c.3. Pencadangan HTR
6. PROVI NSI GORONTALO a. Kondisi Umum
Provinsi Gorontalo adalah salah satu dari 32 provinsi di wilayah Republik I ndonesia yang memanjang dari Timur ke Barat di Bagian Utara Pulau Sulawesi. Batas wilayah Provinsi Sulawesi Barat :
Sebelah utara berbatasan dengan Laut Sulawesi;
Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Utara;
Sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah dan
Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk TominiProvinsi termuda ini memiliki luas wilayah 12.215,44 km2 dan berada pada posisi geografis antara 00030’04” – 01002’30” Lintang Utara dan 112008’04”– 123032’09” Bujur Timur.
b. Luas Kaw asan Hutan Produksi
Luas kawasan hutan Provinsi Gorontalo masih mengacu pada SK Menteri Kehutanan Nomor 452/ Kpts-I I / 1999 tanggal 17 September 1999 tentang Penunjukkan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Sulawesi Utara, dimana kawasan hutan yang ditunjuk pada kedua provinsi tersebut adalah seluas 1.615.070 ha yang terdiri dari :
KSA/ KPA : 518.130 ha
Hutan Lindung(HL) : 341.447 ha
Hutan Produksi Tetap (HP) : 168.108 ha
Hutan Produksi Terbatas (HPT) : 552.573 ha
Hutan Produksi Konversi (HPK) : 34.812 ha.Gambar 21. Proporsi Luas Fungsi Kaw asan Hutan Berdasarkan Peta Penunjukkan Kaw asan Hutan dan Perairan Provinsi Sulaw esi Utara dan Provinsi Gorontalo
c. Pemanfaatan Kaw asan Hutan Produksi
Kawasan hutan produksi di Provinsi Gorontalo masih menyatu dengan Provinsi Sulawesi Utara dengan total hutan produksi seluas 755.493 ha. Dari luasan tersebut yang telah dimanfaatkan seluas 145.400 ha yaitu dalam bentuk I UPHHK-HA sebanyak 3 unit dan pencadangan HTR sebanyak 1 unit seluas 400 ha. Pada periode Triwulan I I ini, tidak ada perubahan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tabel 100 menyajikan bentuk pemanfaatan hutan produksi di Provinsi Gorontalo.
Tabel 100. Bentuk izin pemanfaatan hutan produksi di Provinsi Gorontalo
No I UPHHK Jumlah
( unit) Luas Berdasarkan SK ( ha)
1 I UPHHK-HA 3 145.000,00
2 I UPHHK-HTI -
-3 Pencadangan HTR 1 400,00
Jumlah 4 145.400,00
c.1. I UPHHK- HA
Sampai dengan bulan Juni 2010, pemanfaatan hutan produksi di Provinsi Gorontalo dalam bentuk I UPHHK-HA sebanyak 3 unit dengan luas areal sesuai SK.I UPHHK-HA seluas 145.000 ha. Dari ketiga
I UPHHK-HA tersebut, satu unit diantaranya dilaporkan tidak aktif. Daftar pemegang I UPHHK-HA sesuai SK.I UPHHK-HA sebagaimana Tabel 101 berikut :
Tabel 101. Daftar Pemegang I UPHHK- HA di Provinsi Gorontalo
No Nama I UPHHK- HA No.SK.I UPHHK- HA Tgl. SK Luas Aktifitas ( ha)
1 PT.GULAT II 701/Kpts-II/1993 01-Nop-93 21.500,00 Tidak Aktif
2 PT.Sapta Krida Kita 1046/Kpts-II/1992 10-Sep-92 57.000,00 Aktif
3 PT.Taiwi III./ 929/Kpts-II/1991 17-Des-91 66.500,00 Aktif
Jumlah 145.000,00
Sumber : Direktorat BRPHP dan BPHA
c.2. I UPHHK- HT
Pemanfaatan hutan produksi untuk hutan tanaman di Provinsi Gorontalo berupa pencadangan HTR di Kabupaten Bone Bolango dengan SK Menhut No. 42/ Menhut-I I / 2010 tanggal 15 Januari 2010 seluas 400 ha.
d. Penggunaan Kaw asan Hutan Produksi
Penggunaan kawasan hutan produksi yang telah mendapat persetujuan pinjam pakai dari Menteri Kehutanan untuk kegiatan di luar sektor kehutanan di Provinsi Gorontalo, tidak ada.
D. Regional Kepulauan Maluku
1. PROVI NSI MALUKU
a. Kondisi Umum
Luas Wilayah Provinsi Maluku adalah 712.480 km2, terdiri dari luas laut 92,4% dan luas daratannya hanya 7,6% dengan panjang garis pantai 11.000 km, sedangkan jumlah pulau besar kecil 1.412 buah. Secara geografis, Provinsi Maluku terletak antara 124° sampai dengan 136° BT dan 2° 30 ' LS sampai dengan 9° LS.
Dilihat dari letak geografisnya, batas wilayah Provinsi Maluku adalah :
sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara dan LautHalmahera
sebelah barat berbatasan dengan Laut Maluku
sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik dan
sebelah selatan berbatasan dengan Laut Seram.b. Luas Kaw asan Hutan Produksi
Luas kawasan hutan Provinsi Maluku sesuai SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 415/ Kpts-I I / 1999 tanggal 15 September 1999 tentang Penunjukkan Kawasan Hutan dan Perairan Provinsi Maluku, seluas 7.264.707 ha yang terdiri dari :
KSA/ KPA : 443.345 ha
Hutan Lindung(HL) : 1.809.634 ha
Hutan Produksi Tetap (HP) : 1.053.171 ha
Hutan Produksi Terbatas (HPT) : 1.653.625 ha
Hutan Produksi Konversi (HPK) : 2.304.932 ha.Gambar 22. Proporsi Luas Fungsi Kaw asan Hutan Berdasarkan Peta Penunjukkan Kaw asan Hutan dan Perairan Provinsi Maluku
c. Pemanfaatan Kaw asan Hutan Produksi
Kawasan hutan produksi di Provinsi Maluku masih menyatu dengan provinsi Maluku Utara yaitu seluas 5.011.728 ha. Dari luasan tersebut yang telah dimanfaatan seluas 768.915 ha yang terdiri dari 11 unit I UPHHK-HA dengan luas total 697.195 ha dan 3 unit I UPHHK-HTI dengan luas total 71.720 ha. Pada periode Triwulan I I ini, tidak ada perubahan dibandingkan dengan periode sebelumnya. Tabel 102 menyajikan bentuk pemanfaatan hutan produksi di Provinsi Maluku.
Tabel 102. Bentuk izin pemanfaatan hutan produksi di Provinsi Maluku
No I UPHHK Jumlah ( unit) Luas Berdasarkan SK.I UPHHK ( ha)
1 I UPHHK-HA 11 697.195,00
2 I UPHHK-HTI 3 71.720,00
c.1. I UPHHK- HA
Berdasarkan data Ditjen. BPK, I UPHHK-HA yang telah mendapat ijin dari Menteri Kehutanan di Provinsi Maluku untuk pemanfaatan hutan produksi sebanyak 11 unit dengan total areal seluas 697.195 ha. Dari 11 I UPHHK-HA tesebut seluruh dilaporkan masih aktif. Daftar nama I UPHHK-HA dan luas sesuai SK.I UPHHK-HA sebagaimana Tabel 103 berikut :
Tabel 103. Daftar Pemegang I UPHHK- HA di Provinsi Maluku
No Nama I UPHHK- HA No.SK.I UPHHK- HA Tgl. SK Luas Aktifitas ( ha)
1 Kop.Wailo Wana Lestari 522.21-53 08-Jun-01 29.955,00 Aktif
2 PD.Panca Karya 117/Kpts-II/2000 29-Des-00 63.440,00 Aktif
3
PT.Gema Hutani Lestari (d/h.
PT. Gema Sanubari) 951/Kpts-II/1999 14-Okt-99 148.450,00 Aktif
4 PT.Karya Jaya Berdikari 117//Menhut-II/2009 19-Mar-09 93.980,00 Aktif
5 PT.Maluku Sentosa 522.11-72 Th.2001 27-Agust-01 12.600,00 Aktif
6 PT.Mangole Timber Prod. II 599/Kpts-II/1990 06-Okt-90 101.800,00 Aktif
7
PT.Mangole Timber V
(DH.PT.Ceram Cahaya Tbr) 30/Kpts-II/1997 13-Jan-97 66.600,00 Aktif
8 PT.Nusa Padma Corporation 94/Menhut-II/2005 12-Apr-05 39.920,00 Aktif
9 PT.Prima Bumi Sakti 17/Menhut-II/2007 05-Jan-07 44.700,00 Aktif
10 PT.Talisan Emas 346/Menhut-II/2008 22-Sep-08 54.750,00 Aktif
11 PT.Wana Potensi Nusa 541/Kpts-II/1994 24-Nop-94 41.000,00 Aktif
Jumlah 697.195,00
Sumber : Direktorat BRPHP dan BPHA
c.1. I UPHHK- HTI
Sampai dengan Juni 2010, jumlah pemanfaatan hutan produksi dalam bentuk I UPHHK-HTI yang telah mendapat ijin dari Menteri Kehutanan di Provinsi Maluku sebanyak 3 unit dengan luas 71.720 ha. Dimana aktifitas ketiga perusahaan tersebut dinyatakan aktif. Daftar pemegang I UPHHK-HTI sebagaimana Tabel 104 berikut :
Tabel 104. Daftar Pemegang I UPHHK- HTI di Provinsi Maluku
No Nama I UPHHK- HTI No.SK.I UPHHK- HTI Tgl. SK Luas Aktifitas ( ha)
1 PT.Jati Cakrawala 145/Kpts-II/1996 04-Apr-96 17.210,00 Aktif
2 PT.Kirana Cakrawala 184/Kpts-II/1997 31-Mar-96 21.265,00 Aktif
3 PT.Waenibe Wood Industries 155/Menhut-II/2009 03-Apr-09 33.245,00 Aktif
Jumlah 71.720,00
d. Penggunaan Kaw asan Hutan Produksi
Penggunaan kawasan hutan produksi yang telah mendapat persetujuan ijin pinjam pakai dari Menteri Kehutanan untuk kegiatan di luar sektor
kehutanan di Provinsi Maluku sebanyak 1 unit perusahaan
pertambangan migas dengan luas 562,42 ha. Lokasi kegiatan ada yang di dalam areal I UPHHK-HA dan di luar areal I UPHHK. Untuk lebih jelasnya sebagaimana disajikan pada Tabel 105 berikut.
Tabel 105. Daftar perusahaan yang mendapat izin pinjam pakai kaw asan hutan dari Menteri
Nama Pemohon Jenis Jenis Mineral No.SK Tanggal Total
1 PT.Citic Seram Energy Eksploitasi Migas SK.657/Menhut-II/2009 15-Okt-09 562,42
Jumlah 562,42