• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROYEKSI TIMBULAN SAMPAH

7.3. PROYEKSI TIMBULAN SAMPAH

Kuantitas dan karakteristik sampah suatu kota dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sumber sampah, tingkat ekonomi sosial, cara hidup masyarakat, dan sebagainya. Untuk melakukan penelitian mengenai tingkat timbulan sampah memerlukan tenaga dan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perhitungan sampah dalam perencanaan TPA Alas Barat Kabupaten Sumbawa dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut:

 Menggunakan perbandingan dengan standar timbulan sampah yang dipergunakan di Indonesia, yaitu berdasarkan kategori kota dari LPMB Bandung Departemen PU, 1993. Data Timbulan sampah berdasarkan klarifikasi kota tersebut dapat dilihat pada Tabel 7.5.

Tabel 7.5. Timbulan Sampah Berdasarkan Klasifikasi Kota No. Klasifikasi Kota Volume (liter/orang/hari) Berat (Kg/orang/hari) 1. Kota sedang 2,75 - 3,25 0,70 - 0,80 2. Kota kecil 2,50 - 2,75 0,625 - 0,70

 Jika berdasarkan perbandingan timbulan di atas, seharusnya timbulan yang dilayani TPA Alas Barat seharusnya mengikuti kategori kota kecil. Namun, berdasarkan data primer hasil perhitungan untuk kondisi eksisting di TPA , volume sampah adalah 1,99 liter/orang/hari. Perhitungan proyeksi jumlah timbulan sampah di Kabupaten Sumbawa menggunakan data primer hasil perhitungan untuk kondisi eksisting di TPA Alas Barat, yaitu 1,99 liter/orang/hari dengan pertimbangan mewakili kondisi di Kabupaten Sumbawa saat ini. Hasil perhitungan timbulan sampah pemukiman berdasarkan jumlah penduduk selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 7.6 dengan rincian sebagai berikut:

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah penduduk diperoleh dari seluruh daerah yang terlayani. Pada tahun eksisting, jumlah penduduk masing-masing desa diperoleh dari data sekunder. Sedangkan jumlah penduduk pada tahun-tahun berikutnya diperoleh dari hasil proyeksi secara geometrik.

Timbulan Sampah (l/org/hari)

Timbulan sampah diperoleh dari hasil survey di lapangan dengan melakukan sampling dan observasi sehingga diperoleh hasil 1,99 l/org/hari.

Volume Timbulan Domestik (m3/hari)

Tabel 7.6. Proyeksi Timbulan Sampah

Berdasarkan Jumlah Penduduk Wilayah Pelayanan TPA Alas Barat

Sumber : Hasil Perhitungan Sampah Non Domestik

Sampah non Domestik / Pemukiman yang dihasilkan di Kabupaten Sumbawa bersumber dari pasar, komersial, perkantoran, dan lain-lain. Berdasarkan penelitian Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) ITB Bandung Departemen PU, 1989, tentang Laporan Final Pekerjaan Laju Timbulan Sampah di Indonesia (kota sedang dan kecil), persentase total sampah non permukiman adalah 20 - 25% dari sampah pemukiman atau domestik. Perhitungan jumlah sampah non domestik di Kabupaten Sumbawa ditentukan berdasarkan kondisi eksisting dari jumlah sampah terangkut pada tahun 2017, yang diuraikan sebagai berikut:

 Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah penduduk diperoleh dari seluruh daerah yang terlayani. Pada tahun eksisting, jumlah penduduk masing-masing desa diperoleh dari data sekunder. Sedangkan jumlah penduduk pada tahun-tahun berikutnya diperoleh dari hasil proyeksi secara geometrik.

 Volume Timbulan Domestik (m3/hari)

= (Timbulan Sampah x Jumlah Penduduk) : 1000  Kondisi eksisting tahun 2017, yaitu :

- Jumlah penduduk : 83.966 jiwa

- Volume Timbulan Domestik : 167,09 m3/hari - Persentase sampah non domestik terangkut : 20 %

 Perkiraan sampah non domestik terangkut adalah :

= jumlah timbulan sampah domestik x persentase sampah non domestik = 167,09 m3/hari x 20 %

= 33,42 m3/hari

 Volume Sampah (m3/hari)

= Volume Timbulan Domestik + Volume Timbulan Non Domestik = 167,09 m3/hari + 33,42 m3/hari

= 200,51 m3/hari

 Persentase tersebut akan tetap sampai tahun 2028 dan jumlah sampahnya akan meningkat sesuai dengan jumlah penduduk.

Proyeksi timbulan sampah domestik dan non domestik di wilayah pelayanan TPA Alas Barat, Kabupaten Sumbawa pada tahun 2017 sampai 2028 tersaji pada Tabel 7.7.

Tabel 7.7. Proyeksi Timbulan Sampah Domestik dan Non domestik Wilayah Pelayanan TPA Alas Barat

Sumber : Hasil Perhitungan

Jiwa (l/org/hari) (m3/hari) (m3/hari) (m3/hari)

2016 83,276 1.99 165.72 33.14 198.86 2017 83,966 1.99 167.09 33.42 200.51 2018 84,672 1.99 168.50 33.70 202.20 1 2019 85,392 1.99 169.93 33.99 203.92 2 2020 86,127 1.99 171.39 34.28 205.67 3 2021 86,877 1.99 172.89 34.58 207.46 4 2022 87,643 1.99 174.41 34.88 209.29 5 2023 88,425 1.99 175.97 35.19 211.16 6 2024 89,222 1.99 177.55 35.51 213.06 7 2025 90,036 1.99 179.17 35.83 215.01 8 2026 90,867 1.99 180.82 36.16 216.99 9 2027 91,714 1.99 182.51 36.50 219.01 10 2028 92,578 1.99 184.23 36.85 221.08 No. Tahun Jumlah penduduk Timbulan Sampah Volume Timbulan Domestik Volume Timbulan Non Domestik Volume sampah

Volume Sampah Masuk TPA

Perhitungan volume sampah yang masuk ke TPA Alas Barat Kabupaten Sumbawa dihitung berdasarkan hasil analisa proyeksi penduduk dan proyeksi sampah yang dihasilkan serta wilayah perencanaan dan adanya asumsi prosentase pelayanan. Perencanaan TPA Alas Barat direncanakan dapat melayani pemrosesan akhir sampah selama 10 tahun, mulai dari awal operasional. Di asumsikan dilakukan pembangunan TPA pada tahun 2018, maka operasional TPA Alas Barat dilakukan dari tahun 2019 – 2023. Area pelayanan TPA Alas Barat yang meliputi kawasan perkotaan pada wilayah pelayanan sampah Alas Barat, Alas, Buer, Rhee, dan Utan.

Prosentase tingkat pelayanan eksisting kebersihan/ persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa di lima wilayah pelayanan tersebut hanya sebesar ± 7.9% dari total volume sampah (domestic dan non domestic). Berdasarkan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa dan data primer di lapangan, volume sampah yang terangkut dari seluruh wilayah pelayanan tersebut sebesar 15,9 m3/hr dari total volume sampah wilayah pelayanan sebesar 200,51 m3/hr. Dengan kata lain ada sekitar 184,62 m3/hr sampah yang tak terangkut ke TPA. Volume sampah yang tak terangkut tersebut umumnya dilakukan pengolahan secara mandiri melalui pembakaran, ditimbun di kubangan yang ada di pekarangan rumah masyarakat, maupun yang dibuang sembarangan.

Dengan mengasumsikan terjadi peningkatan pelayanan menjadi 70 % pada awal tahun 2025 dan 100% pada akhir periode perencanaan, seiring dengan peningkatan kualitas teknik pengelolaan di TPA maka dapat diperkiraan jumlah total timbulan sampah yang masuk ke TPA sampai tahun 2028. Pelayanan sebesar 100 % merupakan 70 % volume sampah masuk TPA dan 30 % volume sampah masuk pengelolaan sampah TPS 3R, sedangkan 30% residu dari pengelolaan sampah di TPS 3R masuk TPA. Jadi Total sampah yang masuk ke TPA sebesar 80%. Perhitungan secara rinci adalah sebagai berikut:

Jumlah Penduduk (Jiwa)

Jumlah penduduk diperoleh dari seluruh daerah yang terlayani. Pada tahun eksisting, jumlah penduduk masing-masing desa diperoleh dari data sekunder. Sedangkan jumlah penduduk pada tahun-tahun berikutnya diperoleh dari hasil proyeksi secara geometrik. Timbulan Sampah (l/org/hari)

Timbulan sampah diperoleh dari hasil survey di lapangan dengan melakukan sampling dan observasi sehingga diperoleh hasil 1,99 l/org/hari.

Volume Timbulan Domestik (m3/hari)

= (Timbulan Sampah x Jumlah Penduduk) : 1000 Volume Timbulan Non Domestik (m3/hari)

Volume Sampah (m3/hari)

= Volume Timbulan Domestik + Volume Timbulan Non Domestik Penduduk Terlayani (%)

Persentase penduduk terlayani diperoleh dari volume sampah yang masuk ke TPA (diperloleh dari hasil observasi, sampling, dan analisa). Data tersebut kemudian dibagi dengan Volume Sampah. Sehingga dapat diidentifikasi berapa persen pelayanan eksisting.

Sedangkan untuk tahun-tahun berikutnya digunakan pendekatan estimasi (yaitu perkiraan peningkatan pelayanan berdasarkan kondisi lapangan dan kemampuan daerah); dan pendekatan analogis (mengacu pada pekerjaan serupa dengan karakteristik-karakteristik yang sama).

Jumlah Penduduk Terlayani (Jiwa)

= ( %Penduduk Terlayani : 100) x Jumlah Penduduk Volume Timbulan Sampah Terlayani (m3/hari)

Pada tahun eksisting (2017), Volume Sampah Terlayani diperoleh dari data primer. Sedangkan mulai tahun 2018 dan seterusnya, diperoleh dari perhitungan:

= ( %Penduduk Terlayani x Volume Sampah ) : 100 Rencana Pengelolaan Masuk TPA (m3/hari)

Pada tahun eksisting (2017) volume TPA yang masuk ke TPA diperoleh melalui data primer. Dengan persentase 100%. Sedangkan untuk tahun-tahun berikutnya diperoleh dari perkalian rencana persentase sampah masuk TPA pada tahun tersebut (%) dengan Volume Timbulan Sampah Terlayani (m3/hari).

Rencana Pengelolaan TPS3R (m3/hari)

Pada tahun eksisting (2017) volume TPA yang masuk ke TPA diperoleh melalui data primer. Dengan persentase 0%. Sedangkan untuk tahun-tahun berikutnya diperoleh dari perkalian rencana persentase sampah masuk TPS3R pada tahun tersebut (%) dengan Volume Timbulan Sampah Terlayani (m3/hari).

Residu TPS3R (m3/hari)

Pada tahun eksisting (2017) volume TPA yang masuk ke TPA diperoleh melalui data primer. Dengan persentase 0%. Sedangkan untuk tahun-tahun berikutnya diperoleh dari perkalian persentase residu TPS3R pada tahun tersebut (%) dengan Volume Timbulan Sampah Terlayani (m3/hari).

Volume Sampah Masuk TPA Total (m3/hari)

= Rencana Pengelolaan Masuk TPA + Residu TPS3R Volume Sampah Masuk TPA Total (m3/tahun)

= Volume Sampah Masuk TPA Total (m3/hari) x 365 hari Perhitungan selengkapnya tersaji pada Tabel 7.8.

T

ab

el 7.8

Proy eks i Ti m b ul an S am p ah Be rdas ar k an Tingka t Pe lay ana n TP A A las B ar at t ahu n 201 7 -20 28

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah merupakan tempat dimana sampah mencapai tahap terakhir dalam pengelolaannya sejak mulai timbul di sumber, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan.

Berdasarkan UU nomor 18 tahun 2008, TPA sebagai tempat pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian sampah dan / atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman. Dengan semakin berkembangnya suatu daerah, maka akan semakin besar pula volume timbulan sampah yang masuk ke TPA, sehingga membutuhkan lahan TPA yang semakin luas. Berdasarkan kedua hal tersebut, maka diperlukan perencanaan yang bersifat teknis agar nantinya TPA dapat menjadi tempat pemrosesan sampah akhir yang aman bagi lingkungan dan berkelanjutan. Diantaranya dengan merencanakan lahan landfill, desain TPA, operasi dan pelaksanaan sistem controlled landfill, unit pengolahan lindi, kebutuhan armada angkut sampah, kebutuhan alat berat, bangunan penunjang operasional, kebutuhan tenaga operasional TPA, fasilitas perlindungan lingkungan, dan indentifikasi dampak lingkungan.

Dokumen terkait