• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Proses Pengembangan Instrumen Penelitian

Setelah pembuatan instrumen selesai, langkah selanjutnya adalah pengujian instrumen penelitian. Pengujian instrumen ini bertujuan untuk mendapatkan instrumen yang valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam penelitian.

“Suatu alat penilaian dikatakan mempunyai kualitas yang baik apabila alat

tersebut memiliki atau memenuhi dua hal, yakni ketepatannya atau validitasnya dan ketetapan atau keajegannya atau reliabilitasnya” (Sudjana, 2006:12).

Uji instrumen penelitian dilaksanakan terhadap kelas VI Sekolah Dasar yang sampelnya berbeda dengan sampel penelitian, tetapi diasumsikan kualitas sekolah yang dimiliki sama. Pada penelitian ini, uji instrumen dilakukan terhadap siswa kelas VI SDN 2 Sindangrasa Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis dan kelas VI SDN 2 Linggasari Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, dengan jumlah siswa semuanya adalah 58 orang siswa.

1. Uji Validitas Instrumen

“Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan

atau kesahihan suatu instrumen” (Arikunto, 2010:211). Sebagaimana yang

dikemukakan oleh Darmadi (2011:87) bahwa “validitas adalah tingkat dimana

suatu tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Selanjutnya Sugiyono (2010:173) menyatakan bahwa “Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”. Jadi uji validitas dilakukan

berkenaan dengan ketepatan alat ukur terhadap konsep yang diukur sehinggga benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur). Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Validitas item ditunjukan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Dari hasil penghitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak.

Pada penelitian ini cara pengujian validitas yang digunakan yaitu dengan validitas internal. Untuk menguji validitas internal, sebelumnya instrumen diujicobakan pada siswasiswi kelas VI SDN Sindangrasa 2 dan SDN 2 Linggasari. Kemudian datanya ditabulasikan dengan bantuan program Microsoft Excel 2010. Kemudian dilakukan pengujian analisis item. Sedangkan untuk mengetahui validitas empiris bisa menggunakan uji statistik, yakni teknik korelasi Pearson

Product Moment, yaitu :

rhitung =

  

 

2 2



2

 

2

Y Y N X X n Y X XY n       

  

Dimana :

r hitung = Koefisien Korelasi

∑Xi = Jumlah skor item

∑Yi = Jumah skor total

N = Jumlah responden. (Riduwan, 2009 : 98)

Selanjutnya dihitung dengan Uji-t dengan rumus : t hitung = r

Dimana : t = Nilai thitung

r = Koefisien Korelasi hasil rhitung n = Jumlah responden.

Kaidah keputusan : Jika t hitung > t tabel berarti valid sebaliknya Jika t hitung < t tabel berarti tidak valid.

Analisis item dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor butir dengan skor total. Untuk memudahkan perhitungan, pengujian analisis ini menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan penghitungan yang dilakukan dengan bantuan program Microsoft excel 2010. Hasil uji validitas terlampir di lampiran B.2 .

Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk menghitung validitas adalah: Buka program Microsoft Exel 2010.

Gambar 3.3 : Kotak Tampilan Program Microsoft Excel 2010 Memasukan tabulasi skor siswa yang ada pada lampiran B.1.

Gambar 3.4: Kotak Tampilan Tabulasi Skor Menghitung koefisien korelasi rxy

Menghitung t hitung Menghitung t tabel

Jika t hitung > t tabel berarti valid, jika t hitung < t tabel berarti tidak valid. 2. Uji Reliabilitas Instrumen

Disamping validitas, informasi tentang reliabilitas tes sangat diperlukan. Sugiyono (2010:172) menyatakan bahwa ”instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama”. Sebagaimana yang dikemukakan oleh

Darmadi (2011:88) bahwa “reliabilitas adalah tingkat pada mana suatu tes secara

konsisten mengukur berapapun tes itu mengukur”. Jadi uji reliabilitas digunakan untuk menetapkan dan mengetahui apakah instrumen sebagai alat ukur akan menghasilkan data yang konsisten sehingga hasil suatu pengukuran itu dapat dipercaya. Untuk mengetahui reliabilitas seluruh tes digunakan rumus :

=

Dimana :

r11 = Koefisien reliabilitas internal seluruh item

rb = Korelasi Product Moment antara belahan (ganjil-genap) atau (awal-akhir)

(Riduwan, 2009 : 102)

Untuk memudahkan proses perhitungan dalam pengujian analisis pada penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan metode Cronbach’s Alpha dengan penghitungan yang dibantu komputer program SPSS 16.0. Kriteria pengujian reliabilitas menurut Uyanto (2009:282) yaitu: “bila ada butir atau item pada

kolom Alpha if Item Deleted memberi nilai koefisien yang lebih tinggi dari nilai

Alpha Cronbach keseluruhan, maka butir tidak reliabel dan sebaiknya dihilangkan atau direvisi”.

Langkah-langkah uji reliabilitas pada program SPSS adalah sebagai berikut:

Buka halaman Data View

 Masukan tabulasi skor siswa yang terdapat pada lampiran B.1.

Gambar 3.5 : Kotak Data View

Klik Variabel View. Pada kolom Name ketik nomor 1 sampai nomor 35 tanpa spasi (banyak butir soal). Untuk Type pilih Numeric. Kolom desimal diubah menjadi 0. Kolom label diisi nomor 1 sampai nomor 35. Kolom Values diisi 1

“benar”, 0 “salah”. Pada kolom Measure pilih nominal untuk semua nomor.

Klik Analyze >> Scale >> Reliability Analysis.

Gambar 3.6 : Kotak Petunjuk Ke Reliability Analisis

Klik semua item (kecuali skor total), pindahkan variabel ke kotak items, kemudian klik Statistics.

Gambar 3.7 : Kotak Reliability Analisis

Pada kotak dialog Descriptives for, klik Scale of item deleted.

Gambar 3.8 : Kotak Menu Reliability Analisis Statistics

Kilik Continue

Kemudian OK.

3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Perhitungan uji validitas dan uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menganalisis data skor jawaban dari 58 siswa terhadap 35 butir soal uji coba instrument soal tersebut. Kriteria pengujian validitas adalah dengan membandingkan antara koefisien korelasi (rhitung) dengan nilai tabel korelasi

Pearson Product Moment (rtabel). Kriterianya: “jika rhitung> rtabel maka instrumen valid, sebaliknya jika rhitung< rtabel maka instrumen tidak valid” (Riduwan,

2010:98).

Sedangkan untuk pengujian reliabilitas dilakukan dengan membandingkan nilai Alpha Cronbach. Kriterianya yaitu: “Bila ada butir atau item pada kolom Alpha if Item Deleted memberi nilai koefisien yang lebih tinggi dari nilai Alpha Cronbach keseluruhan, maka butir tidak reliabel dan sebaiknya dihilangkan atau direvisi” (Stanislaus, 2010:41). Hasil pengujian validitas ditunjukkan pada tabel 3.4 berikut.

Tabel 3.4

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas Instrumen Soal Kemampuan Berpikir Kritis (Lanjutan)

Item Soal rhitung rtabel Keterangan

1 0,60 1,67 Tidak Valid 2 0,18 1,67 Tidak Valid 3 2,21 1,67 Valid 4 2,23 1,67 Valid 5 0,62 1,67 Tidak Valid 6 3,46 1,67 Valid 7 2,60 1,67 Valid 8 2,42 1,67 Valid 9 2,11 1,67 Valid 10 0,95 1,67 Tidak Valid 11 1,95 1,67 Valid 12 -0,10 1,67 Tidak Valid 13 3,37 1,67 Valid 14 2,29 1,67 Valid

Item Soal rhitung rtabel Keterangan

15 0,79 1,67 Tidak Valid 16 2,55 1,67 Valid 17 2,99 1,67 Valid 18 0,97 1,67 Tidak Valid 19 2,52 1,67 Valid 20 2,54 1,67 Valid 21 1,84 1,67 Valid 22 1,85 1,67 Valid 23 2,69 1,67 Valid 24 0,81 1,67 Tidak Valid 25 6,27 1,67 Valid 26 -0,85 1,67 Tidak Valid 27 2,13 1,67 Valid 28 3,94 1,67 Valid 29 2,49 1,67 Valid 30 2,33 1,67 Valid 31 1,92 1,67 Valid 32 0,73 1,67 Tidak Valid 33 2,06 1,67 Valid

Berdasarkan tabel 3.4, diketahui bahwa dari 35 soal terdapat 25 soal valid dan 10 soal tidak valid, dari 10 soal itu tidak valid karena nilai rhitung lebih kecil dari pada nilai rtabel. Untuk item soal yang tidak valid, yaitu soal nomor 1, 2, 5, 10, 12, 15, 18, 24, 26, dan 32. Pada penelitian ini, item pertanyaan yang tidak valid tidak dihilangkan semua. Item pertanyaan yang dihilangkan adalah item pertanyaan yang tidak valid tetapi indikator pembelajarnnya terwakili dengan item pertanyaanyang lainnya yang valid.

Sedangkan item pertanyaan yang tidak dihilangkan adalah item pertanyaan yang tidak valid dan indikator pembelajarannya belum terwakili dengan item pertanyaan yang valid. Item pertanyaan ini direvisi baik dari segi konstruksi maupun bahasa kemudian diuji cobakan kembali sehingga item pertanyaan tersebut valid. Hal ini dilakukan setelah peneliti berkonsultasi dengan

pembimbing. Beliau berpendapat bahwa “item pertanyaan yang tidak valid boleh dihilangkan asalkan ada item pertanyaan lain yang valid dan mewakili indikator

pembelajaran”.

Setelah melakukan uji validitas, item-item soal yang valid di uji reliabilitasnya. Uji reliabilitas ini bertujuan untuk mengetahui konsistensi instrumen penelitian. Hasil uji reliabiltas menggunakan program SPSS 16.0 ditunjukkan sebagai berikut.

Tabel 3.5

Hasil Perhitungan Pengujian Reliabilitas Cronbach's Alpha N of Items

.660 35

Dari tabel diatas, diperoleh alpha cronbach sebesar 0,660. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Alpha Cronbach, apabila alpha cronbach lebih kecil maka item tersebut reliabel, begitupun sebaliknya. Rekapitulasi hasil

34 3,72 1,67 Valid

uji reliabilitas instrumen butir soal kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan program SPSS 16.0 ditunjukkan pada tabel berikut

Tabel 3.6

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Soal Kemampuan Bepikir Kritis Item Soal Cronbach's Alpha if Item Deleted Nilai Alpha Cronbach Keterangan 1 0,660 0,660 Reliabel 2 0,662 0,660 Tidak Reliabel 3 0,652 0,660 Reliabel 4 0,652 0,660 Reliabel 5 0,660 0,660 Reliabel 6 0,646 0,660 Reliabel 7 0,651 0,660 Reliabel 8 0,651 0,660 Reliabel 9 0,653 0,660 Reliabel 10 0,659 0,660 Reliabel 11 0,654 0,660 Reliabel 12 0,666 0,660 Tidak Reliabel Tabel 3.6

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Soal Kemampuan Bepikir Kritis (Lanjutan) 13 0,650 0,660 Reliabel 14 0,652 0,660 Reliabel 15 0,661 0,660 Tidak Reliabel 16 0,650 0,660 Reliabel 17 0,648 0,660 Reliabel 18 0,659 0,660 Reliabel 19 0,650 0,660 Reliabel 20 0,651 0,660 Reliabel 21 0,654 0,660 Reliabel 22 0,654 0,660 Reliabel 23 0,650 0,660 Reliabel 24 0,660 0,660 Reliabel 25 0,633 0,660 Reliabel 26 0,668 0,660 Tidak Reliabel 27 0,653 0,660 Reliabel 28 0,650 0,660 Reliabel

29 0,654 0,660 Reliabel 30 0,652 0,660 Reliabel 31 0,654 0,660 Reliabel 32 0,661 0,660 Tidak Reliabel 33 0,653 0,660 Reliabel 34 0,649 0,660 Reliabel 35 0,645 0,660 Reliabel

Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas, dengan menggunakan program SPSS 16.0 diperoleh nilai Alpha Cronbach keseluruhan sebesar 0,660. Dengan demikian terdapat 30 item pertanyaan yang reliabel dan 5 item pertanyaan yang tidak reliabel. Pertanyaan yang tidak reliabel yaitu item pertanyaan No. 2, 12, 15, 26 dan 32 dihilangkan. Selanjutnya item pertanyaan yang tidak valid tetapi reliabel yaitu item pertanyaan No. 1, 18, 24 direvisi dan diujikan kembali, sehingga item pertanyaan tersebut tetap diujikan pada objek penelitian. Sedangkan item pertanyaan No. 5 dan 10 dihilangkan karena sudah terwakili indikator pembelajarannya oleh item pertanyaan lain yang sudah valid dan reliabel. Hasil dari perubahan butir soal kemampuan berpikir kritis yang telah direvisi adalah sebagai berikut.

Tabel 3.7

Revisi Butir Soal Kemampuan Berpikir Kritis No.

Butir Soal

Stem Sebelum Direvisi Stem Setelah Direvisi 1 Pencemaran air dapat berasal dari

limbah industri. SEBAB

Limbah industri adalah bahan kimia yang digunakan di pabrik-pabrik dan dapat menimbulkan polusi bagi lingkungan sekitar.

Pencemaran air dapat berasal dari limbah industri.

SEBAB

Limbah industri merupakan bahan kimia yang digunakan di pabrik-pabrik dan dapat menimbulkan pencemaran air bagi lingkungan sekitar.

18 Hari Minggu yang lalu Nina, Lina, dan Susi diajak bersepeda oleh Ayah Nina ke kota. Ketika mereka sedang bersepeda tiba-tiba hujan. Dikarenakan hujan akhirnya mereka beristirahat sambil mencari tempat yang teduh. Sambil menunggu hujan reda tiba-tiba Nina

bertanya kepada ayahnya, “Ayah, kenapa kok bisa turun hujan?”

kemudian tiba-tiba Susi juga

bertanya “Om, sebenarnya air di dunia ini akan habis apa tidak, kalau misalnya air di bumi ini tidak akan habis mengapa di daerah kita masih banyak daerah yang

mengalami kekeringan?”.

Kemudian Lina pun tidak kalah penasarannya dengan kedua temannya, dia pun bertanya kepada

Ayah Nina “Om, sebenarnya air itu

penting apa tidak untuk kehidupan

manusia?”

Sebelum pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh Nina,

Susi dan Lina dijawab oleh Ayah Nina, menurut pendapat kalian pertanyaan manakah yang jawabannya berhubungan dengan

Hari Minggu yang lalu Candra, Anton, dan Bagas diajak bersepeda oleh Ayah Candra ke kota. Ketika mereka sedang bersepeda tiba-tiba hujan. Dikarenakan hujan akhirnya mereka beristirahat sambil mencari tempat yang teduh. Sambil menunggu hujan reda tiba-tiba Candra bertanya kepada ayahnya,

“Ayah, kenapa kok bisa turun hujan?” kemudian tiba-tiba Bagas

juga bertanya “Om, sebenarnya air

di dunia ini akan habis apa tidak, kalau misalnya air di bumi ini tidak akan habis mengapa di daerah kita masih banyak daerah yang

mengalami kekeringan?”.

Kemudian Anton pun tidak kalah penasarannya dengan kedua temannya, dia pun bertanya kepada

Ayah Candra “Om, sebenarnya air

itu penting apa tidak untuk

kehidupan manusia?”

Sebelum pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan oleh Candra,

Bagas, dan Anton dijawab oleh Ayah Candra, menurut pendapat kalian pertanyaan manakah yang jawabannya berhubungan dengan Tabel 3.7

Revisi Butir Soal Kemampuan Berpikir Kritis (Lanjutan)

penjelasan proses terjadinya daur air . . . .

a. Nina dan Susi b. Nina

c. Susi

d. Lina dan Susi

penjelasan proses terjadinya daur air . . . .

a. Candra dan Bagas b. Candra

c. Bagas

24. Hutan yang gundul karena penebangan liar menyebabkan air hujan langsung jatuh ke tanah. Hal ini menyebabkan air tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah karena langsung mengalir ke sungai dan danau. Selain itu, apabila terjadi hujan terus menerus dapat mengakibatkan longsor dan banjir.

Dari pernyataan tersebut, apa penyebab utama terjadinya longsor dan banjir ?

a. Penebangan pohon di hutan b. Penanaman pohon di hutan c. Hutan yang gundul

d. Hutan yang rindang

Hutan yang gundul karena penebangan liar menyebabkan air hujan langsung jatuh ke tanah. Air hujan yang jatuh ke tanah tersebut tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah karena hutan yang gundul tidak memiliki pohon dan akar sehingga air langsung mengalir ke sungai dan danau. Selain itu, apabila terjadi hujan

terus menerus dapat

mengakibatkan longsor dan banjir. Dari pernyataan tersebut, apa penyebab utama terjadinya longsor dan banjir ?

a. Penebangan pohon di hutan b. Penanaman pohon di hutan c. Hutan yang gundul

d. Hutan yang rindang

Dari hasil uji coba instrumen dan sudah dilakukan revisi, didapatkan instrumen penelitian untuk soal kemampuan berpikir kritis dengan materi (kisi-kisi) sebagaimana ditunjukkan pada lampiran B.5, dan instrumen soal kemampuan berpikir kritis ditunjukkan pada lampiran B.6. Pemilihan didasarkan pada pertimbangan: (1) hasil uji validitas dan reliabilitas, (2) keterkaitan dengan indikator kompetensi kemampuan berpikir kritis tentang materi daur air, dan (3) kualitas soal. Kualitas soal yang diolah dalam penelitian ini adalah tingkat kesukaran soal.

4. Seleksi Butir-Butir Soal untuk Instrumen Penelitian

Mengutip pendapat Aiken (1994) dalam Nurramdani (2012:56) mengatakan bahwa ‘Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar suatu soal pada tingkat kemampuan tertentu yang biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks’. Asumsi yang digunakan untuk memperoleh kualitas soal yang baik adalah adanya keseimbangan jumlah soal dari ketiga tingkat kesukaran soal. Keseimbangan yang dimaksud adalah soal-soal yang termasuk mudah, sedang,

dan sukar. Cara melakukan analisa tingkat kesukaran menurut Rukmana (2006:99) adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

N

B TK

Keterangan:

TK : Tingkat Kesukaran

B : Banyaknya siswa yang menjawab benar N : Jumlah Siswa / Testee

Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Perhitungan indeks tingkat kesukaran ini dilakukan untuk setiap butir soal. Indeks tingkat kesukaran dinyatakan dalam proporsi yang besarnya berkisar 0,00 – 1,00.

Kriteria yang digunakan adalah makin kecil indeks tingkat kesukaran yang diperoleh, maka makin sukar soal tersebut. Sebaliknya semakin besar indeks tingkat kesukaran yang diperoleh, maka makin mudah soal tersebut. Kriteria indeks kesukaran soal adalah:

Tabel 3.8

Interpretasi Indeks Kesukaran

Indeks Tingkat Kesukaran

0,00 – 0,30 sukar 0,31 – 0,70 sedang 0,71 – 1,00 mudah

(Rukmana, 2006: 99) Pengujian tingkat kesulitan butir soal pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program komputer Microsoft Excel 2010. Hasil perhitungan untuk tingkat kesukaran adalah sebagai berikut.

Tabel 3.9

Hasil Uji Tingkat Kesukaran Instrumen Soal Kemampuan Berpikir Kritis

Item Soal

Indeks

Kesukaran Kategori Soal Item Soal

Indeks

1 0,90 Mudah 19 0,60 Sedang 2 0,88 Mudah 20 0,72 Mudah 3 0,59 Sedang 21 0,67 Sedang 4 0,47 Sedang 22 0,74 Mudah 5 0,93 Mudah 23 0,69 Sedang 6 0,74 Mudah 24 0,81 Mudah 7 0,83 Mudah 25 0,62 Sedang 8 0,67 Sedang 26 0,83 Mudah 9 0,60 Sedang 27 0,84 Mudah 10 0,90 Mudah 28 0,93 Mudah 11 0,60 Sedang 29 0,95 Mudah 12 0,66 Sedang 30 0,81 Mudah 13 0,91 Mudah 31 0,84 Mudah 14 0,59 Sedang 32 0,40 Sedang 15 0,64 Sedang 33 0,52 Sedang 16 0,43 Sedang 34 0,90 Mudah 17 0,40 Sedang 35 0,83 Mudah 18 0,95 Mudah

Berdasarkan hasil keseluruhan uji validitas, reliablitas, dan kualitas butir soal maka dapat disimpulkan bahwa dari 35 butir soal yang diuji coba, 28 butir soal dipilih untuk digunakan sebagai instrumen penelitian yang valid dan reliabel untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa tentang daur air. Soal-soal yang dipilih, lebih dahulu diperbaiki dalam hal redaksinya, kemudian disusun menjadi satu set soal.

Dokumen terkait