ANALISIS HASIL PENELITIAN A.Data Penelitian
14. Quality Control
1) Bertanggung jawab kepada Manager R & D atas mutu hasil produksi yang dihasilkan pabrik.
2) Berwewenang memberi masukan-masukan mengenai mutu hasil produksi.
3) Menseleksi hasil-hasil produksi yang dihasilkan agar sesuai dengan standar yang diinginkan.
2.Unsur-unsur Biaya Produksi
menggolongkan biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku langsung, biaya bahan tidak langsung ( biaya bahan tambahan) ,biaya tenaga kerja langsung,dan biaya overhead pabrik.
a.Bahan Baku Langsung
Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dengan persentasi komposisi bahan yang tinggi dan merupakan bahan yang membentuk bagian integral dari suatu produk jadi. Bahan baku yang digunakan pada PT. Berlian Unggas Sakti ini dalam pembuatan makanan ternak adalah:
1). Jagung
Jagung merupakan sumber energi yang baik karena kandungan energi metabolismenya besar dan mengandung karbohidrat.
2). Dedak padi halus
Dedak padi halus yang dimaksud adalah pecahan kulit padi dan sedikit pecahan beras. Dedak padi halus ini mengandung serat kasar dan lemak. 3). Kacang kedelai
Bahan ini mengandung sumber protein nabati bagi hewan dan merupakan bahan import yang berasal dari luar negeri. 4). Bungkil kelapa
Bahan ini mengandung sumber lemak bagi hewan. 5). Tepung daging
Tepung daging merupakan sumber protein hewani dan juga sebagai sumber kalsium dan fosfor bagi hewan. Bahan ini diimport dari luar negeri. 6). Tepung ikan
Bahan ini mengandung protein, lemak, dan kalsium. 7). Tepung batu
Tepung batu ini berasal dari batu gunung yang digiling. Tepung ini berfungsi sebagai alat pembantu pencernaan dan sumber kalsium.
b. Bahan Tambahan( Biaya Bahan Baku Tidak Langsung)
Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam komposisi kecil tetapi cukup mempengaruhi produk dan dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu produk.
Bahan tambahan yang digunakan pada PT. Berlian Unggas Sakti adalah: 1). Minyak sawit (CPO)
2). Bahan kimia seperti DCP (Di-Calsium Phospat), methion, lysin, dan sebagainya. 3). Vitamin-vitamin dan mineral/garam.
Untuk pengadaan bahan-bahan penolong ini, perusahaan mendapatkannya dari daerah di sekitar Sumatera Utara. c. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk tenaga kerja yang langsung melakukan pengolahan bahan baku menjadi produk broiler .Tenaga kerja langsung harus mematuhi peraturan-peratuaran yang telah ditetapkan perusahaan.Dan sebelum pekerja diterima sudah mengetahui tarif upah yang akan diterimanya.
d. Biaya Overhead Pabrik
PT. Berlian Unggas sakti dalam mengolongkan biaya overhead pabrik berbeda dengan teori.Biaya bahan baku tidak langsung tidak diklasifikasikan ke dalam biaya overhead pabrik.Namun konsep dari biaya overhead pabrik dalam hal ini adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung proses produksi dan sangat sulit untuk ditelusuri selain bahan baku tidak langsung .Dan biaya ini dikelompokkan dalam biaya overhead tetap dan biaya overhead variabel.
Berikut ini merupakan unsur –unsur biaya overhead pabrik 1). Biaya Overhead Pabrik Tetap 2).Biaya Overhead Variabel
- Biaya penyusutan - Biaya Pemeliharaan - Biaya asuransi - Biaya Energi - Biaya kantor - Biaya Kenderaan - Biaya Gaji Kariawan - Biaya Bongkar
- Biaya Labolatorium - Biaya Pajak
- Biaya Profesional - Biaya Pendidikan 3.Penentuan Biaya Standar
a. Penentuan Standar Biaya Bahan Baku Langsung
1). Penentuan Standar Kuantitas Bahan Baku Langsung
Standar kuantitas bahan baku adalah bahan baku yang seharusnya dipakai untuk memproduksi satu satuan produk. PT Berlian Unggas sakti dalam memproduksi produknya menggunakan tujuh jenis bahan baku utama yang masih diperoleh dari supplier local. Dan penentuan standar kuantitas bahan baku per unit didasarkan pada tahun sebelumnya (periode masa lalu).Standar pemakaian masing-masing bahan baku langsung untuk satu unit produk Broiler yang terdiri dari 50 kg/ unit adalah :
Tabel 4.1
Standar Pemakaian Bahan Baku Per Unit Broiler
No Jenis Bahan Baku Persentase Pemakaian Kuantitas(kg)
1 Jagung 50 % 25 Kg 2 Dedak halus 15 % 7,5 Kg 3 Tepung daging 7,5 % 3,75 Kg 4 Tepung ikan 5 % 2,5 Kg 5 Tepung batu 7.5 % 3,75 Kg 6 Kacang kedelai 10 % 5 Kg 7 Bungil kelapa 2,5 % 1,25 Kg 8 Lain- lain 2,5 % 1.25 Kg
Sumber PT. Berlian Unggas Sakti
Tabel 4.2
Standar Pemakaian Bahan Baku Langsung Untuk 400.000 Unit
No Jenis Bahan baku Kuantitas pemakaian TOTAL
2 Dedak halus 400.000 @ 7,5 3.000.000 Kg 3 Tepung daging 400.000 @ 3,75 1.500.000 Kg 4 tepung ikan 400.000 @ 2,5 1.000.000 Kg 5 Tepung batu 400.000 @ 3,75 1.500.000 Kg 6 Kacang kedelai 400.000@ 5 2.000.000 Kg 7 Bungil kelapa 400000 @ 1,25 500000 Kg
Sumber PT. Berlian Unggas sakti
2). Penentuan Standar Harga Bahan Baku
Dalam penentuan standar harga bahan baku utama ,Perusahaan ini sangat mempertimbangkan fluctuasi harga.Khususnya untuk harga bahan baku jagung cenderung mengalami fluctuasi harga secara berulang kali naik turun dalam satu tahun sehingga sulit untuk ditentukan oleh manajemen khususnya bagian pembelian
Karena alasan yang demikian maka standar yang cocok ditentukan oleh bagian pembelian adalah standar normal.Dimana Bagian pembelian menentukan standar tersebut untuk semua jenis bahan baku langsung adalah menggunakan harga pasar rata-rata. Setelah ditetapkan standar harga maka dapat dibuat standar biaya pemakaian bahan baku .
Tabel 4.3
Standar Biaya Pemakaian Bahan Baku
Per unit broiler
Bahan Kuantitas Standar harga Jumlah ( Kg) Per Kg ( Per Unit) Jagung 25 Kg .50% Rp 2195 Rp 54 875 Dedak halus 7,5 Kg.15% Rp 1426 Rp 10 695 Tepung Daging 3,75Kg.7,5% Rp 3540 Rp 13275 Tepung Ikan 2,5 Kg .5% Rp 5331 Rp 13 328 Tepung Batu 3,75 Kg.7,5% Rp 198 Rp 743 Kacang Kedelai 5 Kg. 10 % Rp 2485 Rp 12 425 Bungil Kelapa 1,25 Kg. 2,5 % Rp 1125 Rp 1406 Lain –lain 1,25 Kg. 2,5 %
Input 50 Kg. 100 % Rp 106. 747 Output 50 Kg
Sumber PT. Berlian Unggas Sakti
b. Penentuan Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
PT.Berlian Unggas Sakti dalam menetukan standar biaya upah langsung ditentukan oleh dua faktor yakni upah standar dan jam kerja standar.Perusahaan ini merupakan perusahaan yang padat modal yang menggunakan mesin- mesin untuk memproduksi bahan baku menjadi barang jadi ( pakan ternak ) Yang ditentukan terlebih dahulu kapasitas produksinya.
1). Penentuan Tarif Upah Langsung
Perusahaan memberikan upah yang layak kepada pekerja sesuai dengan kemampuan perusahaan dengan ketentuan upah terendah bagi pekerja harian sesuai dengan ketentuan upah minimum sektoral regional yang berlaku di Propinsi tempat domisili perusahaan.Jadi sebelum sesorang bekerja Sudah mengetahui berapa jumlah gaji yang diperolehnya.Pada Tahun 2007 Perusahan telah menetapkan tarif upah sebulan sebesar RP. 809000.
Maka tarif upah per jam = Rp 809. 000 = Rp 1532/ Jam
( 24 x 22)
2). Standar Jam Kerja Langsung
PT. Berlian Unggas Sakti dalam memproduksi berbagai jenis pakan dengan menggunakan mesin-mesin produksi.Dimana kapasitas mesin telah ditetapkan terlebih dahulu.Pada tahun 2007 Perusahaan telah menetapkan kapasitas aktual yang diperkirakan sebesar 399.800 unit broiler dengan estimasi jam kerja langsung sebesar 6336 jam.
Berarti satu unit broiler membutuhkan : 6336 / 399.800 unit= 0.016 Jam
Pada tahun 2007 perusahaan memproduksi sebesar 400.000 unit dan jam kerja sesungguhnya sebanyak 6291 jam. Sedangkan menurut standar sesungguhnya sebesar(0.016 x 400000) =6400 Jam.Tenaga kerja bekerja 8 jam sehari ( senin- jumat), 22 hari sebulan, terdiri dari 3 shift. Maka standar jam kerja lansung untuk 399.800 unit broiler 6336 jam
( 8 x 3 x 22 x12 bulan).
c. Penentuan Standar Biaya Overhead Pabrik
Biaya tidak langsung dalam perusahaan dibagi dalam beberapa jenis biaya.Dalam hal ini perusahaan menggolongkan biaya bahan baku tidak langsung kedalam dua bagian yakni biaya variabel dan biaya tetap.Dalam hal ini anggaran biaya tidak langsung dibebankan ke setiap unit berdasarkan volume ( kg ).
Adapun penentuan tarif biaya tidak langsung ditetapkan dengan rumusan sebagai berikut: Tarif biaya tidak langsung = Anggaran Biaya tidak Langsung
Kapasitas yang diperkirakan
Anggaran Biaya TidakLangsung PT. Berlian Unggas sakti pada Tahun 2007 dengan kapasitas aktual yang diperkirakan sebesar 399.800 unit ( 399.800 x 50 kg)
Tabel 4.5
Anggaran Biaya Tidak Langsung
Tahun 2007
Kapasitas 399.800 unit atau 6336 Jam
Biaya Kenderaan ( V ) RP5.6927.000 Biaya bahan penolong ( V ) 592.527.000
Biaya insentif ( V ) 49.351.000 Biaya profesional ( V ) 11.251.000 Biaya bongkar muat ( V ) 81.447.000 Biaya pemeliharaan ( V ) 60.327.653 Biaya energi (V ) 294.844.515 Biaya Kantor Pabrik ( V ) 23.360.571
Biaya Personalia ( F ) 46.257.000 Biaya Penyusutan ( V ) 16.789.560
Biaya Asuransi ( F ) 8 600.000
Biaya Pajak dan Perizinan ( F ) 34.890.543 Biaya Iklan ( F ) 21.123.548
Biaya Overhead lainnya ( V ) 51.403.000
Total Biaya tidak langsung Variabel = Rp 127. 660.651 Total Biaya bahan baku tidak langsung variabel = Rp 1.221.438.739 Maka dapat dihitung :
Tarif biaya tidak langsung = 1.349.099.390 399800
= Rp 3374
Sehingga tarif biaya tidak langsung per unit = 67 x 50 =Rp 3350 Tarif Biaya Tidak Langsung variabel = 1221438739
399800 = Rp 3055 Tarif biaya tidak langsung tetap = 127.660.651
399800 = Rp 31
Tabel 4.4
Standar Biaya Per Unit Broiler ( 50) kg
Input ( bahan baku = Rp 106 747 Standar biaya tenaga kerja langsung = 0,016 Jam@1532/ jam = Rp 24,50 Standar biaya overhead pabrik =0,016 @3374 / jam = Rp 53,98 Standar Biaya Per Unit Broiler = Rp 106 .826
Sumber PT. Berlian Unggas Sakti
4.Analisis Varians Sebagai Alat Pengendalian Biaya Produksi
Perusahaan belum melakukan analisis varian sebagaimana yang ada pada teori.Melainkan perusahaan melakukan analisa varians dengan membandingkan anggaran dengan realisasi dengan batas pengendalian biaya produksi ditetapkan sebesar 10 % dari biaya yang distandarkan terlebih dahulu.