• Tidak ada hasil yang ditemukan

110 1113.3.2 Proyeksi Pendapatan, Belanja, dan Pembiayaan Tahun

Dalam dokumen RPJMD DKI JAKARTA 2013 2017 (Halaman 56-59)

2013-2017

A. Kebijakan Dan Proyeksi Pendapatan Tahun 2013-2017

Dengan melihat performa Pendapatan Daerah tahun 2007-2012, pada masa yang akan datang pendapatan daerah diharapkan dapat meningkat lebih tinggi lagi, yang diikuti dengan berbagai upaya-upaya untuk dapat mencapainya.

Tahun 2013-2017, dirumuskan beberapa kebijakan pendapatan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah, yaitu sebagai berikut:

a. Penyesuaian dasar pengenaan pajak daerah;

b. Penyesuaian tarif Pajak Daerah tertentu

c. Perluasan basis pajak yang masih dapat dilakukan dengan Online System Pajak

Daerah yang telah dilakukan sejak 2010 dengan 800 Wajib Pajak dan terus dikembangkan hingga ditargetkan 14.000 Wajib Pajak pada tahun 2017;

d. Pemberlakuan Pajak Rokok Tahun 2014, dimana dalam Undang-Undang Nomor

28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah diamanatkan bahwa Pajak Rokok merupakan Pajak Daerah yang dipungut oleh Provinsi;

e. Penyesuaian sewa parkir secara periodik;

f. Penambahan jenis retribusi baru (Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi

Ijin Mempekerjakan Tenaga Asing);

g. Peningkatan kerjasama intensiikasi pemungutan PPh orang pribadi; dan

h. Optimalisasi laba BUMD.

Kebijakan tersebut diatas diformulasikan sedemikian rupa sehingga diperoleh proyeksi pendapatan sebagaimana tabel berikut:

No Uraian

Tahun

2013 2014 2015 2016 2017

1 Pertumbuhan Ekonomi (&) 6,90 7,00 7,10 7,20 7,30 2 Inlasi 5.0 - 6,0 5,5 - 6,0 6,5 - 7,5 5,5 - 6,5 6,0 - 7,0

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

Pendapatan 41.525,34 53.197,03 63.955,60 83.707,89 103.982,01

1 Pendapatan Asli Daerah 26.670,45 34.258,57 40.100,47 47.902,04 57.376,73 1.1 Pajak Daerah 21.918,00 28.457,00 33.883,82 41.228,78 50.200,37 1.2 Retribusi Daerah 1.500,00 2.207,50 2.369,63 2.547,83 2.743,72

1.3

Hasil Pengelolaan Keuangan daerah Yang Dipisahkan

415,24 615,00 719,00 841,00 984,00

1.4 lain-lain PAD Yang Sah 2.837,21 2.979,07 3.128,02 3.284,42 3.448,64 2 Dana Perimbangan 9.248,95 15.130,98 21.783,63 33.590,78 44.244,45 2.1 Dana Bagi Hasil Pajak 8.692,21 14.492,00 21.094,81 32.793,71 43.336,68

2.2 Dana Bagi Hasil Bukan

Pajak 255,56 281,12 295,17 324,69 340,92

2.3 Dana Alokasi Umum 301,18 357,86 393,65 472,38 566,85

3 Lain-lain Pendapatan

Daerah Yang Sah 5.605,93 3.807,48 2.071,50 2.215,08 2.360,83 Tabel 3.15.

Proyeksi Indikator Makro Ekonomi Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007 - 2012

(Dalam Persen)

Sumber: Bappeda dan BPS Provinsi DKI Jakarta

Tabel 3.16.

Proyeksi Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: BPKD dan DPP Provinsi DKI Jakarta

B. Kebijakan Dan Proyeksi Belanja Daerah Tahun 2013-2017

Kebijakan Belanja Daerah tahun 2013-2017 secara umum sebagai berikut:

1. Memenuhi pelaksanaan Program Unggulan yang merupakan Program Prioritas

dalam pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun;

2. Memenuhi pelaksanaan program prioritas daerah lainnya sesuai dengan urusan

pemerintahan yang harus dilaksanakan;

3. Memenuhi pelaksanaan program yang bersifat pemenuhan standar pelayanan

minimal dan operasional;

4. Mengakomodir semaksimal mungkin program pembangunan yang dijaring

melalui Aspirasi Masyarakat dalam Musrenbang;

5. Mengedapankan program-program yang menunjang pertumbuhan ekonomi,

peningkatan penyediaan lapangan kerja dan upaya pengentasan kemiskinan;

6. Melaksanakan program-program yang bersifat mengikat seperti halnya dukungan

pencapaian target pembangunan nasional (Pro Poor, Pro Job, Pro Growth, Pro

Environment, MDG’s dan MP3EI), pemenuhan ketentuan perundang-undangan (anggaran pendidikan lebih dari 20 persen), pendampingan program-program pemerintah pusat,serta pendampingan program-program yang didanai oleh Lembaga Keuangan Internasional;

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

BAB 3 - Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

112 113

dan Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI). Dari sisi Pengeluaran, difokuskan untuk Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan pembayaran utang pokok. Gambaran rencana Pembiayaan Daerah tahun 2013-2017, dapat dilihat pada tabel berikut:

3.3.3 Penghitungan Kerangka Pendanaan

Selanjutnya, untuk menentukan kapasitas riil keuangan daerah, dihitung dengan mengisi tabel, sebagai berikut:

7. Meningkatkan pelayanan masyarakat dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota/

Kabupaten hingga Provinsi;

8. Menyesuaikan gaji pegawai sesuai dengan kebijakan Pemerintah.

Belanja Daerah dialokasikan dengan mendasarkan pada prioritas kebutuhan, yang terbagi menjadi belanja yang bersifat mengikat dan Belanja Prioritas. Belanja Prioritas diklasiikasikan lagi dengan mempertimbangkan urgensi menjadi prioritas I, prioritas II dan prioritas III, dimana prioritas I mendapatkan prioritas pertama sebelum prioritas II. Prioritas III mendapatkan alokasi anggaran setelah prioritas I dan II terpenuhi kebutuhan dananya. Program Prioritas I merupakan program pembangunan daerah dengan tema atau program prioritas yang menunjang pencapaian visi dan misi Gubernur. Program Prioritas II merupakan program dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah termasuk pemenuhan pelayanan dasar kepada masyarakat sesuai dengan SPM. Program Prioritas III merupakan prioritas yang dimaksudkan untuk alokasi belanja hibah, belanja bantuan sosial organisasi kemasyarakatan, belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota serta belanja tidak terduga. Pengalokasian dana pada prioritas III harus memperhatikan pemenuhan dana pada Prioritas I dan II terlebih dahulu untuk menunjukkan urutan prioritas yang benar.

Alokasi Belanja terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan Belanja Tidak Langsung yang bersifat mengikat dan Belanja Prioritas I, serta untuk memenuhi Pengeluaran Pembiayaan yang bersifat Wajib.

Berikut digambarkan Proyeksi Alokasi Belanja Daerah tahun 2013-2017 khusus untuk pemenuhan Belanja Mengikat dan Belanja Prioritas I.

C. Kebijakan Dan Proyeksi Pembiayaan Daerah 2013-2017

Kebijakan Pembiayaan Daerah di masa yang akan datang, dari sisi Penerimaan yaitu dengan menggunakan perkiraan penerimaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya

dan penerimaan dari Pinjaman Daerah, yaitu untuk pembiayaan Mass Rapid Transit (MRT)

No Uraian Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 A Belanja Mengikat 10.853,15 12.236,92 13.797,13 15.556,26 17.539,69 B Belanja Langsung (Prioritas I) 24.622,21 36.209,82 35.211,75 33.854,32 25.580,02 C Pengeluaran Pembiayaan 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922,69 1 Penyertaan Modal Pemerintah 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922,69 2 Pembayaran Utang Pokok 58,19 - - - -Total (A+B) 39.878,91 53.552,72 52.909,67 52.712,08 44.042,40 No Uraian Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 Pembiayaan Netto 4.050,99 4.632,36 8.534,71 10.723,65 15.480,89 1 Penerimaan Pembiayaan 8.454,55 9.738,34 12.435,50 14.025,15 16.403,58 1.1 Penggunaan SiLPA 8.344,55 6.836,45 8.674,41 10.873,55 15.642,69 1.2 Penerusan Pinjaman JEDI 110,00 159,40 160,30 150,10 138,20 1.3 Penerusan Pinjaman MRT - 2.742,49 3.600,79 3.001,50 622,69 2 Pengeluaran Pembiayaan 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922,69

2.1 Penyertaan Modal

Pemerintah 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922,69

2.1 Pembayaran Utang Pokok 58,19 - - -

-No Uraian Tahun 2013 (Rp) 2014 (Rp) 2015 (Rp) 2016 (Rp) 2017 (Rp) 1 Pendapatan 41.525,34 53.197,03 63.955,60 83.707,89 103.982,01 2 Penggunaan SiLPA 8.344,55 6.836,45 8.674,41 10.873,55 15.642,69 3 Penerusan Pinjaman JEDI 110,00 159,40 160,30 150,10 138,20 4 Penerusan Pinjaman MRT - 2.742,49 3.600,79 3.001,50 622,69

Total Penerimaan 49.979,89 62.935,37 76.391,10 97.733,04 120.385,59

5 Belanja Mengikat 10.853,15 12.848,40 15.210,50 18.006,89 21.317,42 6 Belanja Prioritas 24.622,21 36.209,82 35.211,75 33.854,32 25.580,02 7 Pengeluaran Pembiayaan 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922,69

Kapasitas Riil Kemampuan 10.100,98 8.771,17 22.068,06 42.570,33 72.565,46

Tabel 3.17.

Proyeksi Belanja Mengikat dan Prioritas I Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017

(Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: Bappeda dan BPKD Provinsi DKI Jakarta

Tabel 3.18.

Proyeksi Pembiayaan Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: BPKD Provinsi DKI Jakarta

Tabel 3.19.

Proyeksi Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta

Tahun 2013-2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: Bappeda dan BPKD Provinsi DKI Jakarta

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

BAB 3 - Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

114 115

Berdasarkan tabel tersebut, diperoleh proyeksi Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah, yang kemudian akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan anggaran Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung yang belum dialokasikan, dengan proyeksi seperti digambarkan pada tabel berikut.

Dengan demikian, Kapasitas Riil Keuangan Daerah telah digunakan untuk memenuhi Belanja Prioritas II dan III, secardapat dialokasikan sebagaimana tabel berikut:

Penetapan persentase tiap tahun sesuai urutan prioritas (I, II, dan III) bukan menunjukkan urutan besarnya persentase tetapi lebih untuk keperluan pengurutan pemenuhan kebutuhan pendanaannya. Besar persentase ditentukan sesuai analisis umum tentang kapasitas pendanaan dari program prioritas yang dibayangkan akan menunjang prioritas dimaksud. Evaluasi atau analisis dari penyelenggaraan pembangunan daerah dimasa lalu cukup baik untuk mendapatkan gambaran yang diinginkan.

Kerangka pendanaan selama 5 (lima) tahun ditampilkan pada tabel berikut.

No Uraian

Tahun

2013 2014 2015 2016 2017

1 Kapasitas Riil Kemampuan

Keuangan Daerah 10.100,98 8.771,17 22.068,06 42.570,33 72.565,46 2 Proyeksi Belanja Prioritas I 6.371,26 4.482,00 17.135,50 36.897,89 66.042,15 3 Proyeksi Belanja Prioritas II 3.729,72 4.289,18 4.932,56 5.672,44 6.523,30

Surplus / Berimbang 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

No Uraian

Tahun

2013 2014 2015 2016 2017

1 Pendapatan 41.525,34 53.197,03 63.955,60 83.707,89 103.982,01

a Pendapatan Asli Daerah 26.670,45 34.258,57 40.100,47 47.902,04 57.376,73 - Pajak Daerah 21.918,00 28.457,00 33.883,82 41.228,78 50.200,37 - Retribusi Daerah 1.500,00 2.207,50 2.369,62 2.547,83 2.743,72

-Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

415,24 615,00 719,00 841,00 984,00

- Lain-lain Pendapatan

Daerah yang Sah 2.837,21 2.979,07 3.128,02 3.284,42 3.448,64 b Dana Perimbangan 9.248,95 15.130,98 21.783,63 33.590,78 44.244,45 - Bagi Hasil Pajak 8.692,21 14.492,00 21.094,81 32.793,71 43.336,68 - Bagi Hasil Bukan Pajak 255,56 281,12 295.17 324,69 340,92 - Dana Alokasi Umum 301,18 357,86 393,65 472,38 566,85

c Lain-lain Pendapatan

Daerah Yang Sah 5.605,93 3.807,48 2.071,50 2.215,08 2.360,83

2 Belanja 45.576,33 57.829,39 72.490,31 94.431,54 119.462,90

a Belanja Tidak Langsung 14.582,87 17.137,58 20.143,06 23.679,33 27.840,72 - Belanja Mengikat 10.853,15 12.848,40 15.210,50 18.006,89 21.317,42 - Prioritas III 3.729,72 4.289,18 4.932,56 5.672,44 6.523,30 b Belanja Langsung 30.993,46 40.691,81 52.347,25 70.752,21 91.622,17 - Prioritas I 24.622,21 36.209,82 35.211,75 33.854,32 25.580,02 - Prioritas II 6.371,26 4.482,00 17.135,50 36.897,89 66.042,15 Surplus / Deisit 4.050,99 4.632,36 8.534,71 10.723,65 15.480,89 3 Pembiayaan 4.050,99 4.632,36 8.534,71 10.723,65 15.480,89 a Penerimaan 8.454,55 9.738,34 12.435,50 14.025,15 16.403,58 b Pengeluaran 4.403,56 5.105,98 3.900,79 3.301,50 922.69 Total APBD 49.979,89 62.935,37 76.391,10 97.733,04 120.385,59 No Prioritas Belanja Tahun 2013 2014 2015 2016 2017 % Rp % Rp % Rp % Rp % Rp 1 Prioritas I 70,91 24.622,21 80,50 36.209,82 78.28 35.211,75 75,26 33.854,32 56,87 25.580,02 2 Prioritas II 18,35 6.371,26 9,96 4.482,00 38.09 17.135,50 82,03 36.897,89 146,82 66.042,15 3 Prioritas III 10,74 3.729,72 9,54 4.289,18 10,97 4.932,56 12,61 5.872,44 14.50 6.523,30 Total 34.723,18 44.980,99 57.279,81 76.424,65 98.145,48 Tabel 3.20. Proyeksi Penggunaan Kapasitas Riil Kemampuan Keuangan Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: Bappeda DKI Jakarta

Tabel 3.21.

Kerangka Pendanaan Alokasi Prioritas I, II, dan III Provinsi DKI Jakarta

Tahun 2013 – 2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: Bappeda Provinsi DKI Jakarta

Tabel 3.22.

Proyeksi APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2013-2017 (Dalam Miliar Rupiah)

Sumber: Bappeda, BPKD, dan DPP Provinsi DKI Jakarta

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

BAB 3 - Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah Serta Kerangka Pendanaan

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

116

RPJMD Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2013-2017

BAB 1 - Pendahuluan

BAB 4

ANALISIS ISU - ISU

Dalam dokumen RPJMD DKI JAKARTA 2013 2017 (Halaman 56-59)