PELAKSANAAN KULIAH KERJA MEDIA
B. FOCUS OF INTEREST
3. Proses Produksi Program Berita Liputan 6 Siang SCTV
1. Pra Produksi a. Rapat redaksi
Rapat redaksi dilaksanakan secara rutin setiap hari, yang dihadiri oleh kepala departemen pemberitaaan, kepala departemen peliputan, produser dan koordinator liputan. Rapat redaksi ini membahas tentang penentuan berita yang akan diliput oleh tim liputan, angle berita apa yang harus diangkat, durasi setiap berita dan format berita yang akan dibuat oleh reporter untuk kemudian ditayangkan.
b. Plotting
Dari hasil rapat redaksi tersebut, maka dapat diperoleh plotting, yaitu daftar pembagian tugas tim liputan yang berisi materi berita dan lokasinya. Tim liputan akan bertugas dan ditempatkan berdasarkan kredibilitas reporter, yakni reporter bidang Ekbis (Ekonomi dan bisnis), reporter non ekbis, reporter polkam (wartawan RI 1 dan RI 2 yang khusus meliput di Istana Kepresidenan), reporter sosmas (sosial dan masyarakat).
2. Produksi (liputan)
Setelah reporter dan kameramen melihat plottingan di meja redaksi dan mengambil acuan pertanyaan serta nomor telepon pihak terkait. Kemudian mereka segera mempersiapkan peralatan untuk liputan ke lapangan, yaitu pengambilan
kamera, tripod, kaset dan baterai di ruangan logistik. Setelah itu mereka memesan sopir di lantai 7/basement dengan cara menelpon untuk mengantarkan ke lokasi liputan.
Untuk materi berita yang pelaksanaan wawancaranya membutuhkan janji terlebih dulu, maka sebelum berangkat ke lokasi liputan, reporter Liputan 6 harus menghubungi narasumber untuk memastikan keberadaan lokasi dan waktunya Kemudian setelah sampai di lokasi, reporter dan kameramen segera menemui narasumber untuk melakukan wawancara dan pengambilan gambar, untuk menggali lebih dalam tentang suatu fakta atau pernyataan dari suatu moment atau peristiwa.
Sedangkan untuk liputan yang sifatnya harus menunggui suatu moment penting atau menunggu seorang narasumber, maka tim liputan harus rela menunggu sampai berita diperoleh. Namun bila jam kerja tim liputan regular sudah habis, sementara berita belum berhasil dihimpun, maka tim liputan reguler tersebut boleh pulang dan liputan akan dilanjutkan oleh reporter continuity atau akan ada kontributor yang datang.
Setelah reporter dan kameramen mendapatkan fakta-fakta atau informasi yang cukup, yang artinya liputan sudah selesai, maka mereka langsung menuju ke kantor. Namun, jika berita yang diperoleh tersebut harus segera disiarkan dan terdesak oleh waktu, kantor akan mengirim seorang messenger untuk
mengambil kaset tersebut untuk dibawa ke redaksi Liputan 6. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses pengiriman kaset dan data-data untuk sampai ke redaksi, karena seorang messenger mengendarai sepeda motor sehingga lebih cepat sampai ke kantor. Selain alasan waktu tersebut, biasanya tim liputan ini juga mendapatkan tugas liputan ke lokasi lain lagi, sehingga data atau fakta yang diperoleh dari hasil liputan pertama tadi bisa segera diproses di redaksi.
3. Pasca Produksi
a. Memasukkan rekaman hasil liputan (Ingest)
Setelah tim Liputan 6 sampai di kantor, reporter atau kameramen menyerahkan kaset pada editor untuk di Ingest (mentransfer rekaman hasil liputan dari kaset ke komputer utama). Kaset kemudian diberi tanggal dan keterangan time code-nya. Setelah data ditransfer, kaset dimasukkan ke ruang library untuk dijadikan arsip perusahaan. Data yang telah sudah ditransfer langsung bisa diambil secara online oleh editor dan reporter untuk diproses. Untuk mengakses secara online hasil berita, seluruh tim produksi Liputan 6 diberi hak akses berupa login ID.
b. Penulisan Naskah
Tim liputan berkoordinasi dengan koordinator liputan, produser dan editor tentang hasil liputan untuk pembuatan naskah apakah didubbing atau dibaca oleh presenter, gambar mana yang dipakai dan menentukan format beritanya seperti apa agar bisa disesuaikan dengan penulisan naskah serta penentuan durasi dan waktu tayangnya.
Selanjutnya, reporter menulis naskah berita sesuai dengan format berita yang akan disajikan dan tentu juga menyesuaikan dengan gambarnya. Dalam penulisan naskah berita, reporter menggunakan software INews, yaitu software yang didesain untuk penggunaan secara online.
c. Editing
Naskah kemudian dilihat oleh editor, koordinator liputan dan produser untuk proses pengeditan naskah, kelengkapan data dan mempertimbangkan angle berita yang lebih menarik dan dilanjutkan untuk proses pendubbingan bila perlu didubbing, untuk kemudian dipadukan dengan gambar oleh editor.
Editing gambar dilakukan dengan menggunakan software Avid News Cutter. SCTV sudah memiliki lisensi dari perusahaan Avid untuk penggunaan softwarenya. Lisensi
software ini cukup mahal dan hanya bisa digunakan bila sudah membeli ijin dari perusahaan Avid News Cutter sehingga tidak sembarang orang bisa menggunakan software ini.
Format penyajian berita Liputan 6 SCTV, diantaranya adalah:
1. Reader (RDR) adalah berita pendek yang dibacakan oleh presenter di studio tanpa dilengkapi visual maupun grafik ketika program berita masih live.
2. Voice Over (VO) adalah video atau gambar pendek diiringi naskah yang dibacakan penyiar berita.
3. VO-Grafik adalah format berita televisi yang naskah berita seluruhnya dibacakan oleh penyiar. Namun, gambar pendukungnya hanya berupa tulisan dan grafik.
4. Sound of Tape (SOT) adalah kutipan pernyataan dari narasumber yang ditayangkan setelah penyiar memberikan pengantar atau membacakan kepala berita (lead-in).
5. Voice Over-Sound on Tape (VO-SOT) adalah berita televisi yang memadukan antara voice over dengan sound of tape. 6. Package (PKG) adalah format berita yang lead-in nya
dibacakan penyiar, tetapi isi berita dibacakan oleh dubber kemudian direkam dalam pita kaset.
7. Live on Cam (LOC) adalah presenter di studio berbicara langsung dengan reporter yang melaporkan dari tempat kejadian, sementara program berita masih on air.
8. Live on Tape (LOT) adalah format berita yang direkam secara langsung di tempat kejadian, namun siaran beritanya ditunda.
9. Live by Phone adalah format berita televisi yang disiarkan secara langsung dari tempat kejadian menggunakan telepon ke studio.
10. Phone Record adalah format berita yang direkam secara langsung dari lokasi liputan tetapi disiarkannya ditunda. Format ini hanya digunakan bila sebelumnya sudah diperkirakan akan ada gangguan teknis pada saat dilaporkan secara langsung.
11. Visual News adalah format berita yang hanya menyajikan gambar-gambar menarik dan dramatis. Presenter hanya mengantarkan lead berita, kemudian VTR-man segera memutarkan video gambar yang disisipkan redaksi.
12. Vox Pop merupakan kependekan dari Vox Populi (bahasa Latin) yang berarti suara rakyat. Ini bukan format berita, tetapi biasa dgunakan untuk melengkapi format berita yang ada. Biasanya berupa komentar atau harapan masyarakat atas berita tertentu.
d. Penyusunan Rundown Berita
Setelah proses pengeditan selesai, maka hasilnya segera bisa diambil secara online oleh tim produksi Liputan 6. Produser segera membuat rundown berita yang akan ditayangkan dan memperhitungkan waktu tayangnya (durasi). Penyusunan rundown berdasarkan bobot berita yaitu dari yang paling penting ke berita yang ringan, dari hard news ke soft news.
Penyusunan rundown mengarah kepada playlist yang akan di putar oleh seorang Program Director (PD) yang bertugas di Master Control Room sehingga akan tersinkronisasi untuk penayangan Liputan 6 Siang.
Setelah rundown selesai dibuat, maka PD (Program Director) yang bertugas pada saat itu, segera mendownload hasil berita yang akan ditayangkan, melihat rundown kemudian mengedit berita yang dipakai untuk scoring atau cuplikan berita utama.
e. Proses Presenting (Penayangan) Program Berita Liputan 6 Siang SCTV
1. Persiapan di studio
Studio yang digunakan untuk penayangan live Liputan 6 Siang adalah di depan ruang redaksi Liputan 6 lantai 9. Tim produksi yang bertugas di studio adalah 3 orang kameramen yang mengambil gambar presenter di studio. Kameramen mendapatkan instruksi dari PD melalui headphone yang tersambung dengan master control.
Peralatan produksi yang berada di studio, antara lain: a. 3 Kamera, kamera utama dilengkapi teleprompter b. 2 Layar monitor TV
c. 1 LCD TV d. Lampu (lighting)
Tim produksi yang bertugas di studio: a. 3 kameramen
b. Presenter
2. Persiapan di master control
Peralatan produksi di master control Liputan 6 SCTV: a. Layar monitor
b. Audio mixer c. Komputer
d. Switcher e. Teleprompter f. Microphone
Seluruh kru master control yang bertugas sesuai jadwal bersiap-siap dengan pekerjaannya masing-masing. Berikut ini tim produksi Liputan 6 yang bertugas di ruang master control:
a. Produser b. Program Director c. Switcher d. Audioman e. Penata Cahaya f. Grafis 3. Persiapan presenter
Presenter atau pembaca berita Liputan 6 yang akan on air harus bersiap-siap, misalnya make up, kostum harus serasi dan rapi serta harus menguasai materi berita yang akan dibacakan. Presenter sebelum on air biasanya melakukan pemanasan sedikit terlebih dahulu, yaitu dengan latihan membaca naskah berita.
4. Penayangan
Setelah proses persiapan matang dan master control pusat memberitahu bahwa live Liputan 6 sudah waktunya tayang, maka proses penayangan berita dimulai. Semua tim produksi Liputan 6 Siang bekerja sesuai tugasnya masing-masing.
f. Evaluasi
Setelah live Liputan 6 Siang selesai, seluruh tim produksi yang bertugas berkumpul di ruang rapat redaksi untuk melakukan evaluasi hasil kerja on air Liputan 6 tersebut. Selanjutnya, hasil dari live Liputan 6 Siang yang telah direkam akan disimpan di library sebagai arsip, bila suatu saat nanti akan dibutuhkan lagi.
g. Skema Proses Produksi Program Berita Liputan 6 Siang SCTV
penentuan plotting
Bagan 3. Skema Proses produksi Program Berita Liputan 6 Siang SCTV
Rapat Redaksi
Liputan
Hasil liputan ditransfer ke komputer utama (ruang ingest)
Reporter membuat naskah Editor mengedit gambar
Naskah dan gambar diedit lagi oleh produser, editor dan korlip
Penyusunan Rundown
Live
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa Proses Produksi Program Berita Liputan 6 Siang merupakan bentuk kerja sama tim (team work). Semua bagian pemberitaan di SCTV saling mendukung dan menjalin hubungan yang baik demi tercapainya siaran berita yang maksimal.
Proses Produksi Program Berita Liputan 6 Siang berawal dari pra produksi yang terdiri dari rapat redaksi dan plotting. Kemudian tahapan produksi yaitu proses penggalian berita dan pengambilan gambar di lapangan (liputan). Tahapan pasca produksi dimulai dari memasukkan rekaman hasil liputan ke ruang ingest, penulisan naskah, editing, penyusunan rundown berita, proses presenting (penayangan) berita Liputan 6 Siang yang terdiri dari persiapan di studio, persiapan di master control, persiapan presenter dan penayangan, kemudian tahap terakhir dari pasca produksi yaitu tahap evaluasi.
B. Saran
1. Untuk SCTV
Penulis menyarankan kepada tim Liputan 6 SCTV sebaiknya tidak sering melakukan keterlambatan untuk datang ke lokasi. Tim Liputan 6 sebaiknya memiliki rencana cadangan dalam proses perencanaan wawancara dalam peliputan, tim liputan harus selalu mengecek peralatan yang akan digunakan serta menyimpan data-data narasumber, reporter jangan ragu untuk belajar dari naskah reporter lain dan tim liputan mendapatkan pengajaran tentang mengisi suara untuk naskah berita televisi.
Dalam menuliskan hasil wawancara (naskah) reporter berkoordinasi dengan Koordinator Liputan agar tahu ingin dibuat format berita apa hasil liputannya sehingga dapat disesuaikan naskah dengan gambarnya. Harus ada koordinasi yang baik antara Koordinator Liputan, Produser, dan Editor di dalam penyuntingan hasil liputan.
2. Untuk Instansi Pendidikan
a. Menambah dan memperbaiki fasilitas yang diperlukan untuk program Broadcasting sehingga dapat mendukung tercapainya proses belajar mengajar yang lebih baik.
b. Lebih meningkatkan mutu pendidikan yang ada supaya mampu bersaing dengan yang lain.
c. Pihak fakultas sebaiknya menjalin kerja sama yang baik dengan instansi terkait, sehingga memudahkan dan membantu mahasiswa dalam memperoleh tempat KKM.