DEWAN KOMISARIS Komisaris : Benny
O. PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DIREKSI DAN DEWAN KOMISARISKOMISARIS
12. Prospek Usaha
Kondisi Makro Ekonomi Indonesia
Berita data finansial Kontan menuliskan pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 diprediksi tetap berada di atas rata-rata meski kemungkinan lebih rendah dibanding tahun 2021. Konsensus pasar mengestimasi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2022 akan berada di atas 4% dan pada 2023 lebih dari 3,5%.
Perlambatan pada tahun ini terjadi karena pada tahun 2021, pertumbuhan ekonomi global sudah naik pesat akibat penurunan yang cukup dalam pada 2020. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, pertumbuhan ekonomi global tercatat masih berada di atas 3,5%.
Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai 4,7-5,5%, dari 3,2-4,0% pada tahun 2021, didorong oleh berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan konsumsi dan investasi. Hal ini didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan.
Indonesia salah satu produsen dan exportir batubara terbesar di dunia, berkaitan dengan cadangan batu bara global, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 dengan sekitar 2,2 persen dari total cadangan batubara global terbukti berdasarkan BP Statistical Review of World Energy. Sekitar 60 persen dari cadangan batubara total Indonesia terdiri dari batubara kualitas rendah yang lebih murah (sub-bituminous) yang memiliki kandungan kurang dari 6100 cal/gram.
Produksi batubara diperkirakan akan terus meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (pembangkit listrik dan industri) dan permintaan luar negeri (ekspor).
Prospek Industri
Instruksi Presiden No. 5 tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional, menindaklanjuti Instruksi tersebut, berturut turut dikeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan No. 71 tahun 2005, dan Undang-Undang Pelayaran No. 17 tahun 2008 yang merupakan awal lahirnya prinsip Asas Cabotage Indonesia, dalam pasal 8 sebagai berikut:
1. Kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.
2. Kapal asing dilarang mengangkut penumpang dan/atau barang antarpulau atau antar pelabuhan di wilayah perairan Indonesia.
Tujuan Pemerintah memberlakukan Asas Cabotage ini adalah untuk menjadikan kapal-kapal berbendera Indonesia menjadi raja diperairan lautnya sendiri, diharapkan industri pelayaran di Indonesia menjadi semakin baik dan kondusif, meningkatkan perekonomian Indonesia dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan pelayaran nasional dan juga akan meningkatkan perusahaan nasional yang memproduksi kapal.
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2018 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk ekspor dan impor barang tertentu. Peraturan tersebut mewajibkan kapal nasional untuk pengangkutan batubara. Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengklaim jumlah armada kapal nasional cukup untuk mengangkut seluruh ekspor batu bara. Sebab, pemerintah mewajibkan ekspor batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) menggunakan kapal nasional mulai 1 Mei 2020.
Pemberlakuan asas cabotage sesuai dengan UU No.17 tahun 2008 yang pada intinya mengatur bahwa semua pengapalan barang di dalam negeri domestik Indonesia harus menggunakan kapal berbendera Indonesia telah membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi para pelaku industri pelayaran dalam
Dengan adanya peraturan ini, maka prospek dari industri pengangkutan batubara akan semakin terbuka mengingat Perseroan merupakan perusahaan dalam negeri yang memiliki armada kapal berbendera Indonesia.
Asas cabotage berperan penting menjaga keseimbangan supply tonase kapal dengan demand/
permintaaan angkutan cargo nya karena pada prakteknya perusahaan pelayaran hanya akan berinvestasi kapal berbendera indonesia bila ada kontrak atau komitmen jangka panjang dari pemilik cargo. Penggunakan kapal-kapal berbendera Indonesia untuk semua moda transportasi di perairan Nusantara akan menambah tingkat pemanfaatan kapal lokal dan pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak keuntungan ekonomis bagi pelaku industri dalam negeri.
Prospek jasa pengangkutan batu bara oleh Perseroan
Perseroan memiliki keyakinan yang cukup tinggi terkait kelangsungan prospek jasa pengangkutan batubara. Pergerakan terkait industri batubara berdampak secara langsung kepada pengangkutan material curah baku tersebut.
Meskipun banyak inisiasi terkait energi terbarukan yang banyak dilontarkan banyak negara maju, batubara masih menjadi salah satu sumber energi yang biayanya terjangkau, mutu keamanan, dan efektifitas yang cukup tinggi.
Sebagai contoh, Pemerintah Indonesia sempat menghentikan ekspor batubara kenegara lain untuk memastikan keberadaan pasokan batubara untuk PLN guna mendukung kebutuhan listrik Indonesia.
Keputusan pemerintah tersebut membuat permintaan batubara tinggi sehingga mendorong kenaikan harga index Newcastle dari USD 157.5 sampai dengan USD 227.65 di bulan Januari 2022. (sumber:
cnbcindonesia)
Melansir dari liputan CNBC Indonesia, berdasarkan data kode HS 72 Baru bara, tercata bahwa nilai ekspor batubara Indonesia mencapai nyaris Rp 500 Triliun (sumber: cnbcindonesia).
Cina, salah satu negara dengan produk domestik bruto terbesar merupakan salah satu tujuan negara Pelanggan Perseroan, dimana permintaan pasokan batubara cukup besar. Pada 9 Oktober 2021, Cina sempat mengalami krisis listrik dimana pasokan batubara terhambat dikarenakan hujan deras pada tambang batubara provinsi Shanxi. Kekurangan energi tersebut menyebar ke 20 provinsi Cina sehingga memaksa pemerintah untuk menjatah listrik selama jam sibuk, memaksa beberapa pabrik untuk mangguhkan produksi yang berdampak pada menurunnya output industri dan membebani prospek ekonomi Cina (sumber: cnbcindonesia).
IX. EKUITAS
Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan untuk tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 2019.
Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2021 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gideon Adi &
Rekan (Anggota dari MGI Worldwide) dengan opini wajar tanpa modifikasian yang ditandatangani oleh William Suria Djaja Salim (Ijin Akuntan Publik No. AP.1256), dalam laporannya tertanggal 1 Juli 2022.
Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Gideon Adi & Rekan (Anggota dari MGI Worldwide) dengan opini wajar tanpa modifikasian yang ditandatangani oleh Bisner Sitanggang (Ijin Akuntan Publik No. AP.1111), dalam laporannya masing-masing tertanggal 8 dan 7 Februari 2022
(dalam rupiah)
Keterangan 31 Desember
2021 2020 2019
Modal saham – nilai nominal Rp 100.000 per saham pada tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019 Modal dasar – 3.500.000 saham pada tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019
Modal ditempatkan dan disetor penuh – 2.800.000 saham pada tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019
280.000.000.000 280.000.000.000 280.000.000.000
Saldo laba (defisit)
Ditentukan pengunaannya - -
-Belum ditentukan pengunaannya 89.957.619.156 (198.794.257) (59.262.183)
Jumlah Ekuitas 369.957.619.156 279.801.205.743 279.940.737.817
Perseroan telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat sebanyak1.118.750.000 (satu miliar seratus delapan belas juta tujuh ratus lima puluh ribu)saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 50,- (lima puluh Rupiah) setiap saham.
Tabel Proforma Ekuitas per tanggal 31 Desember 2021
Uraian Modal
Ditempatkan dan Disetor Penuh
Tambahan
Modal Disetor Belum Ditentukan
penggunaannya Jumlah Ekuitas Posisi Ekuitas menurut laporan keuangan
pada tanggal 31 Desember 2021; Modal Dasar 2.800.000 saham dengan nilai nominal Rp
100.000,- per saham 280.000.000.000 - 89.957.619.156 369.957.619.156
Proforma Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021 jika diasumsikan terjadi pada tanggal tersebut:
- Penawaran Umum sebanyak 1.118.750.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 50,- setiap saham dengan harga
penawaran sebesar Rp160,- setiap saham 55.937.500.000
123.062.500.000 -
179.000.000.000
- Biaya Emisi - (3.259.070.000) - (3.259.070.000)
Proforma Ekuitas pada tanggal 31
Desember 2021 sesudah Penawaran Umum
dengan nilai nominal Rp. 50,- per saham 335.937.500.000
119.803.430.000 89.957.619.156 545.698.549.156