• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Pengumpulan Data

B. Proses Pengolahan Data

Setelah Peneliti mengumpulkan data dari 235 orang responden, kemudian dilakukan pengolahan data dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

1. Penomoran Kuesioner

Kuesioner yang telah dikumpulkan akan diberikan nomor urut sebagai pengenal (1-235)

2. Editing

Editing adalah proses pengeditan jawaban responden untuk memperjelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesalahan saat pengisian data ke dalam kotak yang disediakan.

57

3. Coding

Coding adalah proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke kotak kode yang disediakan di kuesioner dalam bentuk abzat.

a. Karakteristik Responden

Karakteristik responden perlu disajikan untuk mengetahui latar belakang responden. Karakteristik yang dipakai adalah kelas, jenis kelamin dan frekuensi penggunaan handphone.

Tabel 4 Kelas

No Kelas Frequency Percent (%)

1 VII A 16 6,8 2 VII B 16 6,8 3 VII C 16 6,8 4 VII D 16 6,8 5 VII E 16 6,8 6 VIII A 16 6,8 7 VIII B 16 6,8 8 VIII C 16 6,8 9 VIII D 16 6,8 10 VIII E 16 6,8

58

Tabel 4 menunjukkan data responden siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar yang dijadikan sebagai objek penelitian. Karena SMP Tut Wuri Handayani Makassar terdiri dari 15 kelas maka persentase responden yang dijadikan sebagai objek penelitian hanya 235 responden, yang dipilih sebagai sampel adalah 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VII A, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VII B, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VII C, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VII D, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VII E, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VIII A, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VIII B, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VIII C, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VIII D, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas VIII E, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas IX A, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas IX B, 16 orang siswa (6,8 %) dari kelas IX C, 13 orang siswa (5,5 %) dari kelas IX D, 14 orang siswa (5,9 %) dari kelas IX E.

Responden tersebut dipilih menjadi sampel dengan sebelumnya ditentukan terlebih dahulu dengan menggunakan Propotional Stratified Random Sampling.

11 IX A 16 6,8 12 IX B 16 6,8 13 IX C 16 6,8 14 IX D 13 5,5 15 IX E 14 5,9 Total 235 100,0

59

Penggunaan teknik ini memungkinkan untuk memberi peluang kepada populasi yang kecil untuk dipilih sebagai sampel. Dari rumus yang ada dapat dilihat kelas yang paling besar jumlah respondennya yaitu kelas VII A, VII B, VII C, VII D, VII E, VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, IX A, IX B, IX C dan kelas yang kecil jumlah respondennya yaitu kelas IX D dan IX E.

Tabel 5 Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frequency Percent (%)

1 Laki-laki 94 40

2 Perempuan 141 60

Total 235 100,0

Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa responden perempuan lebih banyak dibandingkan responden laki-laki, yaitu jumlah responden perempuan sebanyak 141 orang siswa (60 %), sedangkan jumlah responden laki-laki adalah sebanyak 94 orang siswa (40 %).

Peneliti menggunakan teknik Accidental Sampling di dalam penelitian ini, yaitu teknik pengambilan sampel dengan cara mengambil sampel siapa saja yang secara kebetulan ditemukan. Pada saat penyebaran kuesioner, responden yang lebih banyak ditemukan adalah perempuan daripada laki-laki. Hal ini dikarenakan jumlah pelajar perempuan lebih banyak dari jumlah pelajar laki-laki.

60

b. Pengaruh Penggunaan Handphone Terhadap Perilaku Komunikasi Antarpribadi Siswa.

Tabel 6

Merek Handphone yang Disuka

No Merek handphone yang disuka Frequency Percent (%)

1 Blackberry 10 4,3 2 Samsung 52 22,1 3 Nokia 155 66,0 4 Sony Ericson 6 2,6 5 Motorola 2 0,9 6 Nexian 10 4,2 Total 235 100,0

Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa merek handphone yang sangat disuka oleh pelajar SMP Tut Wuri Handayani Makassar adalah merek handphone nokia yaitu sebanyak 155 orang siswa (66,0 %) yang memilih. Sedangkan samsung merupakan merek handphone kedua yang dipilih oleh responden yaitu sebanyak 52 orang siswa (22,1 %).

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa nokia merupakan merek handphone yang banyak disukai siswa Tut Wuri Handayani dengan alasan bahwa,

61

fasilitas yang ada didalamnya mudah dimengerti, kamera dan suara musiknya bagus, serta harganya terjangkau.

Tabel 7

Fasilitas Handphone yang Disuka

No

Fasilitas handphone yang

disuka Frequency Percent (%)

1 Nelpon 34 14,5 2 Kamera 6 2,6 3 Internet 34 14,5 4 Game 14 6,0 5 Musik 89 37,9 6 Sms 58 24,7 Total 235 100,0

Berdasarkan tabel 7 di atas menunjukkan bahwa fasilitas handphone yang paling banyak disuka yaitu musik sebanyak 89 orang siswa (37,9 %) yang memilih, kedua sms yaitu sebanyak 58 orang siswa (24,7 %) yang memilih dan yang ketiga yaitu internet sebanyak 34 orang siswa (14,5 %) yang memilih. Dengan demikian disimpulkan bahwa siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar lebih suka mendengarkan musik saat menggunakan handphone di sekolah.

62

Tabel 8

Fasilitas Handphone yang Sering Digunakan

No

Fasilitas handphone yang sering

digunakan Frequency Percent (%) 1 Internet 53 22,6 2 Nelpon 11 4,7 3 Kamera 16 6,8 4 Musik 84 35,7 5 Sms 67 28,5 6 Game 4 1,7 Total 235 100,0

Dari tabel 8 di atas dapat dilihat bahwa fasilitas handphone yang sering digunakan oleh pelajar SMP Tut Wuri Handayani Makassar yaitu musik sebanyak 85 orang siswa (35,7 %), sms sebanyak 67 orang siswa (28,5 %), internet sebanyak 53 orang siswa (22,6 %), kamera sebanyak 16 orang siswa (6,8 %), nelpon sebanyak 11 orang siswa (4,7 %), dan game sebanyak 4 orang siswa (1,7 %).

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa musik merupakan fasilitas handphone yang paling sering digunakan siswa setiap harinya, dengan alasan inggin mengurangi rasa bosan mereka di sekolah.

63

Tabel 9

Perhatian Terhadap Penggunaan Handphone di Sekolah

No

Perhatian terhadap penggunaan

handphone di sekolah Frequency

Percent (%) 1 Sangat perhatian 33 14,0 2 Perhatian 100 42,6 3 Kurang perhatian 95 40,4 4 Tidak perhatian 7 3,0 Total 235 100,0

Dalam penggunaan handphone dibutuhkan sebuah perhatian agar apa yang gunakan bisa bermanfaat. Tabel 9 merupakan data responden yang menyatakan seberapa besar responden yang memberikan perhatian terhadap penggunaan handphone di sekolah.

Dari data tersebut peneliti dapat menyumpulkan bahwa responden yang perhatian terhadap penggunaan handphone di sekolah sebanyak 100 orang siswa (42,6 %), 95 orang siswa ( 40,4 %) yang menyatakan kurang perhatian terhadap penggunaan handphone di sekolah, 33 orang siswa ( 14,0 %) yang menyatakan sangat perhatian dan yang terakhir 7 orang siswa ( 3,0 %) menyatakan tidak perhatian terhadap penggunaan handphone di sekolah.

64

Tabel 10

Perasaan Ketika Menggunakan Handphone di Sekolah

No

Perasaan ketika menggunakan

handphone di sekolah Frequency Percent (%)

1 Sangat suka 32 13,6

2 Suka 183 77,9

3 Kurang suka 20 8,5

4 Tidak suka 0 0

Total 235 100,0

Tabel 10 di atas menunjukan perasaan responden ketika sedang menggunakan handphone di sekolah. Sebanyak 183 orang siswa (77,9 %) menyatakan suka terhadap penggunaan handphone di sekolah, 32 orang siswa (13,6 %) menyatakan sangat suka dan 20 orang siswa (8,5 %) menyatakan kurang suka terhadap penggunaan handphone di sekolah dan tidak ada siswa yang menjawab tidak suka menggunakan handphone di sekolah. Dengan demikian disimpulkan bahwa perasaan responden ketika menggunakan handphone di sekolah adalah suka. Hal ini menunjukan bahwa penggunaan handphone di sekolah bisa mempengaruhi suasana hati responden.

65

Tabel 11

Keseriusan Saat Menggunakan Handphone di Sekolah

No

Keseriusan saat menggunakan

handphone di sekolah Frequency

Percent (%) 1 Sangat serius 12 5,1 2 Serius 105 44,7 3 Kurang serius 118 50,2 4 Tidak serius 0 0 Total 235 100,0

Tabel 11 menunjukan bagaimana keseriusan responden saat menggunaan handphone di sekolah. Dari 235 responden dalam penelitian ini, sebanyak 118 orang siswa (50,2 %) menyatakan kurang serius saat menggunakan handphone di sekolah, 105 orang siswa (44,7 %) menyatakan serius dan 12 orang siswa (5,1 %) menyatakan sangat serius saat menggunakan handphone di sekolah. Dengan demikian kesimpulannya adalah lebih banyak responden yang menyatakan kurang serius saat menggunakan handphone di sekolah.

66

Tabel 12

Selalu Menggunakan Handphone di Sekolah

No

Selalu menggunakan handphone

di sekolah Frequency Percent (%) 1 Sangat sering 27 11,5 2 Sering 96 40,9 3 Kadang-kadang 110 46,8 4 Tidak pernah 2 0,9 Total 235 100,0

Tabel 12 tersebut menunjukkam 110 orang siswa (46,8 %) yang menjawab kadang-kadang menggunakan handphone di sekolah, 96 orang siswa (40,9 %) menjawab sering menggunakan handphone di sekolah, 27 orang siswa (11,5 %) menjawab sangat sering menggunakan handphone di sekolah dan hanya 2 orang siswa (0,9 %) yang menjawab tidak pernah menggunakan handphone di sekolah. c. Interval Kelas

Setiap jawaban siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar terdapat 7 pertanyaan X independen (Mempengaruhi) dan 4 pertanyaan Y dependen (Dipengaruhi). Masing-masing mempunyai skor angket yang berbeda-beda. Berdasarkan data responden, peneliti membuat tabel interval kelas berdasarkan skor dan kategorinya. Tabel ini dibuat untuk mempermudah peneliti dalam mengitung

67

seberapa tingginya pengaruh penggunaan teknologi handphone terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah.

Tabel 13

Hasil Pengujian Validitas untuk Variabel X Nomor Item Pertanyaan Koefisien Korelasi ( r ) Nilai Batas Korelasi ( r ) Keputusan X1 0,337 0,30 Valid X2 0,613 0,30 Valid X3 0,536 0,30 Valid X4 0,431 0,30 Valid X5 0,438 0,30 Valid X6 0,400 0,30 Valid X7 0,449 0,30 Valid Sumber : SPSS 15.0 Correlations

Berdasarkan data pada tabel 13 di atas menggambarkan bahwa semua item pertanyaan atas variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini semua memiliki nilai r hitung lebih besar dari 0,30, sehingga dapat disimpulkan semua pertanyaan dinyatakan valid.

68

Tabel 14

Hasil Pengujian Validitas data untuk Variabel Y Nomor Item Pertanyaan Koefisien Korelasi ( r ) Nilai Batas Korelasi ( r ) Keputusan Y1 0,533 0,30 Valid Y2 0,541 0,30 Valid Y3 0,586 0,30 Valid Y4 0,300 0,30 Valid Sumber : SPSS 15.0 Correlations

Memperhatikan data pada tabel 14 tersebut di atas semua item pertanyaan atas variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semua memiliki nilai r hitung lebih besar dari 0,30, sehingga dapat disimpulkan semua item pertanyaan adalah valid.

Hasil perhitungan validitas data selengkapnya dapat dilihat di lampiran dalam penelitian ini.

Tabel 15 Interval Kelas

No Interval Skor Kategori

69

2 0,533 - 0,613 Hubungan positif yang kuat

Sumber : Sugiono, Metode Penelitian Administrasi

Tabel 15 diatas menunjukan bahwa skor angket yang berada pada angka 0,300

– 0,337 termasuk dalam kategori pengaruh positif yang sedang dan skor angket yang

berada pada angka 0,533 – 0,613 termasuk kategori pengaruh postif yang kuat terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah.49

Tabel 16

Alasan Tertarik Menggunakan Handphone di Sekolah

No

Alasan tertarik menggunakan handphone di

sekolah Frequency

Percent (%)

1

Mempermudah menyelesaikan tugas yang

diberikan oleh guru 13 5,5

2 Sebagai sarana hiburan 92 39,1

3 Digunakan untuk menyimpan catatan pelajaran 36 15,3

4

Mempermudah berkomunikasi dengan

teman-teman 94 40,0

Total 235 100,0

70

Banyak alasan responden yang memilih apa yang membuat mereka tertarik menggunakan handphone di sekolah. Berdasarkan pada tabel 16 di atas, 94 orang siswa (40,0 %) yang menyatakan alasan penggunaan handphone di sekolaha adalah sebagai sarana untuk mempermudah berkomunikasi dengan teman-teman, 92 orang siswa (39,1 %) menyatakan alasan menggunaan handphone di sekolah adalah sebagai sarana hiburan saat merasa bosan dengan suasana kelas atau sekolah, 36 orang siswa (15,3 %) menyatakan alasan menggunakan handphone di sekolah sebagai tempat menyimpan catatan pelajaran dan 13 orang siswa (5,5 %) menyatakan alasan menggunakan handphone di sekolah sebagai alat untuk mempermudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.

Tabel 17

Lebih Suka Menggunakan Handphone di Sekolah dari pada Berkomunikasi Secara Langsung dengan Teman di Sekolah

No

Lebih suka menggunakan handphone dari pada berkomunikasi secara langsung dengan teman di

sekolah Frequency Percent (%) 1 Sangat suka 64 27,2 2 Sering 72 30,6 3 Kadang-kadang 99 42,1 4 Tidak suka 0 0 Total 235 100,0

71

Berdasarkan tabel 17 di atas, dapat dilihat bahwa siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar yang menjawab kadang-kadang lebih suka menggunakan handphone dari pada berkomunikasi secara langsung dengan teman-teman di sekolah sebanyak 99 orang siswa (42,1 %), 72 orang siswa (30,6 %) yang menjawab sering lebih suka menggunakan handphone dari pada berkomunikasi dengan teman-teman di sekolah dan 64 orang siswa (27,2 %) yang menjawab sangat suka menggunakan handphone dari pada berkomunikasi secara langsung dengan teman-teman di sekolah.

Tabel 18

Tujuan Utama Menggunakan Handphone di Sekolah

No

Tujuan utama menggunakan

handphone Frequency

Percent (%)

1 Sarana komunikasi 48 20,4

2 Alat bantu berhitung (Kalkulator) 32 13,6

3

Mendapatkan informasi tentang

pendidikan 39 16,6

4 Mengurangi rasa bosan 116 49,4

Total 235 100,0

Berdasarkan tabel 18 dapat diketahui bahwa 116 orang siswa (49,4 %) menyatakan tujuan utama mereka menggunakan handphone di sekolah yaitu untuk mengurangi rasa bosan, 48 orang siswa (20,4 %) yang menyatakan untuk sarana

72

komunikasi, 39 orang siswa (16,6 %) menyatakan untuk mepermudah mendapatkan informasi tentang pendidikan dan 32 orang siswa (13,6 %) yang menyatakan tujuan utama mereka menggunakan handphone di sekolah sebagai alat bantu berhitung atau kalkulator dalam menyelesaikan tugas-tugas perhitungan di sekolah.

Tabel 19

Terpenuhinya Tujuan Menggunakan Handphone

No

Terpenuhinya tujuan menggunakan

handphone Frequency Percent (%)

1 Sangat terpenuhi 30 12,8

2 Terpenuhi 124 52,8

3 Kadang-kadang 81 34,5

4 Tidak terpenuhi 0 0

Total 235 100,0

Berdasarkan tabel 19 dapat diketahui bahwa 124 orang siswa (52,8 %) menjawab terpenuhi tujuan mereka menggunakan handphone di sekolah, 81 orang siswa (34,5 %) menjawab kadang-kadang terpenuhi tujuan mereka menggunakan handphone di sekolah dan 30 orang siswa (12,8 %) yang menjawab sangat terpenuhi tujuan mereka menggunkan handphone di sekolah.

Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan responden dalam menggunakan handphone terpenuhi. Hal ini didukung dengan tingginya jumlah

73

responden yang menjawab terpenuhi tujuan mereka menggunakan handphone di sekolah.

C. Analisis Data 1. Uji Instrument

a. Uji Reabilitas

Uji reabilitas digunakan untuk mengukur suatu instrument sejauh

mana instrument tersebut dapat dipercaya. Pengujian dengan Crombach’s

Alpha yang digunakan untuk menguji tingkat kepercayaan masing-masing angket variabel.

Tabel 20 Uji Reabilitas

Cronbach’s Alpha Cronbach’s

Alpha Based on Standardized Items N of Item ,642 ,600 13 Sumber : SPSS 15 lampiran 4

Dari tabel di atas nilai Cronbach’s Alpha = 0,642 > 0,6 (r tabel). Jadi

instrument tersebut bisa diandalkan atau diprcaya. a. Uji Normalitas

Normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik), pada sumbu diagonal pada grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Model regresi yang baik adalah model yang memiliki distribusi

74

data normal atau mendekati normal. Setelah dilakukan oleh data, diperoleh hasi sebagai berikut :

Gambar 2 : hasil SPSS 15, lampiran 4

b. Uji Asumsi Heteroskedastisitas

Bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi ketidaksamaan untuk semua pengamatan. Model regresi yang baik adalah

Observed Cum Prob

1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 Expect ed Cum P rob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: ytotal

75

tidak terjadi gejala heteroskedastisitas yang diuji melalui chart scaytterplot. Dari olah data yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :

Gambar 1: hasil SPSS 15, lampiran 4

Dari hasil pengujian di atas didapatkan bahwa titik-titik yang terdapat dalam charts tersebut tidak membentuk pola yang teratur (titik-titik menyebar), maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. ytotal 14.00 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 yt ot al 14.00 12.00 10.00 8.00 6.00 4.00 Scatterplot

76

c. Uji Regresi Linier Sederhana

Berikut ini adalah tabel korelasi untuk melihat besarnya hubungan kedua variable yaitu variable pengaruh penggunaan handphone dengan variable komunikasi antarpribadi siswa di sekolah:

Tabel 21 Uji Korelasi Correlations Pengaruh penggunaan hp KAP siswa di sekolah Pengaruh penggunaan hp Pearson Correlation 1 ,120 Sig. (2-tailed) ,650 N 235 235 KAP siswa di sekolah Pearson Correlation ,120 1 Sig. (2-tailed) ,650 N 235 235 Sumber : SPSS 15, lampiran 4

Karena nilai sig. (2-tailed) =0,650>0,5 , jadi kedua variable tersebut memiliki hubungan serta dengan nilai Pearson Correlation = ,120 adalah suatu hubungan yang positif sedang antara dua variabel pengaruh penggunaan handphone dengan komunikasi antarpriabadi siswa di sekolah.

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan handphone di sekolah berpengaruh positif terhadap komunikasi antarpribadi, dengan penggunaan handphone di sekolah siswa dapat berkomunikasi dengan

teman-77

teman mereka yang berada diluar sekolah maupun keluarga mereka yang berada di rumah, serta mempermudah mecari informasi yang mereka ingginkan.

D. Pembahasan

Melihat hasil penelitian ini, peneliti dapat menilai bahwa penggunaan handphone di kalangan siswa saat ini cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa handphone sebagai media komunikasi dan juga sebagai media hiburan dianggap menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting bagi siswa, baik itu siswa laki-laki maupun perempuan. Siswa berangkat sekolah dengan handphone sebagai bawaan wajib mereka. Entah sebenarnya mereka mempunyai tujuan tertentu atau benar-benar membutuhkan handphone tersebut sebagai alat komunikasi atau tidak, yang jelas bagi siswa handphone merupakan sarana gaul yang mutlak yang harus mereka miliki.

Siswa yang membawa handphone cenderung bersifat individualisme, mereka bergaul atau berkumunikasi bukan dengan teman disampingnya, melainkan orang yang diluar lingkungan sekolah dengan sarana SMS yang ada dihandphone-nya. Karena handphone bisa dikatakan barang mahal sehingga dapat dimaklumi bila kadang-kadang berat hati untuk meminjamkan pada teman. Perilaku seperti ini berlangsung terus menerus, maka mulai muncul sikap-sikap egois dan pamer diantara siswa yang membawa handphone. Bagi siswa yang tidak membawa handphone merasa terasing di lingkungan sekolah bahkan merasa asing di kelasnya sendiri. Hal ini sangat mempengaruhi perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah.

78

Dari hasil penelitian ini menunjukkan merek handphone yang paling banyak disukai oleh siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar yaitu nokia ini terbukti dengan banyaknya siswa yang memilih dengan alasan harganya terjangkau, kameranya bagus, suara musiknya jernih dan ada radionya. Adapun perhatian yang muncul dari pengaruh penggunaan handphone di sekolah ini bisa dikatakan cukup tinggi, terbuktikan dengan setiap harinya siswa selalu menggunakan handphone di sekolah pada waktu yang tidak tentu, tergantung dari panggilan yang ada dan keingginan untuk mengisi waktunya, Seperti yang diutarakan salah satu siswa :

“Saya dan teman-teman sering menggunakan handphone pada waktu yang tidak tentu, biasanya saat lagi belajar dan yang paling sering itu pada saat mata pelajarannya membosankan.”50

Mengenai fasilitas pada handphone, siswa cenderung tinggi memanfaatkan dalam kesehariannya. Fasilitas handphone yang paling sering digunakan oleh siswa di sekolah berdasarkan hasil penelitian lapangan antara lain musik, sms dan internet. Ketiga fasilitas ini yang paling banyak disukai oleh siswa, alasannya :

“Musik bisa menghibur kita ketika kita merasa bosan dengan suasana di sekolah, sms bisa memperlancar komunikasi dengan teman-teman baik yang ada di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah sedangkan internet bisa mempermudah kita mencari informasi yang kita ingginkan hanya dengan berbekal pulsa.”51

Durasi atau lamanya waktu penggunaan handphone di sekolah oleh siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar bisa dibilang cukup tinggi, ini terbukti dengan

50Wulandari, siswa kelas IX B, wawancara oleh penulis, 30 September 2012.

79

banyaknya siswa yang menyatakan bahwa, selama 0-15 menit dan 16-30 menit dalam sehari mereka menggunkan handphone di sekolah. Pengunaan handphone di sekolah dapat berdampak buruk, khususnya bagi pribadi siswa sendiri yang semestinya lebih memperhatikan pelajaran mereka di sekolah, daripada selalu menggunakan handphone yang bisa menimbulkan hal-hal negatif.

a. Pengaruh positif dari penggunaan handphone di sekolah antara lain :

1. Bisa mempermudah berkomunikasi dengan teman-teman, guru dan keluarga di rumah.

2. Bisa mempermudah mencari informasi melalui layanan internet yang ada di dalamnya.

3. Bisa digunakan untuk menyimpanan data atau catatan pelajaran.

4. Bisa menjadi sarana hiburan ketika merasa bosan dengan suasana sekolah. b. Pengaruh negatif penggunaan handphone di sekolah antara lain :

1. Mengganggu perkembangan anak, dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di handphone seperti : kamera, games akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah, tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan handphone untuk mencontek dalam ulangan atau ujian.

2. Efek radiasi, penggunaan handphone juga berakibat buruk terhadap kesehatan.

80

3. Rawan terhadap tindak kejahatan. Pelajar merupakan salah satu target utama dari kejahatan, apalagi handphone merupakan perangkat yang mudah dijual. 4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa, jika tidak ada

kontrol dari guru dan orang tua. Handphone bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi.

5. Pemborosan, dengan mempunyai handphone maka pengeluaran akan bertambah.

6. Menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat, ada keluarga yang tidak mampu tetapi karena pergaulan dimana teman-temannya sudah dibelikan handphone sehingga mereka memaksa orang tuanya untuk membelikan handphone padahal orang tuanya sendiri tidak mampu.

Adapun cara yang tepat untuk mengatasi pengaruh negatif penggunaan handphone di sekolah terhadap perilaku komunikasi antarpribadi, seperti yang diutarakan salah satu siswa SMP Tut Wuri Handayani Makassar :

“Kita harus pintar-pintar membagi waktu, dalam artian ada saatnya untuk menggunakan handphone dan ada saatnya dimana kita harus fokus untuk belajar dan berinteraksi (berkomunikasi) langsung dengan teman-teman kita yang ada di sekolah, menurut saya alangkah baiknya sekolah membuat peraturan untuk melarang siswa membawah handphone ke sekolah atau menyuruh menonaktifkan handphone pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan dikumpulkan di meja guru yang bersangkutan, agar siswa bisa benar-benar menerima dan fokus pada pelajaran .”52

52 Harfiana, Ketua Osis SMP Tut Wuri Handayani Makassar, wawancara oleh penulis, 30 September 2012.

81

Siswa-siswa saat ini sudah banyak yang menggunakan handphone maka dari itu perlu mendapatkan perhatian lebih dari para orang tua di rumah dan para guru di sekolah. Peran orang tua sangatlah besar pada konteks norma serta kebiasaan seorang siswa, akan tetapi pada kenyataannya seorang siswa mendapat sebuah handphone atas izin orang tuanya, sebaiknya sebagai orang tua selalu mengawasi dan memperhatikan serta membimbing anaknya. Etika kesopanan di saat sekolah juga sangat perlu diperhatikan oleh para guru karena kebanyakan siswa menggunakan handphone di saat jam pelajaran dan itu sangat mengganggu efektifitas pembelajaran.

Pengaruh penggunaan teknologi handphone terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah dinyatakan berpengaruh, ini terbukti bahwa sebanyak 99 orang (42,1 %) dari 235 siswa yang menyatakan kadang-kadang mereka lebih suka menggunakan handphone dari pada berkomunikasi langsung dengan teman-teman yang ada di sekolah, adapun tujuan mereka menggunakan handphone di sekolah hanya untuk mengurangi rasa bosan dengan suasana sekolah dan tujuan itu terpenuhi setelah menggunakan handphone.

82

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis yang telah penulis uraikan pada bab-bab sebelumnya mengenai pengaruh penggunaan teknologi handphone terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa pada SMP Tut Wuri Handayani Makassar, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pengaruh penggunaan teknologi handphone terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah berpengaruh ini dibuktikan, Karena nilai sig. (2-tailed) = 0,650>0,5 , jadi kedua variable tersebut memiliki hubungan, serta dengan nilai Pearson

Correlation = ,120 adalah suatu hubungan yang positif sedang antara dua

variabel pengaruh penggunaan handphone dengan komunikasi antarpriabadi siswa di sekolah.

2. Adapun pengaruh positif dari pengaruh penggunaan handphone terhadap perilaku komunikasi antarpribadi siswa di sekolah yaitu :

a. Mempermudah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru b. Mempermudah berkomunikasi dengan teman-teman

Dokumen terkait