Keterbatasan pengetahuan akan kinerja tungku dian-tara rantai pasokan, dimana sebagian besar produsen, pedagang grosir dan eceran hanya peduli untuk menjual tungku sebanyak mungkin, tanpa memperhatikan efisi-ensi tungku dan fitur hemat bahan bakar. Sebagian besar pelaku kurang memiliki pemahaman yang kuat mengenai apa dan bagaimana TSHE itu. Dengan demikian, pene-rimaan rantai pasokan akan model tungku baru akan sangat bergantung pada daya jualnya. Harga juga meru-pakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan untuk menjual tungku baru karena konsumen terbiasa membeli tungku dengan harga murah. Pada akhirnya, hasil survey menunjukkan bahwa memperkenalkan jenis tungku baru akan memerlukan pelatihan anggota rantai pasokan dalam desain produksi dan kualitas, seperti hal-nya dengan pengembangan usaha. Mengingat kekuatan dari rantai pasokan tradisional yang sudah ada, sangat penting untuk melibatkan pelaku-pelaku ini dalam hal dis-tribusi desain TSHE.
Peningkatan Skala
Intervensi yang berkelanjutan untuk mempengaruhi penggunaan bahan bakar biomassa yang bersih di Indo-nesia harus melibatkan pengembangan dan dukungan akan pasar TSHE yang sehat yang dipengaruhi oleh permintaan pengguna dan dipasok dengan kualitas TSHE yang terstandarisasi. Setiap intervensi yang ber-hasil harus melibatkan kelembagaan, pengetahuan dan pembelajaran publik, pengembangan pasokan tungku, dan metode keuangan yang inovatif, dimana semuanya akan ditingkatkan dan ditegakkan dengan penelitian dan pengembangan (R&D). kerjasama antara berbagai sektor dan tingkat pemerintahan, sebagai pemain publik utama dan pelaku sektor swasta, harus dilembagakan bersama pemerintah dan dipromosikan melalui jaringan TSHE, yang memiliki akses pada jaringan internasional yang sama standar nasional efisiensi dan protokol pengujian untuk metode pembakaran biomassa harus ditetapkan,
melalui satu atau dua pusat pengujian tungku terpusat. Permintaan pengguna akan TSHE harus dipupuk melalui kampanye dan acara dalam rangka meningkatkan kesa-daran masyarakat, sedangkan menunjang rantai pasokan TSHE harus berupa upaya regional yang sensitif mene-kankan kontrol kualitas dan mencapai paket standar efi-siensi, yang melibatkan pelatihan dan pengembangan usaha untuk anggota rantai pasokan tungku yang ada . Model TSHE dan teknologi yang tersedia harus terus dikembangkan dan diversifikasi melalui R&D. Intervensi keuangan dan kemungkinan subsidi dapat dibenarkan oleh eksternalitas negatif yang terkait dengan pemba-karan biomassa dalam ruangan, tetapi harus dikembang-kan dengan hati-hati dengan menggunadikembang-kan pendekatan berbasis hasil .
Semua prinsip ini harus disalurkan pada program pilot yang dilaksanakan di dua wilayah di Indonesia; satu di wilayah yang sudah ada rantai pasokan tungku sedang-kan satunya di wilayah yang belum ada rantai pasosedang-kan tungku. Program pilot harus diawasi secara hati-hati dan dievaluasi dalam rangka untuk rencana ke depan yang lebih baik dalam intevensi skala nasional.
Daftar Pustaka
Asia Regional Cookstove Program dan Department of Adoles-cent and Child Health and Development, World Health Organization. 2008. Analisa situasi dari Polusi Udara Dalam Ruang dan Penggunaan Energi di Rumah Tangga di Indonesia. Genewa: World Health Organization.
BPS (Badan Pusat Statistik). 2012. Laporan bulanan data sosial ekonomi (Katalog BPS: 9199017). Jakarta: Biro Pusat Statistik.
Pusat Data dan Informasi untuk Sumber Daya energi dan Mine-ral, ESDM (Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral). 2011. Buku Petunjuk Statistik Energi dan Ekonomi Indone-sia. Jakarta: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dherani, M., D. Pope, M. Macharenhas, K. Smith, M. Weber, dan
N. Bruce. 2008. “Polusi Udara Dalam Ruang dari Peng-gunaan Bahan Bakar Padat yang tidak diproses terdahulu dan Resiko Pneumonia pada Balita: Tinjauan Sistimatis dan Meta Analisis.” Buletin dari World Health Organiza-tion 86: 360–98C
Dix-Cooper, L., B. Eskenazi, C. Romero, J. Balmes, dan K. R. Smith 2012. “Kinerja Perkembangan syaraf pada Anak-anak Sekolah di Daerah Perdesaan di Guatemala dalam Hubungannya dengan Paparan pada Karbon Monoksida pada masa Prenatal maupun Paska Kelahiran, Suatu Peni-laian untuk Paparan Pada Asap dari Kayu Bakar.” Neuro Toxicology 33(2): 246–54
Fullerton, D.G., N. Bruce, dan S. B. Gordon. 2008. “Polusi Udara Dalam Ruang dari Asap Bahan Bakar Biomassa merupa-kan Perhatian Utama Bidang Kesehatan di Negara Ber-kembang di Dunia.” Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene 102:843–51
GERES (Renewable energy, Environment, and Solidarity Group) Energi di Rumah Tangga di Indonesia dan Jawa Tengah: Tinjauan pada Survei Energi Rumah Tangga di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Aubagne, France: GERES
McCracken, J. P. K. R. Smith, A. Diaz, M. A. Mittleman, dan J. Schwartz. 2007. “Intervensi Tungku Bercerobong Untuk mengurangi Paparan Pada Asap dari Kayu Bakar dalam Jangka Panjang Mengurangi Tekanan Darah pada Wanita di Guatemala.” Environ. Health Perspect. 115(7): 996–1001 Naeher, L. P., M. Brauer, M. Lipsett, J. T. Zelikoff, C. D. Simpson,
J. Q. Koeing, dan K. R. Smith. 2007. “Dampak-dampak Asap dari Kayubakar pada Kesehatan.” Journal of Inhalat-ion Toxicology 19(1): 67–106
Pokhrel, A.K., M. N. Bates, S. C. Verma, H. S. Joshi, C. T. Sree-ramareddy, dan K. R. Smith. 2010. “TBC dan Penggunaan Biomassa dan Minyak Tanah di Nepal: Sebuah Studi Kasus terkontrol.” Environ. Health Perspect. 118(4):558–64 Pope, C. A. 3rd, R.T. Burnett, D. Krewski, M. Jerret, Y. Shi, E. E.
Calle, dan M. J. Thun. 2009. “Mortalitas Cardiovascular dan Paparan pada Partikel halus di udara dan Asap Rokok: Bentuk dari Hubungan antara Paparan-Tanggapan.” Sirku-lasi 120(11): 941–8
Rehfuess, E. a., N. Bruce, dan K. R. Smith. 2011. “Penggunaan bahan Bakar Padat: Dampaknya pada Kesehatan.” In Ency-clopedia of Environment Health, ed. J. O. Nriagu. Burling-ton, MA: Elsevier
Smith, K. R., R. Uma, V.V. N. Ksihore, K. Lata, V. Joshi, J. Zhang, R. A. Rasmussen, dan M. A. K. Khalil. 2000. Gas Rumah Kaca dari Peralatan Pembakaran skala kecil di Negara Ber-kembang: Tahap IIA, Tungku Rumah Tangga di India. Was-hington DC: US Environmental Protection Agency. Smith, K. R., S. Mehta, dan M. Maeusezahl-Feuz 2004. “Asap
Dalam Rumah dari Bahan Bakar Padat di Rumah Tang-ga.”Pembandingan Kuantifikasi Resiko Kesehatan: Beban Penyakit Global dan Regional yang disebabkan oleh Fak-tor-faktor Resiko Utama yang terpilih, eds. M. Ezzati et. al., 1435–93. Genewa: World Health Organization. Smith, K. R., J. P. McCracken, M. W. Weber, A. Hubbard, A.
Jenny, L. M. Thompson, J. Balmes, A. Diaz, B. Arana, dan N. Bruce. 2011. “Dampak Pengurangan Polusi Udara Dalam Ruang pada Pneumonia pada anak-anak di guate-mala (RESPIRE): Percobaan yang Terkontrol dan Acak.” The Lancet 378(9804): 1717–26
YDD (Yayasan Dian Desa). 2009. Laporan hasil survei tungku Indonesia. Yogyakarta: Yayasan Dian Desa.
75 75
BPS (Badan Pusat Statistik). 2011. “2010 Survei Sosial Ekonomi Nasional” (http://dds.bps. go.id/eng/).
Brook, Penelope J., and Murray Petrie. 2001. “Bantuan Berdasar-kan Hasil Keluaran: Preseden, Janji-janji, dan Tantangan-tantangan.” Dalam Mengontrak Pelayan Publik: Bantuan Berdasarkan Hasil Keluaran dan Penerapannya, eds. Pene-lope J. Brook and Suzanne M. Smith, 3–11. Washington, DC: World Bank.
CAREI (China Association of Rural Energy Industry). 2012. “Pengenalan pada CAREI,” translation (http://www.carei. org.cn/).
CAREI Platform. 2012. “China Association of Rural Energy Industry.” Finn-Sino Rural Renewable EnergiCooperation (http://www.carei.fi/en/aboutus/chinaassociationofru). de Groot, Robert. 2012. “Studi Kasus: Program Biogas Rumah.”
Ditulis untuk Inisiatif TSHE Indonesia, World Bank, Was-hington, DC.
FHI 360. 2012. Penilaian Lapangan pada Pemicu Sosial untuk Pengu-rangan Polusi Udara dalam Ruang dan Penggunaan TSHE di Dae-rah Perdesaan di Yogyakarta, Indonesia. (shttp://www.fhi360. org/NR/rdonlyres/e6wtzb4ed6gw4fsmuskzl2k6fruirbx5ov psy43lzztzsqmsykkwmxrxbekqlruhfolrwuxxuftg5o/Cook stovepracticesfieldassessmentfinalreportbrande.pdf). GERES (Renewable Energy, Environment, and Solidarity Group).
2009. Alur Kayu Bakar di Jawa Tengah. Aubagne, France: GERES.
Lim, S. S., et al. 2012. “Penilaian Resiko yang Komparatif dari Beban yang disebabkan oleh Penyakit dan cedera yang disebabkan dari 67 Faktor-Faktor yang beresiko dan Kelompok-kelompok Faktor Resiko di 21 Daerah, 1990-2010: Analisa Sistimatis untuk Studi Beban Global dari Penyakit 2010.” Lancet 380 (9859): 2224–60.
PT Pertamina and WLPGA (World LP Gas Association). 2012. Program Konversi Minyak Tanah ke LPG di Indonesia: Sebuah Studi Kasus Energi Rumah Tangga (http://www. worldlpgas.com/resources/publikations).
Susanto, Edi. 2012. “Case Study for Indonesia Program Konversi Minyak Tanah ke LPG.” Prepared for the Indonesia Clean Stove Initiative, World Bank, Washington, DC.
Tuntivate, Voravate. 2012. “Indonesia: Program Konversi Minyak Tanah ke LPG.” Prepared for the Indonesia Clean Stove Initiative, World Bank, Washington, DC.
WHO and UNDP (World Health Organization and United Nati-ons Development Programme). 2009. Situasi Akses pada Energi di Negara-Negara Berkembang. New York: United Nations Development Programme.
World Bank. 2011a. Satu Tujuan, Dua Jalan: Mencapai Akses Universal pada Energi Modern di Asia Timur dan Pasifik. World Bank, Washington, DC (http://elibrary.worldbank.org/ content/book/ 9780821388372).
———. 2011b. “Clean Stove Initiative in the East Asia and Pacific Region.” Concept Note. World Bank, Washington, DC. YDD (Yayasan Dian Desa). 2012. “Penggunaan Bahan Bakar
Bio-massa di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Indonesia: Suatu Studi Kasus.” Draft prepared for the Indonesia Clean Stove Initiative, World Bank, Washington, DC.
Zhang, Y., and Y. Wu. 2012. “Dampak Polusi Dalam Ruang pada Rumah Tangga.” EAP Clean Stove Initiative Knowledge Exchange Series. Washington, DC: World Bank.