BAB III : TINJAUAN UMUM TENTANG USAHA KECIL DAN
C. Ketahanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta Prospek
2. Prospek Bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM)
Bagaimana cara UKM tersebut dalam mempertahankan usahanya pada masa krisis perekonomian seperti sekarang ini juga akan memberikan pengaruh yang besar bagi peluang bisnisnya di masa mendatang, khususnya bagi UKM di daerah. Dengan diberlakukannya otonomi daerah, UKM di daerah akan mengahadapi suatu perubahan besar yang sangat berpengaruh terhadap iklim berusaha/persaingan di daerah. Oleh sebab itu, setiap pengusaha UKM di daerah
Diegi Dona Sari : Penyaluran Dana UKM Melalui Pemberian Kredit Pada PT. Bank Mandiri Cabang Solok Sumbar, 2007.
dituntut untuk dapat beradaptasi untuk menyesuaikan diri menghadapi perubahan tersebut. Di satu sisi, perubahan itu akan memberi kebebasan sepenuhnya bagi daerah dalam menentukan sendiri kegiatan-kegiatan ekonomi yang akan dikembangkan, yang tentunya diharapkan kegiatan-kegiatan yang produktif, yang dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi.
Sedangkan di sisi lain, jika tidak ada kesiapan yang matang dari pengusaha-pengusaha UKM di daerah maka pemberlakuan otonomi daerah akan menimbulkan ancaman besar bagi mereka untuk dapat bertahan menghadapi persaingan dari luar daerah atau luar negeri. Dengan perkataan lain, tantangan yang pasti dihadapi setiap pengusaha UKM di daerah pada masa mendatang adalah bagaimana mereka dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik- baiknya. Pemanfaatan kesempatan yang dimaksud tersebut misalnya dalam bentuk:77
77
Tulus T.H. Tambunan, Ibid.
1. Bagaimana mereka dapat meningkatkan laju pertumbuhan usaha mereka atau menciptakan bisnis-bisnis baru berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki daerah mereka dan yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik.
2. Bagaimana mereka dapat menguasai pasar lokal atau menembus atau mendominasi pasar di daerah lain.
3. Bagaimana mereka dapat menarik investor dari luar atau menanam modal di daerahnya.
4. Sejauh mana kesiapan mereka untuk dapat bermitra (strategic alliance) dengan perusahaan-perusahaan asing yang ada di daerah (misalnya sebagai subkontraktor atau distributor).
5. Bagaimana pengusaha UKM setempat dapat bermitra dengan pengusaha di daerah lain untuk meningkatkan perdagangan antardaerah.
6. Bagaimana pengusaha UKM di daerah dapat menarik proyek-proyek besar, baik dari pemerintah pusat maupun dunia untuk dibangun di daerah mereka.
Kemampuan setiap pengusaha UKM di daerah untuk dapat menggunakan kesempatan yang ada sebaik-baiknya sangat ditentukan oleh dua hal yang utama, yakni kemampuan mereka berproduksi dan kemampuan meningkatkan daya saing produk mereka secara relatif. Lebih konkrit lagi, ada empat tantangan besar di masa depan, yaitu bagaimana mereka dapat:
1. Meningkatkan kualitas dan mutu produk mereka menjadi lebih unggul daripada produk serupa dari luar daerah.
2. Menembus pasar baru, atau meningkatkan pangsa pasar atau paling tidak mempertahankannya (strategi jangka pendek).
3. Menciptakan kegiatan baru yang produktif dengan daya saing yang tinggi. 4. Mengembangkan usaha/perusahaan tanpa merugikan efisiensi usaha.
Ditinjau dari sudut pandang jumlahnya, UKM merupakan sektor usaha yang sangat strategis dan potensial dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat proses pemerataan, dan memberikan pelayanan ekonomi kepada masyarakat luas. Hal ini memberikan legitimasi tentang perlunya jaminan hak hidup, hak untuk berkembang, dan hak
Diegi Dona Sari : Penyaluran Dana UKM Melalui Pemberian Kredit Pada PT. Bank Mandiri Cabang Solok Sumbar, 2007.
untuk dibina bagi UKM agar dapat berkembang menjadi usaha yang tangguh, sehat, dan mandiri, serta dapat berkembang menjadi usaha besar.78
UKM mempunyai peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dengan jumlahnya yang cukup besar. UKM memainkan peran dinamis yang potensial dalam meningkatkan pasokan baru serta persaingan, menyesuaikan dan mengembangkan teknologi, menciptakan ragam pasar baru, dan meningkatkan kesempatan kerja dan hasil produksi.
D. Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah
79
Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memang sangat penting dan strategis dalam mengantisipasi perekonomian ke depan terutama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Adanya krisis perekonomian
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia telah menambah berat beban yang harus ditanggung UKM. Ambruknya sektor perbankan menimbulkan banyak masalah bagi hampir keseluruhan kegiatan perdagangan, termasuk kegiatan UKM. Menurunnya permintaan pasar domestik juga telah menimbulkan masalah besar bagi UKM, karena mereka kebanyakan memasok hasil produksinya untuk perusahaan-perusahaan besar yang justru mengalami dampak krisis paling parah. Namun, dari hasil pengamatan sementara dapat dilihat bahwa meskipun kebanyakan perusahaan swasta yang besar mengalami kesulitan dalam mengatasi keadaan, UKM cenderung berkemampuan untuk beradaptasi dengan keadaan ekonomi yang berubah, meskipun kemungkinan keadaan UKM juga segera akan terkena dampak dari menyusutnya pasar domestik.
78
Soeharto Prawirokusumo, Ekonomi Rakyat (Konsep, Kebijakan, dan Strategi), (Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA, 2001) hal. 87.
79
nasional seperti sekarang ini sangat mempengaruhi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik, yang imbasnya berdampak pada kegiatan-kegiatan usaha besar yang makin terpuruk, sementara UKM relatif masih dapat mempertahankan kegiatan usahanya. Penting dan strategisnya kedudukan UKM dalam perekonomian nasional bukan saja karena jumlahnya yang banyak, melainkan juga dalam hal penyerapan tenaga kerja. Di samping itu, UKM juga memiliki potensi penghasil devisa yang cukup besar melalui kegiatan ekspor komoditas tertentu dan memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).80
Kebijaksanaan dasar dalam pembangunan UKM adalah meningkatkan kualitas SDM UKM melalui peningkatan wawasan dan prakarsa dalam mengembangkan bisnis serta menetapkan peraturan perundang-undangan untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif dan dukungan perkuatan. Iklim usaha yang kondusif ditandai dengan sistem persaingan yang sehat dengan memberikan
Walaupun secara umum UKM memiliki kedudukan yang sangat potensial dalam perekonomian nasional, kenyataan masih banyak masalah yang menghadang dalam pengembangan UKM, di antaranya adalah kelemahan akses dan perluasan pangsa pasar, kelemahan akses dan pemupukan modal, kelemahan akses pada informasi dan teknologi, kelemahan dalam organisasi dan manajemen, serta kelemahan dalam pembentukan jaringan usaha dan kemitraan. Kesemuanya ini bersumber dari kelemahan sumber daya manusia (SDM) yang berdampak pada rendahnya kualitas produk dan jasa sehingga kurang memiliki daya saing, baik dalam pasar lokal maupun nasional dan internasional.
80
Diegi Dona Sari : Penyaluran Dana UKM Melalui Pemberian Kredit Pada PT. Bank Mandiri Cabang Solok Sumbar, 2007.
kesempatan berusaha dan perlakuan yang sama bagi semua golongan pengusaha.81
Dalam rangka pemberdayaan dan penumbuhan iklim usaha yang kondusif ini beberapa program yang dapat ditempuh antara lain:
82
Dalam rangka meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing, UKM harus mampu berpacu tidak lagi hanya dengan mengandalkan sumber daya alam yang dimiliki tetapi juga menggunakan SDM yang lebih bermutu dan berwawasan Iptek. Dengan kata lain, keunggulan kompetitif harus dibangun melalui peningkatan mutu SDM dan kemampuan menguasai teknologi. Dalam hal ini, pemasyarakatan dan pembudayaan kewirausahaan menjadi sangat strategis dan dengan sendirinya sangat dibutuhkan. Melalui kewirausahaan ini diharapkan akan tumbuh wirausaha unggul yang memiliki ciri-ciri antara lain berani mengambil risiko, memiliki etos kerja yang tinggi, memiliki daya saing yang gigih dan ulet, mampu menghadapi persaingan, tanggap dan dinamis, mempunyai tujuan yang jelas dan mampu merencanakan usahanya dengan baik, memiliki motivasi yang tinggi, antisipatif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan, kreatif mencari dan menciptakan peluang pasar dan meningkatkan produktivitas serta efisien, dan selalu berusaha meningkatkan keunggulan dan citra perusahaan melalui investasi baru di berbagai bidang. Oleh sebab itu, sasaran pemasyarakatan dan pembudayaan kewirausahaan sangat luas, meliputi generasi muda, pemimpin informal
1. Pengembangan Kewirausahaan. 81 Ibid., hal. 81. 82 Ibid., hal. 12.
masyarakat, dunia usaha, aparat pemerintah, masyarakat awam, dan sebagainya.
2. Program Kemitraan.
Program kemitraan ini dimaksudkan adalah kerja sama usaha antara UKM dengan UB yang disertai unsur pembinaan oleh UB kepada mitra binaannya dengan mengikuti prinsip-prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Dalam kemitraan yang berkembang baik hendaknya tidak ada unsur belas kasih (charity) dari UB kepada UKM. Adapun tujuan kemitraan ini adalah di samping untuk memberdayakan UKM, juga dalam rangka menumbuhkan struktur dunia usaha nasional yang lebih kokoh dan efisien sehingga mampu menguasai dan mengembangkan pasar domestik serta sekaligus meningkatkan daya saing global.
3. Pengembangan Teknologi.
Dengan pengembangan desa cerdas teknologi akan memberikan arti bahwa usaha yang tadinya dilakukan sendiri-sendiri kini dilakukan secara bersama- sama. Keberhasilan yang tadinya bersifat lokal disebarluaskan hingga ketingkat nasional. Kegiatan yang tadinya terbatas pada kelompok-kelompok kecil tertentu diusahakan hingga mencakup kelompok masyarakat yang lebih luas. Dengan demikian masyarakat pedesaan diharapkan lebih mampu memanfaatkan dan menguasai teknologi yang tersedia. Pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan manajerial mereka menjadi lebih profesional dan sekaligus mampu menangani kegiatan usaha berbasis teknologi yang memberikan nilai tambah lebih besar.
Diegi Dona Sari : Penyaluran Dana UKM Melalui Pemberian Kredit Pada PT. Bank Mandiri Cabang Solok Sumbar, 2007.
Secara umum, langkah-langkah operasional yang ditempuh untuk penumbuhan iklim usaha yang kondusif mencakup aspek (a) kebijaksanaan persaingan sehat dan pengurangan distorsi pasar, (b) kebijaksanaan ekonomi yang memberikan peluang UKM yang mengurangi beban biaya yang tidak berhubungan dengan proses produksi, dan (c) kebijaksanaan penumbuhan kemitraan dengan prinsip saling memerlukan, memperkuat dan saling menguntungkan. Selanjutnya, dukungan perkuatan meliputi aspek (a) peningkatan kualitas SDM UKM, (b) peningkatan penguasaan teknologi, (c) peningkatan penguasaan informasi, (d) peningkatan penguasaan permodalan, (e) peningkatan penguasaan pasar, (f) pengoptimalan organisasi dan manajemen, (g) pencadangan tempat usaha, dan (h) pencadangan bidang-bidang usaha.83
Dengan tetap mengacu pada kebijaksanaan dasar dan operasional sebagaimana disebutkan di atas, pada era reformasi ini, penumbuhan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan UKM melalui pembinaan dan pengembangan yang terpadu, terarah, dan berkesinambungan semakin relevan dan perlu ditingkatkan. Dengan adanya iklim usaha yang kondusif ini diharapkan UKM akan mampu tumbuh dan berkembang dengan baik. Dengan demikian, UKM akan menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh dan mandiri serta dapat memperkuat struktur perekonomian nasional sehingga UKM benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
84
83
Soeharto Prawirokusumo, Ibid., hal. 81. 84