BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.3. Analisis Kuantitatif
4.3.2. R 2 (Koefisien Determinasi)
Tabel 4.30 Hasil R2 (Koefisien Determinasi) Budaya Organisasi dan
Lingkungan Kerja Pada Kepuasan Kerja
Model Summaryb Mo del R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1 .572a .327 .304 3.30889 .327 14.099
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan Tabel 4.33, R2 = 32,7%. Ini artinya bahwa variabel Budaya Organisasi (X1), Lingkungan Kerja (X2) memiliki pengaruh kontribusI sebesar 32,7 persen terhadap variabel Kepuasan Kerja (Z) dan 67,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor faktor lain di luar variabel X1 dan X2.
90
Tabel 4.31 Hasil R2 (Koefisien Determinasi) Budaya Organisasi dan
Lingkungan Kerja Pada Kinerja
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1 .695a .483 .465 2.70377 .483 27.098 Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan Tabel 4.33, R2 = 48,3%. Ini artinya bahwa variabel Budaya Organisasi (X1), Lingkungan Kerja (X2) memiliki pengaruh kontribusI sebesar 32,7 persen terhadap variabel Kepuasan Kerja (Z) dan 51,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor faktor lain di luar variabel X1 dan X2.
Tabel 4.32 Hasil R2 (Koefisien Determinasi) Kepuasan Kerja Pada Kinerja
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1 .587a .345 .333 3.01867 .345 31.009
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan Tabel 4.33, R2 = 34,5%. Ini artinya bahwa variabel Kepuasan Kerja (Z) memiliki pengaruh kontribusI sebesar 34,5% terhadap variabel Kinerja (Y) dan 65,5 % lainnya dipengaruhi oleh faktor faktor lain di luar variabel kepuasan kerja.
91
4.3.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh Budaya Organisasi dan Lingkungan Kerja pada Kinerja dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Intervening.
Tabel 4.33 Hasil Regresi Linear Berganda Budaya Organisasi
dan Lingkungan Kerja Pada Kepuasan Kerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 20.031 5.564 3.529 .001 x1 .332 .110 .276 2.110 .039 x2 .347 .123 .370 2.828 .006
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program statistik komputer IBM SPSS Statistics 24 diperoleh hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Z= a+b1X1 + b2X2 + bnXn
Z = 20,031 +0,284 X1 + 0,362 X2
Dimana:
Z = Kepuasan Kerja
92
X2 = Lingkungan Kerja
Xn = Variabel bebas ke.. n a dan b1 serta b2 = Konstanta
Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut: 1. Konstan (a)
Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (Kepuasan Kerja) sebesar 20,031
2. Budaya Organisasi (X1) pada Kepuasan Kerja (Z)
Nilai koefisien Budaya Organisasi untuk varibel X1 sebesar 0,276 . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan variabel Budaya Organisasi (X1) maka akan menaikkan variabel Kepuasan Kerja (Z) dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
3. Lingkungan Kerja (X2) pada Kepuasan Kerja (Z)
Nilai koefisien Lingkungan Kerja untuk variabel X2 sebesar 0,370 . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan variabel Lingkungan Kerja maka akan menaikkan variabel kepuasan kerja (Z) dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
Tabel 4.34 Hasil Regresi Linear Berganda Budaya Organisasi dan
Lingkungan Kerja Pada Kinerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10.599 4.547 2.331 .023
93
x1 .372 .090 .474 4.179 .000
x2 .287 .101 .305 2.668 .010
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program statistik komputer IBM SPSS Statistics 24 diperoleh hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y= a+b1X1 + b2X2 + bnXn Y = 10,599 +0,474 X1 + 0,305 X2 Dimana: Y = Kinerja X1 = Budaya Organisasi X2 = Lingkungan Kerja
Xn = Variabel bebas ke.. n a dan b1 serta b2 = Konstanta
Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut: 1. Konstan (a)
Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (Kinerja) sebesar 10,599
2. Budaya Organisasi (X1) pada Kinerja (Y)
Nilai koefisien Budaya Organisasi untuk varibel X1 sebesar 0,474 . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan variabel Budaya Organisasi (X1) maka akan menaikkan variabel kinerja (Y) dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
94
3. Lingkungan Kerja (X2) pada Kinerja (Y)
Nilai koefisien Lingkungan Kerja untuk variabel X2 sebesar 0,305 . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan variabel Lingkungan Kerja maka akan menaikkan variabel kinerja (Y) dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
Tabel 4.35 Hasil Regresi Linear Berganda Kepusan Kerja pada Kinerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 17.133 4.503 3.805 .000 Z .547 .098 .587 5.569 .000
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan program statistik komputer IBM SPSS Statistics 24 diperoleh hasil persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y= a + b1 Z + e Y = 17,133 + 0,587 Z Dimana : Y = Komitmen organisasional Z = Motivasi Kerja E = Error
Interpretasi dari regresi diatas adalah sebagai berikut:
95
Ini berarti jika semua variabel bebas memiliki nilai nol (0) maka nilai variabel terikat (Kinerja) sebesar 17,133
2. Kepuasan Kerja (X1) pada Kinerja (Y)
Nilai koefisien Kepuasan Kerja untuk varibel X1 sebesar 0,587 . Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan variabel Kepuasan Kerja (X1) maka akan menaikkan variabel kinerja (Y) dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi adalah tetap.
4.3.4 Uji Hipotesis
Setelah mengetahui model regresi maka perlu dilakukan pengambilan keputusan terhadap kebenaran hipotesis penelitian. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah uji t (parsial). Menurut Ghozali (2013), uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (H0) yang hendak diuji adalah H0 : ßi = 0, artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (Ha) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau HA : ßi ≠ 0, artinya :
H0 : apabila nilai signifikansi < 0,05 maka diartikan bahwa tidak terdapat pengaruh parsial dari budaya organisasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja pada kinerja.
96
Ha : apabila nilai signifikansi > 0,05 terdapat pengaruh parsial dari budaya organisasi, lingkungan kerja dan kepuasan kerja pada kinerja.
1. Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja Pada Kepuasan
Kerja
Tabel 4.36 Hasil Regresi Linear Berganda Budaya Organisasi
dan Lingkungan Kerja Pada Kepuasan Kerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant ) 20.031 5.564 3.529 .001 x1 .332 .110 .276 2.110 .039 x2 .347 .123 .370 2.828 .006
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
A. Hipotesis 1 : Pengaruh budaya organisasi terhadap Kepuasan Kerja.
1) Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruh signifikan dari variabel budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan.
Ha : Diduga terdapat pengaruh signifikan dari variabel budaya organisai terhadap kepuasan kerja pada karyawan.
2) Kriteria
Jika tingkat sig. penelitian < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika tingkat sig. penelitian > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak
97 3) Hasil
Pengujian hipotesis menunjukkan besarnya angka signifikansi sebesar 0,039 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
4) Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis
pertama yang berbunyi ―Terdapat pengaruh signifikan dari variabel
budaya organisasi terhadap kepuasan kerja pada karyawan‖ terbukti.
B. Hipotesis 2 : Pengaruh lingkungan kerja terhadap Kepuasan
Kerja.
1) Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruh signifikan dari variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan.
Ha : Diduga terdapat pengaruh signifikan dari variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan.
2) Kriteria
Jika tingkat sig. penelitian < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika tingkat sig. penelitian > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak 3) Hasil
Pengujian hipotesis menunjukkan besarnya angka signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
4) Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa
98
variabel lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan‖
terbukti.
2. Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja Pada Kinerja
Tabel 4.37 Hasil Regresi Linear Berganda Budaya Organisasi dan
Lingkungan Kerja Pada Kinerja
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10.599 4.547 2.331 .023 x1 .372 .090 .474 4.179 .000 x2 .287 .101 .305 2.668 .010
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
A. Hipotesis 3 : Pengaruh budaya organisasi terhadap Kinerja.
1) Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruh signifikan dari variabel budaya organisasi terhadap kinerja pada karyawan.
Ha : Diduga terdapat pengaruh signifikan dari variabel budaya organisai terhadap kinerja pada karyawan.
2) Kriteria
Jika tingkat sig. penelitian < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika tingkat sig. penelitian > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak
99 3) Hasil
Pengujian hipotesis menunjukkan besarnya angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
4) Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis
ketiga yang berbunyi ―Terdapat pengaruh signifikan dari variabel
budaya organisasi terhadap kinerja pada karyawan‖ terbukti.
B. Hipotesis 4 : Pengaruh lingkungan kerja terhadap Kinerja.
1) Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruh signifikan dari variabel lingkungan kerja terhadap kinerja pada karyawan.
Ha : Diduga terdapat pengaruh signifikan dari variabel lingkungan kerja terhadap kinerja pada karyawan.
2) Kriteria
Jika tingkat sig. penelitian < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika tingkat sig. penelitian > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak 3) Hasil
Pengujian hipotesis menunjukkan besarnya angka signifikansi sebesar 0,010 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
4) Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis
keempat yang berbunyi ―Terdapat pengaruh signifikan dari variabel
100
3. Pengaruh Kepuasan kerja Pada Kinerja
Tabel 4.38 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Kepusan Kerja
pada Kinerja Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficien ts T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 17.133 4.503 3.805 .000 Z .547 .098 .587 5.569 .000
Sumber : data primer yang diolah tahun 2018
A. Hipotesis 5 : Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja.
1) Hipotesis
H0 : Tidak ada pengaruh signifikan dari variabel kepuasan kerja terhadap kinerja pada karyawan.
Ha : Diduga terdapat pengaruh signifikan dari variabel kepuasan kerja terhadap kinerja pada karyawan.
2) Kriteria
Jika tingkat sig. penelitian < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika tingkat sig. penelitian > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak
3) Hasil
Pengujian hipotesis menunjukkan besarnya angka signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
101
Berdasarkan perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis
kelima yang berbunyi ―Terdapat pengaruh signifikan dari variabel
kepuasan kerja kerja terhadap kinerja pada karyawan‖ terbukti.