• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KAIZEN DAN 5S

2.3 PT. Sagami Indonesia

PT.Sagami Indonesia adalah perusahaan yang dimiliki Jepang yang berada di dalam komplek industri Tanjung Morawa, berdiri pada tahun 2012. Perusahaan ini bergerak dibidang pembuatan komponen elektronik semi konduktor sebagian besar ampli audio otomotif dan bermacam tipe produk yaitu DBL, DBE, 7G.

Karyawan yang bekerja di perusahaan ini mencapai 2000 lebih dan terdiri dari beberapa organisasi seperti Produksi, Kantor, Gudang dan lain lain.

Peneliti mengambil PT.Sagami sebagai objek penelitian karena dalam perusahaan ini menerapkan sistem 5S.

BAB III

ANALISIS FUNGSI 5S DALAM KAIZEN PADA BAGIAN PRODUKSI PT. SAGAMI INDONESIA

3.1 Penerapan 5S pada Bagian Produksi di PT. Sagami Indonesia

Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada 2 orang karyawan dan ketua tim 5S di PT. Sagami bahwa penerapan 5S yang dilakukan di perusahaan ini yaitu dengan cara menjelaskan pengertian 5S serta melaksanakannya, kemudian setiap organisasi seperti produksi, engineering, office serta gudang akan membuat audit internal setiap bulannya.

1) Menjelaskan arti dari 5S serta melaksanakannya di tempat kerja

Sebagai hasil dari wawancara dari pihak karyawan 2 orang leader produksi dan ketua tim 5S menyatakan bahwa 5S merupakan strategi perusahaan Jepang atau sikap kerja yang digunakan pada perusahaan Jepang termasuk PT. Sagami Indonesia yang juga menerapkan 5S yaitu:

1. Seiri adalah ringkas membedakan yang diperlukan dan yang tidak diperlukan.

2. Seiton adalah menata barang agar lebih mudah mencari barang yang diperlukan.

3. Seiso adalah resik, membersihkan sampah serta kotoran untuk mendapatkan tempat kerja yang bersih dan nyaman.

4. Seiketsu adalah rawat, memelihara atau merawat tempat kerja agar seiri, seito dan seiso tetap terjaga.

5. Shitsuke adalah rajin menjalankan seluruh tahapan 5S.

Pada umumnya di PT.Sagami ini melakukan training terlebih dahulu kepada operator tentang tata cara kerja dan pentingnya menerapkan 5S di tempat kerja.

Sehingga setelah diberi penjelasan mengenai 5S, kemudian menerapakannya pada aktivitas kerja.

2) Mengadakan Kegiatan Evaluasi Rutin

Untuk melaksanakan kegiatan 5S agar tetap konsisten diterapkan, perusahaan melakukan kegiatan rutin yaitu : yang pertama melakukan briefing, meeting dan audit internal.

a) Briefing

Briefing dilakukan oleh leader selama 10 menit setiap pagi untuk memulai suatu pekerjaan menjelaskan kembali apa saja kendala yang telah terjadi kemarin serta memberikan solusinya, mengingatkan kembali kepada seluruh anggota karyawan mengenai 5S agar tetap menjalankannya dengan baik.

b) Meeting

Meeting oleh setiap organisasi yang dilakukan setiap 2 minggu sekali mengenai hal-hal yang berhubungan dengan 5S, membahas masalah atau kendala yang terdapat di tempat kerja dan memberi solusi untuk permasalahan tersebut.

Meeting ini dilakukan oleh setiap organisasi dengan ketua tim 5S.

c) Audit Internal

Audit Internal adalah suatu tata cara penilaian yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pada suatu perusahaan yaitu melihat mana yang harus dibenahi jika terjadi masalah pada tempat kerja seperti barang tidak tertata dan tidak bersih maka akan diambil foto sebelum dilakukan perbaikan atau jika ditemukan masalah pada daerah tempat kerja lalu oleh karyawan dibenahi kemudian diambil foto sesudah dilakukan perbaikan untuk melihat bahwa masalah yang ditemukan pada tempat kerja langsung dapat diperbaiki. Kemudian membuat checksheet 5S atau disebut juga laporan hasil evaluasi audit internal.

Data audit internal dibawah ini merupakan data yang peneliti terima dari pihak tim 5S PT.Sagami Indonesia sebagai bahan data. Gedung A lantai II adalah tempat produksi perusahaan PT.Sagami Indonesia pada bagian ini terdapat banyak alat dan barang yang digunakan untuk melakukan pekerjaan pembuatan produk dari perusahaan yaitu komponen elektronik. Audit internal di bagian gedung A lantai II pada tanggal 14 november 2018.

Laporan Patrol 5S pada Gedung A Lantai II

No. Sebelum Perbaikan Sesudah Perbaikan

1.

Ditemukan talam yang tersusun di rak paling atas

Sudah diperbaiki dan sudah diletakkan pada tempatnya

2.

Tidak ada area parker troli Sudah dibuatkan garis line untuk troli 3.

Ditemukan serokan sampah di sudut area loker

Sudah diperbaiki dan sudah dipindahkan pada tempatnya

4.

Ditemukan sandal di atas loker

Sudah diperbaiki dan dimeetingkan agar tidak meletakkan sandal di atas loker.

5.

Terdapat silicon pada rak sisa barang

packing Silicon sudah diletakkan pada tempatnya

6.

Tidak ada segitiga model di atas tumpukan

material Sudah dibuatkan segitiga model di atas

tumpukanmaterial 7.

Terdapat injek dan palet yang tidak ada

garis dan indikasi Sudah dibuatkan garis dan indikasi pada injek dan palet

8.

Tidak ada label proses pada visual inspection

Sudah dibuatkan label proses visual inspection

9.

Terdapat layar pad dan tidak ada indikasi Sudah dibuatkan indikasi segitiga layar pad

10.

Tumpukan buku dan kertas tanpa indikasi Sudah diperbaiki dan penyusunan tempat buku sudah dibuatkan box file

11.

Terdapat barang yang tidak ada indikasi dan berantakan

Barang sudah ada indikasi dan sudah dirapikan

Setelah terdapat temuan masalah di lokasi produksi maka di foto terlebih dahulu diperbaiki lalu kemudian di foto setelah itu dilakukan perbaikan, temuan masalah dari hasil foto tersebut ditulis ke lembar checksheet. Checksheet adalah

lembar laporan digunakan untuk menulis temuan masalah serta hasil perbaikan yang dilakukan.

Dengan melakukan evaluasi rutin seperti breafing, meeting dan audit internal merupakan hal yang dapat mempertahankan 5S agar tetap terjaga dan konsisten dilakukan seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan PT.Sagami Indonesia.

Dalam hal ini bukan hanya dari cara penerapan seperti briefing, meeting dan audit internal saja yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari 5S tetapi, faktor Manusia dalam melakukan 5S sangat berperan dalam menunjang keberhasilan melaksanakan sikap kerja tersebut. Manusia adalah subjek pengatur dalam melakukan semua hal yang ada di dalam perusahaan, sehingga sangat perlu menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan akan terjadi.

Meningkatkan kualitas perilaku manusia, jika seseorang menggunakan komputer di dalam wilayah produksi tetapi tidak memperhatikan dan tidak fokus terhadap apa yang dilaksanakan seperti memasukkan kode data yang salah komputer tidak akan berjalan dengan baik sehingga seorang karyawan harus bekerja dengan fokus maka mutu kualitas manusia dalam bekerja dapat meningkat.setiap orang harus diberikan tanggung jawab atas segala pelaksanaan didalam ruangan produksi dan memeriksa secara berulang setiap melakukan sesuatu untuk mencegah kesalahan-kesalan kecil ataupun kesalahan yang sangat fatal sekalipun. Sehingga sebisa mungkin kita berusaha untuk menghindari kesalahan yang disebabkan dari faktor manusia.

3.2 Fungsi dan Manfaat 5S Pada Bagian Produksi PT.Sagami Indonesia

3.2.1 Fungsi 5S pada Bagian Produksi

Kaizen sebagai pedoman untuk menjadikan perusahaan lebih baik dengan terus menerus melakukan perbaikan apabila terdapat temuan masalah serta evaluasi rutin yang dilakukan untuk mempertahankan 5S agar tetap konsisten dalam penerapannya serta menjadikan perusahan semakin lebih baik untuk mencapai tujuannya.

Melaksanakan 5S di tempat kerja akan mencegah masalah yang tidak diinginkan oleh perusahaan terjadi misalnya pekerjaan menjadi terhambat karena ketidakteraturan dalam penataan perkakas produksi, tidak bersihnya lingkungan tempat kerja menjadikan operator serta pekerja yang lainnya merasa tidak nyaman sehingga akan mempengaruhi fokusnya dalam bekerja, akibatnya adalah dapat mempengaruhi produk dari perusahaan sendiri produk menjadi asal jadi, tidak sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.

Keselamatan dalam bekeja merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Melakukan 5S dengan mendeteksi tempat kerja (bagian produksi) secara berkala seperti patrol dan audit internal di tempat kerja melihat hal hal yang janggal langsung ditangani, mesin yang mengalami kerusakan secepat mungkin diperbaiki, apabila terdapat oli yang tumpah langsung dibersihkan karena ini bisa membahayakan pekerja. sehingga 5S bisa mengurangi bahaya di tempat kerja.

3.2.2 Manfaat 5S pada Bagian Produksi

Masyarakat Jepang dikenal sebagai orang yang sangat setia dengan pekerjaannya, bekerja adalah hal yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Tempat kerja merupakan tempat yang membuat para kerja mudah merasa tidak nyaman jika kotor, berantakan dan tidak dirawat maka dengan menerapkan 5S di tempat kerja memberikan manfaat untuk perusahaan dan juga untuk para karyawan.

Menerapkan pemilahan (seiri) menjadikan tempat kerja lebih efisien, mejadi luas dan lapang, bekerja menjadi lebih leluasa dan tidak menghambat ruang gerak sehingga semakin meningkatkan produktivitas dalam bekerja. Tempat kerja menjadi lebih tertata rapi dengan melaksanakan penataan (seiton), menata alat dan barang disesuaikan dengan tingkat kegunaannya yang lebih penting sehingga mampu membantu pekerjaan karena akan lebih mudah untuk ditemukan.

Tempat kerja menjadi lebih bersih karena menerapkan pembersihan (seiso), perkakas kerja tetap bersih dan juga menjaga tempat kerja tetap dalam kondisi yang baik. Dengan melakukan seiri, seiton, seiso merupakan langkah dalam merawat alat dan mesin dalam bekerja sehingga dapat menghemat biaya operasional karena dengan melakukan 5S yaitu perawatan (seiketsu) pada alat dan barang akan menghemat biaya pengeluaran dan juga Menambah penghematan penggunaan tempat dan alat kerja lainnya. Dengan begitu kualitas di tempat kerja akan menjadi lebih baik.

Manfaat yang yang dihasilkan bukan saja kepada perusahaan melainkan juga kepada diri pribadi karyawan. Manfaat dalam melakukan 5S di kehidupan

kerja membawa dampak positif yaitu membawa diri pribadi menjadi lebih bersih dan rapi sehingga meningkatkan moral karyawan menjadi lebih baik bukan hanya dalam perusahaan tetapi juga dalam diri sendiri dan 5S menciptakan sifat disiplin dan rajin (shitsuke) kepada seluruh pekerja yang ada di perusahaan karena 5S merupakan strategi sikap kerja yang dilakukan secara berkala, semua kegiatan sudah terstruktur dengan baik

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas adalah, yaitu:

1. 5S merupakan cara untuk mencapai kaizen, dalam melakukan penerapannya di tempat kerja seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke dengan cara mengetahui arti dan melakukannya dengan benar serta diikuti dengan evaluasi secara berkala sepert briefing, meeting dan audit internal akan menghasilkan manfaat yang luar biasa untuk perusahaan namun tidak dalam waktu yang cepat lambat laun akan tampak perbedaan yang akan dirasakan oleh perusahaan, 5S dan kaizen saling berkaitan untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan. Untuk mencapai tujuannya semua orang yang bekerja di dalam perusahaan harus saling terlibat karena ini membutuhkan kerja sama antar setiap organisasi mulai dari operator, kepala bagian organisasi serta ketua tim. Usaha yang dilakukan mulai dari memilah, menata, membersihkan, merawat dan rajin dalam pelaksanaannya akan memberikan hasil. Selain itu dalam masyarakat Jepang sendiri memiliki budaya asli yang dianut dari konfusius yang disebut Gorin atau lima hubungan moral terhadap masyarakat. Dari ke lima hubungan tersebut ada tiga yang terkait dengan perusahaan yaitu loyalitas bawahan kepada pimpinan atau atasan, ketaatan kepada sesepuh (orang yang lebih tua) dan saling percaya antar teman. Hal ini

juga yang membuat seluruh orang yang bekerja di Perusahaan Sagami dapat menerapkan 5S dalam kaizen.

2. Fungsi 5S dalam sebuah perusahaan adalah dapat mendeteksi dan mencegah masalah pada mesin dan alat perkakas pada bagian produksi. Dengan begitu manfaat yang dirasakan akan banyak tempat kerja akan tetap bersih, nyaman dan terasa lapang sehingga produktivitas dalam bekerja juga akan meningkat, dapat menghemat waktu proses pengambilan dan pencarian barang karena sudah ditata sesuai dengan tingkat funsionalnya dan pemberian tanda sehingga lebih efisien. Hal yang sangat penting adalah manfaat terbesar dari 5S dapat memelihara tempat kerja karena pelaksanaan secara rutin dan memberikan dampak yang baik untuk diri pribadi karyawan, karyawan menjadi lebih bersih dan rapi tidak hanya dilingkungan tempat kerja namun di lingkungan tempat tinggal serta menjadi disiplin dalam bekerja.

4.2 Saran

Dalam melaksanakan kaizen dan 5S hendaknya dapat dilakukan pada tempat kerja di perusahaan Indonesia yang belum menerapkannya baik itu perusahaan kecil ataupun perusahaan yang besar. Melihat dari manfaat yang didapatkan dari menerapkan 5S banyak, maka tidak ada salahnya menerapkan 5S dengan rutin untuk perubahan yang lebih baik. Melaksanakan 5S juga dapat dilakukan di lingkungan tempat tinggal dengan begitu bukan hanya tempat kerja saja yang nyaman melainkan lingkungan tempat tinggal juga nyaman.

DAFTAR PUSTAKA

Giddens, Anthony. 1986. Kapitalisme Dan Teori Sosial Modern. Terjemahkan Oleh: Soeheba Kramadibrata. Jakarta: UI Press.

Halajur,Untung. 2018. Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja.Malang: Wineka Media.

Hikmat, Mahi M. 2011. Metode Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Imai, Masaaki. 1996. Kaizen Kunci Sukses Jepang Dalam Persaingan.

Terjemahkan Oleh:Mariani Gandamiharja. Jakarta: Lembaga PPM

. 1998. Gemba Kaizen: Pendekatan Akal Sehat, Berbiaya Rendah Pada Manajemen. Terjemahkan Oleh: Kristianto Jahja. Jakarta:

Lembaga PPM dan Yayasan Toyota Astra.

. 2005. Budaya Kaizen. Jakarta: Pustaka Utama.

International Society For Educational Information. 1989. Jepang Dewasa Ini.

Tokyo: International Society For Educational Information.

Liker, Jeffrey.K dan Michael Hoseus. 2008. Budaya Toyota. Terjemahkan Oleh:

Dian Rahadianto Basuki. Jakarta: Esensi Erlangga Group.

Ong, Susy. 2017. Seikatsu Kaizen.Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Osada, Takashi. 1995. Sikap Kerja 5S. Terjemahkan Oleh: Mariani Gandamihardja. Jakarta: PT. Pustaka Binaan Pressindo.

Setiadi, Melly dan Usman Kolip. 2011. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Prenada Media Group.

Sutrisno, Aliet Noorhayati. 2014.Telaah Filsafat Pendidikan.Yogyakarta:

Deepublish.

Referensi Link Internet:

Blog.unnes.ac.id/prestia/2015/12/03 teori-fungsional-malinowski/ (Diakses 17 maret 2019).

Elfitria Wiratmani.2015. Analisis Implementasi Metode 5S Untuk Pemeliharaan Stasiun Kerja Proses Silk Printing di PT.Mandom Indonesia TBK.https://journal.lppmunindra.ac.id/index.

php/Faktor_Exacta/article/viewFile/241/227 (Diakses 05 April 2019).

https://www.geologinesia.com/2018/09/letak-astronomis-geografis-dan-geologis-jepang.html?m=1 (Diakses 11 Maret 2019).

Patricia Diana Paramita.2012.Penerapan kaizen Dalam Perusahaan.

https://jurnal.unpand. ac.id/ index.php/dinsain/article/view/67 (Diakses05April 2019).

LAMPIRAN

Lampiran 1 Foto Briefing

Lampiran 2 Foto Meeting

Lampiran 3

Checksheet Hasil 5S Bagian Produksi Gedung A Lantai II (14 November 2018)

Lampiran 4

Lembar Pedoman Wawancara

Lampiran 1. Foto Briefing Leader Produksi dan Operator PT. Sagami Indonesia

Lampiran 2. Foto Meeting masing-masing Organisasi dengan Ketua Tim 5S

Lampiran 4

Lembar pedoman wawancara 1

Tujuan: Untuk memperoleh data tentang 5S di Bagian Produksi PT.Sagami Indonesia.

Identitas Narasumber :

Nama: Benganita Budaya Pertiwi Lubis Pekerjaan/Jabatan: Leader Produksi

1. Apakah yang Bapak/Ibu ketahui tentang kaizen pada suatu perusahaan?

Kaizen itu berubah (perubahan) perubahan menjadi lebih baik, strategi yang digunakan meningkatkan secara terus-menerus suatu produksi, kualitas, keuangan operasional dan mengurangi pemborosan hingga meningkatkan keamann kerja.

2. Apakah yang dimaksud dengan 5S?

Strategi perusahaan dari Negara Jepang juga termasuk kepada sikap kerja.

3. Apakah ada hubungan kaizen dengan 5S?

Istilahnya kalau tidak ada, tidak akan berjalan lancar untuk mencapai target. Kaizen dan 5S tidak akan terpisahkan, ada kaitannya satu konsep perbaikan terus-menerus yang dibentuk berdasarkan standar kerja.

4. Bagaimana penerapan 5S di bagian produksi pada PT. Sagami Indonesia?

5S di PT. Sagami membuat organisasi perwakilan dari produksi, engineering, maupun dari office, dari gudang semuannya kumpul membuat audit setiap bulan untuk penerapan ke operator dengan briefing melalui leader produksinya sendiri. penyampaian ke operator dengan briefing setiap pagi atau setiap awal shift.

5. Bagaimana mempertahankan 5S tetap terjaga/konsisten dilakukan?

Karena ada organisasi, kami juga mengikutsertakan teman-teman yang lain membuat audit patrol line, setiap gedung mengadakan audit setiap bulannya dari gedung yang satu ke gedung yang lain atau departemen yang satu ke departemen yang lain secara rutin sehingga akan tetap terjaga.

6. Apakah ada evaluasi rutin yang dilakukan ? Briefing dan Audit internal.

7. Apa saja manfaat yang dirasakan setelah menerapkan 5S ? 1. Kenyamanan tempat kerja, lebih bersih, lebih tertata rapi.

2. Produktivitas makin meningkat, lebih efisien waktu dan tempat.

3. Menambah penghematan atau menghilangkan berbagai pemborosan tempat, penggunaan, atau alat kerja lainnya.

4. Manfaat sampai kedalam diri pribadi, membuat diri kita menjadi lebih bersih dan rapi.

8. Apakah dengan menerapkan 5S dapat memelihara tempat kerja?

Sangat dapat, karena kalau tidak melakukan 5S, semuanya akan

berantakan, semua asal saja ibaratnya tidak ada tertibnya, tidak ada aturannya apalagi ada 2000-an operator tapi, kalu kita ada satu aturan semua pakai, tempat kerja jadi lebih nyaman dan terpelihara.

Lembar pedoman wawancara 2

Tujuan: Untuk memperoleh data tentang 5S di Bagian Produksi PT.Sagami Indonesia.

Identitas Narasumber :

Nama: Tri Rezeki Ananda Siregar Pekerjaan/Jabatan: Leader Produksi

1. Apakah yang Bapak/Ibu ketahui tentang kaizen pada suatu perusahaan?

Kaizen itu artinya baik, yang tadinya buruk karena adanya kaizen kita berubah menjadi lebih baik. Jadi, kaizen itu merupakan strategi yang berfungsi atau yang digunakan untuk meningkatkan proses produksi secara

terus-menerus. Proses produksi, Quality produksi, pengurangan biaya operasional juga mengurangi pemborosan hingga keamanan kerja.

2. Apakah yang dimaksud dengan 5S?

1. Seiri itu ringkas, dapat membedakan mana yang perlu dan mana yang tidak perlu.

2. Seiton adalah rapai, penataan agar mempermudah mencari barang.

3. Seiso adalah membersihkantempat yang kotor.

4. Seiketsu adalah memelihara atau merawat agar seiri, seiton dan seiso tetap terjaga.

5. Shitsuke adalah rajin, pemeliharaan kedisiplinan dalammenjalankan seluruh tahapan 5S.

3. Apakah ada hubungan kaizen dengan 5S?

Hubungan kaizen itu tanpa adanya kaizen mungkin 5S tidak berjalan lancar untuk mencapai target. Karena ini juga merupakan konsep untuk perbaikan terus-menerus seperti memelihara.

4. Bagaimana penerapan 5S di bagian produksi pada PT. Sagami Indonesia?

Dengan cara audit setiap bulan. Auditnya itu lihat lagi mana yang harus dibenahi ambil foto before-nya setelah itu diinformasikan. Mereka akan membuat ulang lagi after-nya, jadi itu melakukan aktivitas 5S di tempat kerja difoto gambar untuk dibersihkan atau dibenahi, mana yang harus dibenahi ambil foto gambarnya.

5. Bagaimana mempertahankan 5S tetap terjaga/konsisten dilakukan?

Dengan cara sosialisasi secara rutin mengadakan meeting setiap bulan sekali mengenai 5S kepada seluruh anggota tim 5S ataupun tetap kepada pekerja yang ada disini briefing secara rutin setiap pagi kepada seluruh anggota operator yang bertujuan untuk mengingatkan dan melakukan aktivitas 5S tersebut.

6. Apakah ada evaluasi rutin yang dilakukan ? Meeting, Briefing.

7. Apa saja manfaat yang dirasakan setelah menerapkan 5S ?

Meningkatkan produktivitas, pengaturan kerja yang lebih efisien

meningkatkan kenyamanan karena selalu bersih, sehingga kalau kalau tempat kerja bersih kita pun nyaman bekerja. Karena untuk memulai pekerjaan itu mulai dari kenyamanan tempat kerja terlebih dahulu, menambah penghematan karena menghilangkan berbagai pemborosan di tempat kerja.

8. Apakah dengan menerapkan 5S dapat memelihara tempat kerja?

Tentu dapat, dengan menerapkan 5S serta pelaksanaan kaizen maka terciptalah suasana tempat kerja yang baik, lebih nyaman dan lebih efisien.

Lembar pedoman wawancara 3

Tujuan: Untuk memperoleh data tentang 5S di Bagian Produksi PT.Sagami Indonesia.

Identitas Narasumber : Nama: Franstony Simbolon

Pekerjaan/Jabatan: Maintenance dan Ketua Tim 5S

1. Apakah yang Bapak/Ibu ketahui tentang kaizen pada suatu perusahaan?

Artinya kaizen ini dari bahasa Jepang artinya berubah menjadi baik, memperbaikilah, perbaikan di lapangan. Contoh dibagian produksi, selama ini kita terapkan pada anggota ynag berfungsi atau digunakan untuk meningkatkan keuangan operasional atau penghematan.

2. Apakah yang dimaksud dengan 5S?

1. Seiri yang artinya ringkas yaitu membedakan mana yang perlu dan yang tidak diperlukan.

2. Seiton artinya rapi yaitu menata agar lebih mudah mencari barang atau alat yang kita perlukan.

3. Seiso yaitu resik adalah membersihkan sampah serta kotoran untuk mendapatkan tempat kerja yang lebih bersih.

4. Seiketsu adalah merawat atau memelihara tempat kerja agar seiri, seiton dan seiso tetap terjaga.

5. Shitsuke adalah rajin, pemeliharaan kedisiplinan dan menjalankan seluruh tahap 5S.

3. Apakah ada hubungan kaizen dengan 5S?

Kaizen ini seperti yang disebutkan yaitu sangat erat hubungannya dengan 5S karena tanpa kaizen 5S tidak akan bisa mencapai target. Contoh yang sudah diterapkan dan dijalankan di Perusahaan ini adalah memelihara dan

memperbaiki , kalau ada kira-kira masalah yang melanggar ketentuan ataupun pasal-pasal dari pada 5S tersebut kita harus ada melakukan gemba kaizen atau perbaikan lapangan salah satu contoh, setelah ada temuan masalah lalu

diperbaiki.

4. Bagaimana penerapan 5S di bagian produksi pada PT. Sagami Indonesia?

1. Menjelaskan apa itu arti 5S.

2. Melakukan aktivitas 5S di tempat kerja ataupun di gudang dan lain-lain.

3. Kerjakan secara rutin dilaksananakan kepada tim membuat contoh gambar hasil sebelum dan sesudah audit internal dengan menunjukkan foto sebelum dan sesudah perbaikannya istilahnya foto before after.

5. Bagaimana mempertahankan 5S tetap terjaga/konsisten dilakukan?

Rutin dan rajin mensosialisasikan, meeting 2 minggu sekali penting kepada seluruh anggota tim tentang cara mempertahankan 5S tersebut. Rutin setiap pagi dari leader mem-briefing-kan kepada seluruh operator tentang 5S yang berfungsi untuk mengingatkan dan melaksanankan aktivitas 5S tersebut agar 5S bisa terlaksana secara efektif dan juga mengadakan patrol disetiap gedung perusahaan yang bertujuan memastikan seluruh peralatan ataupun material atau bahan lainnya yang tidak berpindah tempat dari ketentuan 5S maka itulah salah satu ketidaksesuaian kemudian segera melakukan tindakan perbaikan.

6. Apakah ada evaluasi rutin yang dilakukan ?

Briefing, Audit Internal, Patrol yang dilakukan ketua tim 5S karena sebagai penanggung jawab.

7. Apa saja manfaat yang dirasakan setelah menerapkan 5S ?

Menciptakan tempat kerja yang baik, meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang efisien, tempat kerja menjadi bersih, luas dan

Menciptakan tempat kerja yang baik, meningkatkan produktivitas karena pengaturan tempat kerja yang efisien, tempat kerja menjadi bersih, luas dan

Dokumen terkait