BAB III : METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah dan ilmu. Jadi metode penelitian adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu pengetahuan. Metode penelitian biasanya mengacu pada bentuk-bentk penelitian. Maka untuk mendapatkan suatu pengetahuan ilmiah tersebut peneliti menggunakan metode penelitian sebagai berikut:
1. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Perlu diartikan bahwa penelitian (research) dan tindakan (action). Penelitian adalah kegiatan ilmiah untuk mendapatkan pengetahuan benar tentang suatu masalah, sedangkan tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja diklakukan untuk memecehkan masalah dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Penelitian Tindakan Kelas adalah suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru sekaligus penelitian di kelasnya atau bersama-sama orang lain dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu (kualitas) proses
pembelajaran di kelasnya melalui tindakan tertentu dalam siklus tertentu.54 Penelitian tindakan kelas mempunyai fokous terapan, dimana peneliti mengumpulkan data berdasarkan pada metode kuantitatif ataupun metode kualitatif atau bahkan keduanya.
Model penelitian yang merujuk pada proses pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang meliputi identifikasi masalah, pelaksanaan, observasi, refleksi dan merencanakan tindakan selanjutnya. Proses dasar tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar: 3.1 siklus Rencana penelitian tindakan kelas
Peran guru dan penelitian adalah sejajar, artinya guru juga berperan sebagai peneliti selama penelitian berlangsung. Inti penelitian ini terletak pada tindakan yang dibuat kemudian di uji cobakan dan di evaluasi, apakah
54 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Grafindo Perabda, 2008), h. 44.
Perencanaan
refleksi
Refleksi
Siklus I Pengamatan
Perencanaan
Siklus II Pelaksanaan
pengamatan
pelaksanaan
tindakan alternatif ini dapat memecahkan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran atau tidak.
2. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas
Tujuan penelitian tindakan kelas terkait erat dengan kegiatan seseorang untuk meningkatkan atau memperbaiki proses pembelajaran di kelas. Selain tujuan utama dari penelitian tindakan kelas untuk memperbaiki proses pembelajaran di kelas, ada tujuan penyerta yang dapat dicapai sekaligus berupa terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses penelitian tindakan kelas berlangsung. Hal ini terjadi karena tujuan penelitian tindakan kelas adalah perbaikan dan peningkatan kualitas dalam proses pembelajaran.55
3. Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Adapun manfaat penelitian tindakan kelas adalah:
a. Guru
1) Membantu guru memperbaiki pelajaran.
2) Membantu guru berkemabang serta profesional.
3) Meningkatkan rasa percaya diri guru.
4) Meningkatkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.56
55Afi Pamawi, Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), (Yoyakarta:
Deepublish, 2020), h.5
56 Agus Wasisto Dwi Doso, Warso, Mengenal Penelitian Tindakan Kelas Dan Dilengkapi Contohnya, (Yogyakarta: Deepublish Publisher, 2021), h. 4
b. Pembelajaran/siswa
Untuk meningkatkan proses atau hasil belajar siswa, disamping guru yang melaksanakan penelitian tindakan kelas dapat menjadi modal bagi siswa dalam berisikap kritis terhadap hasil belajar. Dalam prosesnya manfaat bagi siswa juga dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa jenuh, dapat menciptakan suasana baru yang dapat meningkatkan gairah belajar siswa dalam proses pembelajaran.57
c. Sekolah
Penelitian tindakan kelas membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan atau kemajuan pada diri guru dan pendidikan di sekolah serta dapat membantu sekolah bertanggung jawab dalam pelaksanaan pendidikan untuk mendidik siswanya.
4. Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas
Prosedur penelitian tindakan kelas pada penelitian ini terdiri dari dua siklus. Hal ini memenuhi persyaratan sesuai dengan pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa: “apabila suatu siklus belum menunjukkan tanda-tanda perubahan kearah perbaikan (peningkatan mutu), kegiatan riset dilanjutkan pada siklus kedua, dan seterusnya, sampai peneliti merasa puas”. pada siklus
ini kegiatan pembelajaran dimulai dari perencanaan, tindakan, pemantauan atau observasi dan refleksi.58
57 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2012), h. 35.
58Suharsimi Arikunto dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015), h. 41
Perencanaan pembelajaran pada siklus I didasarkan pada identifikasi masalah yang ditemukan, apakah masalah tersebut terjadi karena kondisi pembelajaran siswa atau guru, sedangkan perencanaan pada siklus II didasarkan pada hasil koreksi dan refleksi hasil belajar siswa pada kegiatan pembelajaran siklus I begitu juga untuk pelaksanaan siklus berikutnya dilaksanakan berdasarkan hasl refleksi siklus II.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan untuk setiap siklus pembelajaran dalam prosedur penelitian tindakan kelas ialah:
a. Tahap perencanaan
Pada tahap ini peneliti melakukan rencana kegiatan sebagai berikut:
1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk setiap siklus sebagai acuan pelaksanaan proses pembelajaran
2) Menyiapkan bahan ajar siswa untuk membantu siswa mempelajari materi yang akan dipelajari.
3) Menyusun lembar observasi aktivitas siswa untuk mengetahui kesiapan dan keaktifan siswa pada saat pembelajaran.
4) Menyiapkan tes akhir siklus untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dengan menggunakan model Two stay two stray.
5) Menyiapkan respon siswa untuk mengetahui kesiapan siswa pada saat pembelajaran.
b. Tahap Tindakan
Pelaksanaan tindakan merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh guru atau peneliti sebagai upaya perbaikan atau perubahan yang ditujukan.
Peran peneliti pada pelaksanaan tindakan yaitu ikut terlibat dalam proses pembelajaran yang telah direncanakan sesuai judul yang diangkat. Adapun tindakan yang dilakukan pada tahap ini adalah:
1) Peneliti membawa siswa yang telah membentuk kelompok ke tempat atau objek yang dikunjungi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
2) Peneliti menjelaskan tentang objek yang dikunjungi sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
3) Peneliti memberikan kesempatan pada kelompok siswa untuk mengadakan pengamatan sesuai dengan objek yang dipelajari dan topik masing-masing.
4) Siswa mengadakan pengamatan pada objek yang dipelajari sesuai tugas masing-masing.
5) Peneliti membimbing siswa untuk mengadakan praktik langsung terhadap objek yang dipelajari jika memungkinkan.
6) Peneliti membimbing siswa untuk mengadakan diskusi kelompok terhadap hasil pengamatannya untuk melengkapi dan memahami materi yang telah dipelajari.
7) Peneliti meminta siswa mewakili kelompoknya untuk memberikan laporan hasi belajar dari lingkungan untuk dibahas bersama.
8) Peneliti menyimpulkan menyimpulakan materi pelajaran, selanjutnya siswa untuk menyampaikan kesannya setelah mengadakan pembelajaran di luar kelas.
9) Tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun sebelumnya.59
c. Tahap pengamatan (observasi)
Tahap ketiga pada Penelitian Tindakan Kelas adalah pengamatan (observing). Supardi mengemukakan bahwa observasi yang dimaksud adalah pengumpulan data. Maka dapat diartikan observasi adalah alat untuk memotret seberapa jauh pengaruh tindakan telah mencapai sasaran.60
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan yaitu mengamati aktifitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung dengan menggunakan pedoman observasi aktivitas siswa. Kegiatan observasi ini merupakan kegiatan pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja belajar mengajar. 61
d. Tahap Refleksi
Tahap terakhir pada Penelitian Tindakan Kelaas adalah refleksi (reflecting). Rekleksi adalah kegiatan untuk mengutarakan kembali apa yang telah dilakukan.62
59 Afi Parnawi, Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Depublish Publisher, 2020), h.
17 Dikutip dari Suharsimi Arikunto,” Penelitian Tindakan Kelas”, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 1998) h. 132
60 Suyadi, Panduan Penelitian Tindakan Kelas, (Yogyakarta: Diva Press, 2013), h. 63.
61 Kunandar, Langkah-langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Propesi (Jakarta: Rajawali Pres, 2012,) h. 73.
62 Suyadi, Panduan Penelitian Tindakan ..., h. 64.
Dari pelaksanaan tindakan dan observasi yang telah dilakukan, maka akan memperoleh informasi tentang penerapan model Two stay two stray, kemudian hasil tersebut dianalisis dan dievaluasi bersama guru yang terkait untuk mengetahui seberapa jauh tindakan yang sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang diinginkan atau tidak, maka dari hasil diskusi tersebut dapat dijadikan refleksi dalam penyusun siklus berikutnya.