• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORITIS

B. Konsep Rekrutmen

2. Proses Rekrutmen

Proses rekrutmen adalah suatu proses penerimaan calon tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja pada suatu unit kerja dalam suatu organisasi atau perusahaan.27 Menurut T. Hani Handoko, proses rekrutmen merupakan sebuah proses panjang yang dimulai ketika para pelamar dicari dan berakhir bila lamaran-lamaran (aplikasi) mereka diserahkan. 28 Bagi perusahaan, rekrutmen tersebut diawali dengan mengidentifikasi lowongan pekerjaan melalui perencanaan SDM dan permintaan manajer.29

Pelaksanaan rekrutmen merupakan tanggung jawab departemen personalia. Proses rekrutmen ini merupakan proses yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Karena kualitas sumberdaya manusia organisasi atau perusahaan tergantung pada kualitas rekrutmennya.30 Secara ringkas dapat dilihat pada gambar 2.2 sebagai ilustrasi proses rekrutmen :

27

M. Yani, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta : Mitra Wacana Media, 2012), h.

61

28

T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, h. 69.

29

Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk

Perusahaan dari Teori ke Praktek, h.147.

30

Gambar 2.2

Proses Rekrutmen

Dalam implementasinya, bila suatu organisasi atau perusahaan akhirnya memutuskan untuk melakukan rekrutmen, maka perlu diselaraskan terlebih dahulu rencana kegiatan yang diinginkan dan juga kebutuhan khusus yang ditentukan oleh perusahaan berdasarkan analisis pekerjaan dan permintaan para manajer untuk melakukan rekrutmen. Dengan adanya perencanaan SDM, maka kebutuhan akan tenaga kerja dapat diperkirakan dan diketahui karakteristik dari pekerjaan dan spesifikasi seperti apa yang dibutuhkan.31

Dalam upaya untuk mensukseskan proses rekrutmen, para rekruter umumnya akan menggunakan beberapa sumber dan metode unuk mendapatkan apa yang diinginkan. sumber dan metode yang umum

31

M. Yani, Manajemen Sumber Daya Manusia, h. 61

Perencanaan Sumber Daya Manusia Permintaan-permintaan khusus dari para manajer Lowon gan Pekerja an yang tersedia Analisis Informasi Jabatan Persyarata-persyaratan jabatan Pendapat Manajer Metode-metode penarikan Pelamar-pelamar yang memuaskan

menjadi alternatif dalam proses rekrutmen adalah sumber dan metode yang berasal dari dalam organisasi itu sendiri (internal) atau dari luar organisasi (eksternal). 32

3. Sumber-sumber Rekrutmen

Dalam pelaksanaannya, rekrutmen perlu ditempuh melalui berbagai sumber penerimaan SDM yang berasal dari berbagai tempat. Sumber-sumber tersebut dapat tergolong menjadi dua, yaitu Sumber-sumber internal dan sumber eksternal.

Sumber internal perusahaan, yakni SDM yang ditarik berasal dari perusahaan atau lembaga itu sendiri. 33 Sumber internal juga dapat diartikan sebagai sumber yang diberikan melalui penunjukkan oleh pegawai-pegawai lama.34 Dengan cara ini perusahaan mencari karyawan yang ada di dalam lingkungan sendiri untuk ditempatkan pada posisi tertentu. Perekrutan dengan menggunakan sumber ini dapat dilakukan melalui berbagai cara sebagai berikut35 :

a. Penawaran terbuka untuk suatu jabatan (Job Positioning Programs).

Rekrutmen terbuka ini merupakan sistem mencari pekerja yang berkemampuan tinggi untuk mengisi jabatan yang

32

Mondy and Noe, Human Resource Management, (USA : Prentice Hall, 1990), h. 175.

33

Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk

Perusahaan dari Teori ke Praktek, h.152.

34

Danang Sunyoto. Manajemen Sumber Daya Manusia. h. 102.

35

Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk

kosong dengan memberikan kesempatan pada semua karyawan yang berminat. Semua karyawan yang berminat unttuk mengisi jabatan itu dapat menyampaikan permohonan untuk mengikuti seleksi intern.

b. Perbantuan pekerja (Departing Employees)

Rekrutmen ini dapat dilakukan melalui perbantuan pekerja untuk suatu jabatan dari unit kerja lain (pekerja ynag sudah ada). kemudian setelah selang beberapa waktu lamanya, apabila pekerja yang diperbantukan tersebut merupakan calon yang tepat, maka dapat diangkat untuk mengisi jabatan kosong tersebut.

Sedangkan yang dimaksud dengan sumber eksternal adalah sumber daya manusia baru yang diperoleh perusahaan berdasarkan hasil rekrutmen dengan menggunakan metode eksternal.36

Menurut Veitzhal Rivai, sumber eksternal terbagi menjadi dua, yaitu sumber eksternal di dalam negeri dan sumber eksternal di luar negeri.37 Dari sumber eksternal di dalam negeri, perekrutan dapat ditempuh di antaranya melalui beberapa cara sebagai berikut :

a. Walk-ins dan Write-ins. b. Rekomendasi dari karyawan. c. Pengiklanan.

36

Mondy and Noe, Human Resource Management, h.76.

37

Veithzal Rivai dan Ella Jauvani Sagala, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk

d. Agen-agen keamanan tenaga kerja. e. Agen-agen penempatan tenaga kerja.

f. Lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan yang menggunakan tenaga khusus yang menghasilkan tenaga kerja. g. Departemen tenaga kerja.

h. Tenaga-tenaga professional mencari perusahaan. i. Organisasi-organisasi profesi atau keahlian. j. Operasi-operasi militer.

k. Program pelatihan kerja. l. Pekerja-pekerja sewaan. m. Open house.

Adapun rekrutmen dari sumber eksternal di luar negeri atau internasional, cara-cara yang dapat ditempuh di antaranya adalah melalui

professional search firm, educational institution, professional association, labour organization, military operation, government-funded and community training program.

C. Bank Syariah

1. Pengertian Bank Syariah

Secara etimologi kata bank berasal dari bahasa latin, yaitu “banco

yang artinya banku atau meja.38 Pada abad ke-12 kata “banco” merujuk

38

Andri Soemitra, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, (Jakarta : Kencana Prenada

pada meja, counter atau tempat penukaran uang (money changer).39 Sedangkan secara terminologi, bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.40

Kalau dilihat dari fungsinya, maka definsi bank dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bank sebagai penerima kredit, bank sebagai pemberi kredit, dan bank sebagai pemberi kredit bagi masyarakat melalui sumber yang berasal dari modal sendiri, simpanan atau tabungan masyarakat maupun melalui penciptaan uang bank.41 Dengan demikian dapat dipahami bahwa fungsi dasar bank adalah sebagai tempat untuk menitipkan uang dengan aman dan menyediakan alat pembayaran untuk membeli barang dan jasa serta sebagai tempat yang berfungsi sebagai pemberi pinjaman.

Kaitannya dengan perbankan syariah, maka definsi dari bank syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.42

Adapun yang dimaksud dengan bank umum syariah adalah bank syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Sedangkan yang dimaksud dengan unit usaha syariah adalah

39

Ibid., h. 93.

40

Undang-Undang No.14 Tahun 1967 Pasal 1 tentang Pokok-pokok Perbankan

41

Thamrin Abdullah dan Francis Tantri, Bank dan Lembaga Keuangan, (Jakarta: Raja

Grafindo Persada, 2012), h. 3.

42

unit kerja dari kantor pusat bank umum konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Kemudian yang dimaksud dengan bank pembiayaan rakyat syariah adalah bank syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.43

Dokumen terkait