• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

A. Kajian Teori

4. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

43

1) Para peserta didik mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri.

2) Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi peserta didik secara integral.

3) Memupuk kerjasama yang harmonis di kalangan peserta didik . 4) Para peserta didik bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri.

5) Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi de-mokratis.

6) Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tua dengan guru.

7) Pengajaran diselenggarakan secara realistis dan konkret sehingga mengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta menghindarkan verbalitas.

8) Pengajaran di sekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupan di masyarakat (Hamalik, 2017: 175-176).

44

tentang pendidikan nasional yang menetapkan PKBM sebagai salah satu satuan pendididkan non formal. PKBM adalah suatu wadah bagi setiap warga masyarakat agar mereka lebih berdaya. Wadah ini adalah milik masyarakat, dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat (Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, 2013: 20).

Pengertian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam draft Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) Jawa Tengah, lebih mengarah pada makna dasar PKBM (Dirjen Pembinaan Pendidikan Masyarakat RI, 2013: 1). PKBM adalah satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan masyarakat atas dasar prakarsa dari, oleh, dan untuk masyarakat (Departemen Pendidikan Nasional, 2013).

UNESCO sebagaimana dikutip oleh Mustofa memberikan defenisi:

PKBM adalah sebuah lembaga pendidikan yang diselenggarakan di luar sistem pendidikan formal diarahkan untuk masyarakat pedesaan dan perkotaan dengan dikelola oleh masyarakat itu sendiri serta memberi kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan berbagai model dengan tujuan mengembangkan kemampuan dan keterampilan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya (Kamil, 2011: 85).

Dari definisi- definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa PKBM adalah sebuah lembaga pendidikan yang dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat serta diselenggarakan di luar sistem pendidikan formal baik

45

diperkotaan maupun dipedesaan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan belajar kepada seluruh lapisan masyarakat agar mereka mampu membangun dirinya secara mandiri sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

PKBM yang didirikan dapat menyeleng- garakan program: 1) pendidikan anak usia dini, 2) pendidikan keaksaraan, 3) pendidikan kesetaraan, 4) pendidikan pemberdayaan perempuan, 5) pendidikan kecakapan hidup, 6) pendidikan kepemudaan, 7) pendidikan kete- rampilan kerja, 8) pengembangan budaya baca, dan 9) pendidikan nonformal lain yang diperlukan masyarakat (Departemen Pendidikan Nasional, 2003).

Tujuan penting dalam pengembangan PKBM menurut Sihombing dan Gutama dalam Saepudin, Saepudin, Sadikin, dan Saripah (2016) adalah pertama, memberdayakan masyarakat agar mampu mandiri (berdaya). Kedua, meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik dari segi sosial maupun ekonomi. Ketiga, meningkatkan kepekaan terhadap masalah- masalah yang terjadi dilingkungannya sehingga mampu memecahkan permasalahan tersebut.

Septiani (2016) menyebutkan bahwa dalam memfasilitasi belajar masyarakat, PKBM mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut: 1) mengidentifikasi kebutuhan masya- rakat, 2) menyelenggarakan program pendi- dikan, 3) menyediakan sumber daya potensial, 4) membangun kerja sama dengan mitra, 5) memonitoring dan mengevaluasi program, 6)

46

pendidikan alternatif, 7) pusat informasi dan sumber belajar, dan 8) pengembangan masya- rakat. Untuk memfasilitasi masyarakat belajar sepanjang hayat, maka PKBM perlu melakukan perencanaan atau mendesain instruksional, yaitu menganalisis kebutuhan masyarakat, merancang program pembelajaran; mengem- bangkan bahan strategi, serta sumber belajar yang beraneka ragam; mengimplementasikan bahan, metode pembelajaran, dan berbagai sumber belajar dalam proses pembelajaran; serta melakukan evaluasi secara berkala.

Dalam kegiatan pembelajaran dilakukan proses pemberdayaan anggota komunitas dengan mentransformasi kapasitas / kemampuan/

kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual, watak dan kepribadian yang meliputi aspek kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Pembelajaran juga mencakup seluruh kalangan dari usia dini sampai dengan lanjut usia, pria dan wanita. Yang termasuk dalam bidangkegiatan ini antara lain:

a. Pendidikan keaksaraan merupakan kegiatan pembelajaran huruf, angka, komunikasi, peristiwa, budaya, dan cara kerja penggunaan suatu media atau alat yang dapat memudahkan kehidupan manusia.

b. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B, dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Pendidikan kestaraan adalah pendidikan nonformal bagi warga Negara Indonesia usia sekolah yang berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada pengetahuan akademik dan keterampilan fungsional, pengembangan

47

sikap dan kepribadian professional serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

c. Pedidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

d. Kelompok bermain (bahasa inggris: playgroup) merupakan satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia di bawah lima tahun.

Kelompok bermain umumnya beroperasi sampai siang hari saja dan memiliki staf suster anak atau sukarelawan. Kelompok bermain dipercaya dapat memberikan stimulasi yang baik untuk mengembangkan intelegensi, kemampuan sosial, dan kematangan motorik anak.

e. Taman Penitipan Anak (TPA) merupakan salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelnggarakan program pendidikan sekaligus pengasuh dan kesejahteraan sosial terhadap anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.

f. Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan di luar Taman Kanak-kanak, Kelompok Bermain, dan

48

Taman Penitipan Anak. Lembaga ini berfungsi memberikan pendidikan sejak dini dan membantu meletakkan dasar kea rah pengembangan sikap, perilaku, perasaan, kecerdasan, sosial dan fisik yang diperlukan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

g. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi bekerja, usaha mandiri, dan atau/ melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

h. Pendidikan perempuan merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka transformasi pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, nilai, dan budaya pada kaum perempuan agar dapat mempertahankan kehidupan, memahami keseimbangna antara hak dan kewajiban, meningkatkan daya saing sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam program pembangunan nasional.

i. Pendidikan Kecakapan Keorangtuaan (Parenting Life Skill) merupakan upaya meningkatkan kapasitas kecakapan orang tua dan keluarga untuk pendidikan karakter, mencegah resiko, kematian ibu melahirkan dan bayi, mencegah penelantaran dan kekerasan terhadap anak, dan memberikan perlindungan terhadap anak marginal, anak terlantar dan bermasalah dengan hukum termasuk pendidikan untuk pengelolaan ekonomi keluarga.

49

j. Taman Bacaan Masyarakat merupakan salah satu sarana dan program dampingan yang pada intinya berupaya menstimulasi dan mendukung ke arah keberlanjutan Program Pendidikan Keaksaraan.

k. Khusus untuk penataan kelembagaan PAUD yang diselenggarakan di PKBM agar tetap mengacu pada ketentuan/pedoman yang berlaku di Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) (Dirjen Pembinaan Pendidikan Masyarakat RI, 2013: 24).

Karakter PKBM menunjukkan nilai-nilai yang harus selalu menjiwai seluruh kegiatan PKBM. Untuk membangun PKBM yang baik maka karakter harus terus dibentuk dan diperkuat PKBM. Tanpa memiliki karakter, PKBM akan sulit bertahan dan berkembang dalam mencapai tujuannya. Ada 9 karakter yang harus dimiliki dan dikembangkan di PKBM yaitu:

a. Kepedulian terhadap masyarakat marginal yang serba kekurangan;

b. Kemandirian penyelenggaraan;

c. Kebersamaan dalam kemajuan;

d. Kebermaknaan setiap program dan kegiatan;

e. Kemitraan dengan semua pihak yang ingin berpartisipasi dan berkontribusi;

f. Fleksibilitas penyelenggaraan program;

g. Profesionalisme pengelolaan lembaga;

h. Transparansi dan akuntabilitas pertanggungjawaban program dan lembaga;

50

i. Pembaharuan secara terus-menerus (Dirjen Pembinaan Pendidikan Masyarakat RI, 2013: 13).

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, dipandang sebagai ”center”

dimana warga masyarakat baik jauh maupun yang dekat dengan adanya PKBM tersebut mengikuti program-program pendidikan luar sekolah yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya

Dokumen terkait