N = banyaknya butir soal yang dinilai (diklasifikasi)
HASIL PENELITIAN
A. Data Pra Ujicoba
3. Rancangan Model PKUKS
3. Rancangan Model PKUKS
Berdasarkan hasil-hasil observasi di atas, peneliti telah mengembangkan rancangan model PKUKS dan sejumlah komponen sebagai perangkat dalam penilaian model PKUKS. Model penilaian ini merupakan perpaduan antara model penilaian unjuk kerja calon karyawan dengan tuntutan secara teoritis dan praktis tentang penilaian unjuk kerja dengan tuntutan teoritik tentang penilaian pada pembelajaran berbasis standar kompetensi.
Kegiatan penilaian unjuk kerja siswa selama pembelajaran praktik dengan menggunakan model PKUKS ini dirancang dilakukan pada setiap pelaksanaan pembalajaran praktik kerja pemesinan di bengkel. Proses penilaian ini merupakan satu kesatuan dengan proses pembelajaran praktik dan dilaksanakan secara terus-menerus sampai tercapainya standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam satuan program pembelajaran selama satu semester. Proses penilaian dengan menggunakan rancangan model PKUKS ditunjukkan pada Gambar 8.
Pada awal praktik, menit ke 1 - 30, guru praktik mengawali dengan mengecek kehadiran siswa, membagi kelompok kerja berdasarkan jenis job, yaitu kerja bubut, kerja frais dan kerja gerinda. Pada masing-masing kelompok kerja ini, guru menjelaskan dengan rinci tentang tujuan pembelajaran, bahan dan spesifikasi produk, langkah kerja dan kriteria penilaian. Pada menit ke 31 - 45, siswa memeriksan benda kerja, meminjam perlengkapan mesin dan mempersiapkan mesin.
137
138
Pada menit ke 46 - 225, siswa mengerjakan job. Guru praktik melakukan pengawasan, pembimbingan dan pengamatan sikap dan proses pengerjaan. Pada akhir tahap ini, guru praktik mengisi lembar pengamatan sikap dan proses. Pada menit 226 - 240, siswa mengakhiri praktik dengan mengisi lembar pengamatan produk dan menyerahkan hasilnya dan benda kerjanya ke guru praktik. Pada menit 241 – 260, siswa membersihkan mesin dan mengembalikan peralatan. Guru memeriksa lembar pengamatan dan benda kerja sebagai bahan untuk evaluasi. 10 menit terakhir guru memberikan umpan balik.
Penekanan atau fokus dalam model PKUKS ini adalah mencermati perkembangan hasil pembelajaran praktik kerja pemesina pada aspek afektif, kognitif dan psikomotorik. Pencermatan ini menggunakan sejumlah perangkat penilaian dan hasil pencermatan ini digunakan baik oleh guru maupun siswa untuk menentukan langkah-langkah pembelajaran berikutnya, sehingga proses perbaikan dalam dilaksanakan dengan segera sampai masing-masing siswa mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
Perangkat model ini terdiri atas 13 komponen, yaitu: 1) Panduan Praktis Penggunaan Model, 2) Instrumen Penilaian Efektivitas Model, 3) Instrumen Pengamatan Keterlaksanaan Model, 4). Instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku, 5) Instrumen Penilaian Proses Kerja Pemesinan, 6) Instrumen Penilaian Produk Harian, 7) Instrumen Penilaian Produk Akhir, 8) Sebaran Soal Kemampuan Kognitif berdasarkan Pokok Bahasan, Sub Pokok Bahasan dan Level Berpikir, 9) Soal-soal Kemampuan Kognitif Proses Pemesinan, 10) Kriteria, Rubrik Pensekoran Pokok Bahasan Pemesinan Bubut, 11) Kriteria, Rubrik Pensekoran
139
Pokok Bahasan Pemesinan Frais, 12) Kriteria, Rubrik Pensekoran Pokok Bahasan Pemesinan Gerinda, dan 13) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Job Praktik Kerja Pemesinan. Keseluruhan perangkat model PKUKS dapat dilihat pada Lampiran 2.
Perangkat-perangkat yang telah tersusun tersebut selanjutnya dinilai dan divalidasi oleh empat orang ahli, yaitu dua ahli dari industri (penilai 1 dan 2) dan dua akademisi dari bidang pendidikan teknologi dan kejuruan dan bidang evaluasi pendidikan (penilai 3 dan 4). berdasarkan hasil penilaian para pakar tersebut, secara umum perangkat-perangkat model PKUKS ini dinyatakan sudah baik dan dapat digunakan dengan sedikit revisi. Selanjutnya hasil-hasil penilaian ke-empat penilai di atas dirangkum dalam bagian berikut ini.
a. Instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku Personal
Hasil-hasil penilaian ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku Personal terangkum dalam Tabel 15. Aspek-aspek penilaian meliputi: petunjuk penggunaan, cakupan materi penilaian, bahasa dan validasi umum.
Pada Tabel 15, tampak bahwa hasil validasi umum dari ke-empat penilai terhadap instrumen penilaian sikap dan perilaku personal adalah dapat digunakan dengan sedikit revisi. Beberapa hal pokok yang menjadi masukan dari ke-empat penilai tersebut diantaranya adalah:
1) Pemberian skor pada pada penilaian aspek ini perlu dipertegas. Misalnya
140
2) Pada komponen Kedisiplinan Waktu, perlu ditambahkan waktu mulai kerja
kembali setelah istirahat.
3) Bobot nilai aspek sikap terhadap penilaian akhir perlu dipertegas.
Selanjutnya masukan-masukan di atas digunakan untuk merevisi instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku untuk selanjutnya dikonfirmasikan lagi ke penilai sebagai pemberi masukan.
Tabel 15
Rangkuman Hasil Penilaian terhadap Instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku Personal
No Aspek yang dinilai Penilai
1 2 3 4
1 Petunjuk Penggunaan
Baik Sekali Baik Baik
Sekali
Baik Sekali
2 Cakupan Materi
Penilaian
Baik Baik Baik Baik
3 Bahasa Baik Sekali Baik Baik Baik Sekali
4 Validasi Umum Dapat
digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi
b. Instrumen Penilaian Proses Pemesinan
Hasil-hasil penilaian ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Proses Pemesinan terangkum dalam Tabel 16. Aspek-aspek penilaian meliputi: petunjuk penggunaan, cakupan materi penilaian, bahasa dan validasi umum.
141
Pada Tabel 16, tampak bahwa hasil validasi umum dari ke-empat penilai terhadap instrumen penilaian Proses Pemesinan adalah dapat digunakan dengan sedikit revisi. Beberapa hal pokok yang menjadi masukan dari ke-empat penilai tersebut diantaranya adalah:
1) Pada komponen Ketepatan Langkah Kerja diusulkan supaya praktikan: a)
menyusun langkah kerja, dan b) membuat laporan harian sederhana terhadap capaian hasil kerjanya.
2) Pada komponen Ketepatan Penggunaan Mesin dan Alat Bantu, perlu
penegasan dengan istilah prosedur operasional standar.
3) Pada komponen Keselamatan Kerja diusulkan untuk lebih disederhanakan.
Berdasarkan masukan-masukan di atas instrumen Penilaian Proses Pemesinan ini direvisi dan selanjutnya digunakan untuk pada ujicoba terbatas.
Tabel 16
Rangkuman Hasil Penilaian terhadap Instrumen Penilaian Proses Pemesinan
No Aspek yang dinilai
Penilai
1 2 3 4
1 Petunjuk Penggunaan
Baik Sekali Baik Baik
Sekali
Baik Sekali
2 Cakupan Materi
Penilaian
Baik Baik Baik Baik
3 Bahasa Baik Sekali Baik Baik Baik
4 Validasi Umum Dapat
digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi
142
c. Instrumen Penilaian Produk
Instrumen Penilaian Produk ini terdiri atas dua jenis penilaian, yaitu penilaian harian dan penilaian akhir. Produk yang dimaksudkan di sini adalah berupa benda kerja yang terdiri dari tiga jenis produk, yaitu produk proses pemesinan bubut, gerinda dan frais. Hasil-hasil penilaian ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Produk terangkum dalam Tabel 17. Aspek-aspek penilaian meliputi: petunjuk penggunaan, cakupan materi penilaian, bahasa dan validasi umum.
Tabel 17
Rangkuman Hasil Penilaian terhadap Instrumen Penilaian Produk Kerja Pemesinan No Aspek yang dinilai Penilai 1 2 3 4 1 Petunjuk Penggunaan
Baik Sekali Baik Baik
Sekali
Baik Sekali
2 Cakupan Materi
Penilaian
Baik Baik Baik Baik
3 Bahasa Baik Sekali Baik Baik Baik Sekali
4 Validasi Total Dapat
digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi
Pada Tabel 17, tampak bahwa hasil validasi umum dari ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Produk adalah dapat digunakan dengan sedikit
143
revisi. Beberapa hal pokok yang menjadi masukan dari ke-empat penilai tersebut diantaranya adalah:
1) Pada bagian gambar kerja diusulkan supaya pencantuman ukuran dan
toleransi didetailkan.
2) Alat ukur yang digunakan dalam kerja praktik supaya disebutkan jenis dan
tingkat ketelitiannya.
3) Pada penilaian produk pemesinan frais, diusulkan supaya ada penilaian
unsur kesimetrisan.
Berdasarkan masukan-masukan di atas instrumen Penilaian Produk Pemesinan ini direvisi dan selanjutnya dikonsultasikan lagi sampai dengan dapat digunakan untuk pada ujicoba terbatas.
d. Instrumen Penilaian dan Rubrik Penilaian Kognitif
Khusus pelaksanaan penilaian kemampuan kognitif dilaksanakan secara terpisah, tidak bersamaan dengan siswa praktik. Pada instrumen Penilaian Kognitif ini terdiri atas tiga bagian, yaitu penilaian terhadap pemahaman proses pemesinan bubut, gerinda dan frais. Hasil-hasil penilaian ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Kognitif terangkum dalam Tabel 18. Aspek-aspek penilaian meliputi: petunjuk penggunaan, cakupan materi penilaian, bahasa dan validasi umum.
Pada Tabel 18, tampak bahwa hasil validasi umum dari ke-empat penilai terhadap instrumen Penilaian Kognitif adalah dapat digunakan dengan sedikit
144
revisi. Beberapa hal pokok yang menjadi masukan dari ke-empat penilai tersebut diantaranya adalah:
1) Pada kalimat-kalimat pertanyaan hendaknya digunakan istilah yang sama
pada bagian kunci jawaban di rubrik penilaian .
2) Pada pertanyaan tentang pemahaman proses penggerindaan perlu
dimasukkan pengetahuan tentang jenis dan cara memilih batu gerinda.
Berdasarkan masukan-masukan di atas instrumen Penilaian Kognitif ini direvisi dan selanjutnya dikonsultasikan lagi sampai dengan dapat digunakan untuk pada ujicoba terbatas.
Tabel 18
Rangkuman Hasil Penilaian terhadap Instrumen dan Rubrik Penilaian Kognitif
No Aspek yang dinilai Penilai 1 2 3 4 1 Petunjuk Penggunaan
Baik Sekali Baik Baik
Sekali
Baik Sekali
2 Cakupan Materi
Penilaian
Baik Sekali Baik Sekali Baik
Sekali
Baik Sekali
3 Bahasa Baik Sekali Baik Sekali Baik Baik Sekali
4 Validasi Total Dapat
digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi Dapat digunakan dengan sedikit revisi
Tingkat kesepakatan (reliabilitas) antar keempat penilai tersebut dapat dijelaskan dengan menghitung koefisien reliabilitas Antarpenilai menggunakan
koefisien Cohen’s Kappa (κ). Hasil penghitungannya (dengan menggunakan
145
Berdasarkan Tabel 19, tampak bahwa pasangan antara penilai 1 dengan 2 dan 1
dengan 3 memiliki kesamaan nilai koefisien κ sebesar 0,645. Demikian juga
tampak bahwa pasangan antara penilai 4 dengan 2 dan 4 dengan 3 memiliki
kesamaan nilai koefisien κ sebesar 0,814. Secara keseluruhan reliabilitas
Antarpenilai dapat diketahui dengan mengambil rata-rata reliabilitas keenam pasang penilai, yaitu sebesar 0,70. Nilai koefisien reliabilitas instrumen penilaian sikap dan perilaku yang diperoleh ini sama besarnya dengan kriteria minimal yang digunakan, yaitu 0,70 (Linn, 1989: 106), sehingga instrumen tersebut memenuhi syarat reliabel.
Tabel 19
Koefisien κ Antarpenilai Hasil Penilaian terhadap
Instrumen Penilaian Sikap dan Perilaku Penilai 1 2 3 4 P eni la i 1 2 0,645 3 0,645 0,607 4 0,633 0,814 0,814
Hasil penilaian terhadap instrumen penilaian proses kerja pemesinan ditampilkan pada Tabel 20. Berdasarkan Tabel 20, tampak bahwa pasangan antara penilai 1 dengan 2, 1 dengan 3 dan 3 dengan 4 memiliki kesamaan nilai
146
3 dengan 2 memiliki nilai koefisien κ sempurna sebesar 1,000, yang berarti
keduanya telah memberikan penilaian yang sama persis. Secara keseluruhan reliabilitas Antarpenilai dapat diketahui dengan mengambil rata-rata reliabilitas keenam pasang penilai, yaitu sebesar 0,74. Nilai koefisien reliabilitas instrumen penilaian proses kerja permesinan yang diperoleh ini lebih besar dari kriteria minimal yang digunakan, yaitu 0,70, sehingga instrumen tersebut memenuhi syarat reliabel.
Tabel 20
Koefisien κ Antarpenilai Hasil Penilaian terhadap
Instrumen Penilaian Proses Kerja Pemesinan Penilai 1 2 3 4 P eni la i 1 2 0,621 3 0,621 1,000 4 0,814 0,792 0,621
Hasil penilaian terhadap instrumen penilaian produk kerja pemesinan ditampilkan pada Tabel 21. Pada Tabel 21, tampak bahwa semua pasangan
penilai menghasilkan nilai koefisien κ yang berbeda-beda. Tampak bahwa
pasangan antara penilai 1 dengan 2 memiliki nilai koefisien κ tertinggi, yaitu
sebesar 0,814, sedangkan pasangan antara penilai 3 dengan 2 memiliki nilai
147
Antarpenilai dapat diketahui dengan mengambil rata-rata reliabilitas keenam pasang penilai, yaitu sebesar 0,71. Nilai koefisien reliabilitas instrumen penilaian sikap dan perilaku yang diperoleh ini lebih besar dari kriteria minimal yang digunakan, yaitu 0,70, sehingga instrumen tersebut memenuhi syarat reliabel.
Tabel 21
Koefisien κ Antarpenilai Hasil Penilaian terhadap
Instrumen Penilaian Produk Kerja Pemesinan Penilai 1 2 3 4 P eni la i 1 2 0,814 3 0,758 0,579 4 0,750 0,667 0,681
Hasil penilaian terhadap instrumen penilaian pemahaman (kognitif) proses pemesinan ditampilkan pada Tabel 22. Pada Tabel 22, tampak bahwa pasangan
penilai 1 dengan 3 dan 1 dengan 1 dengan 4 menghasilkan nilai koefisien κ yang
sama, yaitu 0,645. Tampak bahwa pasangan antara penilai 2 dengan 3 memiliki
nilai koefisien κ tertinggi, yaitu sebesar 0,848, sedangkan pasangan antara penilai
1 dengan 2 memiliki nilai koefisien κ terendah, yaitu sebesar 0,531. Secara
keseluruhan reliabilitas Antarpenilai dapat diketahui dengan mengambil rata-rata reliabilitas keenam pasang penilai, yaitu sebesar 0,70. Nilai koefisien reliabilitas instrumen penilaian kognitif kerja pemesinan yang diperoleh ini sama dengan
148
kriteria minimal yang digunakan, yaitu 0,70, sehingga instrumen tersebut memenuhi syarat reliabel.
Tabel 22
Koefisien κ Antarpenilai Hasil Penilaian terhadap
Instrumen Penilaian Kognitif Proses Pemesinan Penilai 1 2 3 4 P eni la i 1 2 0,531 3 0,645 0,848 4 0,645 0,779 0,713