakukan sesuai dengan item yang terbentuk dalam faktor. Berikut adalah kisi-kisi instrument Penyesuaian Sosial setelah dilakukan analisis faktor:
Tabel 3. 12
Penamaan Faktor Instrumen Penyesuaian Sosial
No Dimensi Indikator Nomor
Item
Jumlah Item Valid
1
Menghargai dan menerima otoritas atau peraturan
sekolah
c. Menerima dan memenuhi peraturan yang berlaku
1, 11, 21,
31, 41 5
d. Menghormati dan menghargai petugas yang berwenang
6, 16, 26,
36 4
2
Tertarik dan berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas
sekolah
c. Memiliki ketertarikan dan minat terhadap kegiatan sekolah
2, 12, 22,
32 4
d. Berperan serta dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah
7, 17, 27,
37 4
3
Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat dengan teman , guru, dan
unsur-unsur lainnya
d. Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat dengan teman.
3, 18, 33,
44, 48, 50 6
e. Mempunyai hubungan yang sehat, bersahabat dengan guru
8, 23, 38, 46, 49, 51, 52
7 f. Mempunyai hubungan yang sehat,
bersahabat dengan unsur-unsur yang di dalam sekolah.
13, 28, 43,
47 4
4 Menerima batasan-batasan dan tanggung jawab
a. Mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan guru. 4, 19, 34 3
b. Mengerjakan tugas-tugas di asrama dan sekolah.
9, 24, 39,
45 4
c. Menggunakan dan menjaga fasilitas
sekolah. 14, 29, 42 3
5
Membantu sekolah mencapai tujuan intrinsik
dan ekstrinsik.
c. Mengikuti kegiatan dan kebiasaan
yang berlaku di sekolah 5, 15 2
d. Menjaga nama baik sekolah di luar sekolah
10, 20, 25,
30, 35, 40 6
Jumlah Item 52
2. Uji Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Hasil ukur dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama. Tinggi rendahnya reliabilitas, ditunjukkan dengan koefisien reliabilitas (Azwar, 2010, hlm. 180). Semakin tinggi koefisien reliabilitas, maka semakin tinggi tingkat kepercayaan suatu alat ukur.
Kategorisasi koefisien reliabilitas menurut Guildford (Noor, 2009), sebagai berikut:
Tabel 3. 13
Kategorisasi Reliabilitas
r Interpretasi
0.8 < r ≤ 1.0 Reliabilitas sangat tinggi
0.6 < r ≤ 0.8 Reliabilitas tinggi
0.4 < r ≤ 0.6 Reliabilitas sedang
0.2 < r ≤ 0.4 Reliabilitas rendah
-1.0 < r ≤ 0.2 Tidak reliabel
a. Uji Reliabilitas Instrumen Resiliensi
Berdasarkan hasil uji coba instrument resiliensi, didapatkan nilai reliabilitas, sebagai berikut
Tabel 3.14
Hasil Uji Reliabilitas Instrument Resiliensi
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.853 51
Tabel di atas menunjukkan bahwa instrument resiliensi pada dimensi regulasi emosi memiliki reliabilitas sebesar 0.853. Nilai berada dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Oleh karena itu, instrument resiliensi ini dapat digunakan.
b. Uji Reliabilitas instrument Penyesuaian Sosial
Berdasarkan hasil uji coba instrument penyesuaian sosial didapatkan nilai reliabilitas, sebagai berikut:
Tabel 3.15
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penyesuaian Sosial
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.865 52
Tabel di atas menunjukkan bahwa instrument penyesuaian sosial pada dimensi menghargai dan menerima otoritas atau peraturan sekolah memiliki reliabilitas sebesar 0.865. Nilai ini berada dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Oleh karena itu instrument penyesuaian sosial ini dapat digunakan.