• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Profil Jawa Pos

4. Proses Percetakan

Jika Tata Muka sudah selesai, maka hasilnya kemudian dicetak dalam bentuk film sebesar halaman koran. Film ini kemudian diserahkan bagian percetakan untuk kemudian dibuat hal yang sama tapi dalam bentuk plat aluminium, dan plat ini akan dilekatkan di mesin cetak untuk mencetak kertas korannya.

6

Pencetakan dilakukan menggunakan mesin cetak dengan sistem web, sistem ini mencetak koran dari bahan kertas yang masih gulungan/gelondongan. Dari mesin ini kemudian akan dicetak sejumlah koran yang telah dipesan oleh bagian Sirkulasi.

5. Pendistribusian

Koran yang sudah dicetak sebanyak yang dipesan bagian Sirkulasi/Pemasaran itu kemudian diserahkan ke bagian Sirkulasi dalam bentuk kemasan per 150/200 eksemplar. Kemudian akan diberi label & nota kirim sesuai pesanan dan dikirim ke Agen, pengecer lewat Darat. Para Agen dan pengecer itulah yang kemudian akan membagikan sampai pada pelanggan.

Agar pembaca diluar kota bisa menerima koran sama paginya dengan di dalam kota, maka Jawa Pos menerapkan Cetak Jarak Jauh ( Remote Printing).

SCJJ ini berupa pengiriman file-file jadi yang sudah dibuat oleh lay-out man ke daerah-daerah yang sudah terhubung networknya dengan Jawa Pos Surabaya. Kemudian file-file tersebut sama seperti disini, akan dipindah dalam bentuk alumunium, kemudian dicetak.

Dengan system ini maka selisih waktu yang terbuang dijalan (darat/udara) akan terkurangi, sehingga konsumen setempat akan menerima koran sama paginya dengan orang di Surabaya. (dokumen profil JawaPos).

7

Struktur Organisasi :

Pendiri/ Pemilik Bapak dan Anak

Direktur Utama

Dir. Produksi Dir. Pemasaran Dir.Keuangan

Pemimpin Redaksi Tabel 4: Struktur Organisasi Jawa Pos (Jawa Pos)

B. Temuan dan Sajian Data 1. TemuanData

Dahlan Iskan yang terjerat kasus korupsi karena dimintai tanda tangan oleh bawahan untuk penjualan aset PT.PWU Jawa Timur dewasa ini menjadi sorotan publik. Pertama, Dahlan Iskan dimintai keterangan sebagai saksi sebelum ditetapkan penyidik sebagai tersangka pada 27 Oktober 2016. Tidak hanya itu, Kepala Kejati Jatim Maruli Hutagalung juga memutuskan untuk menahan Dahlan sampai 20 hari mulai 27 Oktober 2016 hingga 15 November 2016. Sementara itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani mengungkapkan, penetapan tersangka dan penahanan Dahlan Iskan berpotensi menimbulkan diskursus baru dalam penegakan hukum. Pada satu sisi, kejaksaan memang memiliki kewenangan menyidik dan melakukan upaya paksa dalam pengusutan kasus korupsi. (Inilah

Dahlan Iskan

Azrul Ananda

Eddy Nugroho Leak Kustiya Andreas Didi

8

Pernyataan Heroik Dahlan Iskan Sebelum Ditahan Yang Menjadi Viral di Medsos,JawaPos 26/10).

Selain itu Guru besar hukum ekonomi Universitas Indonesia (UI) Erman Rajaguguk menyatakan, tidak semua kesalahan yang terjadi dalam BUMN atau BUMD harus dimintakan pertanggungjawaban hukum ke direksi. Menurut dia, ketika direksi sudah menunjuk pelaksana teknis, seharusnya tanggung jawab sudah melekat pada pelaksana teknis tersebut.

Karena itu, ketika dalam praktiknya pelaksana teknis menyeleweng atau melakukan penyimpangan, dialah yang harus bertanggung jawab. Menurut Erman, hal tersebut sudah jelas tertuang dalam KUHP. Erman selama ini termasuk ahli yang berpandangan bahwa kekayaan BUMN atau BUMD PT bukan termasuk kekayaan negara, tapi kekayaan negara yang sudah dipisahkan. Dengan demikian, ketika sudah menjadi aset yang telah dipisahkan, kerugian BUMN atau BUMD tidak bisa dianggap sebagai kerugian negara. (Inilah Pernyataan Heroik Dahlan Iskan Sebelum Ditahan Yang Menjadi Viral di Medsos,JawaPos 26/10).

Sebelum sidang perdana, Dahlan Iskan bersama team kuasa hukumnya mengajukan praperadilan kepada pengadilan, namun permintaan tersebut tidak dikabulkan dan harus melalui proses dakwahan.Dengan isu yang sedang berkembang dimasyarakat mengenai kasus korupsi yang dilakukan Dahlan Iskan tersebut, JawaPos rutin menerbitkan pemberitaan baik di media cetak maupun online. Bahkan dalam jawapos.com dalam sehari bisa menerbitkan 2-3 berita sekaligus. Dengan kasus korupsi yang sedang dialami oleh Dahlan tersebut,

9

seperti apa konstruksi yang dilakukan Jawa Pos dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan Dahlan Iskan. Maka berikut menjadi temuan data,

No TEMUAN INDIKATOR KETERANGAN

1. Jawa Pos pro Dahlan Iskan. Melakukan gerakan #savedahlaniskan.

Dilakukan oleh Radar Solo dan beberapa gerakan di Surabaya. 2. Keberpihakan Jawa Pos

dalam memberitakan kasus korupsi Dahlan Iskan

Analisis keenam berita Terbitan jawapos.com

3. Hasil framing berita menunjukan Jawa Pos berpihak pada Dahlan Iskan.

1. Minta Dahlan Tidak Ditahan, Fahri Hamzah Siap Pasang Badan. (Jumat, 28 Oktober 2016:dna/jpg).

2. Dipenjara, Nyawa Dahlan Iskan Dalam Bahaya. (Jum’at, 28 Oktober 2016:Galih Cokro). 3. Dukungan Moral #savedahlaniskan Terus Mengalir. (Rabu, 2 November 2016: Dite Surendra).

4. Dahlan Iskan Dipaksa

Terbitan jawapos.com bulan Oktober hingga November 2016.

10

Taken Pelimpahan. (Jum’at, 18 November 2016: Galih Cokro). 5. Perkara Dahlan Iskan Tak

Bisa Disidangkan Lagi. (Selasa, 22 November 2016 13:17: Galih Cokro). 6. Jaksa Paksa Bertemu

Dahlan Malam Malam di RS. (Rabu, 23 November 2016 12:30;atm).

Tabel 5 : olahan peneliti 1. Sajian Data

a. Analisis Framing Pemberitaan Dahlan Iskan (Oktober-November 2016)

Untuk menganalisis data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis framing model Zhongdhang Pan dan Robert M Kosicki. Dalam framing ini Zhongdhang Pan dan M Kosicki mengangkat 4 elemen utama untuk menganalisis pembingkaian berita yakni sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Empat elemen tersebut mencakup headline, lead, latar, kutipan, 5W+1H, majas, dan gambar.

Untuk mendapatkan hasil yang relevan, peneliti mengambil enam berita dari bulan Oktober dan November 2016. Berikut adalah analisis berita yang telah diterbitan jawapos.com pada bulan Oktober hingga November 2016.

11

1. Hasil analisis framing berita yang berjudul,” Minta Dahlan Tidak Ditahan, Fahri Hamzah Siap Pasang Badan,” adalah sebagai berikut:

STRUKTUR UNIT STRATEGI PENULISAN KETERANGAN

SINTAKSIS

Headline Minta Dahlan Tidak Ditahan, Fahri Hamzah Siap Pasang Badan

Headline

Lead Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah protes keras terhadap penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Paragraf 1

Latar mantan Menteri BUMN ini tidak perlu ditahan karena diyakini bukanlah sosok jahat yang bisa melarikan diri dari kasus yang tengah dihadapi.

Paragraf 2

Kutipan

Pernyataan 1. ”Dia ini kan orang Indonesia asli, mengakar, punya banyak teman, mantan pejabat negara, pernah dari dirut PLN,

12

Menteri BUMN, dan kongkrit kontribusinya. Bahkan pernah membantu Pak Jokowi sebagai tim sukses, setelah tidak meneruskan di pencalonan di Partai Demokrat. Jadi nggak perlu lah pakai nahan-nahan gitu," 2. “Lagipula, katanya,

Dahlan masih berstatus tersangka dan belum dikenakan sanksi hukum. "Jadi ini cara berfikir hukum modern, bahkan dalam konsep hukum modern ngapain nahan-nahan orang, dia punya hidupnya sendiri, kecuali kalau orang sudah

dihukum,"

3. "Dan kalau perlu jaminan, saya karena mengerti Pak

13

Dahlan, dari muda saya idolakan beliau sebagai wartawan senior, saya mau menjamin Pak Dahlan, karena dia nggak mungkin lari lah,"

Penutup "Dan kalau perlu jaminan, saya karena mengerti Pak Dahlan, dari muda saya idolakan beliau sebagai wartawan senior, saya mau menjamin Pak Dahlan, karena dia nggak mungkin lari lah," pungkas legislator asal NTB itu.

Paragraf 6

SKRIP Who Fahri Hamzah

What Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah protes keras terhadap penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Paragraf 1

Why mantan Menteri BUMN ini tidak perlu ditahan karena

14

diyakini bukanlah sosok jahat yang bisa melarikan diri dari kasus yang tengah dihadapi.

When Jum’at (28/10) 20:07 Paragraf 3 Where Senayan, Jakarta Paragraf 3 How Fahri pun mengaku siap

menjadi penjamin Dahlan agar tidak perlu adanya penahanan. Paragraf 5 TEMATIK Detil, Koherensi, Bentuk Kalimat

1. "Dia ini kan orang

Indonesia asli, mengakar, punya banyak teman, mantan pejabat negara, pernah dari dirut PLN, Menteri BUMN, dan kongkrit kontribusinya. Bahkan pernah membantu Pak Jokowi sebagai tim sukses, setelah tidak meneruskan di pencalonan di Partai Demokrat. Jadi nggak perlu lah pakai

15

nahan-nahan gitu,"

RETORIS Leksikon Sosok Jahat = Orang Jahat Paragraf 2

Grafis Foto

Metafora Tabel 6: Analisis Berita 1

Berikut adalah penjelasan mengenai tabel diatas,

Frame Jawa Pos dalam konstruksi pemberitaan kasus korupsi Dahlan Iskan dapat dilihat dari, pertama Sintaksis. Pada edisi Jumat, 28 Oktober 2016 20:07 Jawapos menerbitkan dengan judul,”Minta Dahlan Tidak Ditahan, Fahri Hamzah Siap Pasang Badan”. Dari judul pada edisi ini terlihat bahwa Jawa Pos ingin meyakinkan pembaca bahwa Dahlan bukan orang jahat dengan membuat judul menggunakan nama wakil DPR.

Kemudian pada lead,”Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah protes keras terhadap penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.” Selain di judul diperlihatkan bahwa seorang wakil Ketua DPR siap pasang badan, Jawa Pos menampilkan lead dengan aksi yang dilakukan Fahri Hamzah yakni protes terhadap Kejaksaan Tinggi.

Latar informasi berisi tentang, mantan Menteri BUMN ini tidak perlu ditahan karena diyakini bukanlah sosok jahat yang bisa melarikan diri dari kasus yang tengah dihadapi. Informasi ini dikemukakan oleh wakil ketua DPR Fahri

16

Hamzah yang didukung dengan pernyataan-pernyataan lanjutan di paragraf berikutya.

Dalam edisi ini tidak terdapat kutipan narasumber sebagai sumber informasi terkait pemberitaan kasus korupsi Dahlan Iskan. Namun lebih ke pernyataan dari narasumber.

Pada analisis Skrip dapat dilihat dari kelengkapan unsur berita yakni 5W+1H yaitu: (Who) Fahri Hamzah, (What) Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah protes keras terhadap penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, (Why) mantan Menteri BUMN ini tidak perlu ditahan karena diyakini bukanlah sosok jahat yang bisa melarikan diri dari kasus yang tengah dihadapi, (When) Jumat, 28 Oktober 2016 20:07, (Where) Senayan Jakarta. Yang ditonjolkan dari berita ini adalah aspek what yakni Fahri Hamzah protes keras terhadap penahanan Dahlan Iskan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa Jawa Pos ingin pembacanya menafsirkan bahwa penahanan Dahlan Iskan memang sebuah kesalahan.

Dalam unsur tematik, Jawa Pos mengambil pernyataan Fahri Hamzah sebagai detil dari aksi yang dilakukannya. Disini dituliskan bahwa pernyataan Fahri Hamzah menjelaskan latar belakang Dahlan Iskan yakni "Dia ini kan orang Indonesia asli, mengakar, punya banyak teman, mantan pejabat negara, pernah dari dirut PLN, Menteri BUMN, dan kongkrit kontribusinya. Bahkan pernah membantu Pak Jokowi sebagai tim sukses, setelah tidak meneruskan di pencalonan di Partai Demokrat. Jadi nggak perlu lah pakai nahan-nahan gitu,"

17

Pada analisis Retoris, Jawa Pos memperlihatkan dengan perangkat Leksikon untuk menonjolkan yakni berupa kata bukan sosok jahat. Sosok jahat disini bisa saja diganti dengan kata bukan orang jahat yang lebih halus maknanya. Namun, dalam berita ini digunakan sosok jahat untuk perlakuan kejaksaan yang semena-mena terhadap Dahlan. Selain leksikon, Jawa Pos juga menggunakan grafis berupa foto untuk edisi ini.

2. Hasil analisis Framing dari berita,” Dipenjara, Nyawa Dahlan Iskan Dalam Bahaya.” Adalah sebagai berikut:

STRUKTUR UNIT STRATEGI PENULISAN KETERANGAN

SINTAKSIS

Headline Dipenjara, Nyawa Dahlan Iskan Dalam Bahaya

Headline

Lead Sejak ditahan di rumah tahanan Medaeng Kamis malam (27/10), nyawa Dahlan Iskan dalam bahaya. Ya, setelah menjalani transplantasi hati pada 6 Agustus 2007, segala sesuatu yang dikonsumsi maupun di sekitar Dahlan harus memenuhi standar tertentu. Sekali standar

18 tersebut dilanggar,

kesehatannya berada dalam bahaya besar.

Latar Sebagaimana diterangkan dalam surat Sun Xiaoye, ahli di Departemen

Transplantasi Tianjin First Centre Hospital (TFCH), Dahlan harus menjalani sekian banyak medical follow-up untuk menjaga badannya tetap sehat Sebab, setiap pasien transplantasi hati memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengalami infeksi.

Paragraf 2

Kutipan Sebagaimana diterangkan dalam surat Sun Xiaoye, ahli di Departemen

Transplantasi Tianjin First Centre Hospital (TFCH), Dahlan harus menjalani sekian banyak medical

19

follow-up untuk menjaga badannya tetap sehat Sebab, setiap pasien transplantasi hati memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengalami infeksi.

Pernyataan 1. “Dengan pemicu sedikit saja, infeksi dapat

muncul. "Apabila infeksi serius terjadi, itu bisa menyebabkan pasien harus dilarikan ke ICU. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit

menyelamatkan pasien,"

Paragraf 5

Penutup Sayang, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak

memedulikan surat dari rumah sakit itu. Mereka dengan semena-mena menahan Dahlan meski hal tersebut membahayakan nyawanya.

20

SKRIP Who Dahlan Iskan, Sun Xiaoye What Sejak ditahan di rumah

tahanan Medaeng Kamis malam (27/10), nyawa Dahlan Iskan dalam bahaya.

Paragraf 1

Why setelah menjalani transplantasi hati pada 6 Agustus 2007, segala sesuatu yang dikonsumsi maupun di sekitar Dahlan harus memenuhi standar tertentu. Sekali standar tersebut dilanggar,

kesehatannya berada dalam bahaya besar.

Paragraf 1

When Kamis malam Paragraf 1 Where rumah tahanan Medaeng Paragraf 1 How

TEMATIK Detil, Koherensi, Bentuk Kalimat

Dengan pemicu sedikit saja, infeksi dapat muncul. "Apabila infeksi serius terjadi, itu bisa menyebabkan pasien harus

21

dilarikan ke ICU. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit menyelamatkan pasien," jelas Sun Xiaoye dalam suratnya.

Dalam penjara, tentu saja kondisi yang dibutuhkan Dahlan itu sangat sulit untuk dipenuhi. Berkumpul dengan banyak orang, risiko dia tertular penyakit orang-orang yang berada di dekatnya akan sangat besar.

RETORIS Leksikon

Grafis Foto

Metafora Tabel 7: Analisis Berita 2

22

Frame Jawa Pos dalam konstruksi pemberitaan kasus korupsi Dahlan Iskan dapat dilihat dari, pertama Sintaksis. Pada edisi Jumat, 28 Oktober 2016 20:07 Jawapos menerbitkan dengan judul,”Dipenjara, Nyawa Dahlan Iskan Dalam Bahaya.” Dari judul tersebut bisa dilihat bahwa Jawa Pos menunjukan sikap Kejaksaan yang semena-mena.

Kemudian dari Lead, Sejak ditahan di rumah tahanan Medaeng Kamis malam (27/10), nyawa Dahlan Iskan dalam bahaya. Ya, setelah menjalani transplantasi hati pada 6 Agustus 2007, segala sesuatu yang dikonsumsi maupun di sekitar Dahlan harus memenuhi standar tertentu. Sekali standar tersebut dilanggar, kesehatannya berada dalam bahaya besar. Dari lead tersebut dapat dilihat bahwa Dahlan Iskan yang belum lama menjalani transplantasi hati kondisinya memang harus dijaga terlebih ia sedang dalam penjara.

Pada latar informasi Jawa Pos mengambil kutipan Sebagaimana diterangkan dalam surat Sun Xiaoye, ahli di Departemen Transplantasi Tianjin First Centre Hospital (TFCH), Dahlan harus menjalani sekian banyak medical follow-up untuk menjaga badannya tetap sehat Sebab, setiap pasien transplantasi hati memiliki risiko yang sangat tinggi untuk mengalami infeksi. Latar informasi ini digunakan Jawa Pos untuk memperkuat alasan mengapa Dahlan tidak harus ditahan. Selain itu Jawa Pos juga menyantumkan beberapa pernyataan dalam berita ini seperti, “Dengan pemicu sedikit saja, infeksi dapat muncul. "Apabila infeksi serius terjadi, itu bisa menyebabkan pasien harus dilarikan ke ICU. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit menyelamatkan pasien," pernyataan ini juga

23

digunakan untuk memperkuat informasi-informasi diatas agar pembaca tau bahwa kejaksaan memang berlaku semena-mena.

Pada analisis Skrip dapat dilihat dari unsur kelengkapan berita yakni 5W+1H yaitu: (Who) Dahlan Iskan, (What) Sejak ditahan di rumah tahanan Medaeng Kamis malam (27/10), nyawa Dahlan Iskan dalam bahaya. (Why) setelah menjalani transplantasi hati pada 6 Agustus 2007, segala sesuatu yang dikonsumsi maupun di sekitar Dahlan harus memenuhi standar tertentu. Sekali standar tersebut dilanggar, kesehatannya berada dalam bahaya besar. (When) Kamis malam, (Where) Rumah Tahanan Medaeng). Dari analisis skriptersebut hal yang ditonjolkan adalan aspek (Why) yakni penjelasan mengapa nyawa Dahlan Iskan dalam bahaya.

Pada analisis Tematik Jawa Pos menonjolkan detil mengenai efek yang diakibatkan pada kondisi Dahlan Iskan dan dengan pernyataan dari Sun Xiaoye yakni Dengan pemicu sedikit saja, infeksi dapat muncul. "Apabila infeksi serius terjadi, itu bisa menyebabkan pasien harus dilarikan ke ICU. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit menyelamatkan pasien," jelas Sun Xiaoye dalam suratnya.

Dalam penjara, tentu saja kondisi yang dibutuhkan Dahlan itu sangat sulit untuk dipenuhi. Berkumpul dengan banyak orang, risiko dia tertular penyakit orang-orang yang berada di dekatnya akan sangat besar.Kemudian pada analisis Retoris Jawa Pos menggunakan Foto dalam berita ini.

24

3. Hasil analisis framing dari berita,”Dukungan #savedahlaniskan Terus Mengalir,” adalah sebagai berikut:

STRUKTUR UNIT STRATEGI PENULISAN KETERANGAN

SINTAKSIS

Headline Dukungan #savedahlaniskan Terus Mengalir

Headline

Lead Gerakan #SaveDahlanIskan terus menggema di berbagai daerah di tanah air. Setiap hari selalu ada masyarakat yang menggalang tanda tangan untuk mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan.

Paragraf 1

Latar Setiap hari selalu ada

masyarakat yang menggalang tanda tangan untuk

mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan

25

korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan.

Kutipan

Pernyataan "Ini bentuk rasa syukur kami karena tuntutan kami

dikabulkan,"

Paragraf 4

Penutup Kalangan kampus juga menyuarakan dukungan untuk Dahlan. Kemarin mahasiswa Universitas Khairun di Ternate, Maluku Utara, menyuarakan gerakan #SaveDahlanIskan.

Bertempat di kampus B, mereka menandatangani kain putih dukungan agar Dahlan segera mendapatkan keadilan

Paragraf 7

SKRIP Who Dahlan Iskan, Dahlanisme What Gerakan #SaveDahlanIskan

terus menggema di berbagai daerah di tanah air.

26

Why Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan.

Paragraf 1

When 12:00 Paragraf 3

Where Rumah Dahlan Iskan Paragraf 3 How Simpatisan yang

mengatasnamakan diri Dahlanisme mendatangi rumah Dahlan di Sakura Regency, Ketintang, kemarin. Mereka melaksanakan nazar untuk cukur gundul lantaran Dahlan tidak lagi ditahan di Rutan Medaeng. Sejak dua hari lalu, status Dahlan sudah berubah menjadi tahanan kota. Paragraf 2 TEMATIK Detil, Koherensi, Bentuk Kalimat Gerakan #SaveDahlanIskan terus menggema di berbagai daerah di tanah air. Setiap hari selalu ada masyarakat yang menggalang tanda

27

tangan untuk mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan.

RETORIS Leksikon Tudingan = tuduhan Paragraf 1

Grafis Foto

Metafora Tabel 8: Analisis Berita 3

Berikut adalah penjelasan dari analisis diatas,

Frame Jawa Pos dalam konstruksi pemberitaan kasus korupsi Dahlan Iskan dapat dilihat dari, pertama Sintaksis. Pada edisi Jumat, 28 Oktober 2016 20:07 Jawapos menerbitkan dengan judul,”Dukungan #savedahlaniskan Terus Mengalir,” dari judul tersebut Jawa Pos menunjukan bahwa Dahlan mempunyai banyak pendukung dalam kasus yang sedang dialaminya. Tulisan ini mengindikasikan bahwa Dahlan memang tidak bersalah dan banyak yang mempercayai itu dengan memberikan berbagai dukungan.

Kemudian Lead terdapat tulisan Gerakan #SaveDahlanIskan terus menggema di berbagai daerah di tanah air. Setiap hari selalu ada masyarakat yang

28

menggalang tanda tangan untuk mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan. Dari tulisan ini dapat diartikan pendukung Dahlan Iskan yang sedang mengalami kasus korupsi memang banyak orang yang mendukungnya sebagai kasus yang sangat dipaksakan. Terlebih lagi, Jawa Pos ingin menunjukan sebuah tindakan positif terhadap Dahlan kepada pembaca.

Analisis latar informasi berisi Setiap hari selalu ada masyarakat yang menggalang tanda tangan untuk mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan. Sama halnya dengan lead, latar ini dapat diartikan bahwa banyaknya pendukung Dahlan Iskan dengan melihat kalimat yang ditulis oleh Jawa Pos yakni setiap hari. Dari kalimat tersebut terlihat pendukung Dahlan sangat begitu semangat menyampaikan dukungannya.

Pada analisa Skrip, dapat dilihat dari unsur kelengkapan berita yakni 5W+1H yaitu (Who) Dahlan Iskan, Dahlanisme, (What) Gerakan #SaveDahlanIskan terus menggema di berbagai daerah di tanah air, (Why) Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan, (When) 12:00, (Where) Rumah Dahlan Iskan, (How) Simpatisan yang mengatasnamakan diri Dahlanisme mendatangi rumah Dahlan di Sakura Regency, Ketintang, kemarin. Mereka melaksanakan nazar untuk cukur gundul lantaran Dahlan tidak lagi ditahan di Rutan Medaeng. Sejak dua hari lalu, status Dahlan sudah berubah menjadi tahanan kota. Dari aspek tersebut yang paling ditonjolkan adalah aspek what. Hal ini mengindikasikan

29

bahwa Jawa Pos ingin pembaca menyoroti bahwa pendukung atau dukungan untuk Dahlan Iskan ada diberbagai daerah.

Pada analisis Tematik, yang menjadi detil dari berita ini adalah Gerakan #SaveDahlanIskan terus menggema di berbagai daerah di tanah air. Setiap hari selalu ada masyarakat yang menggalang tanda tangan untuk mendukung mantan menteri BUMN itu melawan tudingan korupsi dari Kejaksaan Tinggi Jatim. Mereka menilai kasus yang menimpa Dahlan sangat dipaksakan. Kalimat tersebut menjadi detil berita karena memang segala tujuan yang ingin Jawa Pos capai ada di paragraf tersebut.

Analisis Retoris, Jawa Pos memperlihatkan dengan perangkat Leksikon untuk menonjolkan yang berupa kata-kata misalnya pada paragraf pertama yakni tudingan yang seharusnya bisa lebih formal lagi menjadi tuduhan. Selain itu, Jawa Pos juga menggunakan grafis berupa foto untuk berita ini.

4. Berikut analisis framing berita “Dahlan Iskan Dipaksa Taken Pelimpahan” STRUKTUR UNIT STRATEGI PENULISAN KETERANGAN

SINTAKSIS

Headline Dahlan Iskan Dipaksa Taken Pelimpahan

Lead Penyidik Kejati Jatim benar-benar bernafsu untuk

menggugurkan praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan di Pengadilan Negeri

30

Surabaya. Hanya, cara mereka nakal. Jaksa

Dokumen terkait