BAB II : KAJIAN TENTANG CITRA DIRI DAN INSTAGRAM
A. Konsep Citra Diri
3. Proses Terbentuknya Citra Diri
51
ia meyakini bahwa kesuksusan akan diraih dengan mudah seiring dengan berjalannya waktu. Adanya masalah, kesulitan dan kegagalan dalam setiap prosesnya tidak akan mampu memngahalanginya untuk mewujudkan impiannya. Sedangkan, citra diri negatif adalah gambaran serta anggapan seseorang tentang dirinya sendiri yang bersifat negatif .Citra diri negatif tertanam didalam diri seseorang akibat pengaruh lingkungan, orang lain atau pengalaman masa lalu yang membekas dalam dirinya.
3. Proses Terbentuknya Citra Diri
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, citra diri individu terbentuk dari persepsi atau pandangan individu terhadap tubuh. Hal ini ditunjukkan bagaimana sikap nya (baik secara internal dan eksternal) terdiri dari perasaan dan sikap yang ditunjukkan secara sadar atau tidak sadar. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa citra tubuh dapat dipengaruhi oleh persepsi dan pandangan tentang karakteristik fisik yang ia persepsikan secara ideal. Selain itu, sikap, nilai kultural dan sosial juga mempengaruhi pada perkembangan citra tubuh.110
Ada empat tahapan dalam proses pembentukan citra diri menurut Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto, antara lain111 :
a. Tahap Persepsi. Persepsi merupakan anggapan yang dihasilkan dari pengamatan tentang lingkungan yang kemudian dikaitkan dengan pemaknaan. Dengan kata lain, bahwa manusia akan memaknai atas apa
110 Potter & Perry. Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Jurnal, 2005), 132
111 Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto. Dasar-Dasar Publik Relation. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), 97
52
yang telah ia amati, pemaknaan tadi bisa berupa rangsangan atas pengalaman nya. Dari persepsi yang dibentuk inilah akan membentuk proses pembentukan citra diri dalam individu. Persepsi atau pandangan tersebut akan bersifat positif, apabila kognisi individu telah dipenuhi oleh rangsangan tentang informasi yang berkaitan.
b. Tahap Kognisi, yaitu merupakan perasaan yang bersifat keyakinan yang timbul dalam diri individu berkaitan stimulus atau rangsangan. Apabila stimulus tersebut bersifat menarik dan mampu memenuhi informasi terhadap indiviu maka dapat mempengaruhi perkembangan kognisinya. c. Tahap Motivasi. Dalam hal ini motivasi, akan mampu menggerakkan
individu sebgaimana yang diinginkan oleh pemberi pesan atau stimulus. Motvasi tentunya dipengaruhi oleh motif. motif sendiri adalah dorongan yang timbul dalam diri indidu yang bersifat keinginan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.
d. Tahap Sikap merupakan produk dari persepsi yang kemudian menghasilkan suatu perbuatan. Dalam hal ini sikap dipengaruhi oleh hal-hal yang disenagi atau tidak senangi, juga dipengaruhi oleh daya pendorong atau motivasi. Sikap juga menentukan seseorang menyukai, menilai dan merespon sesuatu. Dengan kata lain, sikap mengandung aspek evaluatif yang dapat diubah.
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulakn bahwa terdapat empat komponen dalam proses pembentukan citra diri. Keempat komponen
53
tersebut, adalah persepsi, kognisi, motivasi dan sikap. Keempat komponen tersebut akan saling berkaitan sehingga membentuk citra diri individu.
Selain itu, keempat komponen pembentukan diatas melalui proses rangsangan yang berupa persepsi, yang kemudian diorganisasikan dan mempengaruhi respon. Selain itu, rangsangan yang diberikan tidak selalu dapat diterima, namun juga dapat ditolak. Sehingga, rangsangan yang ditolak tidak dapat mempengaruhi individu (tidak efektif), sebab tidak mendapat perhatian dari organisme. Sedangkan rangsangan yang diterima yakni jika komunikasinya mendapat perhatian dari organisme, sehingga dapat berjalan efektif. Sehingga dapat menimbulkan motivasi dalam diri individu dalam bentuk sikap atau perbuatan di depan khalayak umum.
Gambar 2.1: Proses Pembentukan Citra diri112
Hal diatas diperkuat oleh pendapat Carl Roger. Menurutnya, pengaruh dari pengalaman dan penilaian lingkungan juga mempengaruhi proses terbentuknya citra diri, tetapi prosesnya sama sekali tidak pasif. Menurut Roger manusia secara sadar maupun tidak sadar akan terus-menerus menyaring dan memilih hal-hal mana yang dianggapnya penting dan bermakna untuk diinternalisasikan dan hal-halmana yang diabaikan karena
112 Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto. Dasar-Dasar Publik Relation. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), 115 Kognisi Persepsi Sikap Motivasi Respon Perilaku Rangsangan Stimulus
54
dianggap tidak bermakna baginya. Selain itu, individu secara imajinatif dapat membentuk gambaran tentang dirinya sesuai dengan yang ia inginkan di masa yang akan mendatang. Oleh karena itu, Carl Roger mengemukakan adanya dua ragam citra diri, yakni citra diri actual (the actualized self image) dan citra diri ideal (the idealized self image). Citra diri aktual merupakan gambaran seseorang terhdapa dirinya dimasa sekarang. Sedangkan citra diri ideal merupkan gambaran yang dimiliki dan diimpikan seseorang mengenai dirinya sendiri di kehidupan nya di masa mendatang sesauai yang idamkan.113
Adapun tahap-tahap terbentuknya citra diri dari keempat komponen seperti persepsi, kognisi, motivasi dan sikap diatas sebagaimana tertuang dalam instagram. Pertama, pada tahap persepi bahwasanya setiap individu atau pengguna instagram berlomba menampilkan citra dirinya dan membuat followersnya memaknai citranya sebagai citra yang positif, sebab citra diri seseorang dapat diketahui dari persepsi orang lain terhadap diri pengguna instagram. Menurut Jefkins, beberapa jenis image salah satunya citra diri merupakan pandangan dan perasaan yang baik atas tubuhnya, pandangan orang lain atas dirinya, serta harapan atas dirinya dimata orang lain.114
Pada tahap kognisi, citra diri yang dibentuk di instagram oleh penggunanya, bahwasanya ia mempunyai perasaan yakin dalam diri berkaitan stimulus atau rangsangan. Apabila stimulus yang diterima sifatnya menarik
113 Muhammad Harfin Zuhdi, “ Istiqomah Dan Konsep Diri Seorang Muslim”, RELIGIA Vol. 14,
No. 1, (April 2011), 119
114 Muhammad Rizal Ardiansah Saputra, Muhammad Nadjib, dan Muhammad Akbar, “Kemanfaatan Instagram dalam Pembentukan Citra Diri Remaja Wanita di Makassar”, Jurnal
55
dan mampu memenuhi informasi bagi dirinya maka dapat mempengaruhi perkembangan kognisi yang dimiliki pengguna instagram.
Tahap motivasi yang ada dalam diri pengguna instagram yang dimaksud yaitu suatu motif atau dorongan tertentu yang menyebabkan penggunanya membentuk citra diri. Dorongan ini memuat keinginan untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkannya.
Sementara itu, tahap sikap pada pengguna instagram dalam membentuk citra diri dipengaruhi oleh hal-hal yang disenangi atau sebaliknya, juga dipengaruhi oleh motivasi. Sikap ini menentukan pengguna instagram menyukai, menilai dan merespon sesuatu.