Teknisi dan maint enance Mushol a
V. Proses Perancangan
Set el ah memahami sepert i apa Taman Budaya yang direncanakan, pel aku, ruang dan berbagai akt ivit as yang t erj adi didal amnya. Sel anj ut nya masuk ke t ahap perancangan. Pembahasan disini l ebih dit ekankan kepada pemaparan kronol ogis proses perancangan Taman Budaya. Bent uknya l ebih kepada anal isa-anal isa. Tahapan proses perancangan ini saya bagi menj adi 5 bagian, yait u ‘ membaca dan mengenal i sit e’ , ‘ menent ukan akses dan sirkul asi’ , ‘ peruangan’ , ‘ pendekat an massa’ , dan t erakhir ‘ penyel esaian st rukt ur’ .
5. 1.
Membaca dan mengenali site
“ yang mungkin banyak t er j adi dal am st udi o ar si t ekt ur di i ndonesia, mahasiswa t er l al u banyak di hadapkan at au di bi ar kan memi l i h t apak yang kosong, sehi ngga t i dak t er l at i h unt uk menanggapi nya secar a spesi f i k. ”
Gal i h Wi dj i l Pangar sa
Dimul ai dari sit e. Saya mencoba mendeskripsikan dan mengkaj i kembal i t apak sit e bent eng Vast enburg. Disini saya berusaha unt uk menggal i segal a apa yang ada pada sit e. Baik it u akt ivit as publ ik, sosial , maupun budaya, el emen-el emen kot a dan arsit ekt ur yang ada. Kemudian pada bagian akhir saya berusaha unt uk merespon apa yang ada pada t apak eksist ing dengan beberapa gagasan ide.
Gambar 5.1. Ukuran tapak kawasan benteng Vastenburg
Tapak Bent eng Vast enburg berbent uk segi empat dengan kont ur t anah rel at if dat ar. Kesel uruhan t apak bent eng mempunyai l uasan ± 66. 890 m2. Luasan t ersebut t erbagi menj adi t iga bagian, l uasan area l uar t embok bent eng, l uasan area dal am bent eng dan l uasan bangunan t embok bent eng sendiri. Unt uk area di l uar t embok bent eng mempunyai l uas ± 39. 257 m2. Sedangkan unt uk l uas area di dal am t embok bent eng adal ah ± 17. 590 m2. Dan l uas bangunan t embok bent eng sendiri ± 10. 032 m2.
Di dal am areal t apak Bent eng Vast enburg, sel ain t embok bent eng yang berbent uk buj ur sangkar dengan penonj ol an ruang pada sudut -sudut nya, parit , reservoir dan sumur t ua, j uga t erdapat beberapa bangunan eksi st ing, yait u kant or cabang Bank Danamon yang t erl et ak di bagian barat t apak, dua bangunan yang t erl et ak di bagian sel at an t apak, bangunan yang pert ama dif ungsikan sebagai pos keamanan BTC dan bangunan yang kedua dif ungsikan sebagai rumah t inggal .
Gambar 5.2. Beberapa bangunan eksisting yang ada di tapak site
[sumber : sketsa pribadi]
Gambar 5.3. Bangunan eksisting Bank Danamon [sumber : muslim adi, dokumen pribadi]
Bangunan kant or cabang bank Danamon t ermasuk bangunan baru yang dibangun dengan menempat i areal l ahan di kawasan bent eng Vast enburg t idak dengan kepemil ikan penuh mel ainkan dengan sist em sewa. Bangunan yang dif ungsikan sebagai pos keamanan BTC t erl et ak t epat di depan BTC, yang menurut penut uran penj aga bent eng Vast enburg merupakan bangunan baru yang dibangun set el ah bent eng Vast eburg menj adi t empat pel at ihan kepraj urit an dan pusat Brigade Inf ent eri 6/ Trisakt i Bal adaya/ Kost rad, bukan merupakan bangunan asl i (at au yang dibangun saat masih menj adi bent eng pert ahanan VOC). Berikut nya adal ah bangunan yang t erl et ak t epat di depan gedung DHC yang saat ini dif ungsikan sebagai t empat t inggal , yang dari penut uran pemil ik rumah merupakan bangunan asl i yang saat ini masih t ersisa, yang dul unya dif ungsikan sebagai rumah t inggal praj urit VOC dan kel uarganya. Bangunan ini t erdiri dari dua massa yang masing-masing dihubungkan ol eh sel asar, massa pert ama yang l et aknya di bagian depan t erdapat beberapa ruang yang dif ungsikan sebagai ruang t idur, ruang t amu dan ruang makan, massa kedua yang l et aknya l ebih ke bel akang ruang-ruangnya dif ungsikan sebagai area servis sepert i kamar mandi, wc, gudang dan Gambar 5.5. Bangunan eksisting di bagian selatan
tapak yang difungsikan sebagai rumah tinggal [sumber : dokumen pribadi]
Gambar 5.4. Bangunan eksisting di bagian selatan tapak yang difungsikan sebagai pos keamanan BTC
[sumber : dokumen pribadi]
Gambar 5.6. Reservoir
dapur. Saat ini l ahan disekit ar dua bangunan yang dif ungsikan sebagai rumah t inggal dan pos keamanan BTC dimanf aat kan ol eh para PKL yang biasa berj ual an di sepanj ang Jl . Kol onel Sunaryo unt uk menyimpan l apak-l apak dagangan saat t idak digunakan.
Di dal am t apak bent eng Vast enburg j uga t erdapat beberapa pohon eksist ing. Pohon menj adi el emen yang t ak t erpisahkan dari bent eng. Terut ama beberapa pohon yang berada di dekat gerbang masuk baik barat maupun t imur, sert a t iga pohon yang berada areal didal am t embok bent eng.
Gambar 5.8. Pohon eksisting di dalam tembok benteng
[sumber : dokumen pribadi]
Gambar 5.7. Pembagian ruang pada rumah eksisting [sumber : dokumen pribadi]
kamar kamar kamar kamar r.tamu r.tengah r.tamu r.tengah
gudang dapur wc wc dapur gudang
selasar
teras
entrance Servis
Tapak sit e bent eng Vast enburg secara t eri t ori dibat asi ol eh empat koridor j al an, yang masing-masing memil iki karakt erist ik yang berbeda-beda. Adapun empat koridor j al an t ersebut adal ah :
Jl. Jend. Sudirman (bat as sit e sebelah barat ). Merupakan koridor j alan dengan dengan dua l aj ur kendaraan, arah ut ara-sel at an dan sebal iknya. Sumbu j al an ini merupakan akses ut ama ke al un-al un ut ara dan kerat on Surakart a, yang dul unya merupakan sumbu ut ara-sel at an kerat on yang mempunyai nil ai sakral , dimul ai dari t ugu Pemandengan, al un-al un ut ara sampai ke Si t hi Hi nggi l . Jal an ini sering digunakan sebagai j al ur berbagai ki r ab budaya yang sering diadakan pihak Kerat on, pemerint ah maupun komunit as-komunit as l ain. Kerat on mengadakan ki r ab t erut ama saat ada peringat an hari-hari besar, misalnya saat t anggal 1 Suro diadakan Gr ebeg Sur o.Lebar j al an ini ± 20 met er dengan kedua sisi j al an t erdapat pedest rian. Jal an ini memil iki t ingkat kepadat an yang cukup t inggi yait u saat j am masuk dan pul ang kant or t erut ama arus kendaraan dari sel at an ke ut ara. Seringkal i t erj adi penumpukan kendaraan pada sisi ut ara j al an karena t erdapat t r af f i c l i ght . Selain kendaraan pribadi, j al an ini j uga dil ewat i ol eh kendaraan umum sepert i bus kot a dan angkut an kot a.
Pada bagian sel at an Jl . Jend. Sudirman yang merupakan t it ik pert emuan j al an ini dengan Jl . Sunaryo dan Jl . Sl amet Riyadi t erdapat sebuah air mancur dan pat ung pahl awan Sl amet Riyadi, yang saat ini bisa dikat akan sebagai l andmark kawasan Gl adak. Pada momen-momen t ert ent u ar ea disekit ar pat ung dan air mancur sering digunakan ol eh publ ik unt uk mengekspresikan sesuat u, mahasiswa berdemonst rasi, seniman dan budayawan menggel ar aksi keprihat inan.
Di sebel ah barat j al an t erdapat beberapa bangunan ant ara l ain (dari ut ara ke sel at an) bangunan bekas asrama, Kant or Pos, Bank Bukopin, gerej a GBIP Penabur.
Jl. Mayor Kusmant o (bat as sit e sebelah ut ara). Merupakan koridor j alan dua l aj ur kendaraan, arah t imur-barat dan sebal iknya. Lebar j al an ± 10 met er dengan hanya sisi j al an bagian sel at an yang t erdapat pedest rian. Jal an ini j uga digunakan sebagai j al ur ki r ab Gr ebeg Sur o. Tingkat laj u kendaraan relat if l ancar karena t ingkat kepadat an kendaraan t idak begit u t inggi. Tet api pada bagian barat j al an t erdapat t r af f i c l i ght , yang sering kal i t erj adi penumpukan kendaraan. Sehingga agak sedikit mengganggu l aj u kendaraan.Disepanj ang Jl . Mayor Kusmant o dibagian ut ara t erdapat beberapa bangunan di ant aranya (bert urut -t urut dari t imur kebarat ) l okasi t empat berj ual an PKL (yang dul unya berj ual an di sisi sel at an Jl . Mayor Kusmant o), SPBU, Bank Panin, kompl eks kant or Tel kom cabang Surakart a.
Gambar 5.9. Suasana Jl. Jend. Sudirman ketika lalu lintas masih lengang
Jl. Kapten Mulyadi (bat as sit e sebelah t imur). Merupakan koridor j al an dengan dua l aj ur kendaraan, arah ut ara-sel at an dan sebal iknya. Lebar j al an ± 10 met er dengan hanya sat u sisi j al an t erdapat pedest rian yait u sisi sebel ah barat . Jal an ini j uga digunakan sebagai j al ur ki r ab pada saat Gr ebeg Sur o. Jal an ini j uga dil ewat i kendaraan-kendaraan besar sepert i bus yang menuj u Wonogori dan t ruk-t ruk pengangkut barang. Seringkal i t erj adi penumpukan kendaraan pada bagian sel at an yait u saat l ampu merah.Disepanj ang Jl . Kapt en Mul yadi t erdapat beberapa bangunan bert urut -t urut (dari sel at an ke ut ara) pusat perbel anj aan Luwes Loj i Wet an, Bengkel mobil , Toko, rumah t inggal , t oko, t oko bahan kimia, bengkel , ruko.
Gambar 5.10. Suasana Jl. Mayor Kusmanto yang memperlihatkan lalu lintas kendaraan dan pedestrian
di sisi jalan yang berbatasan dengan benteng Vastenburg
Jl. Mayor Sunaryo (bat as sit e sebelah selat an). Merupakan koridor j alan dengan sat u l aj ur kendaraan, yait u arah barat -t imur. Jal an ini merupakan akses ut ama menuj u PGS dan BTC, yang ramai pada saat kedua pusat perbel anj aan t ersebut beroperasi t erut ama pada akhir pekan dan hari l ibur. Banyak orang dat ang dari dal am maupun l uar kot a unt uk berbel anj a pakaian. Lebar j al an ini ± 10 met er dengan kedua sisi kanan dan kiri t erdapat pedest rian. Pada bagian ut ara j al an mempunyai j arak yang cukup l ebar dengan pedest rian, sekit ar 5 met er. Pada sisi sel at an j al an bersebel ahan dengan pedest rian, t erdapat j al urGambar 5.11. Suasana Jl. Kapten Mulyadi yang memperlihatkan lalu lintas kendaraan dan pedestrian
di sisi jalan yang berbatasan dengan benteng Vastenburg
rel keret a api Sol o-Wonogiri. Jal ur keret a api ini sekarang j uga dimanf aat kan sebagai j al ur keret a wisat a bermesin uap Jal adar a yang berangkat dari st asiun Purwosari sampai st asiun Kot a di Sangkrah. Yang menarik pada koridor j al an ini, adal ah pada mal am hari j al an ini dit ut up dari l al u l int as kendaraan unt uk digunakan sebagai area wisat a kul iner mal am dengan nama Gal abo (Gl adak Langen Bogan) dengan l apak-l apak penj ual yang berupa gerobak-gerobak dorong dit empat kan pada sisi ut ara j al an. Pada siang hari t et ap di perunt ukkan bagi l al u l int as, namun sisi ut ara j al an t et ap digunakan unt uk berj ual an ol eh PKL dengan menut up pedest rian.
Beberapa bangunan yang t erl et ak disisi sel at an j al an ini adal ah (dari barat ke t imur) Pusat Grosir Sol o, Bent eng Trade Cent er, eks. Gedung Brigif yang sekarang digunakan sebagai kant or Koperasi 45 dan DHC 45 Surakart a.
Gambar 5.12. Kereta Api Solo-Wonogiri yang melewati Jl. Mayor Sunaryo
[sumber : www.skyscrapercity.com ]
Gambar 5.13. Suasana Jl. Mayor Sunaryo pada malam hari yang dimanfaatkan sebagai area wisata
kuliner Galabo.
Lokasi t apak sit e bent eng Vast enburg yang berada di kawasan Gl adak, yang merupakan pusat kot a Surakart a. Didal am l ingkungan masyarakat Sol o t erdapat sebuah kepercayaan bahwa ket inggian bangunan-bangunan yang berdiri di kot a Sol o, t erut ama di kawasan Gl adak, t idak bol eh mel ebihi ket i nggian dari Panggung Sangga Buwana. Ini merupakan bent uk penghormat an t erhadap raj a dan mempercayai akan kegiat an
(mi t os) yang t erj adi di puncak bangunan t ersebut . Sehingga apabila ada bangunan yang
mel anggarnya maka akan t erj adi hal -hal yang t idak diinginkan
.
Panggung Sangga Buwana sendiri mempunyai art i sebagai penyangga bumi dan memil iki ket inggian kira-kira 30 met er sampai puncak t erat as.Respon t erhadap eksist ing
Bangunan yang ada pada t apak ada yang dipert ahankan ada yang t erpaksa dihil angkan (dirobohkan). Bangunan yang dipert ahankan adal ah bangunan yang t erl et ak di depan DHC yang merupakan bangunan asl i yang masih t ersisa, yang saat ini berf ungsi sebagai rumah t inggal . Langkah yang kemudian dil akukan adal ah dengan memasukkan f ungsi baru (adapt i ve r euse) yait u dif ungsikan sebagai kant in dan kaf et aria. Fungsi ini dirasa pal ing t epat karena t idak akan t erl al u banyak merubah kondisi eksist ing, hanya sedikit merubah l ay out ruang. Bangunan bank Danamon dan bangunan di depan BTC t ermasuk bangunan baru t erpaksa dirobohkan karena sel ain f ungsinya yang kurang sesuai dengan Taman Budaya yang direncanakan, j uga f açade dan ket inggian bangunan bank Danamon dirasa akan merusak eksist ensi bent eng, t erut ama secara visual .Gambar 5.14. Ada semacam peraturan tak tertulis mengenai ketinggian bangunan disekitar Gladak
Mempert ahankan beberapa pohon yang ada pada t apak bent eng unt uk dij adikan sebagai bagian dari l ansekap Taman Budaya. Menat a kembal i pohon-pohon eksist ing dan menambahkan pohon-pohon baru. Keberadaan pohon menj adi pent ing dal am sebuah t aman, sel ain f ungsinya sebagai penghal ang (bar i er ) dan paru-paru kot a, j uga ada kesan t eduh yang dihadirkan sehingga memperkuat karakt er sebuah t aman.
Memf ungsikan kembal i parit , reservoir dan sumur yang ada pada t apak, sebagai el emen penunj ang sebuah t aman. Kedal aman parit disesuaikan dengan kedal aman Kal i Pepe sehingga mampu menampung air huj an dan mengont rol ket inggian air t anah.Gambar 5.15. Perlakuan terhadap beberapa bangunan eksisting
[sumber : sketsa pribadi]
Gambar 5.16. Perlakuan terhadap beberapa pohon eksisting
Pedest rian pada sisi t apak yang berbat asan dengan Jl . Jend. Sudirman, Jl . Mayor Kusmant o dan Jl . Kapt . Mul yadi diperl ebar beberapa met er sehingga mampu menampung l ebih banyak masyarakat yang ingin menyaksikan ki r ab-ki r ab budaya, sepert i saat Gr ebeg Sur o. Taman yang sebelumnya berada t epat dit epi j al an agak di t ar i k ke dalam sehingga memberikan ruang yang lebih lapang dan agar t idak mengal ami kerusakan sepert i umumnya yang t erj adi pada koridor-koridor j al an yang biasa dil al ui prosesi kirab.Gambar 5.17. Memfungsikan kembali elemen- elemen arsitektur yang ada
[sumber : sketsa pribadi]
Gambar 5.18. Gagasan tentang pedestrian [sumber : sketsa pribadi]
Sisi t apak bagian sel at an yait u yang berbat asan dengan Jl . Mayor Sunaryo diint egrasikan dengan area wisat a kul iner Gal abo (Gl adak Langen Bogan) dengan membuat pedest rian mul t if ungsi, siang hari dapat digunakan bagi pej al an kaki dan area berj ual an pedagang kaki l ima sedangkan mal am hari dapat digunakan sebagai t empat l apak-l apak wisat a kul iner. Pedest rian ini direncanakan dengan l ebar ± 6 met er sehingga ruang unt uk area berj ual an l ebih l ebar, sel ain it u dengan pedest rian yang l ebar t idak perl u l agi menut up Jl . Kol . Sunaryo dari l al u l int as kendaraan.
Unt uk merespon adanya air mancur yang ada diperempat an Gl adak, sebagai t it ik orient asi dan t et enger kawasan (l andmark), dit empat kanl ah plaza pada sudut sit e yang berbat asan dengan t it ik t ersebut . Sehingga nant inya orang bisa duduk-duduk, berkumpul sambil menikmat i kehadiran air mancur t ersebut .
Pada t it ik-t it ik t ert ent u pada sit e yang berbat asan dengan koridor j al an dil et akkan pl aza yang dil engkapi dengan t empat duduk. Pl aza ini bisa menj adi semacam ruang sosial , t empat orang bisa bersant ai, berkumpul , berint eraksi, dan kemudian sal ing mengenal .5. 2.
Menentukan akses dan sirkulasi
“ hi dup-mat i r uang publ i k amat di t ent ukan ol eh aksesi bi l i t as. Semaki n banyak akses, semaki n mudah-l el uasa, semaki n i a hi dup. ”
John Gambar 5.19. Penempatan plaza di beberapa titik
tertentu pada site
Tahap sel anj ut nya adal ah menent ukan akses dan sirkul asi. Menurut St ephen Carr dal am buku “publ i k space” , ruang publik yang berkual it as harus memenuhi pal ing t idak 3 krit eria dasar, yait u r esponsi ve (t anggap t erhadap kebut uhan pengguna), democr at i c (menghargai semua orang unt uk menggunakan ruang publ ik dal am suasana kebebasan), sert a meani ngf ul (memberikan makna t ert ent u secara pribadi maupun kelompok).1
Ruang publ ik akan sepenuhnya menj adi ruang publ ik j ika bisa diakses ol eh publ ik sel uas-l uasnya, ol eh siapapun, kapanpun, dan darimanapun. Publ ik yang merupakan pej al an kaki at aupun yang memakai kendaraan pribadi maupun umum. Unt uk it u dit empat kan akses bagi pej al an kaki yait u dengan membuka perimet er sekel il ing t apak ke arah j al an sehingga t iap orang bisa memasuki sit e dari sel uruh sisi t apak, menghubungkan dengan pedest rian-pedest rian yang t el ah ada dan memperl ebar pedest rian yang ada sehingga akt ivit as yang nant inya muncul l ebih beragam. Dengan memperl ebar pedest rian yang ada, diharapkan muncul nya kegiat an-kegiat an spont an sepert i seni-j al anan, pr oduct -event , diskusi, bersepeda, j oggi ng, anak-anak berlari kesana-kemari, remaj a berol ahraga, orang mengakses int ernet l ewat l apt op-nya, anak- anak muda berint eraksi j arak j auh l ewat gadget -nya, event -or gani zer mengadakan konser musik, mahasiswa berpameran, bapak-bapak j alan-j alan dengan anj ing piaraannya, i bu-i bu menyusui bayinya, keluarga bert emu, pasangan kekasih berpacaran, pebisnis j anj i an bert emu, orang t ua mengaj ak j al an-j al an anaknya, orang sekedar l ewat ist irahat duduk di at as rumput , dl l .
1 Diambil dari artikel kajian fungsi ruang terbuka dikawasan simpang lima semarang terhadap central business district di pusat kota oleh Yulanda Rif’an ST, MT termuat dalam buku Teori dan Kajian Ruang Publik Kota, Ir, Edy Darmawan , M.Eng
Gambar 5.20. Membuka akses dari seluruh sisi site [sumber : sketsa pribadi]
Unt uk publ ik yang memakai kendaraan, dibuka ent r ance yang bisa diakses dari Jl. Jend. Sudirman dan Jl . Kapt en Mul yadi. Ent r ance ini kemudian t erhubung dengan area parkir. Unt uk kendaraan yang menuj u area parkir disediakan area dr op of f unt uk menurunkan penumpang.
Sirkul asi ut ama pada sit e berupa pedest rian dari dua arah ut ama yait u barat dan t imur. Sirkul asi dari arah barat merupakan kel anj ut an dari pedest rian Jl . Jend Sudirman sedangkan arah t imur dari Jl . Kapt en Mul yadi. Sikul asi ini menj adi semacam publ i c r out e menuj u bent eng. Keduanya saling bert emu pada t it ik t engah areal dalam t embok bent eng. Pada t it ik ini dit empat kan sebuah massa sebagai f okus kawasan. Fungsi yang coba dimasukkan pada massa t ersebut adal ah perpust akaan.
Gambar 5.21. Akses publik yang memakai kendaraan
[sumber : sketsa pribadi]
Gambar 5.22. Akses utama
Area sekel il ing t embok bent eng dimungki nkan unt uk diakses ol eh publ ik mel al ui al ur sirkul asi yang sal ing t erhubung. Unt uk it u dit empat kan pedest rian baik didal am maupun dil uar t embok bent eng sehingga publ ik maupun wisat awan dapat mel ihat kesel uruhan t embok bent eng dari dal am maupun dari l uar bent eng. Dimungkinkan j uga pengunj ung bisa naik ke at as t embok bent eng, yang memang ada semacam sel asar yang cukup l ebar yang dapat diakses. Dit empat kan pul a t empat duduk di sel asar t ersebut sehingga pengunj ung dapat menikmat i suasana kot a Surakart a maupun akt ivit as di Taman Budaya dari at as t embok bent eng.
Ada pembedaan sirkul asi. Dil uar t embok bent eng, al ur sirkul asi yang saya