• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.5 Rancangan Analisis dan Uji Hipotesis

Data pada penelitian terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Guna melihat Pengaruh Dinamika Kelompok Tani Terhadap Pendapatan Usahatani Ubi Kayu, Pengaruh Penerapan Teknologi Budidaya terhadap Pendapatan Usahatani Ubi kayu dan Pengaruh Dinamika Kelompok Tani dan Penerapan Teknologi

Budidaya bersama-sama mempengaruhi Pendapatan Usahatani Ubi Kayu akan digunakan analisis jalur (path analisis). Adapun analisis yang dilakukan menggunakan korelasi dengan langkah gambar sebagai berikut :

Pyβˆ‘

Ο€x1x2 pyx1

pyx2

Gambar 3. Paradigma Penelitian Dengan Desain Path Analysis

Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan tabulasi terhadap data yang terkumpul dan mendeskripsikan ciri-ciri dari variabel yang diteliti per kelompok/responden. Analisis ini secara sederhana digambarkan dengan penafsiran terhadap tanggapan responden untuk setiap indikator dari masing-masing subvariabel menggunakan garis kriterium (kategori). Pengukurannya menggunakan presentase dengan 5 kategori tingkat tanggapan : sangat rendah, rendah, cukup, tinggi, dan sangat tinggi, untuk menganalisis hasil tersebut menurut Rusidi (1992) dengan rumus sebagai berikut :

Dinamika Kelompok Tani (X1)

Teknologi Budidaya Ubi Kayu (X2)

Pendapatan usahatani (Y)

βˆ‘

𝑖𝑖 = 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆 βˆ’ 𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆𝑆

Keterangan :

𝐾𝐾

i = Interval

Skt = Skor kumulatif tertinggi Skt = Skor kumulatif rendah K = Kriteria pengukuran

Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

a. Apabila skor lebih dari pendapatan tertinggi – n termasuk pendapatan tertinggi.

b. Apabila skor lebih dari pendapatan tertinggi –n-n sampai dengan pendapatan tertinggi – n termasuk pendapatan sedang.

c. Apabila skor kurang atau sama dengan pendapatan tertinggi –n –n termasuk pendapatan rendah.

1) Penentuan Interval Dinamika Kelompok (X1) Jumlah Responden : 1857 Orang Skor Tertinggi (Skt) : 5

Skor Terendah (Skr) : 1 Jumlah Indikator : 8

Maka Perhitungan Interval sebagai berikut : Skt = 1857 x 5 x 8 = 74.280 atau 100 % Skr = 1857 x 1 x 8 = 14.856 atau 20 %

𝑖𝑖 =

74.28βˆ’14.856

5

=

11.884; π‘Žπ‘Žπ‘†π‘†π‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž

𝑖𝑖 =

100βˆ’205

=

16 %

Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

a) Apabila skor lebih dari ( 100 – 16 ) = 84 % atau 74.280 – 14.856 = 59.424 sangat tinggi.

b) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 ) = 68 % atau 74.280 – 14.856–

14.856 = 44.568 sampai dengan 84 % atau 59.424 termasuk tinggi.

c) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 - 16 ) = 52 % atau 74.280 – 14.856-14.856 – 14.856-14.856 = 29.712 sampai dengan 68 % atau 44.568 termasuk cukup.

d) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 – 16 - 16 ) = 36 % atau 74.280 – 14.856 - 14.856 – 14.856 - 14.856 = 14.856 sampai dengan 52 % atau 29.712 rendah.

e) Apabila skor kurang dari 36 % atau 14.856 termasuk sangat rendah.

2) Penentuan Interval PenenerapanTeknologi Budidaya (X2) Jumlah Responden : 1857 Orang

Skor Tertinggi (Skt) : 5 Skor Terendah (Skr) : 1 Jumlah Indikator : 7

Maka Perhitungan Interval sebagai berikut : Skt = 1857 x 5 x 7 = 64.995 atau 100 % Skr = 1857 x 1 x 7 = 12.999 atau 20 %

𝑖𝑖 =

64.995 βˆ’12.999

5

=

10.399; π‘Žπ‘Žπ‘†π‘†π‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž

𝑖𝑖 =

100βˆ’205

=

16 %

Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

a) Apabila skor lebih dari ( 100 – 16 ) = 84 % atau 64.995 – 12.999 = 51.996 sangat tinggi.

b) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 ) = 68 % atau 64.995 – 12.999–

12.999 = 38.997 sampai dengan 84 % atau 51.996 termasuk tinggi.

c) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 - 16 ) = 52 % atau 64.995 – 12.999– 12.999 – 12.999 = 25.998 sampai dengan 68 % atau 38.997 termasuk cukup.

d) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 – 16 - 16 ) = 36 % atau 64.995 – 12.999– 12.999 – 12.999- 12.999 = 12.999 sampai dengan 52 % atau 25.998 rendah.

e) Apabila skor kurang dari 36 % atau 12.999 termasuk sangat rendah.

3) Penentuan Interval pengaruh Kepemimpinan dan Dinamika Kelompok Tani Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung (Y).

Jumlah Responden : 1857 Orang Skor Tertinggi (Skt) : 5

Skor Terendah (Skr) : 1 Jumlah Indikator : 3

Maka Perhitungan Interval sebagai berikut : Skt = 1857 x 5 x 3 = 27.855 atau 100 % Skr = 1857 x 1 x 3 = 5.571 atau 20 %

𝑖𝑖 =

27.855βˆ’5.571

5

=

4.456 ; π‘Žπ‘Žπ‘†π‘†π‘Žπ‘Žπ‘Žπ‘Ž

𝑖𝑖 =

100βˆ’205

=

16 %

Kriteria yang digunakan sebagai berikut :

a) Apabila skor lebih dari ( 100 – 16 ) = 84 % atau 27.855 – 5.571 = 22.284 sangat tinggi.

b) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 ) = 68 % atau 27.855 – 5.571 – 5.571 = 16.713 sampai dengan 84 % atau 22.284 termasuk tinggi.

c) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 - 16 ) = 52 % atau 27.855 – 5.571 – 5.571- 5.571 = 11.142 sampai dengan 68 % atau 16.713 termasuk cukup.

d) Apabila skor lebih dari ( 100 - 16 – 16 – 16 - 16 ) = 36 % atau 27.855 – 5.571 – 5.571- 5.571- 5.571 = 5.571 sampai dengan 52 % atau 11.142 rendah.

e) Apabila skor kurang dari 36 % atau 5.571 termasuk sangat rendah.

Sementara itu, analis uji hipotesis menggunakan Analisis Jalur ( Path Analysis ) dengan bantuan Program SPSS Versi 21, Langkah-langkah yang dilakukan meliputi :

a. Diagram Alur Proporsi Hipotesis

Berdasarkan hipotesis : Terdapat hubungan antara Pengaruh Dinamika Kelompok Tani (X1) dan Penerapan Teknologi Budidaya (X2) Terhadap Pendapatan Usahatani Ubi Kayu (Y).

Secara diagram hipotesis ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 4. Diagram alur hubungan kausal antara variabel X11 dengan X1, variabel X21 dengan X2, dan antara X1 serta X2 terhadap Y.

a) Persamaan Strukturalnya : Y = PY.X1 + PYX1 . X1 + PYΙ›

Ι›

b) Spesifikasi model pengukurannya :

X11 = Ξ»X11 . X1 +

Ι›

X11 X12 = Ξ»X12 . X1 +

Ι›

X12

X13 = Ξ»X13 . X1 +

Ι›

X13 X14 = Ξ»X14 . X1 +

Ι›

X14

X15 = Ξ»X15 . X1 +

Ι›

X15 X16 = Ξ»X16 . X1 +

Ι›

X16

X17 = Ξ»X17 . X1 +

Ι›

x17 X1 8 = Ξ»X18 . X1 +

Ι›

X18

X21 = Ξ»X21 . X2 +

Ι›

X21 X22 = Ξ»X22 . X2 +

Ι›

X22

X23 = Ξ»X23 . X2 +

Ι›

X23 X24 = Ξ»X24 . X2 +

Ι›

X24

X25 = Ξ»X25 . X2 +

Ι›

X5 X26 = Ξ»X26 . X2 +

Ι›

X26

X27 = Ξ»X27 . X2 +

Ι›

X27

Y 1 = Ξ»Y1 . Y +

Ι›

Y1 Y 2 = Ξ»Y2 . Y +

Ι›

Y2

Y 3 = Ξ»Y3 . Y +

Ι›

Y3

Keterangan :

X1 : Dinamika Kelompok Tani Indikator :

X11 : Tujuan Kelompok X12 : Struktur Kelompok X13 : Fungsi Tugas

X14 : Pembinaan dan Pengembangan Kelompok X15 : Kekompakan Kelompok

X16 : Suasana Kelompok X17 : Ketegangan Kelompok X18 : Keefektipan Kelompok

X2 : Penerapan Teknologi Budidaya Indikator :

X21 : Persiapan Lahan X22 : Persiapan Bibit X23 : Penanaman X24 : Pemeliharaan X25 : Pemupukan X26 : Pemanenan X27 : Penyimpanan

Y: Pendapatan Usahatani Ubi Kayu eij: Variabel Terukur

Ξ»ij: Loading factor pij: Nilai Regresi Ι›i : Error

b. Uji Validitas

Uji validitas atau kesahihan berguna untuk mengetahui apakah ada pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang harus dibuang/diganti karena dianggap tidak relevan (Umar,2008). Validitas data penelitian ditentukan oleh

proses pengukuran yang akurat. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Dengan kata lain, intrumen tersebut dapat mengukur butir-butir dalam suatu daftar (konstruk) sesuai dengan yang diharapkan peneliti (Indriantoro dan Supomo, 2002).

Metoda yang digunakan untuk menguji validitas konstruk masing-masing pernyataan terhadap instrumen kuesioner, menurut Singarimbun dan Effendi (1995) dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur.

2. Melakukan uji coba skala pengukur tersebut pada sejumlah responden.

3. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban.

4. Menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total menggunakan rumus teknik korelasi β€˜ProductMoment’:

r

xy π‘›π‘›βˆ‘π‘‹π‘‹π‘‹π‘‹βˆ’(βˆ‘π‘‹π‘‹)(βˆ‘π‘‹π‘‹)

οΏ½{π‘›π‘›βˆ‘π‘‹π‘‹2βˆ’(βˆ‘π‘‹π‘‹2}{π‘›π‘›βˆ‘π‘‹π‘‹2βˆ’(π‘›π‘›βˆ‘π‘‹π‘‹2)}

Keterangan :

r

xy = Koefisien korelasi (derajat hubungan antara thitungdan ttabel) X = Jumlah Skor Item

Y = Jumlah Total Skor Item n = Jumlah Responden (Arikunto, 2010)

Jika dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai koefisien korelasi lebih dari atau sama dengan Ttabel ( Thitung β‰₯ Ttabel), maka data tersebut adalah valid atau

layak untuk digunakan dalam pengujian hipotesis, sedangkan jika nilai koefisien korelasinya ( Thitung<Ttabel), menunjukan data tersebut tidak valid atau tidak layak untuk digunakan dalam pengujian hipotesis dan disisihkan dari analisis uji lanjutan. Dalam penelitian ini, jawaban yang diperoleh dari kuesioner kemudian dihitung korelasinya dari setiap item. Seluruh pernyataan dapat dikatakan valid jika Thitung lebih besar dari Ttabel. (Arikunto, 2010). Bila uji validitas instrumen kuesioner yang dilakukan menunjukan valid, maka lanjutkan dengan uji kehandalan atau reliabilitas (Kaplan and Saccuzzo,1993).

c. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas atau keandalan berguna untuk menetapkan apakah instrumen kuesioner dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama (Umar, 2008). Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali, untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut andal atau reliabel (Singarimbun dan Effendi, 1995).

Untuk menguji reliabilitas digunakan rumus alfa ( Cronbach’s Alpha) (Indriantoro dan Supomo, 2002 ), yaitu uji reliabilitas untuk alternatif jawaban lebih dari dua dengan rumus :

r

11

= οΏ½

π‘†π‘†βˆ’1𝑆𝑆

οΏ½ οΏ½1 βˆ’

βˆ‘ 𝛼𝛼𝑏𝑏𝛼𝛼𝑆𝑆22

οΏ½

Keterangan :

r11 = nilai reliabilitas

k = banyak butir pertanyaan

Ξ±t2 = varian total βˆ‘Ξ±b2 = jumlah varian butir

Setelah nilai koefisien reliabilitas (r11) diperoleh, maka ditetapkan suatu nilai koefisien reliabilitas paling kecil yang dianggap reliabel. Disarankan koefisien reliabilitas berada diantara 0,70-0,80 yang dinilai cukup baik untuk tujuan penelitian dasar (Kaplan dan Saccuzzo,1993). Dalam penelitian ini, instrumen penelitian dikatakan handal atau reliabel bila memiliki koefisien reliabilitas lebih dari 0,70.

BAB IV

Dokumen terkait