• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Perubahan Bunyi Kata Serapan dari BA ke dalam BI dibidang Kebudayaan

HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil

3.2.1. Proses Perubahan Bunyi Kata Serapan dari BA ke dalam BI dibidang Kebudayaan

Adapun proses perubahan bunyi kata serapan dari BA ke dalam BI dibidang kebudayaan sebagai berikut:

Bahasa Arab Bahasa Indonesia

1.

ٌ ٌ الَْعِا

/iʕla:nũn/ Iklan

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ِ_ /

[i] Pendek, tinggi, depan, tak bulat [i] Tinggi, depan, tidak bulat

/ع/

[ʕ] Frikatif, faringal, bersuara [k] Afrikatif, velar, tidak bersuara

/ل/

[l] Lateral, alveolar, bersuara [l] Lateral, alveolar, bersuara

/ ا_ ا /

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/ٌ/

[n] Nasal, alveolar, bersuara [n] Nasal, alveolar, bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (1) peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi jenis lenisi (lenition) atau pelemahan bunyi konsonan

/ع/

[ʕ] frikatif, faringal, bersuaradalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [k] afrikatif, velar, bersuara dalam bahasa Indonesia karena bunyi

/ع/

[ʕ] dalam bahasa Arab lebih kuat dari pada bunyi [k] dalam bahasa Indonesia.

37

Proses selanjutnya adalah adanya penghilangan bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi [a]

rendah, tengah, tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

2.

ٌ دْلاو

/waqtũn/ Waktu

Klaifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/و/

[w]Semi-vokal, bilabial, bersuara [w] Semi-vokal, bilabial, bersuara

/ا_ /

[a] Pendek, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/ق/

[q] Hambat, uvular, tak bersuara [k] Afrikatif, velar, tidak bersuara

/خ/

[t] Hambat, dental, tak bersuara [t] Plosif, dental, tidak bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal [u] Tinggi, belakang, bulat

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (2) peneliti menemukan adanya proses penggantian bunyi konsonan

/ق/

[q] hambat, uvular, tak bersuara dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [k] afrikatif, velar, tidak bersuara dalam bahasa Indonesia. Proses perubahan ciri bunyi yang terjadi adalah berdasarkan cara ucap uvular yaitu bunyi yang diperoleh dari langit-langit lunak dan anak tekak, serta akar lidah pada titik artikulasi dalam bahasa Arab menjadi bunyi velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah yang mendekati atau menempel pada langit-langit lunak pada titik artikulasi bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

38

3.

ٌ ٌااي آ

/a:ma:nũn/ Aman

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/~/

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/و/

[m] Nasal, bilabial, bersuara [m] Nasal, bilabial, bersuara

/ ا_ ا /

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/ٌ/

[n] Nasal, alveolar, bersuara [n] Nasal. Alveolar, bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (3) peneliti menemukan adanya proses penggantian bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi [a] rendah, tengah, tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

4.

ٌ حان آ

/a:latũn/ Alat

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/~/

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah tidak bulat

/ل/

[l] Lateral, alveolar, bersuara [l] Lateral, alveolar, bersuara

/ا_/

[a] Pendek, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah tidak bulat

/ج /

[t] Hambat, dental, tak bersuara [t] Plosif, dental, tidak bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

39

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (4) peneliti menemukan adanya penggantian bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi [a] rendah, tengah tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

5.

ٌ ج ذِئااف

/fa:ʔidatũn/ Faedah

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ف/

[f] Frikatif, labio-dental, tak bersuara [f] Frikatif, labio-dental, tidak bersuara

/ٌاا_/

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/ء/

[ʔ] Hambat, glotal, tak bersuara

/ِ_ /

[i] Pendek, tinggi, depan, tak bulat [e] Sedang, depan, tidak bulat

/د/

[d] Hambat, dental, bersuara [d] Hambat, dental, bersuara

/ا_ /

[a] Pendek, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/ج /

[t] Hambat, dental, tak bersuara [h] Frikatif, glotal, tidakbersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (5) peneliti menemukan adanya penggantian bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi [a] rendah, tengah, tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

40

Proses selanjutnya, adanya penghilangan bunyi konsonan

/ء/

[ʔ] hambat, glotal, tak bersuara dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya, adanya penggantian bunyi vokal

/ِ_ /

[i] pendek, tinggi, depan, tak bulat dalambahasa Arab menjadi bunyi vokal [e] sedang, depan, tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

Proses selanjutnya, adanya penggantian bunyi konsonan

/ج/

[t] hambat, dental, tidak bersuara dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [h] frikatif, glotal, tidak bersuara dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

6.

ٌ ٍِعْشُك

/kursijjũn/ Kursi

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/

ن

/ [k] Hambat, velar, tak bersuara [k] Afrikatif, velar, tidak bersuara

/ُ_/

[u] Pendek, tinggi, bulat, belakang [u] Tinggi, belakang, bulat

/س/

[r] Getar, alveolar, bersuara [r] Trill, alveolar, bersuara

/ط/

[s] Frikatif, alveolar, tak bersuara [s] Frikatif, alveolar, tidak bersuara

/ِ_ /

[i] Pendek, tinggi, depan, tak bulat [i] Tinggi, depan, tidak bulat

/ٞ/

[j] Semi-vokal, palatal, bersuara

/ٞ/

[j] Semi-vokal, palatal, bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

41

Dari data (6) peneliti menemukan adanya proses penghilangan gugus konsonan(cluster reduction)

/ٞ/

[j] semi-vokal, palatal, bersuara dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

7.

ٌ خاادااع

/ʕa:da:tũn/ Adat

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ع/

[ʕ] Frikatif, faringal, bersuara

/ٌاا_ /

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat[a] Rendah, tengah, tidak bulat

/د/

[d] Hambat, dental, bersuara [d] Plosif, dental, bersuara

/ٌاا_ /

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/خ /

[t] Hambat, dental, tak bersuara [t] Plosif, dental, tidak bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (7) peneliti menemukan adanya penghilangan bunyi konsonan

/ع/

[ʕ] frikatif, faringal, bersuara dalam bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Selanjutnya, adanya penggantian bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi [a] rendah, tengah, tidak bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

42

8.

ٌ طىُياال

/qa:mu:sũn/ Kamus

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ق/

[q] Hambat, uvular, tak bersuara [k] Afrikat, velar, tidak bersuara

/ _ ٌاا /

[a:] Panjang, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tidak bulat

/و/

[m] Nasal, bilabial, bersuara [m] Nasal, bilabial, bersuara

/وُ_ /

[u:] Panjang, tinggi, bulat, belakang [u] Tinggi, belakang, bulat

/ط/

[s] Frikatif, alveolar, tak bersuara [s] Frikatif, alveolar, tidak bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (8) peneliti menemukan adanya proses penggantian bunyi konsonan

/ق/

[q] hambat, uvular, tak bersuara dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [k] afrikatif, velar, tidak bersuara dalam bahasa Indonesia. Proses perubahan ciri bunyi yang terjadi adalah berdasarkan cara ucap uvular yaitu bunyi yang diperoleh dari langit-langit lunak dan anak tekak, serta akar lidah pada titik artikulasi dalam bahasa Arab menjadi bunyi velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah yang mendekati atau menempel pada langit-langit lunak pada titik artikulasi bahasa Indonesia.

Selanjutnya, adanya penggantian bunyi vokal panjang

/ ا_ ا /

[a:] panjang, sedang, tengah, tak bulat dalam bahasa Arab berubah menjadi bunyi vokal [a]

rendah, tengah, tidak bulat dalam bahasa Indonesia. Kemudian adanya penggantian bunyi vokal panjang

/وُ_ /

[u:] panjang, tinggi, bulat, belakang dalam bahasa Arab menjadi bunyi vokal [u] tinggi, belakang, bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

43

9.

ٌ ظاط ْشِل

/qirʈasũn/ Kertas

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ق/

[q] Hambat, uvular, tak bersuara [k] Afrikatif, velar, tak bersuara

/ِ_ /

[i] Pendek, tinggi, depan, tak bulat [e] Sedang, depan, tak bulat

/س/

[r] Getar, alveolar, bersuara [r] Trill, alveolar, bersuara

/ط/

[ʈ] Hambat, dental, tak bersuara [t] Hambat, dental, tak bersuara

/ا_/

[a] Pendek, sedang, tengah, tak bulat [a] Rendah, tengah, tak bulat

/ط/

[s] Frikatif, alveolar, tak bersuara [s] Frikatif, alveolar, tak bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (9) peneliti menemukanadanya proses penggantian bunyi konsonan

/ق/

[q] hambat, uvular, tak bersuara dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [k] afrikatif, velar, tidak bersuara dalam bahasa Indonesia. Proses perubahan ciri bunyi yang terjadi adalah berdasarkan cara ucap uvular yaitu bunyi yang diperoleh dari langit-langit lunak dan anak tekak, serta akar lidah pada titik artikulasi dalam bahasa Arab menjadi bunyi velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah yang mendekati atau menempel pada langit-langit lunak pada titik artikulasi bahasa Indonesia.

Selanjutnya, adanya penggantian bunyi vokal

/ِ_ /

[i] tinggi, depan, tak bulat dalam bahasa Arab menjadi bunyi vokal [e] sedang, depan, tak bulat dalam bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Indonesia. Hal ini termasuk ke dalam proses apokope yaitu penghilangan bunyi vokal pada akhir kata.

44

10.

ٌ سْىُثُل

/qubu:rũn/ Kuburan

Klasifikasi bunyi: klasifikasi bunyi:

/ق/

[q] Hambat, uvular, tak bersuara [k] Afrikatif, velar, tidak bersuara

/ُ_/

[u] Pendek, tinggi, bulat, belakang [u] Belakang, atas, bulat

/ب/

[b] Hambat, bilabial, bersuara [b] Plosif, bilabial, bersuara

/وُ_ /

[u:] Panjang, tinggi, bulat, belakang [u] Tinggi, belakang, bulat

/س/

[r] Getar, alveolar, bersuara [r] Trill, alveolar, bersuara / ٌ_/ [ũn] Vokal nasal [a] Rendah, tengah, tidak bulat

[n] Nasal, alveolar, bersuara

Berdasarkan data di atas, peneliti menemukan adanya proses perubahan bunyi dari BA ke dalam BI. Agar lebih jelas, peneliti membahas data tersebut seperti berikut ini:

Dari data (10) peneliti menemukan adanya proses penggantian bunyi konsonan

/ق/

[q] hambat, uvular, tak bersuara dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [k] afrikatif, velar, tidak bersuara dalam bahasa Indonesia. Proses perubahan ciri bunyi yang terjadi adalah berdasarkan cara ucap uvular yaitu bunyi yang diperoleh dari langit-langit lunak dan anak tekak, serta akar lidah pada titik artikulasi dalam bahasa Arab menjadi bunyi velar yaitu bunyi yang dihasilkan oleh belakang lidah yang mendekati atau menempel pada langit-langit lunak pada titik artikulasi bahasa Indonesia.

Kemudian adanya penggantian bunyi vokal panjang

/وُ_ /

[u:] panjang, tinggi, bulat, belakang dalam bahasa Arab menjadi bunyi vokal [u] tinggi, belakang, bulat dalam bahasa Indonesia..

Kemudian adanya penghilangan bunyi vokal nasal / ٌ_/ [ũn] dalam bahasa Arab menjadi bunyi konsonan [a] rendah, tengah, tidak bulat dan bunyi konsonan [n] nasal, alveolar, bersuara dalam bahasa Indonsia.

45

3.2.2. Proses Perubahan Bunyi Kata Serapan dari BA ke dalam BI dibidang