• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rapat PANJA ini bersifat tertutup dan dihadiri dan diikuti

Dalam dokumen P U T U S A N Perkara Nomor 007/PUU-III/2005 (Halaman 157-163)

JARINGAN PELAYANAN

C. PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN (PJKMM) OLEH PT Askes (Persero)

II. MEKANISME PEMBAHASAN

2) Rapat PANJA ini bersifat tertutup dan dihadiri dan diikuti

oleh:

a) Anggota Panja dengan ketentuan korum sesuai Tata Tertib DPR-RI; dan

b) Yang mewakili Pemerintah (Eselon I atau Pejabat yang ditunjuk) dengan didampingi sejumlah Pejabat Pemerintah sesuai keperluan.

d. Rapat Tim Perumus (TIMUS)

1) Tim Perumus disingkat TIMUS, keanggotaannya terdiri dari 4 Pimpinan Pansus dan 18 orang anggota Pansus yang mewakili F-PDIP 4 orang, F-Golkar 3 orang, F-PPP

2 orang, F-PKB 2 orang, F-Reformasi 2 orang, F-TNI/POLRI 2 orang, F-PBB, F-PDU, F-KKI

masing-masing 1 orang, dan Wakil Pemerintah. 2) Rapat TIMUS dihadiri dan diikuti oleh:

a) Anggota TIMUS dengan ketentuan korum sesuai Tata Tertib DPR-RI; dan

b) Yang mewakili Pemerintah (Eselon I atau Pejabat yang ditunjuk) dengan didampingi sejumlah Pejabat Pemerintah sesuai keperluan.

e. Rapat Tim Kecil (TIMCIL)

1) Tim Kecil yang disingkat TIMCIL, keanggotaannya terdiri dari empat Pimpinan Pansus dan 10 Anggota Pansus yang mewakili PDIP 2 orang, Golkar 2 orang, PPP, F-PKB, F-Reformasi, F-TNI/POLRI, F-PBB, F-PDU masing-masing diwakili oleh 1 orang dan Wakil Pemerintah.

2) Rapat TIMCIL dihadiri dan diikuti oleh:

a) Anggota TIMCIL dengan ketentuan korum sesuai dengan Tata Tertib DPR-RI; dan

b) Yang mewakili Pemerintah (Eselon I atau Pejabat yang ditunjuk) dengan didampingi sejumlah Pejabat Pemerintah sesuai keperluan.

1) Tim Sinkronisasi disingkat TIMSIN, keanggotaannya terdiri dari 4 Pimpinan Pansus dan 10 Anggota Pansus yang mewakili PDIP 2 orang, Golkar 2 orang, PPP, F-PKB, F-Reformasi, F-TNI/POLRI, F-KKI masing-masing diwakili oleh 1 orang anggota dan Wakil Pemerintah.

Rapat TIMSIN dihadiri dan diikuti oleh:

a) Anggota TIMSIN dengan ketentuan korum sesuai dengan Tata Tertib DPR-RI; dan

b) Yang mewakili Pemerintah (Eselon I atau Pejabat yang ditunjuk) dengan didampingi sejumlah Pejabat Pemerintah sesuai keperluan.

3. Pemimpin Rapat

a. Pimpinan Pansus bersifat kolektif, dan disepakati sebagai Pimpinan Rapat sebagai berikut:

1) Rapat Pimpinan, Rapat Intern, Rapat Kerja, dan Lobby PANSUS dipimpin oleh Pimpinan PANSUS.

2) Rapat dan Lobby PANJA dipimpin oleh Wakil Ketua PANSUS dari F. Golkar selaku Ketua PANJA.

3) Rapat dan Lobby TIMUS dipimpin oleh Wakil Ketua PANSUS dari F. PPP selaku Ketua TIMUS.

4) Rapat dan Lobby TIMCIL dipimpin oleh Wakil Ketua PANSUS dari F. KB selaku Ketua TIMCIL.

5) Rapat dan Lobby TIMSIN dipimpin oleh Wakil Ketua PANSUS dari F. Golkar selaku Ketua TIMSIN.

b. Dalam hal salah seorang pimpinan rapat berhalangan, akan digantikan oleh anggota pimpinan yang lain.

4. Fungsi dan Tugas Rapat a. Rapat Intern

1) Membahas dan memutuskan rancangan jadwal acara dan tata cara musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pembahasan PANSUS RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional

tugas Pembahasan PANSUS RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

b. Rapat Kerja Pansus

1) Membahas dan mengambil keputusan terhadap materi DIM Persandingan RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang bersifat substansial.

2) Membahas dan memutuskan keseluruhan draft RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional hasil kerja Panja yang selanjutnya dijadikan draft RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional untuk dijadikan dalam Pembicaraan Tingkat II DPR-RI.

c. Rapat Panja

1) Membahas dan mengambil keputusan terhadap materi DIM Persandingan yang ditugaskan oleh Rapat Kerja PANSUS.

2) Membahas dan mengambil keputusan terhadap keseluruhan perumusan draft RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional hasil kerja Timus, Timcil, dan Timsin yang selanjutnya dijadikan draft RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional untuk diajukan dalam Rapat Kerja PANSUS.

d. Rapat Tim Perumus

Membahas dan mengambil keputusan materi DIM Persandingan yang ditugaskan oleh Rapat Kerja PANSUS dan atau Rapat Panja.

e. Rapat Tim Kecil

Merumuskan dan mengambil keputusan materi DIM Persandingan yang ditugaskan oleh Rapat Kerja PANSUS dan atau Rapat PANJA serta membahas konsideran menimbang dan penjelasan umum materi DIM Persandingan.

f. Rapat Tim Sinkronisasi

Mensinkronisasi dan mengambil keputusan terhadap materi DIM Persandingan yang ditugaskan oleh Rapat Kerja

PANSUS dan atau Rapat PANJA. g. Lobby

Membahas dan mengambil keputusan atas materi DIM Persandingan RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang tidak dapat mencapai mufakat pada rapat bersangkutan yang hasilnya untuk diajukan dalam Rapat bersangkutan. h. Rapat Pimpinan

Membahas dan merumuskan hal-hal yang perlu untuk kelancaran musyawarah untuk mencapai mufakat dalam Rapat Kerja PANSUS, PANJA, TIMCIL, TIMUS, dan TIMSIN.

5. Cara Pembahasan dan Pengambilan Keputusan a. Dalam Rapat Kerja PANSUS

1) Rapat Kerja PANSUS membahas seluruh materi DIM Persandingan RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional secara berurutan mulai dari Judul, Konsiderans, Batang Tubuh, dan Penjelasan Pasal RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

2) Substansi dan formulasi materi RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dalam DIM Persandingan yang diusulkan "tetap" oleh Pemerintah (Menko Kesra), langsung dimintakan persetujuan Rapat Kerja PANSUS, dengan catatan persetujuan tersebut dapat ditinjau kembali apabila memiliki relevansi atau berkaitan dengan materi lain yang dibahas berikutnya atas kesepakatan Rapat Kerja PANSUS.

3) Bila materi DIM Persandingan hanya bersifat redaksional langsung dapat dimintakan persetujuan Rapat Kerja PANSUS untuk menugaskan Timus/Timcil/Timsin merumuskan formulasi materi tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa hukum yang baik, baku, dan benar.

paling banyak tiga kali putaran (tidak termasuk penjelasan yang diberikan Pemerintah terhadap materi dimaksud). 5) Apabila setelah 3 (tiga) kali putaran, posisinya adalah:

a. Substansi disetujui, dan rumusan juga disetujui, langsung disahkan.

b. Substansi disetujui, rumusan belum disetujui, diserahkan kepada TIMUS.

c. Substansi yang belum disetujui, diupayakan penyelesaiannya melalui forum lobby dan apabila belum selesai dapat ditempuh:

1) Pending/tunda, untuk dibahas kembali oleh Rapat Kerja PANSUS.

2) Dibahas dalam Rapat PANJA. b. Dalam Rapat Panja

1) Tugas PANJA adalah melakukan pembahasan secara mendalam, materi muatan RUU yang dilimpahkan dan belum disetujui oleh Rapat Kerja PANSUS.

2) Tata cara pembahasan usul perubahan materi disesuaikan dengan tata cara pembahasan dalam rapat Kerja PANSUS.

c. Dalam Rapat Timus

1) Tugas Timus adalah melakukan pembahasan secara mendalam, materi muatan RUU yang ditugaskan oleh PANDA.

2) Tata cara pembahasan usul perubahan disesuaikan dengan tata cara pembahasan di PANJA, dilaporkan kepada PANJA.

d. Dalam Rapat Timcil

1) Tugas Timcil adalah merumuskan materi DIM PANSUS RUU tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang dilimpahkan oleh Rapat Kerja PANSUS dan atau PANJA. Tata cara pembahasan usul perubahan materi disesuaikan

dengan tata cara pembahasan di PANJA, dan dilaporkan kepada PANJA.

e. Dalam Rapat Timsin

1) Tugas TIMSIN adalah melakukan sinkronisasi materi muatan RUU yang ditugaskan Rapat Kerja PANSUS dan atau PANJA.

2) Tata cara pembahasan usul perubahan materi disesuaikan dengan tata cara pembahasan di PANJA, dan dilaporkan kepada PANJA.

Dalam dokumen P U T U S A N Perkara Nomor 007/PUU-III/2005 (Halaman 157-163)