BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
1. Puskesmas
% ) Cakupan Pneumonia 2,1 7,7 6,6 7,8 6,4 3,2 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : Laporan STP & LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
c. HIV/AIDS Ditangani
HIV/AIDS disebabkan oleh infeksi virus Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh
yang menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain.
Pada tahun 2013 terdapat kasus HIV/AIDS di Kabupaten kepulauan Yapen, dimana 7 kasus (2 laki-laki & 5 perempuan) merupakan penyakit HIV dan 33 kasus (15 laki-laki &18 perempuan) merupakan penyakit AIDS. Dilihat dari tahun sebelumnya jumlah kasus HIV/AIDS hampir sama dimana pada tahun 2012 sebanyak 50 kasus penyakit HIV/AIDS yang terjadi.
Kasus HIV terbanyak pada golongan umur produktif (20–39 tahun) yaitu 106 kasus (81,5%) sedangkan menurut jenis kelamin terjadi pada perempuan sebanyak 94 kasus (72,3%). Kasus AIDS terbanyak pada golongan umur produktif (20–39 tahun) yaitu 217
Gambar 3.12
Jumlah Kasus HIV-AIDS Kumulatif
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2006 s/d 2013
-100 200 300 Tahun J u m la h AIDS KUM 18 52 79 120 160 199 244 277 HIV KUM 0 2 4 18 112 118 123 130 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : RSUD Serui&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Tabel 3.1
Jumlah Kasus HIV-AIDS Kumulatif Menurut Golongan Umur di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2006 s/d 2013
Umur Kasus Jumlah Persentase
(%) HIV AIDS < 1 Tahun 0 5 5 1,2 1 - 14 Tahun 10 5 15 3,7 15 - 19 Tahun 11 8 19 4,7 20 - 29 Tahun 33 121 154 37,8 30 - 39 Tahun 73 96 169 41,5 40 - 49 Tahun 1 32 33 8,1 50 - 59 Tahun 2 7 9 2,2 ≥ 60 Tahun 0 3 3 0,7 TOTAL 130 277 407 100
Sumber : RSUD Serui&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Tabel 3.2
Jumlah Kasus HIV-AIDS Kumulatif Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2006 s/d 2013
Jenis Kelamin Kasus Jumlah Persentase (%) HIV AIDS
Laki-Laki 36 139 175 43,0
Perempuan 94 138 232 57,0
TOTAL 130 277 407 100,0
Tabel 3.3
Jumlah Kasus HIV-AIDS Kumulatif
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2006 s/d 2013
Tahun Kasus Jumlah
HIV AIDS 2006 0 18 18 2007 2 34 36 2008 2 27 29 2009 14 41 55 2010 94 40 134 2011 6 39 45 2012 5 45 50 2013 7 33 40 TOTAL 130 277 407
Sumber : RSUD Serui&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Jumlah kematian akibat AIDS di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebanyak 18 kasus, terbanyak pada golongan umur produktif (20–39 tahun) yaitu 11 kasus. Upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS pada tahun 2013, maka KPAD dan Dinas Kesehatan telah berupaya melakukan kegiatan penyuluhan, seminar dan penyebaran informasi yang berhubungan dengan “Penanggulangan Penyakit HIV-AIDS”.
Persentase donor darah diskrining terhadap HIV di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebanyak 482 pendonor (462 laki-laki dan 20 perempuan), dari 482 sampel darah diperiksa/diskrining terhadap HIV didapatkan 14 (13 laki-laki dan 1 perempuan) positif HIV.
Tabel 3.4
Jumlah Donor Darah Diskrining Terhadap HIV di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
Tahun Pendonor Sampel diperiksa Positif HIV
2013 482 482 14
2012 650 650 44
2011 613 613 37
2010 557 557 19
Gambar 3.13
Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
0 50 100 150 Tahun P e rs e n ta s e ( % ) Sampel Diperiksa 100 100 100 100 100 100 Positif HIV 0,4 1,2 3,0 5,7 6,2 2,9 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : RSUD Serui&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
d. Infeksi Menular Seksual Diobati
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kasus IMS (Infeksi Menular Seksual) yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination) positif.
Jumlah kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebanyak 7 kasus Syphilis, terjadi penurunan bila dibandingkan pada tahun 2012 tercatat 169 kasus IMS, tahun 2011 sebanyak 170 kasus IMS, tahun 2010 sebanyak 236 kasus IMS, tahun 2009 sebanyak 142 kasus IMS dan tahun 2008 sebanyak 19 kasus IMS.
Data penemuan tersebut belum menggambarkan kasus sesungguhnya di masyarakat karena biasanya penderita merasa malu untuk berobat karena kasus penyakit tersebut.
e. Kasus Diare Ditangani
Diare merupakan penyakit yang terjadi ketika terdapat perubahan konsistensi feses selain dari frekuensi buang air besar.
dalam sehari, yang kadang disertai muntah, badan lesu atau lemah, panas, tidak nafsu makan, maupun kotoran yang disertai darah dan lendir. Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, diare disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, parasit) dan alergi (terhadap makanan maupun obat-obatan).
Jumlah kasus Diare di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebanyak 3.155 kasus dengan Incident Rate (IR) sebesar 214 per 1.000 penduduk, sebanyak 3.155 kasus yang ditangani atau 100%.
Bila dilihat dari kondisi pada tiga tahun terakhir kasus diare di Kabupaten Kepulauan Yapen berfluktuasi. Pada tahun 2013 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2012 tercatat sebanyak 4.288 sedangkan pada tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2011 tercatat 3.685 kasus.
Gambar 3.14
Jumlah Kasus Diare Yang ditangani
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
0 2000 4000 6000 Tahun J u m la h Kasus Diare 3013 3395 3536 3719 4288 3155 Ditangani 3013 3395 2091 3685 4288 3155 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : Laporan STP&LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
f. Kusta
Penyakit kusta telah dikenal sejak tahun 2000 SM. Secara spontan masyarakat mengasingkan dan mengisolasi penderita
pengobatan penyakit kusta di Indonesi yang dipelopori oleh Dr. Sitanala juga mengalami perubahan mulai dari mempergunakan Diaminodifenil Sulfon (DDS), diintegrasikan ke Puskesmas serta menggunakan obat Kombinasi Multidrug Terapy (MDT) sesuai dengan rekomendasi WHO.
Jumlah kasus baru kusta (PB + MB) sebanyak 106 (55 laki-laki & 51 perempuan), meningkat dibandingkan tahun 2012 sebanyak 78 kasus (46 laki-laki dan 32 perempuan).
Tabel 3.5
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB)
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2013 Tahun Kasus Baru kusta PB Kasus Baru kusta (MB)
2013 44 62
2012 37 41
2011 113 247
2010 19 49
Sumber : Laporan Kusta, STP&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Gambar 3.15
Jumlah Kasus Baru Kusta MB dan PB
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2013
0 100 200 300 400 Tahun J u m la h K a s u s B a ru Total (MB+PB) 68 360 78 106 PB 19 113 37 44 MB 49 247 41 62 2010 2011 2012 2013
Sumber : Laporan Kusta, STP&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR / New Case Detection Rate) di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2013 dilaporkan sebesar 119,62 per 100.000 penduduk. Jenis kasus kusta yang ditemukan yaitu Kusta Multi Basiler (MB)/Kusta Basah sebanyak 62 penderita dan Pausi Basiler (PB)/Kusta Kering sebanyak 44 penderita.
Gambar 3.16
Angka Penemuan Kasus Baru Kusta (NCDR) di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2013
-100 200 300 400 500 Tahun P e r 1 0 0 .0 0 0 P e n d u d u k NCDR 68 434 89,07 119,62 2010 2011 2012 2013
Sumber : Laporan Kusta, STP&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Jumlah kasus baru 0-14 tahun tahun 2013 sebesar 14,2% atau sebanyak 15 penderita, lebih rendah dibandingkan tiga tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2012 sebesar 36% atau sebanyak 28 penderita, tahun 2011 sebesar 22% atau sebanyak 80 penderita dan pada tahun 2010 sebesar 16,8% atau sebanyak 11 penderita.
Kasus kusta yang tercatat sebanyak 108 penderita dengan jenis Kusta Multi Basiler (MB)/Kusta Basah sebanyak 64 penderita dan Pausi Basiler (PB)/Kusta Kering sebanyak 44 penderita, dengan angka prevalensi 12,2 per 10.000 penduduk.
Gambar 3.17
Angka Prevalensi Kusta per 10.000 penduduk di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2013
-10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 Tahun P e r 1 0 .0 0 0 P e n d u d u k Angka Prevalensi 8,1 45,8 11,3 12,2 2010 2011 2012 2013
Persentase penderita kusta selesai berobat (Release From
Treatment/RFT) dengan RFT PB sebanyak 11 pendertia atau 25% dan
RFT MB sebanyak 13 penderita atau 20,3%.
Gambar 3.18
Persentase Penderita kusta selesai berobat (RFT) di Kabupaten Kepulauan Yapen
Tahun 2008 s/d 2013 0 50 100 150 Tahun R F T ( % ) RFT PB 8,5 10,7 18,18 100 23 25 RFT MB 8,5 11,7 10,5 18 51 20,3 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : Laporan Kusta, STP&Bagian PMK Dinkes Kab. Kepulauan Yapen,2013
Jumlah penderita kusta selesai berobat (RFT) sesuai standard masih belum mencapai target (>90%). Hal ini berarti bahwa masih ada penderita yang menyelesaikan pengobatannya tidak sesuai standard waktu pengobatan yang ditetapkan. Masalah lain terkait dengan pencegahan penyakit kusta yang masih ditemukan antara lain belum dilaksanakannya pengisian form pencegahan cacat (POD) secara baik.
g. Penyakit Menular yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I)
Penyakit yang termasuk dalam PD3I (Penyakit Menular yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) adalah Polio, Campak, Difteri, Tetanus Neonatorum/Non Neonatorum, Pertusis, dan Hepatitis B. Kasus penyakit PD3I yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2013 adalah Tetanus Neonatorum/Non Neonatorum, Tetanus Neonatorum dan campak.
1. Angka AFP “Acute Flaccid Paralysis” (AFP Rate)
AFP Rate (Non Polio) < 15 tahun adalah kondisi abnormal ketika seseorang mengalami penurunan kekuatan otot tanpa penyebab yang jelas kemudian berakibat pada kelumpuhan. Kasus AFP di Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2013 tidak ditemukan.
2. Difteri
Penyakit Difteri adalah Infeksi akut yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphteriae ditandai dengan pembentukan membran di tenggorokan dan aliran udara lainnya yang menyebabkan sulit bernapas. Kasus penyakit difteri di Kabupaten Kepulauan pada tahun 2013 tidak ditemukan.
3. Pertusis
Penyakit Pertusis adalah penyakit membran mukosa pernapasan dengan gejala demam ringan, bersin, hidung berair, dan batuk kering. Kasus penyakit pertusis pada tahun 2013 tidak ditemukan.
4. Tetanus (Non Neonatorum)
Penyakit Tetanus (Non Neonatorum) adalah Penyakit infeksi akut dan sering fatal yang mengenai sistem saraf yang diisebabkan infeksi bakteri dari luka terbuka. Ditandai dengan kontraksi otot tetanik dan hiperrefleksi, yang mengakibatkan trismus (rahang terkunci), spasme glotis, spasme otot umum, opistotonus, spasme respiratoris, serangan kejang dan paralysis.
Berdasarkan data yang dilaporkan sepanjang lima tahun terakhir belum ditemukan kasus Tetanus (Non Neonatorum), namun pada tahun 2013 berdasarkan data yang dilaporkan dari RSUD Serui ditemukan 3 kasus Tetanus (Non Neonatorum).
5. Tetanus Neonatorum
Suatu bentuk tetanus infeksius yang berat, dan terjadi selama beberapa hari pertama setelah lahir. Disebabkan oleh faktor-faktor seperti tindakan perawatan sisa tali pusat yang tidak higienis, atau pada sirkumsisi bayi laki-laki dan kekurangan imunisasi maternal.
Hal yang sama terjadi pada kasus Tetanus Neonatorum dimana berdasarkan data yang dilaporkan sepanjang lima tahun terakhir belum ditemukan kasus Tetanus Neonatorum, namun pada tahun 2013 berdasarkan data yang dilaporkan dari RSUD Serui ditemukan 1 kasus Tetanus Neonatorum.
6. Campak
Penyakit campak adalah penyakit akut yang disebabkan Morbili virus ditandai dengan munculnya bintik merah (ruam), terjadi pertama kali saat anak-anak. Kasus campak yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Yapen pada tahun 2013 sebanyak 29 kasus. Dimana 9 kasus terjadi di wilayah Puskesmas Serui Kota, 3 kasus di wilayah Puskesmas Warari, 3 kasus terjadi di wilayah Puskesmas Tindaret dan 8 kasus terjadi di wilayah Puskesmas Perawatan Dawai serta 6 kasus terjadi di wilayah Puskesmas Windesi. Terjadi penurunan kasus campak bila dibandingkan tahun 2012 sebanyak 167 kasus.
Gambar 3.19
Jumlah Kasus Campak di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013 0 50 100 150 200 Tahun J um l a h K a s us Jumlah Campak 48 31 42 29 167 29 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : RSUD Serui,Lap.STP,W2&LB1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
Berdasarkan data yang dilaporkan pada tahun 2013 di Kabupaten kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus meninggal karena campak serta lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus campak yang meninggal atau Case Fatality Rate (CFR) campak 0%.
7. Polio
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Dapat menyerang semua umur, tetapi biasanya menyerang anak-anak usia kurang dari 3 tahun yang menyebabkan kelumpuhan sehingga penderita tidak dapat menggerakkan salah satu bagian tubuhnya.
Berdasarkan data yang dilaporkan pada tahun 2013 di Kabupaten kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus polio serta lima tahun terakhir tidak ditemukan adanya kasus polio.
8. Hepatitis B
Penyakit Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. Kasus penyakit Hepatitis B pada tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Yapen tidak ditemukan kasus. Hal yang sama pada tahun 2012 tidak ditemukan kasus, namun pada tahun 2011 ditemukan sebanyak 2 kasus di Puskesmas Serui Kota, pada tahun 2010 ditemukan 7 kasus, diantaranya di Puskesmas Serui Kota 1 kasus, Puskesmas Kosiwo sebanyak 2 kasus, Puskesmas Tindaret 1 kasus, Puskesmas Perawatan Ansus 1 kasus dan Puskesmas Perawatan Poom 2 kasus.
Gambar 3.20
Jumlah Kasus Hepatitis B di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2010 s/d 2013 7 0 0 2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 2010 2011 2012 2013 Tahun J u m la h
Sumber : RSUD Serui,Lap.STP,W2&LB1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
h. Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypty. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2013 tidak ditemukan tapi bukan berarti masalah ini diabaikan, namun tetap dilakukan kegiatan seperti Promosi program penanggulangan penyakit lewat Radio Spot dan penyemprotan (Fogging), padahal efektivitas dan efisiensi penanggulangan DBD justru terletak pada peran serta
masyarakat secara aktif dalam memberantas vektor penularnya melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
i. Malaria
Penyakit Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dimana perkembangan penyakit. Angka kesakitan malaria (Annual Parasite Incidence/API) merupakan indikator untuk memantau perkembangan penyakit malaria. Jumlah kasus tahun 2013 sebanyak 10.539 kasus, lebih tinggi dibanding tahun 2012 (7.085 kasus) dan angka kesakitan malaria sebesar 76,74 Per 1.000 penduduk. Perkembangan kasus malaria positif dapat dilihat pada gambar 3.21 sebagai berikut :
Gambar 3.21
Perkembangan Kasus Malaria Positif
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
0 5000 10000 15000 20000 25000 Tahun J um l a h Malaria Positif 11965 16413 19482 8259 7085 10539 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : RSUD Serui,Lap.Malaria,LB1&Lab Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
Perkembangan insiden malaria dapat dilihat pada gambar 3.22 sebagai berikut :
Gambar 3.22
Angka Kesakitan Malaria (API)
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
0 50 100 150 200 250 Tahun A P I P e r 1 .0 0 0 P e ndu duk API 105,2 175,3 233 93,9 76,74 118,94 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Sumber : RSUD Serui,Lap.Malaria,LB1&Lab Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
Angka kematian/Case Fatality Rate (CFR) Malaria tahun 2013 sebesar 0,04%. Hampir semua Puskesmas tidak terdapat kasus kematian tetapi hanya Puskesmas Kosiwo yang mempunyai 1 kasus kematian dengan CFR sebesar 0,10% dan laporan dari RSUD Serui sebanyak 3 kasus kematian dengan CFR sebesar 0,31%.
Adapun bentuk peran serta masyarakat yang diharapkan dalam upaya penanggulangan malaria antara lain melalui: (1) kepatuhan minum obat anti malaria agar setiap penderita dapat minum obat secara tuntas; (2) pencegahan gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu, pemasangan kasat kasa di rumah, pemakaian obat gosok penolak nyamuk (repellent), pemakaian baju tebal dan; (3) pencegahan terjadinya sarang nyamuk malaria melalui pembersihan lumut di tempat-tempat/bagian rumah yang lembab, pencegahan terbentuknya genangan air, memelihara ikan pemakan jentik di genangan air, serta pencegahan terbentuknya sarang nyamuk.
j. Filariasis
Program eliminasi filariasis dilaksanakan atas dasar kesepakatan WHO tahun 2000 yaitu “The Global Goal of Elimination
of Lymphatic Filariasis as a Public Health Problem The Year 2020”.
Di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 ditemukan sebanyak 36 penderita filariasis.
Melalui survey darah tahun 2006, Kabupaten Kepulauan Yapen ditetapkan sebagai wilayah endemis sehingga mulai tahun 2007 pemberian obat filariasis kepada semua penduduk sekali setahun selama lima tahun, sehingga pada tahun 2012 telah berakhir namun sampai akhir tahun 2013 masih ditemukan kasus filariasis sebanyak 36 yang tersebar di Kabupaten kepulauan Yapen.
Jumlah Kasus Filariasis yang ditemukan dan diobati selama tahun 2013 sebanyak 36 kasus atau 100%. (Berdasarkan laporan
pengobatan filariasis di 13 puskesmas dimana dilaporkan semua puskesmas melakukan pengobatan massal filariasis). Pada umumnya
penderita ditemukan sudah dalam kondisi lanjut dimana telah terjadi sumbatan pada saluran kelenjar getah bening dengan manifestasi elephantiasis (pembesaran) skrotum maupun kaki.
Gambar 3.23
Angka Kesakitan Filariasis
di Kabupaten kepulauan Yapen Tahun 2008 s/d 2013
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 J u m la h K a s u s 0 50 100 150 200 250 Kasus Filariasis 52 48 83 82 38 36
Angka Kesakitan per 100.000 penduduk
45,7 48,1 99 207 41 40,6
k. Cakupan Pengukuran Tekanan darah Tinggi
Pengukuran tekanan darah adalah penduduk usia >15 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah disuatu wilayah. Pengukuran dapat dilakukan didalam unit pelayanan kesehatan primer, pemerintah maupun swasta, di dalam maupun di luar gedung.
Jumlah penduduk usia >15 tahun yang dilakukan pengukuran tekanan darah tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Yapen sebanyak 12.444 jiwa atau sebesar 21,19% dari 58.728 penduduk yang berusia >15 tahun.
l. Cakupan Pemeriksaan Obesitas
Cakupan pemeriksaan obesitas adalah persentase pengunjung puskesmas dan jaringannya berusia >15 tahun yang dilakukan pemeriksaan obesitas dalam kurun waktu satu tahun.
m. Cakupan Pemeriksaan IVA
Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam asetat) adalah pemeriksaan dengan cara mengamati dengan menggunakan spekulum, melihat leher rahim yang telah dipulas dengan asam asetat atau asam cuka (3-5%). Pada lesi prakanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut acetowhite epithelium. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.
Berdasarkan data yang dilaporkan tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Yapen bahwa kegiatan pemeriksaan IVA belum dilakukan oleh seluruh Puskesmas, mengingat program kegiatan pemeriksaan IVA ini belum disosialisasikan atau bahkan belum dilatih petugasnya yang ada di puskesmas dan jaringannya.
n. Cakupan Pemeriksaan CBE
Pemeriksaan CBE (Clinical Breast Examination) adalah Pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.
Sama halnya dengan kegiatan pemeriksaan IVA, kegiatan pemeriksaan CBE juga belum dilakukan oleh puskesmas dan jaringannya. Berdasarkan data yang dilaporkan tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Yapen bahwa kegiatan pemeriksaan CBE belum dilakukan oleh seluruh Puskesmas, kemungkinan karena belum disosialisasikan dan belum dilatih petugasnya.
o. Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani < 24 jam
Kelurahan Terkena KLB yang Ditangani <24 jam adalah
kelurahan yang mengalami KLB dan dilakukan penyelidikan <24 jam oleh Kabupaten/Kota terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) pada periode / kurun waktu tertentu. Yang dimaksud kejadian luar biasa adalah timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu desa/kelurahan dalam waktu tertentu. Sedangkan kelurahan KLB adalah kelurahan yang mengalami peningkatan kesakitan atau kematian penyakit potensial KLB, penyakit karantina atau keracunan makanan. Pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus KLB.
p. Penyakit Tidak Menular 1. Neoplasma
Neoplasma atau kanker adalah tumor ganas yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan abnormal dari sel – sel tubuh, yang tumbuh tanpa control dan tujuan yang jelas, mendesak dan merusak jaringan normal. Pada tahun 2013 tidak ditemukan kasus penyakit kanker, namun pada tahun 2012
dilaporkan sebanyak 18 kasus Ca mammae (Kanker Payudara) lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2011 sebanyak 4 kasus.
Gambar 3.24
Jumlah Kasus Penyakit Kanker
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 5 10 15 20 Tahun J u m la h K a s u s Kanker Payudara 4 18 0 2011 2012 2013
Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
2. Diabetes Millitus
Diabetes Millitus (DM) atau kencing manis adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar gula dalam darah akibat kekurangan insulin, baik absolute maupun relatif. Absolut artinya pankreas sama sekali tidak bisa menghasilkan insulin sehingga harus mendapatkan insulin dari luar (malalui suntikan) dan relatif artinya pankreas masih bisa mengahsilkan insulin yang kadarnya berbeda pada setiap orang. (Perkeni 2002).
Jumlah Diabetes Mellitus (DM) di Kota Magelang pada tahun 2013 sebanyak 45 kasus, mengalami peningkatan bila dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2012 yang sebesar 37 kasus dan pada tahun 2011 sebesar 14 kasus. Dari 3 tahun terakhir mengalami peningkatan kasus DM.
Gambar 3.25
Jumlah Kasus Penyakit Diabetes Millitus di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 10 20 30 40 50 Tahun Jum la h K a sus DM 14 37 45 2011 2012 2013
Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen
3. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Penyakit jantung dan pembuluh darah adalah penyakit yang mengganggu jantung dan system pembuluh darah seperti jantung koroner, angina pectoris hipertensi, dan stroke. Jumlah kasus penyakit jantung dan pembuluh darah di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 adalah angina pektoris sebanyak 33 kasus (0,04%), stroke sebanyak 11 kasus (0,01%), hipertensi sebanyak 1.019 kasus (1,15%), dan penyakit PJK (Penyakit Jantung Koroner) sebanyak 2 kasus (0,002%).
a. Angina Pektoris
Angina pektoris adalah nyeri dada yang ditimbukan karena iskemik miokard dan bersifat sementara atau reversibel. Angina pektoris adalah suatu sindroma kronis dimana klien mendapat serangan sakit dada yang khas yaitu seperti ditekan, atau terasa berat di dada yang seringkali menjalar ke lengan sebelah kiri yang timbul pada waktu aktifitas dan segera hilang bila aktifitas berhenti. (Prof. Dr. H.M. Sjaifoellah Noer, 1996).
sebanyak 33 kasus, mengalami peningkatan bila dibandingkan prevalensi tahun 2012 yang sebesar 0,01% atau 8 kasus, tetapi masih lebih tinggi dari prevalensi tahun 2011 yang sebesar 0,04 % atau 35 kasus.
Gambar 3.26
Prevalensi Penyakit Angina Pektoris
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 0,02 0,04 0,06 Tahun P r e v a l e n s i Angina Pektoris 0,04 0,01 0,04 2011 2012 2013
Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
b. Stroke
Stroke adalah suatu penyakit menurunnya fungsi syaraf secara akut yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah otak, terjadi secara mendadak dan cepat yang menimbulkan gejala dan tanda sesuai dengan daerah otak yang terganggu. Stroke dibedakan menjadi stroke hemoragik yaitu adanya pendarahan otak karena pembuluh darah yang pecah dan stroke non hemoragik yaitu lebih karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak.
Prevalensi stroke di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebesar 0,01% dengan jumlah kasus sebanyak 11 kasus, lebih rendah dibandingkan pada tahun 2012 yang sebesar 0,10% atau 92 kasus dan jauh lebih rendah dari prevalensi tahun 2011 yang sebesar 0,007% atau 6 kasus.
Gambar 3.27 Prevalensi Penyakit Stroke
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 0,05 0,1 0,15 Tahun P r e v a le n s i Stroke 0,01 0,1 0,007 2011 2012 2013
Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
c. Hipertensi
Hipertensi (darah tinggi) adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas normal di dalam arteri secara kronis (dalam jangka waktu lama) yang memberi gejala berlanjut pada suatu target organ tubuh sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke, penyakit jantung koroner, serta penyempitan ventrikel kiri / bilik kiri.
Prevalensi kasus hipertensi essensial / hipertensi primer (hipertensi yang belum di ketahui penyebabnya) di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebesar 1,15% dengan jumlah kasus sebanyak 1.019 kasus, mengalami penurunan bila dibandingkan prevalensi hipertensi tahun 2012 yang sebesar 2,04% dengan jumlah kasus sebanyak 1.787, sedangkan prevalensi tahun 2012 lebih tinggi dibandingkan prevalensi pada tahun 2011 sebesar 1,13% dengan jumlah kasus sebanyak 973 kasus.
Gambar 3.28
Prevalensi Penyakit Hipertensi
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 1 2 3 Tahun P r e v a le n s i Hipertensi 1,13 2,04 1,15 2011 2012 2013
Sumber : Laporan LB 1 Puskesmas Kab. Kepulauan Yapen,2013
d. Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Prevalensi PJK tahun 2013 di Kabupaten Kepulauan Yapen sebesar 0,002% dengan jumlah kasus sebanyak 2 kasus lebih rendah dari prevalensi tahun 2012 yang sebesar 0,01% maupun prevalensi tahun 2011 yang sebesar 0,01 %.
Gambar 3.29
Prevalensi Penyakit Jantung Koroner Di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0 0,005 0,01 0,015 0,02 0,025 Tahun P r e v a le n s i PJK 0,02 0,01 0,002 2011 2012 2013
e. Asma Bronkial
Asma bronkial terjadi akibat penyempitan jalan nafas yang reversibel dalam waktu singkat oleh karena mucus kental, spasme, dan edema mukosa serta deskuamasi epitel bronkus / bronkeolus, akibat inflamasi eosinofilik dengan kepekaan yang berlebihan. Prevalensi asma bronkial di Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2013 sebesar 0,74% dengan jumlah kasus sebanyak 659 kasus, lebih rendah dari tahun 2012 yang sebesar 0,82% atau 714 kasus, sedangkan pada tahun 2011 hampir sama tahun 2013 sebesar 0,74% atau 635 kasus.
Gambar 3.30
Prevalensi Penyakit Asma Bronkial
di Kabupaten Kepulauan Yapen Tahun 2011 s/d 2013
0,7 0,75 0,8 0,85 Tahun P r e v a le n s i ( % ) Asma Bronkial 0,74 0,82 0,74 2011 2012 2013
ambaran masyarakat Kabupaten Kepulauan Yapen masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan ádalah