BAB II TIPE WACANA MEME TULISAN PADA AKUN INSTAGRAM
3.4 Rangkuman
Berdasarkan analisis keseluruhan data tipe wacana ini dapat dirangkum dalam tabel berikut.
Tabel 1.1 Jumlah Data Tipe Wacana
Berdasarkan tabel di atas, tipe wacana monolog tak berlatar merupakan tipe yang paling banyak digunakan pada WMTI @overheardjkt tahun 2016—
2017 berjumlah 68 wacana dengan persentase 54%. Tipe kedua yang juga banyak
No Keterangan Jumlah Data Persentase
1 Wacana Monolog Berlatar 3 2%
2 Wacana Monolog Tak Berlatar 68 54%
3 Wacana Dialog Sederhana 40 32%
4 Wacana Dialog Kompleks 15 12%
digunakan adalah tipe wacana dialog sederhana yang berjumlah 40 wacana dengan persentase 32%. Berikutnya adalah tipe wacana dialog kompleks yang berjumlah 15 wacana dengan persentase 12% dan tipe yang paling sedikit digunakan pada WMTI @overheardjkt tahun 2016—2017 adalah tipe wacana monolog tak berlatar yang berjumlah 3 wacana dengan persentase 2%.
Penggunaan tipe wacana monolog tak berlatar dan tipe wacana monolog sederhana paling banyak digunakan bisa jadi karena paling mudah untuk disadap dan diingat untuk dikirimkan ke akun Instagram @overheardjkt.
BAB III
MAKSUD WACANA MEME TULISAN AKUN INSTAGRAM
@overheardjkt TAHUN 2016—2017
2.1 Pengantar
Meme tulisan adalah salah satu jenis meme yang hanya menggunakan media tulisan, tidak seperti meme pada umumnya yang memiliki gambar. Pada dasarnya wacana meme tulisan yang terdapat dalam akun ini memiliki maksud dasar memberitahu sebuah atau banyak informasi. Setelah maksud dasar tersebut, terdapat juga maksud lanjutan, seperti melucu, mengkritik, mengomentari, dan lain-lain.
Pada bab ini akan dipaparkan maksud-maksud yang ada di dalam wacana meme tulisan akun Instagram @overheardjkt ini. Terdapat 13 maksud yang terkandung dalam WMTI @overheardjkt, yakni (i) maksud menginformasikan, (ii) maksud menjelaskan, (iii) maksud melucu, (iv) maksud mengkritik langsung, (v) maksud mengkritik tidak langsung (menyindir), (vi) maksud menasihati, (vii) maksud melarang, (viii) maksud memotivasi, (ix) maksud menyuruh, (x) maksud mengeluh, (xi) maksud mengomentari, (xii) maksud menawarkan, (xiii) maksud mencela, dan (xiv) maksud menyatakan kebingungan.
2.2 Maksud Menginformasikan
Maksud yang selanjutnya adalah maksud memberikan informasi. Informasi menurut KBBI daring memiliki arti (i) ‗penerangan‘, (ii) ‗pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu, dan (iii) ‗keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu‘. Memberikan informasi artinya memberikan sebuah pemberitahuan tentang suatu atau banyak hal. Pada dasarnya wacana meme tulisan akun Instagram @overheardjkt tahun 2016—2017 memiliki maksud dasar memberikan sebuah kabar atau berita tentang suatu atau banyak hal.
Hal itu dapat ddilihat dari kutipan wawancara New York Times dengan sang penemu, Jesse Margolis. Berikut ini jawaban Jesse Margolis saat ditanya mengenai asal ide membuat akun @overheardLA.
I was sitting around this health food store in West Hollywood, and these two women were having this long, rambling conversation that led from egg freezing to pit bulls. I wrote it down and posted it. Instead of the usual 12 likes, it got 30, and a screenwriter friend of mine said, “You have to do a page!” A couple of weeks later, Ireland Baldwin, who is Alec Baldwin‟s daughter, found it and reposted it. It just took on a life of its own. ‗Saya sedang duduk di sekitar toko makanan kesehatan di Hollywood Barat dan kedua wanita ini melakukan percakapan yang panjang dan bertele-tele yang mengarah dari pembekuan telur hingga ke (anjing) pitbull. Saya menuliskannya dan mem-posting-nya. Alih-alih mendapat 12 suka, itu mendapat 30 dan seorang teman penulis skenario saya berkata, "Anda harus membuat halaman!". Beberapa minggu kemudian, Irlandia Baldwin, yang adalah putri Alec Baldwin, menemukannya dan mem-posting ulang.
Itu hanya mengambil kehidupannya sendiri.‘ (―Founder of Overheard LA, Which Pokes Fun at The City‘s Pretensions, Is Unmasked‖, Alex Williams, 2016)
Jesse Margolis hanya menguping dan mengutip pembicaraan dari dua orang perempuan yang bercakap-cakap mengenai pembekuan telur hingga ke (anjing) pitbull membuat ia menemukan @overheardLA. Kiriman tersebut pada dasarnya
hanya bermaksud memberikan informasi mengenai orang yang membicarakan pembekuan telur hingga (anjing) pitbull. Maksud memberikan informasi ini merupakan maksud utama. Setelah maksud utama ini muncul, maksud-maksud lainnya mungkin bisa muncul atau tidak.
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
Wacana (32) memberikan informasi bahwa ada seseorang yang menangis karena tidak jadi putus dengan pacarnya. Ada kemungkinan seseorang yang menangis menginginkan perpisahan dengan pacarnya. Takarir yang mengikuti wacana tersebut, no escape ‗tidak ada jalan keluar‘, seolah-olah mengatakan bahwa hubungan orang yang menangis diibaratkan seperti penjara sehingga ia merasa sedih karena tidak jadi lepas atau keluar dalam hubungan tersebut. Selain itu juga terdapat tagar prisoner of love yang memiliki arti ‗tahanan cinta‘. Tagar tersebut menyambung dengan takarir yang ada dan tahanan cinta yang dimaksud adalah seseorang yang menangis.
Wacana tersebut tidak dijelaskan diutarakan oleh siapa kepada siapa.
Hanya terdapat takarir yang menyatakan tempat dituturkannya wacana (32), yaitu di sebuah gedung perkantoran di daerah Sudirman, Jakarta Pusat bernama Wisma BNI 46. Percakapan yang pertama dalam wacana tersebut menjelaskan bahwa ada seseorang yang menanyakan alasan seorang yang lainnya itu menangis. Kata kok dalam wacana tersebut dapat berarti ‗mengapa‘ dalam ragam tidak resmi.
Ketika (+) bertanya mengapa menangis, seseorang yang menangis (-) ini menjawab bahwa ia ga jadi putus yang artinya gagal putus dengan pacarnya.
Wacana ini disampaikan karena unik dan tidak biasa. Seseorang biasanya menangis karena hubungannya kandas tapi dalam wacana ini seseorang menangis karena hubungan tersebut ternyata berlanjut. Namun dalam wacana ini tidak ditemukan maksud lain, selain memberitahukan informasi mengenai seseorang yang menangis karena tidak jadi putus dengan pacarnya.
Wacana (33) membahas tentang jilbab seseorang yang berwarna-warni karena patah hati. Wacana ini dituturkan di sebuah lobi atau ruang masuk di Sentral Senayan. Dalam wacana ini terdapat juga takarir yang tertulis Le pain yang memiliki ‗sakit itu‘. Takarir yang terdapat dalam wacana ini sebenarnya terdiri dari dua bahasa, kata le yang berarti ‗itu‘ dalam bahasa Perancis dan pain yang berarti ‗sakit‘ dalam bahasa Inggris. Penggunaan dua bahasa dalam satu penggunaan sering terjadi, salah satunya juga terdapat dalam wacana yang ada di akun Instagram ini.
Wacana ini merupakan wacana dialog dua orang. Orang pertama memberikan pernyataan dan dibalas dengan pernyataan orang yang kedua. Dalam pernyataan orang pertama, ia mengomentari kepada seorang lain yang berjenis kelami perempuan tentang jilbabnya yang berwarna tidak seperti biasanya. Kata tumben dalam wacana tersebut memiliki arti ‗tidak seperti biasanya‘. Kata
tersebut memberikan implikatur bahwa ada sesuatu yang ―biasanya‖ terjadi.
Dalam hal ini terdapat kemungkinan bahwa orang kedua biasanya menggunakan warna jilbab yang lebih netral.
Setiap perubahan yang terjadi dalam makhluk hidup dan mati biasanya memiliki sebuah alasan. Alasan tersebut bisa berupa alasan ilmiah atau nonilmiah.
Dalam wacana (33) orang kedua membalas dengan kata karena di awal kalimat yang artinya orang kedua menangkap pertanyaan dalam pernyataan orang pertama. Kata tumben ini juga dapat berfungsi sebagai pertanyaan mengapa perubahan itu terjadi. Kata tersebut bisa diganti dengan kata tanya ―mengapa‖
atau ―kenapa‖, dalam ragam tidak resmi, untuk mendapatkan pertanyaan atas jawaban orang kedua.
Wacana (33) hanya bermaksud memberikan informasi kepada pembacanya. Penutur ingin memberikan informasi bahwa ada seseorang yang menggunakan jilbab warna-warni karena sedang patah hati dan seorang yang lain mengomentari. Informasi ini diberikan kemungkinan karena unik dan tidak biasa.
Informasi dalam wacana ini unik karena tidak semua orang menggunakan pakaian atau aksesoris yang berwarna-warni jika sedang patah hati. Orang-orang orang
akan menggunakan warna-warna yang cenderung gelap untuk menggambarkan
―suasana‖ patah hati.
Wacana (34) merupakan wacana monolog tentang godaan makanan dan godaan mantan. Wacana ini terdengar di sebuah restoran cepat saji, McDonald‘s, STC Senayan. Selain takarir tempat, tidak ada takarir lain yang mengikuti wacana ini, hanya terdapat sebuah emotikon berbentuk kentang goreng. Dalam wacana ini digunakan juga sebuah tagar, yaitu tagar temptation Tuesday yang berarti ‗godaan (di hari) Selasa‘. Tidak dijelaskan siapakah yang menuturkan wacana ini dan kepada siapa orang dalam wacana ini berbicara.
Dalam wacana tersebut dijelaskan bahwa godaan makanan itu lebih besar dibandingkan dengan godaan mantan. Lebih besar dalam wacana tersebut maksudnya lebih kuat. Jika melihat konteks yang ada, godaan makanan lebih kuat karena penutur dalam wacana tersebut sedang makan di sebuah restoran dan tidak bersama dengan mantan (pacar). Menurut KBBI daring (Pusat Bahasa, 2016), godaan memiliki arti (i) ‗sesuatu yang menggoda ketabahan hati‘ dan (ii) gangguan. Menggoda dalam KBBI Daring (Pusat Bahasa, 2016) memiliki arti (i)
‗mengajak (menarik hati) supaya berbuat dosa atau berbuat jahat dan (ii)
‗mengganggu dan mengusik‘.
Godaan makanan dalam wacana (34) memiliki artinya penutur dalam
wacana tersebut menganggap bahwa makanan merupakan sesuatu yang mungkin mengganggu pikiran dan hati penutur, misalnya jika penutur menginginkan suatu makanan maka ia akan terus menerus memikirkan makanan tersebut. Sedangkan
godaan mantan dalam wacana (34) memiliki arti gangguan yang berasal dari
mantan. Gangguan yang berasal dari mantan bisa berupa ajakan ―balikan‖ atau ajakan-ajakan lain yang dirasa mengganggu si penutur.
Dalam KBBI daring (Pusat Bahasa, 2016) mantan memiliki arti sama dengan ‗bekas (pemangku jabatan, kedudukan, dan sebagainya)‘. Mantan pada wacana (34) mengacu pada bekas pacar. Seseorang diturunkan dari jabatan sebelumnya dan menjadi mantan dari jabatan tersebut pasti memiliki sebuah alasan, begitu juga dengan mantan pacar. Mantan pacar dalam wacana ini kemungkinan memiliki sikap buruk atau menyelingkuhi penutur dalam wacana ini sehingga putus menjadi salah satu jalan keluar dalam hubungan mereka.
Dalam wacana (34) penutur tidak memiliki maksud selain memberikan informasi kepada pembacanya. Penutur hanya ingin memberikan informasi mengenai godaan makanan yang lebih kuat daripada godaan mantan. Makanan dianggap lebih memberikan keuntungan karena bisa mengenyangkan perut dan makanan tidak pernah akan berbuat jahat atau memiliki sikap buruk seperti mantan pacarnya, sedangkan gangguan mantan dianggap tidak memiliki keuntungan dan hanya menimbulkan sakit hati.
Wacana (35) merupakan wacana didengar dari sebuah tuturan seorang ayah kepada anak perempuannya. Hal itu terlihat pada takarir yang tertulis father to daughter yang berarti ‗ayah kepada anak perempuannya‘. Selain takarir tersebut, terdapat takarir lain yang tertulis Whats on your playlist today? yang berarti ‗apa yang ada di daftar putar anda hari ini?‘. Wacana (35) terdengar di
salah satu pusat perbelanjaan yang ada di daerah Jakarta Selatan, yaitu Pondok Indah Mall. Wacana ini juga menyertakan dua tagar, yaitu tagar music monday yang berarti ‗musik (di hari) senin‘ dan infinite playlist yang berarti ‗daftar putar tanpa batas‘.
Dalam wacana (35) terdapat bagian yang tertulis Seorang ayah dalam wacana ini mengatakan bahwa musik menyesuaikan dengan pendengarnya, bukan usianya. Tidak menutup kemungkinan orang yang lahir di tahun 90—an menyukai lagu di tahun 70—an atau 80—an, begitu juga sebaliknya. Dalam wacana (35) sebenarnya ditemukan maksud mengkritik yang sangat minor. Kritik itu diberikan kepada konsep bahwa ada pengelempokkan musik berdasarkan usia atau hal lainnya.
Wacana (36) merupakan wacana monolog yang terdengar di salah satu bar di Kemang, Jakarta Selatan, yaitu Parc19. Wacana ini juga mencantumkan emotikon berbentuk dua gelas bir yang saling beradu. Dalam wacana ini juga terdapat dua tagar, yaitu tagar brewtality dan tagar alcohol driven. Tagar brewtality merupakan dua kata dalam bahasa Inggris yang diplesetkan menjadi satu kata, yaitu kata brew yang berarti ‗buatan atau pembuatan (bir, teh, atau kopi)‘, sedangkan brutality memiliki arti ‗kekejaman‘. Kata alcohol driven juga terdiri dari dua kata, yaitu alcohol yang berarti ‗alkohol‘ dan driven yang berarti
‗didorong‘. Oleh karena itu, brewtality dapat berarti ‗kekejaman yang diakibatkan oleh alkohol (bir)‘ dan alcohol driven memiliki arti ‗(sesuatu terjadi akibat) pengaruh alkohol‘.
Tokoh dalam wacana (36) mengatakan bahwa ia adalah seorang fuckboy, yang bisa berarti ‗penjahat kelamin‘, saat affected by alcohol yang berarti
‗terpengaruh alkohol‘. Sebutan fuckboy ini disematkan pada laki-laki yang senang
―tidur‖ dengan banyak perempuan di waktu yang berbeda-beda. Dalam wacana (36) terdapat implikatur bahwa tokoh dalam wacana ini bukan seorang penjahat kelamin namun ketika ia meminum alkohol maka menjadi sosok yang seperti itu.
Melalui wacana (36), akun ini bermaksud untuk menginformasikan kepada pembaca bahwa salah satu efek dari alkohol adalah perbuatan yang tidak baik.
Wacana (37) merupakan wacana monolog yang diucapkan oleh seseorang.
Seseorang ini adalah seorang rekan kerja yang berstatus single atau ‗sendiri‘, seperti yang terlihat pada takarir single coworker yang berarti ‗rekan kerja (yang berstatus) sendiri‘. Wacana (37) didengar oleh akun bernama @lordsoapy_official di Tokopedia Tower yang berada di daerah Kuningan, Jakarta Pusat. Selain takarir tersebut, terdapat juga tagar yang tertulis tagar full body yang berarti ‗(se)badan penuh‘.
Tokoh dalam wacana (37) menginformasikan bahwa ia grogi memeluk guling karena sudah lama ngejomblo. Menurut KBBI daring (Pusat Bahasa, 2016), definisi grogi adalah ‗merasa canggung atau takut berhadapan dengan orang banyak‘. Jomblo atau dalam bahasa baku jomlo didefinisikan sebagai ‗(i) gadis tua dan (ii) pria atau wanita yang belum memiliki pasangan hidup‘.
Kecanggungan biasanya muncul karena seseorang tidak terbiasa atau tidak pernah ada dalam keadaan tersebut. Dalam wacana (37) kecanggungan itu seperti rasa deg-deg-an atau malu untuk memeluk. Jika dua orang memiliki sebuah hubungan,
peluk adalah salah satu ekspresi menunjukkan kasih sayang. Perasaan memeluk pasangan, yang malu-malu dan membuat deg-dega-an, dirasakan oleh tokoh saat memeluk gulingnya. Melalui wacana (37), akun @overheardjkt bemaksud menginformasikan kepada pembacanya bahwa ada orang yang sudah lama sendiri sehingga memeluk guling terasa seperti akan memeluk perempuan. Efek lucu wacana (37), yang terdapat pada meluk guling aja jadi grogi, merupakan salah satu cara untuk menyampaikan informasi kepada pembaca.
Wacana (38) merupakan wacana monolog yang terdengar di salah satu gedung bernama Wisma Adityawarman, di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam wacana tersebut tertulis takarir nasib anak Serpong yang berarti nasib orang yang berasal dari Serpong. Serpong merupakan sebuah kecamatan di kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Indonesia. Selain itu terdapat juga tagar yang mengikuti wacana ini, yaitu tagar no vacancy yang berarti ‗tidak ada tempat kosong‘.
Tokoh dalam wacana (38) mengatakan bahwa ia di-reject kereta dan uber sehingga membuat dirinya menjadi baper. Tokoh tersebut di-reject yang berarti
‗ditolak‘ dalam bahasa Indonesia oleh dua transportasi umum yang ada di Jakarta.
Kereta yang dimaksud adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter. KRL
merupakan salah satu transportasi umum yang diminati oleh warga Jakarta karena murah, cepat, dan bisa menjangkau 79 stasiun di seluruh Jabodetabek, Banten, dan Cikarang. Hingga Juni 2018 pengguna KRL ini mencapai 1.001.438 orang per hari dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari adalah 1.154.080 orang (―Tentang Kami‖,tt). KRL ini beroperasi mulai pukul
04.00 WIB hingga 22.30 WIB. Tokoh wacana (38) ditolak oleh KRL mungkin karena KRL menuju Serpong selalu penuh penumpang sehingga tidak bisa langsung masuk kereta. Stasiun Serpong ini dilewati oleh kereta Commuter jalur Tanah Abang—Serpong, Tanah Abang—Parung Panjang, dan Tanah Abang—
Maja dan perlu pembaca ketahui bahwa ketiga jalur tersebut selalu ramai penumpang, terlebih pada rush hour.
Uber yang tertulis dalam wacana tersebut mengacu pada salah satu
transportasi daring yang saat itu masih beroperasi di Jakarta. Pengguna trasnportasi daring tersebut dapat memilih kendaraan yang dibutuhkan, bisa kendaraan beroda dua atau beroda empat. Dalam wacana (38), tokoh mengatakan bahwa ia ditolak oleh Uber. Penolakan tersebut bisa terjadi jika pengemudi tidak mau mengambil pesanan penumpang dengan berbagai alasan, salah satunya mungkin karena tempat tujuan yang jauh. Jika dilihat dari keseluruhan konteks, tokoh dalam wacana ini mungkin memesan Uber dari kantornya yang berada di daerah Kebayoran Baru menuju Serpong. Lalu Uber menolak pesanannya karena jarak antara Kebayoran Baru—Serpong sangat jauh, yaitu 23 km atau setara dengan satu jam perjalanan menggunakan transportasi umum mau pun pribadi.
Setelah ditolak kereta dan Uber, tokoh dalam wacana ini mengatakan ia baper. Baper adalah akronim dari ‗bawa perasaan‘. Belum ada sumber yang dapat
mendefinisikan akronim tersebut. Berdasarkan pengalaman peneliti, akronim ini digunakan untuk menggambarkan suasana hati, seseorang atau diri sendiri, yang sedang sangat sensitif. Terbawa perasaan ini biasanya timbul karena tindakan seseorang kepada seseorang yang lain, misalnya seorang laki-laki mendekati
seorang wanita lalu si wanita baper. Contoh lainnya adalah wacana (38), tokoh dalam wacana tersebut ditolak oleh kereta dan Uber seperti ditolak oleh seseorang yang diharapkan sehingga ia terbawa sampai perasaan atau baper. Melalui wacana (38), penutur ingin memberikan informasi bahwa seseorang bisa sangat sensitif jika ditolak oleh seseorang atau sesuatu yang diharapkan.
Wacana (39) merupakan wacana monolog yang diucapkan oleh seseorang kepada yang lain. Wacana (39) yang terdengar di sebuah restoran bernama Curry House di sebuah pusat perbelanjaan bernama Grand Indonesia ini bersifat umum karena tidak dijelaskan orang yang mengucapkan wacana (39) berjenis kelamin perempuan atau laki-laki. Selain takarir tempat, terdapat juga takarir yang tertulis they just won‘t die yang berarti ‗mereka tidak akan mati‘. Kata mereka pada wacana (39) dapat mengacu pada dua hal, yaitu unwanted feelings atau nyamuk yang sulit mati meski sudah disemprot. Selain itu juga terdapat tagar yang mengikuti wacana (39), yaitu tagar pest control yang berarti ‗pengendalian hama‘.
Tagar ini mengacu pada unwanted feelings yang dianggap mengganggu seperti hama.
Frasa unwanted feelings memiliki arti ‗perasaan yang tidak diinginkan‘.
Perasaan yang tidak diinginkan ini dapat berupa perasan cemas, perasaan sedih, perasaan cemburu, atau perasaan-perasaan lainnya. Tokoh pada wacana (39) menggambarkan perasaan yang tidak diinginkan seperti nyamuk yang sulit mati meski sudah disemprot dengan obat nyamuk. Hal itu berarti perasaan yang tidak diinginkan itu akan selalu ada meski sudah dibuang jauh-jauh. Perasaan yang tidak diinginkan ini mungkin sudah masuk pada tahap yang dapat mengganggu
aktivitas sehari-hari sehingga harus dikendalikan agar tidak merusak aktivitas tersebut. Pada tagar wacana (39), perasaan itu dianggap seperti hama, hewan yang mengganggu produksi pertanian, sehingga harus dikendalikan agar tidak merusak.
Melalui wacana (39), penutur bermaksud menginformasikan bahwa ada seseorang yang mengalami hal tersebut. Penutur ingin menjelaskan bahwa orang-orang yang mendapat perasaan semacam itu tidak mudah dihilangkan. Jika perasaan yang tidak diinginkan tersebut terus ada dan tidak segera diobati, bukan tidak mungkin orang yang dengan perasaan tersebut mengalami gangguan psikis.
Wacana (40) merupakan wacana monolog yang diucapkan oleh seorang perempuan. Hal itu dapat dilihat pada penyebutan vcard di akhir kalimat. Kata vcard ini merupakan gabungan dua kata, yaitu virginity ‗keperawanan‘ dan card
‗kartu‘, yang maksudnya adalah keperawanan. Keperawanan sendiri umumnya digunakan oleh seorang perempuan untuk menggambarkan perihal perawan atau kemurnian seorang perempuan. Keperawanan di Indonesia masih sering dihubungkan dengan berbagai hal dalam lapisan masyarakat, seperti tolak ukur baik buruknya seorang perempuan, beberapa tes pekerjaan, dan lain-lain. Oleh karena itu, keperawanan dianggap seperti kartu yang bisa digunakan untuk mengakses beberapa hal yang ada di masyarakat. Pada wacana (40) juga terdapat takarir yang tertulis Catch feeligs. Not STD yang berarti ‗tangkap(lah) perasaan(nya), bukan STD‘. STD merupakan singkatan dari sexually transmitted disease yang berarti ‗penyakit menular seksual‘, meliputi HIV/AIDS, Sifilis, HPV, Gonore, dan lain-lain.
Selain itu, terdapat juga tagar yang mengikuti wacana (40), yaitu tagar dick too bomb. Secara harafiah tagar tersebut memiliki arti ‗kelamin (pria) terlalu mengebom‘ tapi secara gramatikal tagar tersebut bermaksud ‗kelamin (pria) yang membuat terpana‘. Tagar ini berhubungan dengan wacana (40) yang membicarakan tentang seorang perempuan yang menjadikan alat kelamin pria sebagai tolak ukur perasaannya. Tokoh pada wacana (40) menjelaskan dalam bahasa Inggris bahwa dirinya pernah menyukai seorang laki-laki bukan karena
―alat kelaminnya‖ tapi sebelum ia kehilangan keperawanannya. Kata dick merupakan kata tidak baku yang berarti ‗alat kelamin pria‘.
Melalui wacana (40), penutur bermaksud menyampaikan sebuah informasi. Informasi ini berhubungan dengan stigma orang menganggap bahwa laki-laki yang sering melihat perempuan sebagai objek tetapi melalui wacana (40) penutur ingin menyampaikan bahwa bukan tidak mungkin perempuan juga dapat melihat alat kelamin laki-laki sebagai pertimbangan memilih pasangan. Ukuran alat kelamin ini juga dapat berhubungan dengan kepuasan seks yang didapatkan saat berhubungan seksual. Oleh karena itu, penutur juga ingin bermaksud bahwa bukan semata-mata ukurannya, melainkan kepuasan dalam berhubungan seksual yang menjadi pertimbangan saat memilih pasangan.
Wacana (41) merupakan wacana yang diucapkan oleh seorang perempuan di dalam taksi, di daerh Sudirman. Hal itu dapat dilihat takarir yang tertulis Girl.
Taxi. Sudirman. Selain takarir terdapat juga tagar yang mengikuti wacana (41), yaitu tagar koko crunch yang berarti ‗koko (yang) kernyau‘. Tagar tersebut merupakan plesetan dari salah satu merk sereal cokelat milik Nestle bernama
Coco Crunch. Plesetan itu digunakan karena memiliki pelafalan yang mirip,
Coco Crunch. Plesetan itu digunakan karena memiliki pelafalan yang mirip,