• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

Jalan Hayam Wuruk 7 Jakarta 10120

Telepon: (021) 3841273 email: [email protected] Faksimili: (021) 3855713

Nomor : S-06.04.00-31/ PJFA / 2002 31 Januari 2002 Lampiran : -

Hal : Penjelasan Mengenai Ujian Bebas Matrikulasi (UBM).

Yth,

Sekretaris Utama Para Deputi Inspektur

Para Kepala Pusat Para Kepala Perwakilan Di

Seluruh Indonesia.

Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari perwakilan maupun unit kerja Pusat mengenai ujian bebas matrikulasi (UBM), maka dengan mengacu pada Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-603/ K / 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Juknis Diklat bagi Pejabat yang diinpassing di lingkungan APFP, dengan ini kami sampaikan penjelasan lebih lanjut sebagai berikut : 1. Kepada utusan perwakilan / unit kerja Pusat yang mengikuti forum Komunikasi Kepegawaian dan

JFA pada bulan September 2001 dan belum melakukan sosialisasi / PKS diminta untuk segera mensosialisasikan hasil-hasil forum komunikasi dimaksud, termasuk materi-materi yang terkait dengan inpassing dan UBM kepada para PFA, Tim Penilai dan Pejabat terkait lain

2. Menunjuk Lampiran Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-603/ K / 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Juknis Diklat bagi Pejabat yang diinpassing di lingkungan APFP, butir E I dapat dijelaskan bahwa UBM pada dasarnya merupakan “pengganti” diklat matrikulasi ( tanpa ujian) untuk diklat – diklat peran di bawah peran PFA yang bersangkutan.

Berkaitan dengan Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-287/ K / 2001 tanggal 30 Mei 2001 tentang Penyesuaian Jabatan dan Angka Kredit PFA di lingkungan BPKP, Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-293 / K / 2001 tanggal 30 Mei 2001 tentang Pengangkatan Kembali Dalam JFA di lingkungan BPKP, dan Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-495 / K / 2001 tanggal 14 Agutus 2001 tentang Penyesuaian Jabatan dan Angka Kredit PFA di lingkungan BPKP terdapat beberapa UBM sebagai berikut :

a. UBM Pengendali Teknis.

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat – diklat sampai dengan diklat peran Pengendali Teknis (Diklat Pengendali Teknis, Ketua Tim dan Pembentukan Auditor), yang merupakan rangkuman dari 8 (delapan) mata ajaran. UBM pengendali teknis ditujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti diklat peran Pengendali Mutu, yaitu mantan Pejabat Eselon III yang memiliki angka kredit kumulatif minimal 550 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis.

b. UBM Ketua Tim

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat sampai dengan diklat peran Ketua Tim (Diklat Pembentukan Auditor Ahli dan Diklat peran Ketua Tim), yang merupakan rangkuman dari 5 (lima) mata ajaran. UBM Ketua Tim ditujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis, yaitu mantan pejabat Eselon III yang memiliki angka kredit kumulatif kurang dari 550 dan mantan pejabat Eselon IV yang memiliki angka kredit kumulatif antara 300-550 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Ketua Tim.

Setelah lulus UBM Ketua Tim, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pertimbangan lainnya. c. UBM Anggota Tim

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat peran Anggota Tim, yang merupakan rangkuman dari 4 (empat) mata ajaran. UBM Anggota Tim ditujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti Diklat peran Ketua Tim, yaitu mantan pejabat Eselon IV yang memiliki angka kredit kumulatif antara 175-300 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Anggota Tim.

Empat mata ajaran untuk UBM Anggota Tim adalah : (1) Kode Etik dan Standar Audit

(2) Auditing

(3) Sistem Pengendalian Manajemen (4) Pedoman Pelaksanaan Anggaran II

Setelah lulus UBM Anggota Tim, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat peran Ketua Tim sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pertimbangan lainnya.

3. Ketentuan pada butir a, b, dan c tersebut di atas tidak berlaku bagi auditor trampil. Para auditor trampil yang memiliki ijazah S1 atau yang lebih tinggi di bidang Ekonomi jurusan akuntansi dan manajemen dan memenuhi ketentuan angka kredit diwajibkan mengikuti dan lulus sertifikasi pindah jalur (PJ). Bagi yang sudah mengikuti diklat PJ, diberi kesempatan mengikuti ujian 2 kali berturut-turut (satu ujian utam dan satu ujian susulan dalam 6 bulan), setelah lulus PJ yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengikuti UBM sesuai persyaratan pada butir 2 di atas.

4. Sebagaimana diatur dalam butir J Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor KEP-07.02.01-603 / K / 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Juknis Diklat bagi Pejabat yang diinpassing di lingkungan APFP, auditor trampil yang tidak memiliki ijazah S1 atau yang lebih tinggi tidak memenuhi persyaratan untuk mengikuti UBM sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas.

5. Sampai dengan saat ini kami telah menerima tembusan surat usulan perubahan besarnya angka kredit bagi pejabat struktural yang diangkat kembali ke dalam JFA. Terhadap permasalahan ini telah kami diskusikan dengan Biro Kepegawaian dan Organisasi dan akan ditindak lanjuti oleh Biro Kepegawaian dan Organisasi.

Atas perhatian dan kerjasaman Bapak/Saudara diucapkan terima kasih.

Kepala, ttd Drs. Salikin Zainal NIP. 060025203 Tembusan : Yth. Kepala BPKP

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

Jalan Hayam Wuruk 7 Jakarta 10120

Telepon: (021) 3841273 email: [email protected] Faksimili: (021) 3855713

Nomor : S-06.04.00-32/PJFA.I/2002 29 Januari 2002 Lampiran : -

Perihal : Penjelasan mengenai Ujian Bebas Matrikulasi (UBM)

Yang terhormat :

1. Para Inspektur Jenderal Departemen ; 2. Para Inspektur pada LPDN;

di

Seluruh Indonesia.

Sehubungan akan diselenggarakannya ujian bebas matrikulasi (UBM) untuk Pejabat Fungsional Auditor (PFA) yang telah diinpassing ke dalam Jabatan Fungsional Auditor (JFA), maka dengan mengacu pada Keputusan Kepala BPKP Nomor : KEP-07.02.01-603/ K / 2001, tanggal 28 September 2001 tentang Juknis Diklat bagi Pejabat yang diinpassing di lingkungan APFP, dan Keputusan Kepala BPKP nomor KEP-06.04.00-S47/ K / 1998, tanggal 11 Nopember 1998 tentang Pola Diklat bagi APFP dengan ini kami sampaikan penjelasan lebih lanjut sebagai berikut :

1. UBM pada dasarnya merupakan “ pengganti ” diklat matrikulasi (tanpa ujian) untuk diklat – diklat peran di bawah peran PFA yang bersangkutan.

2. Sejalan dengan butir 1 diatas maka beberapa jenis UBM sebagai berikut : a. UBM Pengendali Teknis

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat – diklat sampai dengan diklat peran Pengendali Teknis (Diklat Pengendali Teknis, Ketua Tim dan Pembentukan Auditor), yang merupakan rangkuman dari 8 (delapan) mata ajaran. UBM pengendali teknis ditujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti diklat peran Pengendali Mutu, yaitu mantan Pejabat Eselon III yang memiliki angka kredit kumulatif minimal 550 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis.

Setelah lulus UBM Pengendali Tehnis, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti diklat peran Pengendali Mutu sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pertimbangan lainnya.

b. UBM Ketua Tim.

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat sampai dengan diklat peran Ketua Tim (Diklat Pembentukan Auditor Ahli dan Diklat Peran Ketua Tim), yang merupakan rangkuman dari 5 (lima) mata ajaran. UBM Ketua Tim ditujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis, yaitu mantan pejabat Eselon III yang memiliki angka kredit kumulatif dari 550 dan mantan pejabat Eselon IV yang memiliki angka kredit kumulatif antara 300-550 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Ketua Tim.

Setelah lulus UBM Ketua Tim, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat peran Pengendali Teknis sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pertimbangan lainya. c. UBM Anggota Tim

Adalah UBM untuk “pengganti” diklat peran Anggota Tim, yang merupakan rangkuman dari 4 (empat) mata ajaran. UBM Anggota Tim di tujukan bagi PFA yang memenuhi syarat untuk mengikuti Diklat peran Ketua Tim, yaitu mantan pejabat Eselon IV yang memiliki angka kredit kumulatif antara 175-300 dan belum pernah mengikuti Diklat peran Anggota Tim.

Empat mata ajaran untuk UBM Anggota Tim adalah : (1) Kode Etik dan Standar Audit

(2) Auditing

(3) Sistem Pengendalian Manajemen (4) Pedoman Pelaksanaan Anggaran II.

Setelah lulus UBM Anggota Tim, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat peran Ketua Tim sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pertimbangan lainya.

3. Ketentuan pada butir 1 dan 2 tersebut di atas tidak berlaku bagi pejabat yang diinpassing ke dalam Auditor Trampil.

Demikian penjelasan kami dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Kepala ttd Drs. Salikin Zainal NIP. 060025203 Tembusan : 1. Sekretaris Utama 2. Kepala Pusdiklatwas BPKP 3. Para Deputi

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR

Jalan Hayam Wuruk 7 Jakarta 10120

Telepon: (021) 3841273 email: [email protected] Faksimili: (021) 3855713

Nomor : SE-767/ JF / 2003 14 Juli 2003

Perihal : PenyertaraanSertifikat Ujian Bebas Matrikulasi (UBM) dan Sertifikat Telah Mengikuti Diklat Matrikulasi.

Yth, Sekretaris Utama BPKP

Para Deputi di lingkungan BPKP Pusat Inspektur Jenderal Departemen

Para Kepala Pusat di lingkungan BPKP Pusat Inspektur BPKP

Kepala Perwakilan BPKP

di - Seluruh Indonesia

Menunjuk Surat Keputusan Kepala BPKP Nomor : KEP-07.02.01-603/K/2001 tanggal 18 September 2001 tentang Juknis Diklat bagi Pejabat yang Diinpasing di lingkungan APFP, bahwa di dalam pelaksanaannya diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai kesetaraan Sertifikat Ujian Bebas Matrikasi (UBM) dan Sertifikasi Telah Mengikuti Diklat Matrikulasi (tanpa ujian), sebagai berikut :

1. Bagi pejabat struktural yang diinpasing ke dalam Jabatan Fungsional Auditor (JFA) untuk dapat mengikuti pendidikan dan pelatihan peran tertentu (Ketua Tim, Pengendali Teknis atau Pengendali Mutu), Pejabat Fungsional Auditor harus mengikuti ujian bebas matrikulasi diklat matrikulasi untuk peran-peran di bawahnya.

2. Apabila PFA dinyatakan lulus dalam Ujian Bebas Matrikulasi akan diberikan Sertifikat Telah Lulus Ujian Bebas Matrikulasi yang disetarakan dengan kelulusan diklat tingkat peran yang diikuti dan peran-peran di bawahnya. Kemudian kepada yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti diklat penjejangan peran di atasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Misalnya, PFA yang telah lulus Pengendali Teknis dapat diusulkan untuk mengikuti diklat penjenjangan Pengendali Mutu dan harus ujian. Dalam hal sertifikat kelulusan UBM belum dapat diterbitkan maka bukti-bukti fisik tanda kelulusan yang lain dapat digunakan, seperti Surat Keterangan Lulus yang ditandatangani oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP atau Pengumuman Hasil Ujian Bebas Matrikulasi.

3. Bagi PFA yang tidak lulus Ujian Bebas Matrikulasi dan atau memilih mengikuti diklat matrikulasi sesuai peran yang ditentukan sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala BPKP Nomor :

KEP-07.02.01-603/2001, maka kepada yang bersangkutan apabila memenuhi persyaratan pelaksanaan diklat dapat diberikan Sertifikat Telah Mengikuti Diklat Matrikulasi. Sertifikat Telah Mengikuti tersebut dapat disetarakan dengan kelulusan diklat peran yang diikuti dan peran-peran di bawahnya. Sehingga dengan memiliki Sertifikat Telah Mengikuti Diklat Matrikulasi tersebut, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti diklat penjenjangan peran setingkat di atasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Contoh, seorang PFA yang telah memperoleh Sertifikat Telah Mengikuti Diklat Matrikulasi Ketua Tim dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat Penjenjangan Pengendali Teknis.

4. Bagi PFA yang seharusnya mengikuti Diklat Matrikulasi peran tertentu, namun karena PFA yang bersangkutan telah mengikuti Diklat Penjenjangan peran dimaksud, yang dibuktikan dengan Sertifikat Telah Mengikuti Diklat Penjenjangan tersebut, dapat dibebaskan dari mengikuti diklat matrikulasi. Kepada yang bersangkutan dapat diberikan Surat Keterangan Bebas Mengikuti Diklat Matrikulasi yang dikeluarkan oleh Kepala Pusat Pembinaan JFA apabila diusulkan oleh Pimpinan instansi yang bersangkutan. Dengan Surat Keterangan tersebut, PFA yang bersangkutan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat Penjenjangan Peran di atasnya. Pimpinan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (Pusat/Daerah) agar segera mengusulkan PFA yang berhak atas Surat Keterangan Bebas Matrikulasi, dilengkapi bukti-bukti pendukung, kepada Kepala Pusat Pembinaan JFA di Jakarta.

Contoh : Apabila mantan Pejabat struktural eselon IV yang diangkat kedalam JFA melalui inpassing dengan Angka Kredit Kumulatif minimal 300 seharusnya mengikuti diklat matrikulasi Ketua Tim. Yang bersangkutan telah mengikuti diklat penjenjangan Ketua Tim, walaupun belum lulus, yang dibuktikan dengan sertifikat Telah Mengikuti, maka kepada yang bersangkutan dibebaskan dari mengikuti Diklat Matrikulasi Ketua Tim. Kepada yang bersangkutan dapat diberikan Surat Keterangan Bebas mengikuti Diklat Matrikulasi Ketua Tim dan dapat diusulkan untuk mengikuti Diklat Penjenjangan Pengendali Teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian agar penjelasan ini dapat disosialisasikan kepada para PFA dan pegawai yang bertugas/ditunjuk menangani kepegawaian/kediklatan serta dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terimakasih.

Kepala ttd A. Animaharsi NIP. 060060147 Tembusan Yth: 1. Kepala BPKP

Dokumen terkait