Pupuk dapat diklasifikasikan berdasarkan (1) atas dasar pembentukannya, (2) atas dasar kandungan unsur haranya dan (3 atas dasar susunan kimiawinya. Semua pupuk-pupuk yang dibuat oleh pabrik mempunyai kebaikan dan keburukannya. Kebaikannya adalah : (1) mudah menentukan jumlah yang diberikan, (2) haranya cepat tersedia, (3) dapat diberikan pada waktunya dan (4) lebih ekonomis. Keburukannya adalah : (1) bila kurang perhitungan dalam penggunaannya dapat merusak lingkungan dan (2) sedikit unsur hara mikro.
Banyak jenis pupuk yang telah dibuat didalam pabrik sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk nitrogen dibuat dengan beberapa cara yaitu : (1) cara electric arc, (2) cara pembuatan kalsium sianida dan (3 cara mereaksikan hydrogen dan nitrogen udara dan membentuk amoniak. Cara yang terakhir ini yang sekarang banyak digunakan sebagai dasar untuk pembuatan
pupuk nitrogen. Pupuk ammonium nitrat dibuat dengan berbagai cara yaitu : (1) cara prilling (2) cara stengel, (3) kristalisasi, (4) pembutiran. Sedangkan urea dibuat dengan cara mereaksikan amoniak dengan karbondioksida pada tekanan dan temperature tinggi.
Prisip dasar dari pembuatan pupuk-pupuk fosfat adalah dengan mereaksikan mineral fosfat dengan asam sulfat. Seperti misalnya pada pembuatan pupuk superfosfat dapat dibuat melalui : (1) menambahkan asam sulfat kepada mineral fosfat/biji fosfat dan (2) pemanasan langsung batuan fosfat.
Selanjutnya pupuk-pupuk kalium dapat dihasilkan dengan cara : (1) fractional crystallization, (2) flotation dan (3) pemisahan bahan kasar. Cara yang terakhir ini merupakan cara yang terbanyak dipakai dalam menghasilkan KCI sebagai bahan untuk pembuatan pupuk kalium lainnya.
Disebabkan adanya perbedaan di dalam persenyawaan kimianya, maka akan terjadi pula perbedaan kelakuan dari masing-masing jenis pupuk didalam tanah. Hal ini dapat terlihat misalnya pada pupuk N-nitrat yang telah mobil sifatnya dari pupuk fosfat, yang berdasarkan kelarutannya dapat dibedakan kedalam : (1) yang larut dalam air, (2) yang larut dalam asam sitrat. Selanjutnya pupuk kalium yang mempunyai sifat dan ciri tersendiri pula, misalnya
pupuk KCL mempunyai ciri dan sifat yaitu : (1) relatif mudah larut, (2) relatif lebih murah dan (3) anionnya (DL) tidak memberikan pengaruh negatif terhadap tanaman.
Demikian juga dengan pupuk mikro yang mempunyai sifat yang dapat meracun tanaman bila diberikan berlebihan kedalam tanah. Selanjutnya pupuk mejemuk mempunyai suatu kelemahan yaitu sifatnya yang mudah menggumpal dan mengeras sebelum digunakan. Keadaan ini dapat ditiadakan dengan cara : (1) pupuk harus disimpan dalam kandungan yang tanah kelembaban dan (2) pupuk dapat dicampur bahan yang menyerap kelambaban.
Pupuk alam adalah pupuk yang berasal dari sisa organisme hidup, yang dapat dibagi menjadi : (1) pupuk kandung, (2) pupuk hijau, (3) pupuk kompos dan (4) guano.
Pupuk kandung adalah terdiri dari dua komponen pokok yaitu komponen padat dan cair, dengan kadar hara yang dikandungnya adalah bervariasi. Keragaman kadar hara dari setiap pupuk kandang itu adalah disebabkan oleh : (1) jenis hewan, (2) umur dan keadaan individu hewan, (3) pemeliharaan, (4) bahan amparan dan (5) cara pengelolaan pupuknya. Secara umum dapat dikatakan bahwa kadar rata-rata unsur hara dari pupuk kandang adalah, 0.5%N, 0.25% F2O5 dan 0.5% K2O.
Sifat dan ciri pupuk kandung dapat disebutkan adalah : (1) lambat bereaksi, (2) mempunyai efek residu dan (3) dapat memperbaiki struktur tanah dan menambah bahan organik tanah. Tetapi walaupun demikian pupuk kandang mempunyai problema yang serius tentang kehilangan nitrogen selama penyimpanannya.
Sebagai tanaman yang sesuai untuk tanaman pupuk hijau adalah tanaman yang dapat: (1) cepat tumbuh dan menghasilkan banyak bahan organik, (2) tidak banyak mengandung kayu, (3) mudah busuk, (4) banyak mengandung nitrogen dan (5) dapat tumbuh pada tanah kurus. Oleh karena itu tanaman yang cocok adalah tanaman dari jenis leguminosa. Berdasarkan pertumbuhannya maka tanaman leguminosa. Berdasarkan pertumbuhannya maka tanaman leguminosa dapat dibagi kedalam : (1) berbentuk pohon, (2) berbentuk semak.
Selanjutnya yang termasuk pupuk alam lain adalah kompos, yang merupakan sisa-sisa organik yang telah mengalami perubahan sehingga dapat dipakai sebagai pupuk. Sedangkan guano adalah pupuk alam yang merupakan deposit yang terdiri dari kotoran dan bangkai, terutama kotoran dan bangkai burung laut yang telah mengalami perubahan-perubahan secara alamiah. Pupuk ini mempunyai perubahan-perubahan secara alamiah. Pupuk ini mempunyai kandungan fosfor yang tinggi terutama dalam bentuk Ca-P.
Hingga sekarang telah dikenal tiga cara penggunaan pupuk yaitu : (1) ditaburkan merata pada permukaan tanah, (2) ditempatkan dalam lubang atau larikan dan (3) tujuan penanaman.
Pupuk nitrogen diberikan kedalam tanah secara bertingkat, yaitu diberikan tidak sekaligus. Hal ini disebabkan karena pupuk nitrogen : (1) mudah hilang dan (2) diperlukan sepanjang pertumbuhan tanaman. Selanjutnya pupuk fosfat diberikan pada saat bertanam, karena unsur fosfat relatif tidak segera tersedia dan relatif tidak mudah hilang dari tanah. Sedangkan dalam penggunaan pupuk kalium terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan yaitu : (1) dosis pupuk, (2) frekuensi pemupukan, (3) Penempatan, (4) bentuk bahan pupuk dan (5) adanya pengaruh garan lain.
Pada umumnya pupuk unsur mikro digunakan dengan menyemprot melalui daun tanaman.
Dasar-dasar umum penggunaan pupuk buatan juga berlaku untuk pupuk kandang. Banyaknya penggunaan pupuk kandang adalah tergantung : (1) macam tanah, (2) tanaman yang di usahakan dan (3) bentuk usaha tani dan banyaknya persediaan pupuk. Selanjutnya penggunaan pupuk hijau kepada tanah mempunyai banyak keuntungan antara lain (1) mensuplai bahan organik, (2)
penambahan nitrogen dan (3) memperbaiki struktur tanah dan memperbaiki kehidupan jasad renik tanah.
Status hara tanaman dalam tanah dapat dipelajari dengan berbagai pendekatan yaitu : (1) melihat gejala-gejala kekurangan hara pada tanaman, (2) analisa tanaman, (3) uji biologi dan (4) uji tanah. Banyak kesukaran yang timbul dalam menduga status hara melaluigejala defisiensi, karena : (1) gejala yang timbul mungkin disebabkan oleh banyak faktor lain, (2) gejala baru tampak bila keadaan telah sangat gawat dan (3) timbulnya gejala yang lain akibat defisiensi. Sedangkan pendugaan status hara melalui analisa tanaman juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu : (1) adanya unsur kritis dalam tanaman sebagai akibat unsur lain yang berlebihan, (2) untuk tiap jenis tanaman adalah berbeda cara, waktu dan untuk tiap jenis tanaman adalah berbeda cara, waktu dan bagian dari tanaman untuk analisa.
Pendekatan melalui uji biologi dalam kaitannya dengan status hara tanah dapat ditempuh dengan : (1) percobaan lapangan, (2) percobaan rumah kaca dan (3) percobaan mikrobiologi.
Selanjutnya pendekatan yang terakhir adalah melalui uji tanah. Hingga sekarang ini terdapat dua macam uji tanah yang telah dikembangkan yaitu : (1) uji/analisa total dan (2) analisa partial. Penentuan status hara tanah melalui analisa tanah mempunyai
beberapa keuntungan yaitu : (1) mudah diulang, (2) relatif murah, (3) ruangan dapat sempit dan (4) jangkauannya lebih jauh. Tetapi walaupun demikian terdapat juga hambatan yang cukup serius yaitu diperlukan orang yang benar-benar ahli dan berpengalaman serta terlatih secara tehnis yang sepenuhnya menguasai prinsip-parinsip ilmiah dalam mengidentifikasikan hasil analisa.
Dalam menyusun suatu rekomendasi pemupukan sekurang-kurangnya terlibat lima faktor yaitu : (i) hasil analisa tanah, (2) jenis tanaman, (3) hasil yang diharapkan, (4) `tipe tekstur tanah dan (5) tipe iklim.