PSA Group menyediakan jasa konsultasi kepada institusi pemerintah yang merupakan pelaksana proyek-proyek infrastruktur, termasuk badan usaha milik negara (BUMN) dan pemerintah daerah (PEMDA). Layanan yang diberikan meliputi persiapan studi pra-kelayakan, uji tuntas keuangan dan proyek, dan pelaksanaan tender, untuk membantu setiap institusi tersebut dalam mencari opsi pendanaan terbaik atau memilih investor swasta sebagai sponsor proyek.
Untuk menghindari terjadinya benturan kepentingan, PSA Group dan PCA Group tidak diperbolehkan untuk memberikan layanan konsultasi kepada satu proyek infrastruktur yang sama. Di sepanjang tahun 2014, PSA Group terus melakukan pengembangan usaha termasuk dengan memperluas jaringan melalui kegiatan-kegiatan berbasis transaksi dan kebijakan. Di antara kegiatan yang dilakukan adalah menangkap peluang bisnis layanan di sektor pembangkit panas bumi, energi yang berkelanjutan, pembangunan bandara dan pelabuhan, serta penyediaan layanan konsultasi untuk institusi pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta layanan lainnya yang terkait dengan pasar. Salah satu pencapaian dalam bisnis ini adalah berhasil diidentifikasinya opsi untuk memulai persiapan transaksi proyek bandara dan penerbitan peraturan pemerintah yang mengatur penggunaan aset negara untuk pembangunan infrastruktur. Di sepanjang tahun, IIF juga telah menjajaki kerja sama dengan International Finance Corporation (IFC) dalam rangka mendapatkan mandat dalam pelaksanaan proyek-proyek transportasi serta dengan USAID (United States Agency for International Development) untuk proyek-proyek energi terbarukan.
Dalam pelaksanaan mandat transaksi yang telah didapat, yaitu proyek KSP pasokan air Semarang, peran IIF adalah membantu Pemerintah Kota Semarang dalam menyelesaikan aplikasi untuk Viability Gap Fund (VGF) untuk diserahkan kepada Departemen Keuangan serta jaminan pemerintah untuk Jaminan Dana untuk Infrastruktur Indonesia (IIGF). Proyek ini memerlukan dukungan Pemerintah tersebut dalam rangka membangun struktur transaksi yang bankable.
Public Sector Advisory Group (PSA Group)
PSA Group offers advisory services to government institutions engaged in the implementation of
infrastructure projects, including state-owned enterprises (BUMN), and local governments (PEMDA). Our services include the preparation of pre-feasibility studies, financial and project due diligence, and tender execution, to help the institutions find the best funding options or select private investors as project sponsors.
In this advisory business, PSA Group and PCA Group shall refrain from providing advisory services to the same infrastructure project, as doing so will create potential conflicts of interest.
Throughout 2014, the PSA group continued its business development efforts and broadened its network through transaction and policy-based activities. This included pursuing advisory opportunities on geothermal power, renewable energy, seaport and airport projects, and also advising government ministries in policy development and market consultation. Notable results in policy advisory include the identification of options to start airport project transaction preparation and the issuance of government regulation on the use of state-assets for infrastructure projects. Throughout the year, IIF has also been developing potential cooperation with the International Finance Corporation (IFC) and the United States Agency for International Development (USAID) for mandates in transport projects and renewable energy projects respectively.
On the execution of the existing transaction mandate, i.e. the West Semarang Water Supply PPP Project, IIF has assisted the City Government of Semarang in completing and submitting the application for Viability Gap Funding (VGF) to the Ministry of Finance and for government guarantee to the Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF). Both of these government supports are required to form a bankable transaction structure for the project.
Rencana 2015
Perubahan peraturan dan perundangan yang belakangan terjadi serta target pembangunan infrastruktur yang telah dicanangkan oleh pemerintah baru untuk periode 2015- 2019 telah memberikan tantangan sekaligus kesempatan yang lebih luas bagi PSA Group untuk melakukan pengembangan bisnis di tahun 2015, seperti:
• Pengembangan pembangkit-pembangkit listrik baru di seluruh Indonesia yang rencananya akan memiliki kapasitas sebesar 35.000 MW telah membuka kesempatan bagi PSA Group untuk memberikan layanan konsultasi kepada PLN dan Kementerian Keuangan terkait pelaksanaan berbagai proyek pembangunan IPP yang memanfaatkan bahan bakar fosil ataupun energi terbarukan, baik itu proyek KSP atau proyek-proyek lain yang lebih cepat;
• Perluasan dan peningkatan kapasitas lalu lintas bandara dan kualitas layanan untuk bandara regional yang terletak di ibukota provinsi dan daerah tujuan wisata melalui partisipasi sektor swasta telah membuka peluang bagi PSA untuk mendapatkan mandat sebagai pemberi layanan konsultasi bagi PSA Group kepada Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian dalam pelaksanaan persiapan dan transaksi proyek. Lingkup kerja untuk proyek ini juga telah menciptakan peluang kerja sama dengan IFC dan lembaga donor lainnya; • Penjajakan skema pembiayaan inovatif, termasuk salah
satunya mekanisme pembayaran yang dinilai cocok untuk menjadikan struktur keuangan proyek-proyek infrastruktur di wilayah perkotaan atau daerah-daerah lain yang sudah terlebih dahulu melakukannya menjadi lebih bankable. Konsultasi kebijakan IIF dengan Departemen Keuangan dalam pengembangan skema di tingkat nasional maupun pemerintah daerah akan memberikan peluang bagi IIF dalam bentuk penyediaan layanan dalam pelaksanaan skema ini.
Plans for 2015
Changes in sector law/regulation and the infrastructure development target set by the new government for 2015- 2019 pose new challenges and present more opportunities for PSA Group to develop its business in 2015, e.g.:
• The development of 35,000 MW in new power plant capacity all over Indonesia offers potential advisory mandates for PSA in advising PLN and the Ministry of Finance in the implementation of various IPP projects utilizing fossil-based fuel or renewable energy resources, either under the PPP or fast-track schemes;
• The expansion and improvement of airport traffic capacity and service quality for existing regional airports located in provincial capitals and tourist destinations through private sector participation offers potential advisory mandates for PSA in advising the Ministry of Transportation, Ministry of Finance, and Coordinating Ministry of Economic Affairs in conducting project preparation and transaction implementation. The scope of work for this project further creates the opportunity for potential cooperation with IFC and other donor institutions;
• The implementation of innovative financing schemes, e.g. availability payment mechanism, that are suitable to support the bankability of marginally viable infrastructure projects either in urban environments or pioneer regions. IIF’s policy consultation with the Ministry of Finance on developing the scheme at both national and regional level may yield more work for IIF in supporting the implementation of the scheme.