• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.1 Proses Tindakan Siklus I

Tindakan siklus I merupakan tindakan awal penelitian. Hasil siklus I dipakai referensi untuk melakukan siklus II. Siklus ini terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.

3.1.1.1Perencanaan

Pada tahap perencanaan siklus I ini dilakukan persiapan untuk menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti dalam rangka memecahkan masalah pembelajaran apresiasi drama. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran apresiasi drama di SMP Negeri 1 Rembang adalah dengan mencoba mengubah model pembelajaran agar minat siswa dalam pembelajaran makin meningkat.

Langkah-langkah proses perencanaan ini adalah: (1) menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama dengan pendekatan kooperatif tipe the power of two dengan media audiovisual, (2) membuat dan menyiapkan instrumen penelitian berupa instrumen tes dan instrumen nontes, (3) menyiapkan media berupa audiovisual yang akan ditayangkan, dan (4) berkoordinasi dan berkonsultasi dengan guru Bahasa dan Sastra Indonesia tentang kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3.1.1.2Tindakan

Tindakan adalah proses pembelajaran yang sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Tindakan yang dilakukan peneliti adalah melaksanakan pembelajaran mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama dengan pembelajaran kooperatif tipe the power of two dengan menggunakan media audiovisual. Tindakan ini meliputi tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, dan tahap penutup.

Tahap pendahuluan yaitu tahap mengkondisikan siswa agar siap menerima materi pembelajaran dengan melakukan tanya jawab mengenai drama. kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran, manfaat kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, serta menyampaikan pokok-pokok pembelajaran.

Tahap inti adalah tahap pelaksanaan kegiatan mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe the power of two dengan media audiovisual. Tahapan-tahapan tersebut adalah : (1) guru menyampaikan materi pembelajaran dengan bertanya jawab dan memberikan bahan bacaan tentang drama, (2) siswa mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama yang diputar melalui VCD sambil mengerjakan LK yang dibagikan guru secara individu, (3) siswa berpasangan dan berbagi jawaban dengan pasangannya, (4) tiap-tiap pasangan membuat jawaban baru dan memperbaiki respon tiap-tiap individu dengan bimbingan guru, (5) perwakilan dari pasangan membacakan jawabannya di depan kelas, (6) pasangan yang lain membandingkan jawabannya dengan jawaban temannya, (7) hasil diskusi siswa dibahas bersama-sama sambil diputarkan video pementasan drama.

Tahap penutup adalah tahap lanjutan dari tahap inti. Tahapan-tahapan tersebut adalah (1) siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilaksanakan, (2) guru memberikan penguatan tentang materi pembelajaran, (3) guru melakukan penilaian, (4) siswa mengisi jurnal untuk memberikan kesan terhadap proses pembelajaran, dan (5) guru memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar mengapresiasi drama.

3.1.1.3Observasi

Observasi adalah mengamati kegiatan dan tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung atau selama penelitian dilaksanakan. Dalam observasi ini akan diungkapkan segala peristiwa yang berhubungan dengan pembelajaran. Data nontes diperoleh dari observasi atau pengamatan. Data nontes digunakan untuk mengetahui perubahan perilaku siswa selama proses pembelajaran mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama berlangsung.

Dalam proses pengamatan ini data diperoleh melalui: (1) lembar observasi untuk mengamati tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas, (2) jurnal guru dan jurnal siswa untuk mencatat kekurangan dan kelebihan selama proses pembelajaran berlangsung, (3) wawancara kepada perwakilan siswa yang memperoleh nilai tinggi, sedang, dan rendah untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan secara langsung, dan (4) dokumentasi foto yang sangat penting sebagai laporan berupa gambaran aktivitas siswa selama penelitian. Hal ini memperkuat data yang lain yakni sebagai memperjelas dan pendukung data lain.

3.1.1.4Refleksi

Setelah tindakan dilaksanakan, peneliti perlu melakukan refleksi terhadap hasil tes, hasil observasi, jurnal, wawancara, dan dokumentasi foto. Refleksi dari siklus I merupakan kegiatan mengaji proses dan hasil pembelajaran dari tindakan yang telah dilakukan sebagai dasar perbaikan pada siklus II.

Pada tahap ini yang dilakukan peneliti yaitu menganalisis hasil tes dan nontes untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan model pembelajaran yang dilakukan peneliti dan untuk mengetahui perilaku-perilaku siswa selama proses pembelajaran. Setelah dianalisis akan terlihat permasalahan atau muncul pemikiran baru, sehingga perlu perencanaan ulang atau tindakan ulang untuk memperbaiki.

Berdasarkan data tes yang diperoleh pada siklus I untuk kemampuan mengevaluasi pemeran tokoh dalam pementasan drama, skor rata-rata siswa secara klasikal adalah 63,47 termasuk dalam kategori cukup. Hasil tersebut masih belum mencapai batas ketuntasan minimal yaitu 75,00 atau dalam kategori baik. Kekurangan yang terjadi pada sikus I yaitu kurang reflektifnya suasana saat kegiatan refleksi disebabkan dari kurang kondusifnya siswa saat pembelajaran sehingga waktu yang ditentukan dalam setiap langkah pembelajaran kurang optimal. Masih ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengevaluasi aspek gerak tubuh, aspek vokal, aspek kelancaran pengucapan, dan aspek menuliskan hasil evaluasi dalam paragraf yang padu. Kurangnya pemahaman siswa tentang materi apresiasi drama dan masih kurangnya penguasaan siswa tentang menulis paragraf menyebabkan belum tercapainya skor yang ditargetkan. Siswa juga

belum semuanya aktif dalam mengemukakan pendapat. Kurangnya rasa antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran karena siswa kurang tertarik dengan pembelajaran apresiasi drama. Ada juga beberapa siswa yang tidak aktif bekerjasama dengan pasangannya dalam membuat jawaban baru, mereka malah asyik becanda dan mengobrol sendiri. Siswa juga merasa kurang percaya diri dan enggan dalam mempresentasikan hasil diskusi.

Tindak lanjut yang akan dilakukan pada siklus II yaitu guru memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang materi pembelajaran dan memberikan pertanyaan untuk mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa tentang aspek-aspek pemeranan yang akan dievaluasi. Guru memberikan bonus nilai bagi siswa yang mau menjawab pertanyaan. Untuk meningkatkan keaktifan siswa bekerjasama dalam kegiatan diskusi adalah dengan mengkondisikan siswa supaya benar-benar serius dalam berdiskusi dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Untuk meningkatkan keberanian dan pecaya diri siswa mempresentasikan hasil diskusi yaitu dengan memberikan penghargaan dan nilai tambahan kepada siswa yang mau mempresentasikan hasil diskusinya. Perbaikan rencana pembelajaran ini dimaksudkan supaya hasil tes siswa dapat mencapai nilai yang ditentukan yaitu 75, serta terjadi perubahan pendidikan karakter siswa yang lebih positif pada siklus berikutnya.

Dokumen terkait