• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 3. Perancangan Sistem

3.4 Rangkaian Catu Daya

Pada rangkaian ini menggunakan sumber tegangan dari PLN 220 Volt, diturunkan menjadi +12 Volt AC oleh trafo step down. Tegangan yang telah diturunkan disearahkan oleh diode menjadi +5 Volt DC. Dengan menggunakan IC 7805 sebagai regulator menghasilkan tegangan +5 Volt DC. Kapasitor berfungsi sebagai perata tegangan pada masukan dan keluaran IC regulator. Di bawah ini merupakan rangkaian catu daya:

Gambar 3.4 Rangkaian catu daya

3.5 Rangkain Pompa

Pada rangkaian ini, pompa berfungsi untuk memompa air dari sumber air, disalurkan pada sistem. Pompa terhubung ke relay, dimana pada saat pompa bekerja, relay akan normally close.

Gambar 3. 5 Rangkaian pompa

WATER1

220V

RL3

12V

Q3

BD139

mikrokontroler

V2

12V

SOURCE

3.6 Rangkaian Lampu Ultraviolet

Pada rangkaian lampu ultraviolet, transistor berfungsi untuk mengaktifkan relay, dimana relay merupakan switching, untuk menghidupkan dan mematikan lampu ultraviolet.

Gambar 3. 6 Rangkaian lampu ultraviolet RL4

12V

Q4

BD139

mikrikontroler 12V

NEON1

V3

SOURCE

3.7 Rangkaian Lengkap

Berdasarkan uraian yang telah diterangkan pada bagian sebelumnya, maka dibuat rangkaian lengkap dari keseluruhan sistem. Adapun rangkaian lengkap dari perancangan sistem dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 3.7 Rangkaian lengkap

PC6/TOSC1PC1/SDAPC0/SCLPC5PC4PC3PC2 28272625242322 PC7/TOSC2 29

3.8 Diagram Alir Sistem (Flowchart)

START

BACA, SET POINT, TIMER

USER START

AKTIFKAN POMPA AIR AKTIFKAN ULTRAVIOLET

PROSES PENYARINGAN DAN STERILISASI

T

Y

BACA TIMER

TIMER OVERFLOW?

MATIKAN POMPA DAN ULTRAVIOLET

STOP Y

INISIALISASI SISTEM

T

Gambar 3. 8 Diagram Alir Sistem (Flowchart)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengujian Alat

Pengujian alat dilakukan dengan memprogram mikrokontroler kemudian mengunduh, menjalankan, serta mengukur output dari IC tersebut. Berikut adalah program yang diupload ke mikrokontroler:

#include <io.h>

#include <alcd.h>

#include <delay.h>

#include <stdio.h>

unsigned int T,i,m,d;

char buffer[20];

#define ADC_VREF_TYPE ((0<<REFS1) | (0<<REFS0) | (0<<ADLAR))

unsigned int read_adc(unsigned char adc_input) {

ADMUX=adc_input | ADC_VREF_TYPE;

delay_us(10);

ADCSRA|=(1<<ADSC);

while ((ADCSRA & (1<<ADIF))==0);

ADCSRA|=(1<<ADIF);

return ADCW;

}

void main(void) {

DDRA=(0<<DDA7) | (0<<DDA6) | (0<<DDA5) | (0<<DDA4) | (0<<DDA3) | (0<<DDA2) | (0<<DDA1) | (0<<DDA0);

PORTA=(0<<PORTA7) | (0<<PORTA6) | (0<<PORTA5) |

(0<<PORTA4) | (0<<PORTA3) | (0<<PORTA2) | (0<<PORTA1)

| (0<<PORTA0);

DDRB=(1<<DDB7) | (1<<DDB6) | (1<<DDB5) | (1<<DDB4) | (1<<DDB3) | (1<<DDB2) | (1<<DDB1) | (1<<DDB0);

PORTB=(0<<PORTB7) | (0<<PORTB6) | (0<<PORTB5) |

(0<<PORTB4) | (0<<PORTB3) | (0<<PORTB2) | (0<<PORTB1)

| (0<<PORTB0);

DDRC=(0<<DDC7) | (0<<DDC6) | (0<<DDC5) | (0<<DDC4) | (0<<DDC3) | (0<<DDC2) | (0<<DDC1) | (0<<DDC0);

PORTC=(0<<PORTC7) | (0<<PORTC6) | (0<<PORTC5) |

(0<<PORTC4) | (0<<PORTC3) | (0<<PORTC2) | (0<<PORTC1)

| (0<<PORTC0);

DDRD=(1<<DDD7) | (0<<DDD6) | (0<<DDD5) | (0<<DDD4) | (0<<DDD3) | (0<<DDD2) | (0<<DDD1) | (0<<DDD0);

PORTD=(0<<PORTD7) | (0<<PORTD6) | (0<<PORTD5) |

(0<<PORTD4) | (0<<PORTD3) | (0<<PORTD2) | (0<<PORTD1)

| (0<<PORTD0);

ADMUX=ADC_VREF_TYPE;

ADCSRA=(1<<ADEN) | (0<<ADSC) | (0<<ADATE) | (0<<ADIF)

| (0<<ADIE) | (1<<ADPS2) | (0<<ADPS1) | (0<<ADPS0);

SFIOR=(0<<ADTS2) | (0<<ADTS1) | (0<<ADTS0);

lcd_puts(buffer);

delay_ms(1000);i++;

if (i == 60){i=0;m++;}

}

PORTB.0 = 0;PORTB.1 = 0;

for (d=0;d<600;d++) {

lcd_clear();

lcd_putsf(" REST TIME...");

sprintf(buffer,"TIMER : %i ",d);

lcd_gotoxy(0,1);

lcd_puts(buffer);

delay_ms(1000);

}

PORTB.0 = 1;PORTB.1 = 1;

} }

Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Tegangan Rangkain Mikrokontroler ATMega16

Pin Tegangan (V)

1 0

2 0

3 0

4 0

5 0

6 0

7 0

8 0

9 4.97

10 4.97

11 0

12 0.63

13 0.75

14 0

15 0

16 0

17 0

18 0

19 0

20 0

21 0.37

22 1.54

23 1.55

24 1.52

25 0

26 1.53

27 1.51

28 1.50

29 1.49

30 4.97

31 0

32 4.98

33 0

34 1.56

35 1.57

36 1.57

37 1.55

38 1.54

39 1.54

40 2.83

Jumlah air yang dipompa bergantung pada waktu yang di setting pada mikrokontroler. Oleh karena itu dilakukan pengujian terhadap jumlah air yang dipompa.

Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Jumlah Air

No. Waktu

(menit)

Jumlah air (ml)

1. 1 500

2. 2 650

3. 3 800

4. 4 950

5. 5 1100

6. 8 1350

7. 10 2000

8. 15 3300

4.2 Pengujian LCD

Pada pengujian ini, untuk menampilkan alphabet dan numerik LCD dihubungkan dengan mikrokontroler ke port C. Adapun program dibuat dalam bahasa C. Program yang diupload adalah sebagai berikut:

#include <mega16.h >

#include <alcd.h>

void main (void) {

Lcd_gotoxy(0,0):

Lcd_putsf(“alat sterilisasi”);

Lcd_gotoxy(0,1);

Lcd_putsf(“OTOMATIS”);

} }

4.3 Pengujian Air

Pengujian air dilakukan di Laboratorium Biologi FMIPA USU dengan metode total plate count (TPC) pada air PDAM sebelum diberi radiasi UV dan sesudah diberi radiasi UV. Berdasarkan hasil uji Total Plate Count pada sampel air PDAM, maka diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil uji air

No. Kode Sampel Jumlah koloni bakteri (x103 CFU/ml)

1.

Sebelum diberi perlakuan 96

2.

Sesudah diberi perlakuan 24

Berdasarkan data yang telah diperoleh, maka dapat dihitung persentasi pengurangan bakteri pada air yang telah disinari Ultraviolet:

Persentase pengurangan bakteri =

x 100%

= x 100%

=

x 100%

= 75%

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil perencanaan alat hingga pengujian dan pembahasan sistem maka penulis dapat menarik kesimpulan, antara lain:

1. Telah berhasil dirancang alat sterilisasi air minum menggunakan ATMega 16 untuk mengontrol keseluruhan sistem. Pada alat tersebut, ATMega 16 berfungsi untuk mengontrol jumlah air yang dipompa sesiuai dengan jumlah yang dibutuhkan oleh pengguna. ATMega juga berfungsi untuk mengontrol lampu ultraviolet. Lampu akan hidup secara otomatis ketika air sudah dipompa dan mati setelah air sudah selesai disinari. Waktu proses penyaringan akan ditampilakan pada LCD.

2. Telah berhasil dirancang sebuah alat penyaringan air minum dengan kemampuan menguragi kuman dan bakteri menggunakn mikrofilter dan radiasi cahaya ultraviolet. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan di laboratorium pada hasil penyaringan berupaPDAM, maka dinyatakan bakteri pada air tersebut telahberkurang 75%.

3. Telah berhasil dirancang perangkat lunak dengan editor CV AVR dan telah diunduh ke mikrokontroler menggunakan bahasa C. sistem juga berfungsi sebagai mana mestinya, lampu dan pompa dikontrol dengan baik dan waktu penyaringan ditampilkan di LCD.

5. 2 Saran

Setelah melakukan penelitian, diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan saran untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, yaitu:

1. Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu dilakukan penambahan parameter seperti sensor.

2. Untuk pengembangan lebih lanjut, perlu lampu UV dapat dibandingan

dengan lampu UV jenis lain.

DAFTAR PUSTAKA

Bejo, Agus. 2008. C &AVR Rahasia Kemudahan Bahasa Cdalam Mikrokontroler ATMega 8535. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Damanik, Heru. 2013. Rancang Bangun Alat Pensteril Air Tambak Sistem Kontinyu Menggunakan Radiasi Ultraviolet. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hapsah, Siti. 2014. Pentingnya Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet dan Cara Melindungi Kulit dengan Sunblock Buatan Sendiri. Jakarta: Universitas

Islam Indonesia.

Hendriyanto, Okik. 2011. Pengaruh Intensitas Sinar Ultraviolet dan Pengadukan Terhadap Reduksi Jumlah Bakteri E. Coli. Jawa Timur: Unibersitas Pembangunan Nasional Veteran.

Navratiaova, Sustika dkk. 2019. Hubungan Desinfeksi Sinar Ultraviolet (UV) dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang.

Semarang: Undip.

Sri, Ernawati dkk. 2013. Peningkatan Kualitas Air Bersih dengan Alat Penjernih Air. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Susanto, Diko dkk. 2014. Alat Penyaringan Air Kotor Menjadi Air Bersih

Menggunakan Mikrokontroler ATMega 32. Bengkulu: Universitas Dehasen Bengkulu.

Tooley, Mike. 2002. Rangkaian Elektronik Prinsip dan Aplikasi, edisi kedua.

Jakarta: Erlangga.

Setiawan, Arfie. 2011. Mikrokontroler ATMEGA 8535&ATMEGA 16 Menggunakan BASCOM-AVR. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Soehartono. 2015. Penjernih Air dengan Saringan Pasir dan Desinfektan Alami.

Semarang: Universitas Pandanaran.

Widyastuti, Sri dkk. 2011. Kinerja Pengolahan Air Bersih dengan Proses Filtrasi

dalam Mereduksi Kesadahan. Surabaya: Univeristas PGRI Adi Buana.

Dokumen terkait