• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.5. Puncak Pemikiran

Suatu produk dengan top of mind yang kuat akan berkesempatan membentuk

landasan merek yang kuat karem memiliki keberadaan yang paling tinggi.

Keberadaan merek akan selalu melekat kuat dibenak konsumen apabila mereka

ditanya akan produk tertentu maka, merek yang muncul dibenak konsumen akan

disebut pertama kali. Menurut Darmadi Durianto puncak pemikiran (Top Of Mind)

adalah merek yang disebutkan pertama kali oleh konsumen atau yang pertama kali

muncul dalam benak konsumen.

Sedangkan Aaker (1991:61) menyebutkan Top of mind adalah merek yang

pertama disebut dari suatu pengingatan kembali merek tertentu tanpa dibantu

(Unaided Recall). Dengan menyebut merek tersebut memposisikan bahwa merek melekat kuat dalam benak konsumen. Faktor yang menentukan besamya Top of mind

adalah :

a. Asosiasi merek

b. Keakraban rasa suka, dan

c. Komitrnen perusahaan

2.1.5.1. Dimensi Asosiasi Merek

Pengertian asosiasi merek menurut Aaker (1996:60) adalah segala hal yang

berkaitan dengan ingatan mengenai merek. Keterkaitan pada suatu merek akan lebih

mengkomunikasikannya. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat dirangkai

sehingga membentuk citra tentang merek atau brand image didalam benak konsumen.

Selanjutnya apabila konsumen beranggapan bahwa merek tertentu secara fisik

berbeda dari merek pesaing, citra Merek tersebut akan melekat secara terus menerus

sehingga dapat membentuk persepsi yang diwujudkan melalui kesetiaan terhadap

merek tertentu. Asosimi merek dapat menciptakan penyusunan infomasi untuk

membedakan merek yang satu dari merek yang lain.

Kotler (1991 : 61 - 62) mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda,

simbol, atau rancangan atau kombinasi hal - hal tersebut yang dimaksudkan untuk

mengidentifikasi barang atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk

membedakannya dari produk pesaing. Lebih lanjut indikator dari asosiasi merek

adalah :

1. Atribut, merek mengingatkan pada atribut - atribut tertentu.

2. Pemakai, menunjukkan jenis konsumen pemakai merek tersebut.

3. Nilai, Merek juga menyatakan suatu tentang nilai produsen.

Setiap merek memiliki atribut. Atribut tersebut perlu dikelola dan diciptakan

agar pelanggan dapat mengetahui atribut-atribut yang terkandung dalam merek Selain

atribut, merek menunjukkan pemakai. Sedangkan juga menyatakan sesuatu tentang

2.1.5.2. Dimensi Keakraban atau Rasa Suka

Keakraban atau rasa suka adalah suatu keadaan dimana suatu merek telah

diterima masyarakat rasa suka timbul setelah konsumen dapat menerima perkenalan

suatu merek yaitu rasa suka dari adanya stimulus berupa gambar, musik, lagu, tokoh

atau artis, dan lain - lain. Bentuk dari kegiatan yang menimbulkan rasa suka atau

keakraban adalah dengan menggunakm media iklan sebagai promosi. Periklanan

atau (advertising) sangat penting bagi perusaaan bila pasar produk perusahaan luas,

karena perusahaan ingin memberi informasi kepada masyarakat dengan cepat.

Menurut Swastha (2002:350) dalam buktinya Manajemen Pemasaran, periklanan

yaitu bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang

dibayar oleh sponsor tertentu. Tujuan dilakukanya periklanan menurut Swastha

(2002 : 353) adalah:

a) Modifikasi Tingkah Laku

Periklanan adalah suatu alat untuk membuka komunikasi dua arah antara

penjual dan Pernbeli, sehingga keinginan mereka dapat terpenuhi dengan

Cara Yang efektif dan efisien. Dalam hal ini komunikasi dapat

menunjukkan Cara-Cara untuk mengadakan pertukaran Yang saling

membenkan kemungkinan kepada orang lain untuk menghubungi pihak

Yang bersangkutan, sehingga akan terjadi komunikasi pada dua belah

b) Memberitahu

Pemberian atas informasi barang dan jasa Yang ditawarkan oleh

perusahaan mengenai barangnya, harganya atau informasi lain yang

mempunyai kegunaan bagi konsumen.

c) Membujuk

Selain advertising bersifat memberitahukan, juga bersifat membujuk. Karena adanya persaingan yang sangat tajam, hal ini sengaja dilakukan

karena banyaknya barang Yang sejenis dipasaran. Setiap perusahaan

menginginkan produk Yang dihasilkan itu laku walaupun persaingan

sangat tajam, maka salah satu usaha untuk membujuk, mendorong

Masyarakat atau konsumen yaitu melalui advertising.

d) Mengingatkan

Mengingat bahwa peiiklanan merupakan suatu cara komunikasi, maka

pihak biro iklan hanis merencanakan berita untuk melnberitahukan kepada

konsumen yang dimaksud. Pihak penjual merupakan simbol komunikasi

dalam bentuk kata - kata serta gambar yang ditunjukkan kearah pembeli

yang menjadi sasarannya. Pihak penjual tersebut juga mendapat umpan

balik dari para pembeli guna menguji efektifitas dan pesan - pesan. Umpan

balik tersebut untuk mengetahui selera (taste) dari para konsumen

mengenai barang yang dijual. Untuk promosi yang efektif, advertising

tidak semua konsumen potential membaca seluruh surat kabar atau

mendengar radio dan melihat televisi, sehingga tidak semua media sama

efektifnya, Philip Kotler (1997: 532 - 533) menyatakan bahwa beberapa

syarat yang dipenuhi oleh suatu produk agar produk tersebut diminati oleh

konsumen mampu meningkatkan keakraban dan rasa suka terhadap merek

adalah:

1. Harus menyatakan sesuatu tentang manfaat produk

2. Harus menarik perhatian.

3. Harus mudah diucapkan, dikenal, dan diingat

2.1.5.3. Dimensi Komitmen

Merek merupakan wakil dan perusahaan sehingga merek sama dengan

perusahaan. Semua direksi dan karyawan memiliki persepsi yang sama tentang merek

yang dimilikinya. Hal itu diwujudkan melalui komitmen perusahaan kepada

konsumen lewat produk dan merek mereka Begitu juga dengan konsumen sebagai

pihak luar perlu tahu tentang komitmen perusahaan sehingga konsumen merasa yakin

akan merek tersebut. Komitmen perusahann ditunjukkan dalam sikap pemasaran,

keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai dan tujuan sebuah perusahaan. Begitu juga

adanya dengan dorongan yang kuat untuk mempertahankan merek dalam

Sebagai suatu sikap kerja, komitmen organisasi menurut Luthans (1995 130)

didefinisikan:

1. Keinginan yang kuat untuk mempertahankan merek dalam perusahaan.

2. Kemauan yang kuat untuk berusaha mempertahankan kinerja perusahaan.

3. Keyakinan yang kuat dan menerima Semua nilai dan tujuan perusahaan.

Sedangkan menurut Riggio (1995:299) komitmen perusahaanaan adalah a

workers feelings and attitude about the entire work organization atau perasaan karyawan mengenai keseluruhan perusahaan tempat ia bekerja. Atau dengan kata

lain, komitmen perusahaan merupakan sikap atau loyalitas karyawan kepada

perusahaan dan ditandai dengan partisipasi pada perusahaan sebagai titik fokus dan

berlanjut sampai perusahaan mencapai sukses.

Adapun dimensi dari komitmen perusahaan menunit Luthans (1995:131)

adalah :

1. Affective Comitment. 2. Continouance Comitment. 3. Normative Comitmnt.

Beberapa bentuk komitmen perusahaan yang dapat meningkatkan rasa

kepercayaan diri konsumen atas suatu merek adalah sebagai berikut :

a. Keputusan strategi merek. Perusahaan memiliki lima pilihan dalam hal strategi

1. Perluasan lini ( merek yang ada diperluas ke ukuran, rasa baru dm lain -

lain dalam kategori produk yang telah ada)

2. Perluasan merek ( merek yang diperluas ke kategori produk baru)

3. Multi merek ( merek baru diperkenalkan dalam kategori produk baru

yang sama)

4. Merek baru ( merek baru untuk satu kategori produk baru) dan

5. Merek bersama ( merek yang menyandang dua nama merek terkenal atau

lebih)

b. Ekuitas Merek yang tinggi memberikan sejumlah keuntungan kompetitif:

1. Penisahaan akan menikmati biaya pemasaran yang lebih kecil karena

tingkat kesadaran dan kesetiaan merek konsumen yang tinggi.

2. Perusahaan akan mempunyai posisi yang lebih ketat dalam negosiasi

dengan distributor dan pengecer karena pelanggan mengharapkan

mereka mempunyai merek tersebut.

3. Perusahaan dapat mengenakan harga yang lebih tinggi dari pesaing

karena merek tersebut memiliki kualitas yang diyakini lebih tinggi.

4. Perusahaan dapat lebih mudah meluncurkan perluasan merek karena

5. Merek itu memberikan pertahanan terhadap persaingan harga yang

ganas.

c. Tujuan perusahaan

Penetapan harga suatu barang sering dikaitkan dengan tujuan - tujuan

yang akan dicapai. Setiap perusahaan tidak selalu mempunyai tujuan yang sama

dengan perusahaan lainnya. Tujuan - tujuan yang hendak dicapai tersebut antara

lain :

1. Laba maksimum

2. Volume penjualan

3. Penguasaan pasar

4. kembalinya modal yang tertanam dalam jangka waktu tertentu

Dokumen terkait