• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses-Proses Mempengaruhi Dan Efektivitas Manajerial

Bab IX Kepemimpinan

9.4 Proses-Proses Mempengaruhi Dan Efektivitas Manajerial

Pengaruh adalah esensi dari kepemimpinan. Pengaruh diperlukan untuk menjual gagasan-gagasan anda, untuk mendapatkan penerimaan-penerimaaan dari kebijakan-kebijakan atau rencana-rencana anda, dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan keputusan-keputusan anda.

9.4.1 Jenis-Jenis Perilaku Mempengaruhi

1. Persuasi Rasional : agen menggunakan argumentasi logis dan bukti faktual untuk mempersuasi target bahwa sebuah usulan atau permintaan adalah masuk akal dan kemungkinan akan menghasilkan pencapaian sasaran-sasaran tugas. 2. Permintaan Inspirasional : agen membuat sebuah permintaan atau usulan

yang membangunkan entusiasme pada target dengan menunjukkan nilai-nilai, ideal, dan aspirasi target, atau dengan meningkatkan rasa percaya diri dari target.

3. Konsultasi : agen mencari patisipasi target dalam merencanakan sebuah strategi, aktivitas, atau perubahan yang untuk itu dukungan dan bantuan target diinginkan, atau ia bersedia memodifikasi sebuah usulan untuk menanggapi perhatian dan saran dari target.

4. Menjilat : agen menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah-tamah, atau perilaku yang membantu membuat agar target berada dalam keadaan yang menyenangkan atau mempunyai pikiran yang menguntungkan tentang dia sebelum meminta sesuatu.

5. Permintaan Pribadi : agen menggunakan perasan target mengenai kesetiaan dan persahabatan terhadap dirinya ketika meminta sesuatu.

6. Pertukaran : agen menawarkan suatu pertukaran budi baik, memberi indikasi kesediaan untuk membalasnya pada suatu saat nanti, atau menjanjikan bagian dari manfaat bila target membantu pencapaian dari suatu tugas.

7. Taktik Koalisi : agen mencari bantuan orang lain untuk mempersuasi target agar melakukan sesuatu, atau menggunakan dukungan orang lain sebagai suatu alasan bagi target untuk juga menyetujuinya.

8. Taktik Mengesahkan : agen mencoba untuk menetapkan validitas sebuah permintaan dengan menyatakan kewenangan atau hak untuk membuatnya, atau dengan membuktikan bahwa hal itu konsisten dengan kebijakan, peraturan, praktek atau tradisi organisasi.

9. Menekan : agen menggunakan permintaan, ancaman, seringnya pemeriksaan, atau peringatan terus menerus untuk mempengaruhi target melakukan apa yang ia inginkan

9.4.2 Kekuasaan Dalam Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan masalah penting dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin memang tidak bisa bekerja sendirian tanpa didukung oleh anggota atau bawahan. Namun seorang pemimpin dapat berperan banyak, misalnya dia dapat menyebabkan suatu organisasi itu maju atau mundur, dinamis atau statis, tumbuh dan berkembang atau bahkan mati. Seorang juga dapat membuat bawahan senang atau tidak senang bekerja untuk organisasinya.

R. Beirsted menyatakan “kekuasaan merupakan alat untuk

mempengaruhi”. Russel mengartikan kekuasaan sebagai suatu produksi dari

akibat yang diinginkan. Amitai etziomi berpendapat kekuasaan adalah kemampuan untuk membujuk atau mempengaruhi perilaku. Jadi, kekuasaan merupakan alat untuk mempengaruhi orang lain.

9.4.3 Sumber Dan Bentuk Kekuasaan

Machiavelli pada abad ke-16 menyatakan bahwa hubungan yang baik dapat tercipta bila didasarkan atas cinta (kekuasaan pribadi) dan ketakutan (kekuasaan jabatan). Menurut Amitai Etziomi sumber dan bentuk kekuasaan itu ada dua macam yaitu kekuasaan jabatan (position power) dan kekuasaan pribadi (personal power).

1. Kekuasaan jabatan merupakan kekuasaan seorang pemimpin yang diperoleh karena kedudukan atau hirarki jabatan formal. Cirri dari kekuasaan jabatan ini dikenal dengan kekuasaan otoritas, yakni kekuasaan yang disahkan oleh suatu peranan formal seseorang dalam suatu organisasi. Segi negatifnya adalah berbagai ancaman, hukuman, penolakan, penangguhan, keadaan yang tidak menentu. Sedangkan segi positifnya adalah pemberian hadiah, kenaikan gaji, promosi, pujian dan sebagainya.

2. Kekuasaan pribadi merupakan kekuasaan seorang pemimpin yang diperoleh karena pengikutnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sumber kekuasaan yang dapat melekat pada seorang pemimpin, dapat diikuti beberapa pendapat, misalnya: 1. kekuasaan paksaan (corcieve power) adalah kekuasaan yang dasarnya adalah

kemungkinan seseorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya dengan menggunakan ancaman hukuman.

2. kekuasaan keahlian (expert power) bersumber dari keahlian, kecakapan atau pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang diwujudkan lewat rasa hormat, dan pengaruhnya terhadap orang lain.

3. kekuasaan legitimasi (legitimate power), kekuasaan seorang pemimpin disini semata-mata bersumber pada jabatan yang dipegangnya.

4. kekuasaan penghargaan (reward power) adalah kekuasaan yang dimiliki seseorang dalam memberikan hadiah/penghargaan kepada orang lain berdasarkan:

1. posisi resmi seseorang seperti kenaikan gaji atau promosi.

2. kejiwaan misalnya pujian atas pekerjaan yang baik, mempengaruhi perlengkapan kerja dan sebagainya.

5. kekuasaan referensi (referent power), kekuasaan yang berasal dari sifat-sifat pribadi seorang pemimpin yang tinggi kekuasaan referensinya ini pada umumnya disenangi dan dikagumi oleh orang lain karena kepribadiannya. 6. kekuasaan informal (information power) adalah kekuasaan seorang pemimpin

yang bersumber dari hubungan yang dijalin oleh si pemimpin dengan orang-orang yang berpengaruh baik di dalam maupun di luar organisasi.

7. kekuasaan hubungan (connection power) adalah kekuasaan seorang pemimpin yang bersumber dari hubungan yang dijalin oleh si pemimpin dengan orang-orang yang berpengaruh baik di dalam maupun di luar organisasi.

Kekuasaan bawahan ada tiga kategori yaitu :

1. kekuasaan kolektif (collective power) kekuasaan yang diperoleh dari berbagai organisasi diluar organisasi utama.

2. kekuasaan legal (legal power) bersumber dari berbagai perundangan, peraturan maupun perjanjian seperti jam kerja, gaji, hak cuti, agama, kesehatan dan sebagainya.

3. kekuasaan berlebih (affluence power) bersumber pada kecenderungan dan tindakan yang menentang keputusan.

Beberapa hal yang penting dan perlu direnungkan bagi seorang pemimpin adalah:

1. kekuasaan seorang pemimpin perlu diterapkan lebih baik apabila tak ada motivasi dari bawahan, atau bila ada motivasi tetapi tidak sejalan dengan kebijakan pimpinan dalam mencapai tujuan organisasi.

2. seorang pemimpin selain memiliki kekuasaan jabatan, sebaiknya memiliki kekuasaan pribadi terutama keteladaan dan keahlian.

3. efektifitas seorang pemimpin sangat tergantung pada kemampuan dalam menangani berbagai situasi yang dihadapinya.

4. selain mempergunakan kekuasaan yang dimilikinya, seorang pemimpin juga harus memperhatikan kelebihan yang dimilki bawahannya.

9.4.4 Sebuah Model Kekuasaan Mempengaruhi

Seorang manajer memilih taktik untuk digunakan dalam suatu usaha mempengaruhi kelihatannya tergantung dari beberapa aspek situasi tertentu, beberapa buah bukti yang mendukung teori telah diketemukan bahwa kebanyakan manajer lebih suka menggunakan taktik yang secara sosial dapat diterima, yang

feasible dalam arti kekuasaan manajerial yang berkaitan dengan orang yang

ditargetkan, yang kemungkinan akan efektif untuk sasaran tertentu, kemungkinan tidak akan membutuhkan banyak waktu, usaha, atau biaya bagi manajer tersebut. efektifitas masing-masing taktik untuk memperoleh komitmen terhadap tugas seseorang sebagian tergantung pada arah pengaruh, keterampilan manajer, serta aspek-aspek situasi lainnya seperti jenis permintaan serta position power dan

personal power manajer tersebut.

Dokumen terkait