• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan GUI pada Aplikasi Blynk

Dalam dokumen PENGENDALI MEDIA MICROGREEN BERBASIS IOT (Halaman 55-0)

BAB III RANCANGAN PENELITIAN

3.5. Rancangan GUI pada Aplikasi Blynk

Rancangan GUI pada aplikasi blynk diisi dengan widget-widget dengan fungsinya masing-masing ditunjukkan pada gambar 3.19. Pada widget display ada beberapa kegunaan yakni menampilkan data real time dan data suhu. Widget notifikasi akan menerima notifikasi dari mikrokontroler. Widget push button memiliki kegunaan untuk menghidupkan proses penyiraman secara manual, proses pencahayaan manual, proses penggulungan tirai secara manual, penggulungan tirai otomatis pada hari ketiga, dan mulai untuk menjalankan sistem.

Widget numerik input memiliki kegunaan pada penyiraman menentukan berapa kali penyiraman, pada pencahayaan menentukan berapa jam pencahayaan, dan pada hari panen menentukan kapan waktunya panen.

Gambar 3. 19 GUI pada aplikasi blynk 3.6.

Perhitungan Step Pada Stepper Motor

Pada perhitungan step pada stepper motor pertama penulis menghitung keliling as yang digunakan menggunakan persamaan (2.1), penulis menggunakan as yang berdiameter 8 mm, step angle sesuai spesifikasi stepper yang penulis gunakan 1.80 per satu step, untuk lebar tirai

400mm.

Perhitungan keliling AS

𝐾𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 π‘™π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = πœ‹ π‘₯ 𝐷 𝐾𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 π‘™π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 3.14 π‘₯ 8 π‘šπ‘š

𝐾𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 π‘™π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 25.15 π‘šπ‘š

Perhitungan selanjutnya menghitung banyak putaran menggunakan persamaan (2.2)

π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 𝐿

𝐾𝑒𝑙𝑖𝑙𝑖𝑛𝑔 π‘™π‘–π‘›π‘”π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 400 π‘šπ‘š

25.15 π‘šπ‘š π΅π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 15.9 = 16 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› Perhitungan banyaknya step satu putaran menggunakan persamaan (2.3)

π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž 𝑠𝑑𝑒𝑝 1 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 360π‘œ 𝑆𝑑𝑒𝑝 𝐴𝑛𝑔𝑙𝑒 π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž 𝑠𝑑𝑒𝑝 1 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› =360π‘œ

1.8π‘œ π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘›π‘¦π‘Ž 𝑠𝑑𝑒𝑝 1 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› = 200 𝑠𝑑𝑒𝑝

Perhitungan banyaknya step yang dibutuhkan menggunakan persamaan (2.4) 𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝑋 π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ 𝑠𝑑𝑒𝑝 1 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›

𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = 16 𝑋 200 𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = 3200

39

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini membahas tentang hasil dan pembahasan pengendali media microgreen berbasis IoT. Hasil yang akan di bahas dalam bab ini dari perancangan hardware, perancangan software, pengujian RTC, pengujian sensor suhu, dan pengujian sensor kelembaban tanah dan pengujian penggulungan. Hasil dari pengujian berupa data – data dan gambar yang menunjukkan keberhasilan perangkat keras dan lunak dapat bekerja dengan baik atau tidak.

4.1. Perubahan Perancangan

Pada bagian perubahan perancangan berisi tentang perubahan yang terjadi pada saat diimplementasi. Perubahan tersebut terjadi karena terdapat sistem yang tidak bekerja semestinya sehingga diperlukan penyesuaian agar alat dapat bekerja dengan baik.

4.1.1. Perubahan Flowchart Sub Kontrol Penyiraman

Gambar 4. 1 Perubahan flowchart sub kontrol penyiraman

Pada sub kontrol penyiraman waktu penyiraman selama sepuluh detik, namun saat implemtasi sepuluh detik untuk waktu penyiraman terlalu lama sehingga membuat kelembaban terlalu basah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut waktu penyiraman di ubah menjadi enam detik seperti gambar 4.1. Adapun penambahan kondisi ketika kelembaban diatas 70% maka pompa dc mati. Penambahan kondisi tersebut untuk menjaga kelembaban supaya tidak terlalu basah.

4.1.2. Perubahan Perhitungan Step pada Stepper Motor

Pada perancangan perhitungan step pada stepper motor diameter as 8 mm dan untuk lebar tirai 400mm. Saat implemtasi diameter awal as 9,4 mm, dikarenakan penambahan tirai yang sudah tergulung, dan untuk setiap satu putaran diameter as ditambah 0.4 mm karena adanya penambahan diameter disebabkan oleh tirai yang tergulung dan untuk lebar tirai yang tergulung menjadi 290mm, perubahan tersebut disebabkan ujung tirai bagian bawah terhalang oleh baut pada kerangka. Untuk menghitung keliling as menggunakan persamaan (2.1) jika sudah mendapat keliling pada setiap putaran lalu dijumlahkan ketika total penjumlahan keliling lingkaran sudah mendekati dengan lebar tirai yang digulung, lalu mengalikan jumlah putaran dengan banyak step satu putaran untuk menghitung banyaknya step yang dibutuhkan menggunakan persamaan (2.4), dan hasil perhitungan ditunjukkan pada tabel 4.1.

Tabel 4. 1 Hasil perhitungan keliling as Putaran

Total Keliling As 291.1

Keterangan:

Diameter awal = 9.4 mm Keliling awal = 29.5 mm

Keliling total as/ Lebar tirai yang tergulung = 291.1mm = 29.11 cm Perhitungan banyak step yang dibutuhkan :

𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ π‘π‘’π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝑋 π΅π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜ 𝑠𝑑𝑒𝑝 1 π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› 𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = 7.5 𝑋 200

𝑆𝑑𝑒𝑝 π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘‘π‘’β„Žπ‘˜π‘Žπ‘› = 1500 𝑠𝑑𝑒𝑝

4.2. Implementasi Perangkat Keras

Pada bagian ini akan menjelaskan bagian elektronis dan perangkat keras berupa bentuk fisik alat yang telah di implementasikan.

4.2.1. Rangkaian Elektronis

Pada rangkaian elektronis menjelas tiga bagian yaitu menjelaskan bagian sistem yang ditunjukkan pada gambar 4.2, bagian relay ditunjukkan pada gambar 4.3 dan bagian power supply ditunjuk pada gambar 4.4. Untuk peletakan rangkaian elektronis diletakan pada bagian kanan media microgreen.

Gambar 4. 2 Bagian sistem

Keterangan gambar 4.2 :

A = Modul sensor kelembaban tanah 1.

B = Modul sensor kelembaban tanah 2.

C = Kabel yang terhubung ke modul relay 4 channel.

D = Kabel yang terhubung ke motor stepper E = Modul A988

F = ESP 32 G = Modul RTC

H = Kabel yang terhubung pada sensor suhu

Gambar 4. 3 Rangkaian relay Keterangan gambar 4.3 :

A = Kontak relay untuk pompa dc 1 B = Kontak relay untuk pompa dc 2 C = Kontak relay untuk LED strip 1 D = Kontak relay untuk LED strip 2 E = Kabel yang terhubung ke pin ESP32

Gambar 4. 4 Rangkaian power supply

Keterangan gambar 4.4 : A = Power supply 12 V B = Driver LED strip 1 C = Driver LED strip 2

D = Steker 220V AC untuk memberikan supply driver LED strip 1, driver LED strip 2, dan power supply 12v

E = Adapter 5V untuk supply ESP32

4.2.2. Bentuk Fisik Alat

Bentuk fisik alat pada penelitian terlihat dari tampak depan, tampak belakang, papan bagian atas penempatan misting dan LED, dan tempat penanaman microgreen. Pada gambar 4.5 merupakan gambar dari sisi depan, terlihat ada dua bilik, bilik satu merupakan tempat meletakan tanaman satu dan bilik dua merupakan tempat meletakan tanaman dua. Bagian tirai terletak pada bagian atas depan media microgreen. Alat tersebut hanya memiliki satu tirai penutup. Saat waktu penanaman tidak sama, penutupan tirai tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman lainnya, dikarenakan tanaman mendapat air dan pencahayaan yang cukup. Sensor kelembaban tanah ada pada setiap bilik bagian papan belakang bawah untuk memudahkan pengukuran kelembaban.

Gambar 4. 5 Bentuk fisik alat media microgreen tampak depan

Keterangan gambar 4.5 : A = Tirai

B = Bilik 1 untuk meletakan tanaman 1

C = Sensor kelembaban tanah 1 untuk mendeteksi kelembaban tanaman 1 D =Motor stepper untuk menggulung tirai

E = Bilik 2 untuk meletakan tanaman 2

F = Sensor kelembaban tanah 2 untuk mendeteksi kelembaban tanaman 2

Bentuk fisik alat tampak belakang ditunjukkan pada gambar 4.6. Pada gambar tersebut terdapat ada dua buah pompa untuk menyiram tanaman satu dan tanaman dua.

Penempatan penampungan air penyiraman diletakan pada bagian bawah belakang agar pompa dc menyedot air dengan mudah dan membuat misting mengeluarkan air seperti embun. Untuk kapasitas penampungan air penyiraman sebesar 30 liter.

Gambar 4. 6 Bentuk fisik alat media microgreen tampak belakang Keterangan gambar 4.6

A = Jalur selang penyiraman tanaman 2 B = Pompa dc untuk penyiraman tanaman 2

C = Jalur penyedotan air pompa dc 2 dari penampungan D = Jalur selang penyiraman tanaman 1

E = Pompa dc untuk penyiraman tanaman 1

C = Jalur penyedotan air pompa dc 2 dari penampungan G= Tempat penampungan air untuk penyiraman

Gambar 4. 7 Papan bagian atas penempatan misting, sensor suhu, dan LED Keterangan gambar 4.7:

A = LED strip 1 untuk pencahayaan tanaman 1|

B = Misting 1 untuk penyiraman tanaman 1 dan membuat air seperti embun C = LED strip 2 untuk pencahayaan tanaman 2

D = Misting 2 untuk penyiraman tanaman 2 dan membuat air seperti embun E = Sensor suhu untuk mengecek suhu media microgreen

Pada gambar bagian atas media microgreen pada perancangan menggunakan dua misting. Pada saat implemtasi penggunaan misting hanya satu di setiap bilik, dikarenakan pada saat menggunakan dua misting pada setiap bilik air yang di semprotkan terlalu banyak membuat media penanaman microgreen terlalu basah dan membuat misting tidak mengeluarkan air seperti embun. Untuk tempat penanaman ditunjukkan pada gambar 4.8, pada gambar tersebut terdiri dari dua bagian yang pertama bagian tempat penanaman dan yang kedua tempat penampungan air sisa penyiraman.

Gambar 4. 8 Tempat penanaman Keterangan gambar 4.8:

A = Tempat penanaman

B = Tempat penampungan air sisa penyiraman

4.3. Implementasi GUI pada Blynk

Pada bagian implemtasi GUI pada blynk ditunjukkan pada 4.46. GUI pada blynk berisikan tombol-tombol yang digunakan sebagai pengendali dan tampilan-tampilan data waktu, data suhu, dan data kelembaban.

Gambar 4. 9 Implementasi GUI pada blynk

Keterangan gambar 4.9 :

1 = Widget display untuk menampilkan data hari, tanggal, bulan, dan tahun.

2 = Widget display untuk menampilkan data suhu

3 = Widget display untuk menampilkan data sensor kelembaban tanah 1

4. = Widget button untuk memberikan perintah pompa DC 1 on atau off secara manual.

5 = Widget button untuk memberikan perintah LED 1 on atau off manual

6 = Widget button untuk memberikan perintah otomatis atau manual pada bilik 1.

7 = Widget display untuk menampilkan data sensor kelembaban tanah 2

8 = Widget button untuk memberikan perintah pompa DC 2 on atau off secara manual.

9 = Widget button untuk memberikan perintah LED 2 on atau off manual

10 = Widget button untuk memberikan perintah otomatis atau manual pada bilik 2 11 = Widget button untuk memberikan perintah membuka tirai secara manual.

12 = Widget button untuk memberikan perintah membuka tirai secara otomatis setelah 3 hari penanaman.

13 = Widget display untuk menampilkan data jam dan menit.

14 = Widget notifikasi

15 = Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa kali penyiraman otomatis pada bilik 1.

16 = Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa lama pencahayaan otomatis pada bilik 1.

17 =Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa hari waktu panen tanaman 1.

18 = Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa kali penyiraman otomatis pada bilik 2.

19 = Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa lama pencahayaan otomatis pada bilik 2.

20 =Widget numeric input untuk memberikan perintah berapa hari waktu panen tanaman 2.

21 = Widget button untuk memberikan perintah menutup tirai secara manual.

4.4. Hasil Pengujian Sistem

Pengujian sistem bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan pengendalian media microgreen berbasis IoT. Pengujian sistem dilakukan beberapa sistem yaitu pengujian alat, pengujian koneksi WiFi dan ESP32, pengujian koneksi antara ESP32 dan blynk, pengujian

modul RTC, pengujian notifikasi, pengujian sensor suhu, pengujian sensor kelembaban tanah, dan penggulungan tirai.

Pengujian Alat

Pada pengujian alat penulis menguji sistem keseluruhan yaitu, penyiraman otomatis, pencahayaan otomatis, penggulungan tirai otomatis, notifikasi waktu panen, penyiraman manual, pencahayaan manual, dan penggulungan tirai manual. Pada pengujian bilik satu untuk tanaman satu, masukan dari blynk penyiraman tiga kali, pencahayaan 20 jam, dan waktu panen dimisalkan enam hari karena untuk pengujian waktu panen membutuhkan waktu yang cukup lama maka diubah menjadi lebih cepat. Pada bilik dua masukan dari blynk penyiraman dua kali, pencahayaan 18 jam, dan waktu panen di misalkan lima hari. Untuk membuka tirai otomatis data diambil dari hari penanaman tanaman terakhir dan kondisi awal tirai ditutup secara manual. Data keberhasilan alat bilik satu, penyiraman otomatis ditunjukkan oleh tabel 4.2 dan 4.3 untuk pencahayaan otomatis ditunjukkan pada tabel 4.4.

Tabel 4. 2 Pengujian otomatis penyiraman bilik 1

Hari Ke - Jam Kondisi Pompa

DC 1

Jam Notifikasi

Terkirim Keterangan Kondisi Awal Sebelum jam

07:00.00 OFF -

12:00:00 ON 12.00 Penyiraman

ke-2

12:00:06 OFF 12.00

16:00:00 ON 16.00 Penyiraman

ke-3

16:00:06 OFF 16.00

2 07:00:00 ON 07.00 Penyiraman

ke-1

07:00:06 OFF 07.00

12:00:00 ON 12.05 Penyiraman

ke-12:00:06 OFF 12.05 2

16:00:00 ON 16.00 Penyiraman

ke-16:00:06 OFF 16.00 3

3 07:00:00 ON 07.07 Penyiraman

ke-07:00:06 OFF 07.07 1

12:00:00 ON 12.30 Penyiraman

ke-12:00:06 OFF 12.30 2

16:00:00 ON 16.00 Penyiraman

ke-3

16:00:06 OFF 16.00

Tabel 4. 3 (Lanjutan) Pengujian otomatis penyiraman bilik 1

12:00:00 ON 12.01 Penyiraman

ke-2

12:00:06 OFF 12.01

16:00:00 ON 16.00 Penyiraman

ke-3

16:00:06 OFF 16.00

5 07:00:00 ON 07.00 Penyiraman

ke-1

07:00:06 OFF 07.00

12:00:00 ON 12.00 Penyiraman

ke-2

12:00:00 ON 12.00 Penyiraman

ke-2

12:00:06 OFF 12.00

16:00:00 ON 16.00 Penyiraman

ke-16:00:06 OFF 16.00 3

Tabel 4. 4 Pengujian pencahayaan otomatis bilik 1 Hari Ke - Jam Kondisi LED 1 Jam Notifikasi

Terkirim Keterangan Kondisi Awal Sebelum jam

08:00.00 OFF -

Dari data yang diperoleh untuk pengujian penyiraman pada bilik satu pompa dc satu hidup dan mati sesuai dengan waktu yang telah di atur. Untuk pengujian pencahayaan pada bilik satu lama LED hidup telah sesuai dengan waktu yang di atur. Pada pengujian notifikasi penyiraman dan pencahayaan pada bilik satu ada notifikasi yang tidak terkirim dan notifikasi yang dikirimkan terlambat, hal tersebut disebabkan oleh menumpuknya perintah notifikasi yang dikirimkan oleh ESP 32 ke blynk dan kecepatan jaringan internet. Setelah hari panen yang ditentukan sistem penyiraman dan pencahayaan berhenti. Gambar 4.10(a) merupakan notifikasi yang terkirim tepat waktu pada bilik satu dan gambar 4.10(b) merupakan notifikasi terkirim terlambat pada bilik satu.

(a) (b)

Gambar 4. 10 (a) Notifikasi tepat waktu bilik 1, (b) Notifikasi tidak tepat waktu bilik 1 Data keberhasilan alat bilik dua, penyiraman otomatis ditunjukkan oleh tabel 4.5 dan tabel 4.6, untuk pencahayaan otomatis ditunjukkan pada tabel 4.7. Data yang diambil berupa data penyiraman dan pencahayaan sudah tepat dengan yang di jadwalkan.

Tabel 4. 5 Pengujian Penyiraman Bilik 2

Hari Ke - Jam Kondisi Pompa

DC 2

Jam Notifikasi

Terkirim Keterangan Kondisi Awal Sebelum jam

07:00.12 OFF -

16:00:12 ON 16.00 Penyiraman

ke-2

16:00:18 OFF 16.00

2 07:00:12 ON 07.00 Penyiraman

ke-1

07:00:18 OFF 07.00

Tabel 4. 6 (Lanjutan) Pengujian Penyiraman Bilik 2

16:00:12 ON 16.00 Penyiraman

ke-2

16:00:18 OFF 16.00

3 07:00:12 ON 07.07 Penyiraman

ke-1

07:00:18 OFF 07.07

16:00:12 ON 16.00 Penyiraman

ke-16:00:18 OFF 16.00 2

4 07:00:12 ON 07.30 Penyiraman

ke-07:00:18 OFF 07.30 1

16:00:12 ON 16.00 Penyiraman

ke-16:00:18 OFF 16.00 2 Tabel 4. 7 Pengujian Pencahayaan Otomatis Bilik 2

Hari Ke - Jam Kondisi LED 2 Jam Notifikasi

Terkirim Keterangan Kondisi Awal Sebelum jam

08:00.06 OFF -

Dari data yang diperoleh untuk pengujian penyiraman pada bilik dua pompa dc dua hidup dan mati sesuai dengan waktu yang telah di atur. Untuk pengujian pencahayaan pada bilik dua lama LED hidup telah sesuai dengan waktu yang di atur. Pada pengujian notifikasi penyiraman dan pencahayaan pada bilik dua ada notifikasi yang tidak terkirim dan notifikasi

yang dikirimkan terlambat, hal tersebut disebabkan oleh menumpuknya perintah notifikasi yang dikirimkan oleh ESP 32 ke blynk dan kecepatan jaringan internet. Setelah hari panen yang ditentukan sistem penyiraman dan pencahayaan berhenti. Gambar 4.11 (a) merupakan notifikasi yang terkirim tepat waktu pada bilik dua dan gambar 4.11(b) merupakan notifikasi terkirim terlambat pada bilik dua.

(a) (b)

Gambar 4. 11 (a)Notifikasi tepat waktu bilik 2, (b) Notifikasi tidak tepat waktu bilik 2 Pada pengujian penggulungan tirai data yang diambil berupa notifikasi dan kondisi tirai dan. Untuk gambar 4.12 (a) menunjukkan notifikasi penggulungan tirai, untuk kondisi tirai ditunjukkan pada gambar 4.12 (b). Dari hasil pengujian tersebut sistem penggulungan hardware dan notifikasi berjalan dengan baik. Pengujian waktu panen pengujiannya data yang diambil berupa notifikasi gambar 4.13 merupakan notifikasi bilik satu dan gambar 4.14 merupakan notifikasi bilik dua. Dari hasil pengujian tersebut sistem notifikasi waktu panen pada bilik satu dan dua berjalan dengan baik.

A B

Gambar 4. 12 (a) Notifikasi tirai, (b) Kondisi tirai

Gambar 4. 13 Notifikasi panen bilik 1

Gambar 4. 14 Notifikasi panen bilik 2

Tabel 4. 8 Data persentase kelembaban dengan kondisi pompa Persentase

Tabel 4.8 merupakan tabel persentase kelembaban dengan kondisi pompa. Saat kondisi kelembaban di bawah 30% maka mikrokontroler akan mengirim notifikasi seperti gambar 4.15 (a) dan akan menghidupkan pompa DC, jika kondisi kelembaban di atas 70%

maka akan mengirim notifikasi seperti gambar 4.15 (b) dan akan mematikan pompa DC.

Dari gambar tersebut penulis menyimpulkan notifikasi saat kelembaban di bawah 30% dan pompa DC hidup berjalan dengan baik dan notifikasi kelembaban di atas 70% maka akan mengirim notifikasi dan mematikan pompa DC berjalan dengan baik.

a b

Gambar 4. 15 (a) Notifikasi kelembaban di bawah 30%, (b) Notifikasi kelembaban di atas 70%

Pada pengujian alat manual penulis mengambil data dengan cara membandingkan perintah masukan dan kondisi yang dijalankan. Dalam pengujian manual penulis menguji penyiraman manual, pencahayaan manual dan penggulungan tirai manual. Data pengujian ditunjukkan pada tabel 4.9.

Tabel 4. 9 Pengujian Alat Manual

Pada saat pengujian alat sensor kelembaban tanah terjadi korosi. Sensor kelembaban tanah korosi disebabkan oleh degradasi reaksi kimia suatu logam dengan lingkungannya, dan mengakibatkan pembacaan sensor kelembaban tanah menjadi eror. Gambar 4.16(a) merupakan sensor kelembaban tanah yang korosi dan gambar 4.16(b) merupakan sensor kelembaban tahan yang belum terjadi korosi.

(a (b)

Gambar 4. 16(a)Sensor kelembaban tanah korosi, (b) Sensor kelembaban tanah tidak korosi

Pengujian Koneksi WiFi dan ESP32

Pengujian koneksi WiFi dilakukan dengan cara mengetahui koneksi WiFi sudah terhubung dengan ESP 32 atau belum terhubung dengan ESP 32. Pada gambar 4.17

merupakan gambar yang menunjukkan koneksi WiFi yang terhubung akan mengeprint pada serial monitor bahwa WiFi sudah terhubung. Jika koneksi WiFi tidak terhubung ESP 32 terus menscan mencari WiFi yang nama WiFi dan kata sandi sudah diinisialisasi pada program.

Gambar 4. 17 Status koneksi WiFi dan ESP 32

Pengujian Koneksi Antara ESP32 dan Blynk

Pada koneksi antara ESP 32 dan blynk, diuji dengan mengetahui bahwa ESP 32 sendang online atau offline. Pada saat ESP 32 sedang online maka pada aplikasi blynk akan otomatis menghubungkan dan terdapat indikator hijau bahwa ESP32 terhubung dengan blynk ditunjukkan pada gambar 4.18 (a). Pada saat ESP 32 sedang offline maka pada aplikasi blynk indikator hijau akan mati ditunjukkan pada gambar 4.18 (b).

a b

Gambar 4. 18 (a) Status ESP 32 Online, (b) Status ESP 32 Offline

Pengujian Modul RTC

Pengujian modul RTC dilakukan untuk mengetahui keakuratan waktu pada modul RTC dengan waktu sesungguhnya. Pengujian modul RTC dilakukan dengan cara membandingkan waktu di laptop yang mana keakuratannya cukup terjamin. Perbandingan data tersebut ditampilkan pada serial monitor yang ditunjukkan pada gambar 4. 19.

Gambar 4. 19 Pengujian RTC Keterangan gambar 4.19:

1 = Data jam, menit, dan detik pada laptop.

2. = Data waktu dari RTC.

3 = Data hari, tanggal, bulan, dan tahun pada laptop.

Pengujian Sensor Suhu

Gambar 4. 20 Kalibrasi sensor suhu

Pengujian sensor suhu ds18b20 dapat mendeteksi suhu media microgreen.. Pada gambar 4.20 merupakan proses mengetahui keakuratan sensor suhu dengan membandingkan dengan digital temperatur. Pengambilan data sensor suhu dapat mendeteksi ruangan yang ditunjukkan pada tabel 4.10.

Tabel 4. 10 Pengujian sensor suhu

Berdasarkan data hasil pengujian sensor suhu yang dihitung dengan menggunakan persamaan 4.1 dan 4.2 dapat mengukur dengan baik, pernyataan tersebut didukung dengan jumlah rata-rata nilai error 2%, yang menunjukkan nilai error sangat kecil sehingga ketepatan sensor su hu sebesar 98%.

Pengujian Sensor Kelembaban Tanah

Pengujian sensor kelembaban tanah diuji dengan tiga kondisi yaitu tanah kering, lembab, dan basah. Sensor akan mendeteksi tanah kering jika nilai analog sensor kelembaban tanah lebih besar dari 2850 atau sama dengan kelembaban 30%, untuk mendeteksi tanah lembab nilai analog sensor kelembaban tanah antara 1200 sampai 2850, dan tanah basah lebih kecil dari 1200 atau sama dengan kelembaban 70%. Pada gambar 4.21 merupakan proses mengetahui keakuratan sensor kelembaban tanah dengan membandingkan dengan digital soilmeter. Pengambilan data sensor kelembaban tanah satu ditunjukkan pada tabel 4.11 .dan tabel 12, data sensor kelembaban tanah dua ditunjukkan pada tabel 4.13.

Gambar 4. 21 Kalibrasi sensor kelembaban tanah Tabel 4. 11 Pengujian sensor kelembaban tanah 1

Percobaan

Tabel 4. 12 (Lanjutan) Pengujian sensor kelembaban tanah 1

Tabel 4. 13 Pengujian sensor kelembaban tanah 2

Percobaan

Berdasrkan data dari tabel pengujian sensor kelembaban tanah menunjukkan bahwa nilai analog pembacaan dari masing- masing sensor kelembaban tanah mendeteksi tanah kering dengan rentang 2850-3600 , pada kondisi tanah lembab rentang 1200- 2850, dan kondisi tanah basah rentang 800-1200. Berdasarkan data hasil pengujian sensor kelembaban tanah satu dan dua berfungsi dengan baik.

Pengujian Motor Stepper

Pada pengujian motor stepper penulis membuktikan nilai step yang telah dihitung pada perancangan dengan hasil implemtasi. Pada perhitungan step saat perancangan mendapatkan hasil 1500 step, dan menggulung tirai dengan lebar 29,11 cm. Gambar 4.22 merupakan implemtasi menggunakan 1500 step dapat menggulung 29 cm. Selisih lebar tirai yang digulung bisa di sebabkan oleh beberapa faktor, faktor pertama AS besi melengkung, dan pada penggulungan tirai tidak menggulung dengan rapat.

Gambar 4. 22 Pengukuran tirai yang digulung

4.5. Implementasi Perangkat Lunak

Pada implementasi perangkat lunak berisi program beberapa sub proses perangkat lunak yang digunakan untuk pengendalian media microgreen.

4.5.1. Library yang digunakan

Pada sistem ini menggunakan semperti gambar 4.23 5 library. Library yang pertama yaitu library <WiFi.h> berfungsi untuk mengubungkan ESP 32 ke WiFi.

.<BlynkSimpleEsp32.h> yang berfungsi sebagai board yang digunakan dalam komunikasi dengan blynk. β€œRTClib” yang berfungsi mengakses RTC, RTC_DS3231 library seri RTC yang digunakan. <OneWire.h> dan <DalasTemperature.h> berfungsi untuk mengakses sensor suhu DS18B20B.

Gambar 4. 23 Library

4.5.2. Inisialisasi Variabel dan I/O

Gambar 4. 24 Inisialisasi

Pada gambar 4.24. berisi variabel yang digunakan pada program. Variabel berfungsi menyimpan suatu data dan data yang tersimpan dapat berubah saat program sedang berjalan.

Pada variabel yang digunakan harus diinisialisasikan terlebih dahulu tipe datanya. Tipe data yang digunakan pada penelitian ini ada tiga tipe. Tipe data yang pertama menggunakan char berfungsi untuk menyimpan data karakter. Tipe data yang kedua string digunakan menyimpan data tulisan. Tipe data yang ketiga tipe data int digunakan untuk menyimpan bilangan bulat antara -32768 sampai 32767.

Inisialisasi dan konfigurasi pin pada ESP 32 berfungsi untuk menentukan pin yang digunakan sebagian input dan output. Pin pada ESP 32 memiliki banyak jenis pin, pin yang digunakan sebagai input dan output yaitu pin GPIO. Inisialisasi dan konfigurasi pin yang digunakan ditunjukkan pada gambar 4.25.

Gambar 4. 25 Inisialisasi dan konfigurasi pin pada ESP 32

4.5.3. Program Koneksi WiFi

Pada koneksi WiFi agar terhubung dengan ESP 32, diperlukan inisialisasi SSID dan password WiFi yang akan digunakan. Di sini penulis menggunakan WiFi dengan SSID MICROGREEN dan password yang digunakan Semangat45 ditunjukkan gambar 4.26.

Setelah inisialisasi untuk memulai menghubung ESP 32 dengan WiFi terdapat perintah

β€œWiFI,begin” yang ditunjukkan oleh gambar 4.27. pada void setup.

Gambar 4. 26 SSID dan password

Gambar 4. 27 WiFi begin

4.5.4. Program Proses Pengiriman Data ke Blynk dan Penerimaan Data dari Blynk

Pada proses pengiriman dan penerimaan data oleh blynk agar dapat diproses yang harus pertama kali di lakukan inisialisasi token. Token tersebut diperoleh dari pesan email yang dikirimkan oleh blynk. Inisialisasi token dapat dilihat pada gambar 4.28 .

Gambar 4. 28 Inisialisasi token

Setelah inisialisasi token, untuk memulai komunikasi antara blynk dan ESP 32 dengan perintah β€œBlynk.begin” ditunjukkan pada gambar 4.29. Untuk menjalankan proses yang masuk ke blynk harus menambahkan β€œBlynk.run” pada void loop ditunjukkan pada gambar 4.30. Untuk dapat memberi perintah atau menampilkan pada blynk, harus terlebih dahulu menginisialisasi pin virtual yang telah disediakan oleh blynk. Inisialisasi pin virtual berupa angka atau nomor pin pada blynk, inisialisasi terebut berfungsi untuk membuat masing-masing widget pada blynk dapat menjalankan sesuai perintah yang diberikan. Inisialisasi pin virtual penerimaan data dari blynk ditunjukkan pada gambar 4.30 dan inisialisasi pin virtual pengiriman data dari hardware ke blynk ditunjukkan pada gambar 4.31.

Gambar 4. 29 Blynk begin

Gambar 4. 30 Blynk run

Gambar 4. 31 Inisialisasi pin virtual yang digunakan sebagai pengiriman data dari hardware ke blynk

Gambar 4. 32 Inisialisasi pin virtual yang digunakan sebagai penerimaan data dari blynk

4.5.5. Program Pembacaan Data

Pada program pembacaan data terdapat tiga program yaitu program pembacaan waktu, program pembacaan suhu, dan program pembacaan kelembapan. Agar dapat menerima dan

Pada program pembacaan data terdapat tiga program yaitu program pembacaan waktu, program pembacaan suhu, dan program pembacaan kelembapan. Agar dapat menerima dan

Dalam dokumen PENGENDALI MEDIA MICROGREEN BERBASIS IOT (Halaman 55-0)