Gambaran Keuangan Daerah
2. Analisis Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
3.3.1. Proyeksi Pendapatan dan Belanja
APBD merupakan instrumen yang menjamin terciptanya disiplin dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kebijakan pendapatan maupun belanja daerah.
Penyusunan APBD pada dasarnya bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi makro dan sumberdaya yang tersedia, mengalokasikan sumber daya secara tepat sesuai kebijakan pemerintah dan mempersiapkan kondisi bagi pelaksanaan pengelolaan anggaran secara akuntabel.
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III- 19 A. Proyeksi Pendapatan Daerah
Dalam lima tahun kedepan sumber pendanaan pembangunan Kalimantan Timur masih mengandalkan pendapatan dari dana perimbangan, terutama yang bersumber dari Bagi Hasil Bukan Pajak yang diperoleh dari bagi hasil minyak dan gas alam dan royalti dari sektor pertambangan umum, sedangkan Pendapatan Asli Daerah mengandalkan pada Pajak Daerah, terutama melalui kebijakan pengembangan lapangan usaha dan kesempatan kerja yang seluas-luasnya pada sektor-sektor potensial. Seiring dengan peningkatan pendapatan penduduk, pemerintah juga melakukan penataan pelayanan dan perluasan obyek pajak sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan suasana kondusif untuk mendukung berkembangnya investasi di Kalimantan Timur.
Komponen pendapatan daerah diproyeksikan mengalami rata-rata pertumbuhan dalam tahun 2019-2023 sebesar 3,84 persen. Proyeksi didasarkan pada perhitungan analisis data tahun 2013-2018 dan potensi pendapatan. Peningkatan pendapatan daerah tersebut diupayakan berasal dari optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), yaitu dengan pengoptimalan kinerja pemerintah daerah/OPD dalam menghasilkan PAD. Rasio PAD terhadap pendapatan menunjukkan tingkat kemandirian keuangan suatu daerah dalam rangka menjalankan tugas pemerintahan.
Pendapatan daerah terdiri dari tiga komponen, yaitu pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Ketiganya mempunyai strategi dan kebijakan sebagai berikut:
a. Komponen PAD selaku representasi kinerja riil pemerintah daerah dalam menggali pendapatan daerah secara mandiri, strategi peningkatan pendapatan yang dijalankan adalah melalui peningkatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan publik sebagai penghasil PAD, serta koordinasi lintas instansi. Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut:
Optimalisasi pengelolaan aset kawasan ekonomi sebagai aset daerah.
Meningkatkan hasil pendapatan dari retribusi dan pajak daerah melalui optimalisasi sistem retribusi dan pajak daerah.
Peninjauan kembali terhadap Perda Pajak dan Retribusi Daerah yang dianggap sudah tidak sesuai baik dari sisi tarif maupun mekanisme pemungutan.
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III- 20
Meningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pengelola retribusi/pajak daerah.
Melakukan pendataan atas potensi pajak dan retribusi daerah guna mengukur kapasitas pajak dan retribusi daerah sebagai dasar dalam menetapkan target pendapatan.
Melakukan koordinasi secara intensif antar instansi vertikal maupun horizontal, yaitu dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kepolisian, PD teknis penghasil, dan kecamatan.
Penataan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan PD penghasil beserta Unit Pelayanan Teknis untuk menggali sumber-sumber pendapatan baru dari sumberdaya kawasan ekonomi yang belum diatur dalam peraturan perundangan.
b. Meningkatkan kinerja dan kesehatan BUMD dengan melakukan penataan manajemen yang mendorong BUMD dikelola secara profesional.
c. Bagi Provinsi Kalimantan Timur, komponen pendapatan transfer menempati peran strategis dalam menyusun pendapatan daerah terkait DBHBP Sumber Daya Alam. Oleh karena itu, strategi yang dijalankan terutama melalui peningkatan koordinasi vertikal.
Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut:
Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dan antar provinsi dalam pengelolaan pendapatan transfer.
Upaya peningkatan jumlah DBHBP ketika terjadi penurunan melalui koordinasi dengan Kemendagri dan Kemenkeu.
Peningkatan pengendalian dan pengawasan pengelolaan sumber daya alam.
d. Dalam komponen lain-lain pendapatan daerah yang sah, strategi yang dijalankan melalui koordinasi dengan provinsi dan kabupaten/kota. Strategi tersebut mempunyai arah kebijakan sebagai berikut :
Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya, terutama dalam rangka bagi hasil pajak/ retribusi serta alokasi bantuan keuangan dari provinsi dan kabupaten/kota lainnya.
Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dalam hal transfer dana penyesu
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III- 21 Tabel 3.16 Realisasi dan Proyeksi Pendapatan Daerah Tahun 2019-2023 (dalam juta)
KODE REK KOMPONEN PENERIMAAN Realisasi Rencana
2021 Proyeksi
2019 2020 2022 2023
4 PENDAPATAN DAERAH 11,775,086 9,987,385 9,590,400 11,001,164 12,136,620
4.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 6,555,853 5,143,521 5,396,943 5,986,212 7,037,701
4.1.01 PAJAK DAERAH 4,984,520 3,900,431 4,260,000 5,042,645 6,015,000
4.1.02 RETRIBUSI DAERAH 26,493 10,123 17,841 20,961 23,514
4.1.03 HASIL PENGELOLAAN KEKAYAAN DAERAH YG
DIPISAHKAN 392,380 110,989 243,641 149,178 174,328
4.1.04 LAIN-LAIN PENDAPATAN ASLI DAERAH YANG SAH 1,152,460 1,121,978 875,461 773,427 824,859 4.2 PENDAPATAN TRANSFER 5,176,264 4,831,865 4,180,730 5,002,354 5,086,179 4.2.01 PENDAPATAN TRANSFER PEMERINTAH PUSAT 5,176,264 4,831,865 4,180,730 5,002,354 5,086,179
4.2.01.01 DANA PERIMBANGAN 5,176,263 4,831,865 4,180,730 5,002,354 5,086,179
4.2.01.01.01 DANA TRANSFER UMUM - DANA BAGI HASIL (DBH) 3,207,169 3,544,639 2,620,456 3,479,534 3,525,905
4.2.01.01.02 DANA ALOKASI UMUM (DAU) 815,693 831,404 856,333 856,333 856,333
4.2.01.01.03 DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 1,153,401 212,148 318,457 318,457 318,457 4.2.01.01.04 DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) NON FISIK - 171336 348,030 348,030 348,030
4.2.01.02 DANA INSENTIF DAERAH (DID)
- 72338 37,454 -
37,454
4.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 42,969 11,999 12,727 12,598 12,740
01.03.01 Hibah 14,922 11,999 12,727 12,598 12,740
01.03.04 Dana penyesuaian dan otonomi khusus***) 9,884 0 0 0 0
01.03.05 Bantuan keuangan dari provinsi atau Pemerintah Daerah
lainnya 18,163 0 0 0 0
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III-22 B. Rencana Belanja Daerah
Belanja daerah terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga yang keduanya menjadi penentu berlangsungnya pembangunan daerah. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengalokasian belanja daerah yang tepat sasaran dan tujuan, yaitu melalui Strategi penganggaran berbasis kinerja, yaitu berdasarkan pada indikator kinerja yang jelas dan terukur. Indikator kinerja yang digunakan adalah pencapaian kinerja dalam tahun anggaran/periode sebelumnya maupun indikator kinerja yang terdapat dalam dokumen perencanaan. Selanjutnya penganggaran disinergikan dengan berbagai dokumen perencanaan, baik itu perencanaan jangka menengah dalam bentuk RPJMD dan renstra OPD maupun perencanaan teknis setiap tahun dalam bentuk RKPD dan renja OPD. Disamping itu alokasi belanja daerah disusun dengan strategi penganggaran berbasis urgensi kebutuhan daerah dan dalam rangka mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran daerah. Lebih rinci untuk melihat proyeksi APBD Provinsi Kalimantan Timur 2019-2023 sebagai berikut:
Tabel 3.17 Realisasi Belanja Daerah Tahun 2019-2020 KODE
REK URAIAN TAHUN 2019 TAHUN 2020
2 BELANJA 10.669.670.000.000 10.683.921.000.000,00 2.01 Belanja Tidak Langsung 6.526.656.978.075 6.171.964.627.233,82 2.01.01 Belanja Pegawai 1.774.799.167.283 1.922.832.701.353,82 2.01.04 Belanja Hibah 765.270.838.400 223.050.003.062,00 2.01.05 Belanja Bantuan Sosial 9.774.550.000 16.070.550.000,00 2.01.06 Belanja Bagi Hasil 2.579.253.034.454 1.911.308.336.000,00 2.01.07 Belanja Bantuan Keuangan
& Politik 1.372.559.387.938 1.598.703.036.818,00 2.01.08 Belanja Tidak Terduga 25.000.000.000 500.000.000.000,00 2.02 Belanja Langsung 4.143.013.021.925 4.511.956.372.766 2.02.01 Belanja Pegawai 292.637.422.329 323.879.356.195 2.02.02 Belanja Barang dan Jasa 2.419.924.279.524 2.870.659.107.195 2.02.03 Belanja Modal 1.430.451.320.072 1.317.417.909.377 3 PEMBIAYAAN 120.045.986.750,00 2.099.394.164.475 3.01 Penerimaan Pembiayaan 220.045.986.750 2.249.394.164.475 3.02 Pengeluaran Pembiayaan 100.000.000.000 150.000.000.000
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III-23 Dengan terbitnya Peraturarn Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah, maka terhitung tahun 2021 Klasifikasi Belanja Daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer. Klasifikasi ini tentu berbeda dengan klasifikasi belanja yang telah disusun pada tahun 2019 dan tahun 2020 yang masih menggunakan klasifikasi belanja daerah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2006. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penyajian Tabel Belanja Daerah di pisah menjadi 2 bagian, dimana tahun 2019-2020 menggunakan Klasfikasi sesuai PP Nomor 58 tahun 2006, sedangkan tahun 2021-2023 menggunakan klasifikasi belanja sesuai PP Nomor 12 tahun 2019 berikut ini.
Tabel 3.18 Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2021-2023
KODE
REK URAIAN 2021 2022 2023
Rp Rp Rp
5 BELANJA 11.616.186.000.000 11.001.164.310.745 12.136.620.129.156 5.01 BELANJA OPERASI 5.435.615.961.300 7.358.998.119.147 7.706.077.725.603 5.01.01 Belanja Pegawai 2.331.962.318.109 2.762.530.737.773 2.829.981.334.745 5.01.02 Belanja Barang dan Jasa 2.812.706.329.353 3.924.881.432.184 4.482.654.720.299
5.01.05 Belanja Hibah 274.429.463.838 661.811.399.190 383.667.120.559
5.01.06 Belanja Bantuan Sosial 16.517.850.000 9.774.550.000 9.774.550.000
5.02 BELANJA MODAL 1.984.395.175.358 2.320.052.686.483 2.649.760.331.897
5.02.01 Belanja Modal Tanah 38.955.999.999
5.02.02 Belanja Modal Peralatan dan Mesin 492.268.114.492
5.02.03 Belanja Modal Gedung dan Bangunan 681.717.085.019
5.02.04 Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan
Irigasi 757.752.039.798
5.02.05 Belanja Modal Aset Tetap Lainnya 13.701.936.050
5.03 BELANJA TIDAK TERDUGA 251.933.363.342 251.933.363.342 200.000.000.000 5.03.01 Belanja Tidak Terduga 251.933.363.342 251.933.363.342 200.000.000.000 5.04 BELANJA TRANSFER 3.944.241.500.000 3.907.751.500.000 4.107.500.000.000 5.04.01 Belanja Bagi Hasil 2.240.000.000.000 2.607.751.500.000 3.107.500.000.000 5.04.02 Belanja Bantuan Keuangan 1.704.241.500.000 1.300.000.000.000 1.000.000.000.000
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III-24 3.3.2. Penghitungan Kerangka Pendanaan
Dalam hal tersebut pemerintah melakukan perhitungan rencana Belanja periodik yang wajib dan mengikat yang merupakan pengeluaran yang wajib dibayar serta tidak dapat ditunda pembayarannya seperti disajikan pada tabel dibawah.
Tabel 3.15 Proyeksi Pengeluaran Wajib Mengikat Tahun 2019-2023
NO URAIAN BELANJA WAJIB
MENGIKAT TAHUN 2019 TAHUN 2020 TAHUN 2021 TAHUN 2022 TAHUN 2023
A BELANJA OPERASI 5.729.400.964.884 5.529.265.228.406 8.859.499.554.655 8.774.742.690.470 9.346.136.798.187
1 Belanja Pegawai (Gaji, Tunjangan dan
TTP) 1.964.758.191.991 2.001.875.319.326 1.940.716.624.687 1.940.716.624.687 2.037.752.455.921
2 Belanja Penerimaan Lainnya Pimpinan
& Anggota DPRD serta KDH/WKDH 23.802.600.000 24.513.262.080 59.966.551.103 59.966.551.103 62.964.878.658 3 Bagi Hasil Kepada Kabupaten/Kota 3.087.791.772.893 1.911.308.336.000 2.240.000.000.000 2.607.571.500.000 3.107.500.000.000
4 Operasional Wajib Kantor 83.922.193.786 83.922.193.786 88.118.303.475
5 Insentif pemungut Pajak 129.632.250.000 147.852.217.000 155.244.827.850
6 Dana Alokasi Khusus (DAK) 653.048.400.000 623.341.242.000 666.487.302.000 666.487.302.000 666.487.302.000 7 Dana Bagi Hasil Reboisasi (DBH-DR) 162.729.921.000 171.536.608.000 196.941.606.585 202.945.387.865
8 Dana Insentif Daerah (DID) 62.010.148.000 37.454.311.000 0 37.454.311.000
9 Belanja pajak rokok 47.187.000.000 60.000.000.000 69.643.500.000 75.000.000.000
10 BLUD 696.300.000.000 700.150.000.000 651.500.000.000 703.500.000.000
11 Bantuan Keuangan kepada Partai Politik/Belanja Hibah kepada Partai
Politik (Kesbangpol) 2.381.863.838 2.381.863.838 2.381.863.838
12 Bantuan keuangan Umum Kepada
Pemerintah Kabupaten/Kota 1.661.741.500.000 1.300.000.000.000 1.000.000.000.000
13 Bantuan keuangan Ke Desa 42.500.000.000 42.500.000.000 42.500.000.000
14 Belanja Tidak Terduga 251.933.363.342 251.933.363.342 200.000.000.000
15 Belanja Fungsi Pendidikan 638.508.829.668 657.704.338.668 870.162.741.733
16 Belanja Fungsi Kesehatan 120.678.514.191 53.675.260.421 52.327.469.854
17 Belanja untuk Pengawasan 21.838.214.268 21.691.480.268 21.826.054.281
18 Belanja untuk Peningkatan SDM ASN 30.051.428.772 20.254.888.772 19.971.201.711
B PENGELUARAN PEMBIAYAAN 150.000.000.000 249.856.920.000 249.856.920.000 249.856.920.000
1 Pembayaran Pokok Utang - - 0 0 0
2 Penyertaan modal - 150.000.000.000 249.856.920.000 249.856.920.000 249.856.920.000 TOTAL BELANJA WAJIB & MENGIKAT 5.729.400.964.884 5.679.265.228.406 9.109.356.474.655 9.024.599.610.470 9.595.993.718.187
Bab 3. Gambaran Keuangan Daerah III-25 Berdasarkan data proyeksi pendapatan dan proyeksi data belanja wajib dan mengikat,
dapat disusun kapasitas riil keuangan daerah pada tahun 2019-2023 seperti tabel berikut:
Tabel 3.19 Proyeksi Kapasitas Riil Daerah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019-2023
NO URAIAN TAHUN 2019 TAHUN 2020 TAHUN 2021 TAHUN 2022 TAHUN 2023
1 Pendapatan 8.769.807.042.689 8.584.526.835.525 9.590.400.000.000 11.001.164.310.745 12.136.620.129.156 2 Pencairan Dana
Cadangan - - - - -
3
Sisa Lebih Riil Perhitungan Anggaran
1.862.060.553.637 2.249.394.164.475 2.275.642.920.000 -
-
Total
Penerimaan 10.631.867.596.326 10.833.921.000.000 11.866.042.920.000 11.001.164.310.745 12.136.620.129.156
Dikurangi
4
Belanja Dan Pengeluaran Pembiayaan Yang Wajib Dan Mengikat
5.729.400.964.884 5.679.265.228.406 9.109.356.474.655 9.024.599.610.470 9.595.993.718.187
Kapasitas Riil Kemampuan
Keuangan
5.518.720.811.513 5.154.655.771.594 2.756.686.445.345 1.976.564.700.275 2.540.626.410.969
Tabel 3.20
Kapasitas Riil Kemampuan Daerah Tahun 2019-2023
Uraian
Proyeksi
Tahun 2019 Tahun 2020 Tahun 2021 Tahun 2022 Tahun 2023
(Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
Kapasitas Riil Kemampuan
Keuangan 5.518.720.811.513 5.154.655.771.594 2.756.686.445.345 1.976.564.700.275 2.540.626.410.969 Prioritas I 3.164.887.203.975 2.856.336.371.658 1.473.939.482.031 1.062.633.947.300 1.296.802.084.483 Prioritas II 1.127.049.249.020 1.599.014.862.459 958.921.670.696 752.305.793.437 1.068.962.473.422 Prioritas III 1.226.784.358.518 699.304.537.477 323.825.292.617 161.624.959.538 174.861.853.065
a. Prioritas I : dialokasikan untuk membiayai belanja wajib dan mengikat serta pemenuhan penerapan pelayanan dasar
Pada tahun 2021 hingga tahun 2023, sebagaian besar belanja wajib dan mengikat untuk pemenuhan pelayanan dasar telah dialokasian pada belanja wajib dan mengikat seperti teruang pada tabel Tabel 3.15 Proyeksi Pengeluaran Wajib Mengikat Tahun 2019-2023.