Dengan demikian telah disahkan terkait dengan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi ini menjadi Undang-Undang oleh DPR RI pada Paripurna sekarang ini. Bapak/ Ibu sekalian kita skors sebentar untuk memberikan kesempatan kepada Pemerintah untuk meninggalkan ruang sidang karena agenda kaitan dengan Pendidikan Tinggi sudah dituntaskan.
(RAPAT DISKORS PUKUL ...WIB) (SKORS DICABUT PUKUL...WIB) Baik, Bapak/Ibu sekalian,
Menginjak agenda berikutnya Bapak/Ibu sekalian, agenda berikutnya adalah Laporan Badan Kehormatan DPR RI tentang Keputusan Badan Kehormatan DPR RI mengenai Keputusan Etik Badan Kehormatan DPR RI.
Untuk mempersingkat waktu kami persilakan kepada Pimpinan Badan Kehormatan DPR RI yang terhormat Saudara PROF. DR. H. ALI MASCHAN MOESA, M.Si untuk menyampaikan Laporan Badan Kehormatan terhadap Keputusan Etik Badan Kehormatan DPR RI.
Waktu dan tempat kami persilakan.
LAPORAN WAKIL KETUA BK (DR. H. ALI MASCHAN MOESA, M.Si): Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Laporan Badan Kehormatan mengenai Keputusan Etik Badan Kehormatan DPR RI disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI, pada Hari Jumat tanggal 13 Juli 2012.
Pimpinan DPR RI dan Anggota DPR RI yang sangat kita hormati.
Berdasarkan Pasal 219 ayat (1) huruf b, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. Dengan ini kami melaporkan Keputusan Badan Kehormatan yang memutuskan pemberhentian sementara kepada Anggota DPR RI karena telah menjadi terdakwa dalam kasus tindak pidana khusus atas nama Saudari Wa Ode Nurhayati S. Sos, Nomor Anggota A-143 untuk mendapatkan penetapan dalam Rapat Paripurna DPR RI atas nama Badan Kehormatan DPR RI Ali Maschan Moesa, A-165.
Terimakasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Baik terima kasih.
Saya sampaikan kepada Saudara Prof. DR. H. Ali Maschan Moesa, M.Si, selaku Pimpinan Badan Kehormatan yang telah menyampaikan laporannya.
Sidang Dewan yang kami hormati,
Untuk selanjutnya, izinkanlah kami meminta waktu untuk memberikan kesempatan kepada Ketua DPR RI, untuk menyampaikan Pidato Penutupan Masa Sidang yang ke-IV Tahun Sidang 2011-2012, kami persilakan Pak Ketua.
KETUA DPR RI (DR. H. MARZUKI ALIE):
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Sejahtera bagi kita semua.
Yang kami hormati, Para Wakil Ketua, Pimpinan Alat Kelengkapan DPR, Para Anggota DPR RI, Hadirin yang berbahagia,
Saya mohon waktu sekitar 20 menit untuk menyampaikan pidato penutupan supaya kita memasuki bulan suci bulan Ramadhan ini, dalam keadaan yang penuh barokah dan Insya Allah selalu mendapatkan kucuran Rahmat dari Allah Taalla.
Hari ini Dewan segera menutup Masa Sidang IV Tahun Sidang 2011-2012 yang telah dimulai sejak tanggal 14 Mei 2012 yang lalu. Masa Sidang IV berjalan selama 42 hari kerja.
Pada Masa Sidang IV, Dewan melakukan kegiatan terhadap pelaksanaan tiga fungsi utamanya, dalam fungsi Anggaran DPR memproses pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2013 juga melakukan pembahasan terhadap RUU Pertanggungjawaban APBN 2011.
DPR juga menangani dan memproses penetapan pejabat publik serta memberikan pertimbangan atas calon-calon duta besar negara sahabat untuk Republik Indonesia dan Calon Duta Besar Republik Indonesia untuk negara sahabat.
Sidang Dewan yang terhormat,
Pada Masa Sidang ini, ada 2 (dua) RUU Prioritas yang telah diselesaikan yaitu RUU tentang Sistem Peradilan Anak dan RUU tentang Pendidikan Tinggi.
Dan, ada 4 RUU Ratifikasi tentang Konvensi yang sudah selesai dibahas oleh Dewan, di antaranya 2 (dua) RUU Ratifikasi Konvensi Anak yaitu RUU tentang Pengesahan Protokol Opsional Konvensi Hak-Hak Anak mengenai Keterlibatan Anak dalam Konflik Bersenjata dan RUU tentang Pengesahan Protokol Opsional Konvensi Hak-hak Anak Mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak dan Pornografi Anak.
Sidang Dewan yang terhormat,
Dua RUU Ratifikasi Konvensi lain yaitu, RUU tentang Pengesahan Perjanjian antara Pemerintah RI dan Pemerintah Republik Cheko tentang Kerjasama di bidang Pertahanan dan RUU Pengesahan Memorandum Saling Pengertian antara Departemen Pertahanan Keamanan RI dan Kementerian Pertahanan Republik Italia tentang Kerjasama tentang Peralatan Logistik dan Industri Pertahanan dan kedua RUU ini diputuskan untuk tidak dalam bentuk Undang-Undang tetapi dalam bentuk Peraturan Presiden.
Sidang Dewan yang terhormat,
Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 20 ayat (1) mengatur bahwa DPR memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang. Makna historis dari pembentukan ayat ini mengamanatkan DPR RI sebagai pemegang kekuasaan membentuk Undang-Undang.
Makna yuridis atas fungsi legislasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 tersebut tidak selamanya dapat berjalan dengan mulus. Banyak faktor yang membuat suatu RUU tidak lancar dalam pembahasannya dan banyak proses pembahasan bersama antara DPR dan Pemerintah bisa karena kendala dari Pemerintah maupun kendala dari DPR baik faktor politis maupun faktor teknis.
Terhadap RUU yang telah berapa kali menghadapi kendala dalam penyelesaian, Badan Musyawarah merekomendasikan untuk diperpanjang kembali melalui persetujuan Rapat Paripurna kepada Komisi, Alat Kelengkapan Dewan yang menangani, untuk melakukan identifikasi terhadap materi-materi yang pending, dan dilakukan pembicaraan yang khusus, atau dilakuakan Konsultasi Pimpinan Dewan dengan presiden terhadap crusial issue untuk dapat diselesaikan.
Dan kepada Pimpinan Fraksi diharapkan peran sertanya untuk memberikan dukungan penuh bagi kelancaran pelaksanaan fungsi legislasi sebagaimana diatur dalam Tata Tertib. Pimpinan Fraksi bertugas untuk mengkoordinasikan kegiatan anggotanya dalam melaksanakan tugas, meningkatkan kemampuan disiplin, keefektifan dan efisiensi kerja anggotanya dalam melaksanakan tugas, yang tercermin dalam setiap kegiatan DPR. Fraksi diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja anggotanya secara rutin.
Perlu kita pahami bersama bahwa Tahun 2012 ini adalah tahun yang sangat ideal untuk memacu pelaksanaan fungsi legislasi terkait dengan RUU tentang Desa, dan RUU tentang Pemerintah Daerah yang akan dilakukan pembahasan, ada berapa hal yang perlu mendapat perhatian. Untuk RUU Desa perlu diputuskan secara bijaksana, apakah RUU ini adalah untuk mengatur Desa secara keseluruhan atau hanya mengatur pemerintahan desa.
Mengenai RUU tentang Pemerintahan Daerah, agar materi muatan yang dihasilkan benar-benar memberikan kejelasan tentang bagaimana meletakan otonomi daerah RUU ini harus diletakan dalam kerangka Pasal 18 Undang-Undang Dasar 1945. Dewan mengingatkan terkait pemerintahan daerah jangan sampai terjadi Peraturan Perundang-undangan yang saling tumpang tindih.
Sidang Dewan yang terhormat,
Dalam rangka pelaksanaan fungsi anggaran, pada Masa Sidang ke-4 ini, Pemerintah telah menyampaikan Kerangka Ekonomi makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dalam kerangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun 2013 pada pertengahan bulan Mei, Tema RKP 2013 adalah memperkuat perekonomian domestik bagi peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat dengan penekanan pada isu-isu strategis yaitu peningkatan daya saing, peningkatan daya tahan ekonomi, peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat dan pemantapan status sosial politik.
Dalam rapat kerja dengan Pemerintah disepakati 11 prioritas dan 3 prioritas lainnya, antara lain: penanggulanan kemiskinan, ketahanan pangan, insfrastruktur, iklim investasi dan iklim usaha dan energi.
Adapun asumsi dasar dalam RAPBN 2013 yang disepakati adalah dalam hal pertumbuhan ekonomi suku bungan SBN 3 bulan, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, Indonesian Crude Price, lifting minyak, lifting gas bumi dan lifting minyak dan gas bumi.
Target pertumbuhan sebesar 6,8%-7,2% sangat optimis, mengingat kecenderungan turunnya tingkat pertumbuhan ekspor Indonesia akibat resesi ekonomi di Zona Euro dan belum pulihnya
ekonomi Amerika Serikat. Oleh karena itu pilihan investasi yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan.
Dan Dewan menaruh perhatian terhadap masalah defisit anggaran kesepakatan yang dicapai dalam kebijakan defisit anggaran tahun 2013 adalah menyambung menjaga kesinambungan fiskal serta mendukung pencapaian program-program pembangunan. Anggaran direncanakan tetap ekspansif dengan defisit antara 1,3%-1,9% terhadap PDB. Kebijakan pembiayaan tahun 2013 untuk menutup defisit tetap bersumber dari pembiayaan utang dan non utang.
Pada Masa Sidang ini, Dewan juga telah membahas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2011 yang telah disampaikan pemerintah pada tanggal 28 Juni 2012 yang lalu. RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun 2011 berisikan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2011 yang telah diaudit terlebih dahulu oleh BPK RI. Berdasarkan hasil audit BPK RI memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian dengan LKPP Tahun 2011.
Terkait dengan opini BPK atas LKPP yang masih WDP, Dewan mengingatkan bahwa dalam LKPP ini masih ada penggunaan keuangan negara yang bersifat material yang menyimpang dari Standar Akuntansi Pemerintah dan Peraturan Perundangan yang berlaku.
Dalam lingkup pertangungjawaban negara, Pimpinan Dewan memberikan apresiasi terhadap sekretariat Jenderal DPR yang selama 3 tahun berturut-turut sejak tahun 2009, DPR priode saat ini telah memperoleh penilaian dari BPK opini Wajar Tanpa Pengecualian dengan 4 fokus utama dalam Laporan Keuangan Kementerian dan Lembaga Negara yang diamati dan dievaluasi oleh BPK.
Keempat hasil pemeriksaan tersebut, yaitu kesesuaian Laporan dengan Standar Akuntansi Pemerintah, kecukupan penyempaian laporan informasi keuangan dalam laporan keuangan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian internal. Namun demikian Pimpinan berharap agar usaha-usaha mengefektifkan dan mengefisiensikan setiap dana yang dikeluarkan untuk terus dilanjutkan agar tidak ada pengeluaran dana yang tidak memberikan manfaat.
Sidang Dewan yang terhormat,
Komisi DPR telah melakukan Rapat Kerja dengan Pemerintah berkaitan dengan kebijakan penghematan BBM, Dewan menghargai upaya yang telah dilaksanakan pemerintah namun Dewan menilai belum efektif dan berdampak signifikan terhadap penghematan BBM dan anggaran subsidi BBM. Dewan mengharapkan semua pihak turut berperan aktif dalam rangka penghematan BBM. Masalah BBM bukan saja masalah pemerintah saja, namun sudah merupakan masalah nasional mengingat hal ini akan berdampak terhadap sendi-sendi perekonomian negara dan pemerintah harus tetap melanjutkan program penghematan energi dalam jangka panjang. Apabila program penghematan dan penyesuaian harga BBM tidak dapat dilaksanakan tahun 2013 mendatang, maka volume BBM bersubsidi tahun 2013 dapat mencapai 48 juta kilo liter. Dengan melihat proyeksi itu, maka konsumsi BBM bersubsidi tahun 2012 yang diperkirakan menjadi 44 juta kilo liter akan berdampak semakin meningkatnya anggaran subsidi BBM. Akibat meningkatnya jumlah permintaan akan BBM sepanjang tahun 2012.
Dalam kaitan dengan BBM, Dewan sangat khawatir karena realisasi belanja BBM sepanjang semester pertama tahun 2012 akan mencapai 64,7% dari pagu APBNP 2012 atau setara dengan 88,9 triliun dari pagu sebesar 137,4 triliun. Oleh karena itu pemerintah harus mampu mengendalikan konsumsi BBM apabila Pemerintah tidak mampu mengendalikannya maka akan sangat membebani APBN berdampaknya semakin memperbesar defisit.
Sidang Dewan yang terhormat,
Krisis di Zona Eropa menjadi perhatian kita bersama, Dewan meminta Bank Indonesia selaku otoritas moneter terus memantau perkembangan krisis di wilayah Eropa tersebut, dan hal ini perlu diingatkan bahwa dampak krisis keuangan Eropa akan berdampak terhadap perekonomian Indonesia khususnya ekspor-import. Menurut pandangan Dewan dampak yang terjadi akibat krisis Eropa sudah terasa sejak berapa bulan yang lalu seperti tekanan kelemahan nilai tukar rupiah dan gejala jatuhnya ekspor beberapa komoditas. Indonesia harus segera melakukan antisipasi agar dampaknya terhadap pelemahan mata uang di negara emerging market tidak makin parah meskipun semua negara terkena
dampak kelemahan itu.
Berkaitan dengan konvensi Rio plus 20, Dewan berpandangan bahwa konsep ekonomi hijau hendaknya mampu menciptakan sistem kelola sumber alam yang ramah lingkungan dan menjadikan masyarakat sekitar merasa memiliki, sehingga akan mengurangi konflik dan kesenjangan sosial ekonomi antara korporasi dengan masyarakat lokal. Sistem yang hendak dibangun harus dilaksanakan secara transparan dan akuntable. Oleh karena itu, corporate Social Responsibility dapat digunakan sebagai salah satu pintu masuk dalam menciptakan ekonomi hijau. Dengan demikian ekonomi politik pengelolaan sumber alam harus sinkron dengan politik pengelolaan lingkungan yang di dalamnya ada aspek kesejahteraan masyarakat lokal yang berkelanjutan.
Sidang Dewan yang terhormat,
Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, salah satunya terkait dengan pengawasan kasus Century. Tim Pengawas Century telah melakukan Rapat kerja dengan Kapolri, KPK, Tim Pengembalian Aset, dengan Menteri Keuangan, Bank Mutiara, LPS dan Forum Nasabah Bank Century dalam kesempatan rapat bersama, kepada kepolisian Polri perlu melakukan beberapa upaya penyelesaian 16 berkas perkara yang masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan dan menangani kasus yang belum tertangani.
Kepada tim pengembalian aset perlu melakukan segala upaya agar aset yang dibekukan baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri segera dicairkan atau dirampas untuk menutut kerugian, Tim pengawas juga minta kepada Menteri Keuangan, Bank Mutiara, LPS dan Forum Nasabah Bank Century untuk melakukan penyelesaian pembayaran masalah nasabah Bank Century oleh Bank Mutiara sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung.
Masih dalam fungsi pengawasan, Panitia Kerja penyelesaian Konflik dan sengketa pertanahan, Pemerintah diharapkan dapat melakukan reformasi agraria, permasalahan sengketa tanah dan konflik pertahanan yang sangat krusial dan seringkali menimbulkan konflik harus segera diatasi. Sidang Dewan yang terhormat,
Penetapan Pejabat Publik yang sangat mendapat perhatian adalah pembentukan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, kedudukan OJK sangat penting dalam menata dan mengawasi lembaga Jasa keuangan sebab sebelum terbentuknya OJK. Pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan dilakukan oleh Bank Indonesia di bidang perbankan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan pada Kementerian Keuangan di bidang non Perbankan melalui penataan dan pengawasan lembaga jasa keuangan. Dalam satu atap, diharapkan kinerja lembaga jasa keuangan dapat dimaksimalkan fungsinya, dan harus mampu dalam tantangan-tantangan besar.
Selain Dewan Komisioner OJK, terbentuknya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu masa bakti 2012-2017 dimaksudkan agar menjamin terselenggaranya Pemilu yang jujur, Adil dan bertanggungjawab.
Khusus mengenai pemberian pertimbangan terhadap calon anggota Komisi Pengawas Haji Indonesia yang saat ini masih dalam pembahasan di Komisi VIII, Pimpinan Dewan mengingatkan agar segera dapat diselesaikan, karena pelaksanaan Program Haji 2012 akan segera dilaksanakan.
Sidang Dewan yang terhormat,
Berbagai perkembangan, khususnya di bidang politik dan keamanan, mendapat perhatian masyarakat dan kalangan Dewan, Dewan menyampaikan keprihatinan terkait masalah keamanan di Papua yang belakangan ini diwarnai aksi kekerasan yang telah menimbulkan sejumlah korban, baik dari kalangan aparat bersenjata, turis asing, PNS, Pelajar dan masyarakat.
Dewan mendukung penuh penegasan Presiden bahwa harus diciptakan Papua yang menjadi tanah damai. Untuk menciptakan Papua tanah yang damai, maka pemerintah perlu melakukan dialog dengan rakyat Papua untuk mendengarkan permasalahan terjadi disana. Proses dialog ini pernah kita lakukan pada saat terjadinya konflik di Aceh beberapa waktu yang lalu. Tetapi satu hal yang perlu kita sepakati bahwa tanah Papua adalah bagian dari NKRI yang tidak bisa diganggu gugat dan tidak dapat diintervensi oleh siapapun.
Di bidang penegakan hukum, saat ini banyak kasus-kasus hukum yang menarik perhatian publik. Diantaranya sejumlah kasus hukum tersebut ada kasus yang bersinggungan dengan DPR karena keterlibatan oknum Anggota DPR dalam kasus pelanggaran hukum. Kita semua sepakat bahwa korupsi merupakan suatu kejahatan bahkan ada yang mengkatagorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Hal ini bisa dipahami karena dampak daripada korupsi menumbuhkan suatu ketidak adilan dan hilangnya kesempatan bagi masyarakat bangsa, dan negara untuk maju, korupsi membosai keadilan sosial karna mengambil hak rakyat, hak masyarakat untuk menikmati kemajuan.
Banyak kasus-kasus korupsi yang tengah diproses oleh KPK dan lembaga penegak hukum. Kita berharap KPK dan lembaga penegak hukum bekerja secara profesional dalam penegakan hukum, tanpa diintervensi oleh kekuatan diluar hukum. Selanjutnya, kita mendorong KPK indenpenden dan tidak tembang pilih bahkan memainkan politik hukum yang justru membuat upaya pemberantasan korupsi berjalan mundur.
Sidang Dewan yang terhormat,
Dewan menyoroti program wajib belajar 12 tahun yang dilaksanakan tahun 2013. Program ini dapat dilihat dari postur anggaran yang menjadi keputusan bersama antara Pemerintah dengan DPR, anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD sesuai amanat Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar tahun 1945 Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan Nasional dan PP nomor 8 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan.
Dengan adanya kesepakatan untuk melaksanakan Wajib Belajar 12 Tahun pada tahun 2013, Dewan meminta Pemerintah menyegerakan revisi ketentuan Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional sehingga setiap warga negara berusia 7 sampai dengan 8 tahun wajib mendapatkan pendidikan.
Sidang Dewan yang terhormat,
Berkaitan dengan kegiatan diplomasi parlemen, perlu disampaikan DPR RI telah menyelesaikan tugas sebagai tuan rumah Sidang Exevcutive Committee AIPA dan AIFOKOM ke-9 pada tanggal 8 sampai 12 Juli di Jogyakarta.
Sidang AIFOKOM menyepakati beberapa hal yang berkaitan dengan agenda yang akan dibahas dalam Sidang Umum AIPA ke-33 Bulan September di Lombok NTB yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial, dan organisasi termasuk materi agenda untuk forum dialog partner dengan parlemen negara-negara observer.
Sidang AIFOKOM ke-9 membahas pemberantasan NARKOBA di kawasan ASEAN telah menghasilkan 2 draf resolusi, yang akan dibawa kedalam Sidang AIPA di Lombok, untuk dibahas lebih lanjut guna memperkuat kerjasama pembahasan NARKOBA dikawasan.
Masa Persidangan ke-IV ini, Dewan telah menerima sejumlah kunjungan delegasi dari beberapa negara, termasuk kunjungan Wakil Ketua Parlemen Palestina, Yang Mulia Mr. Ahmad Muhammad Attiyyah Bahr, Dewan menyampaikan dukungan atas perjuangan Kemerdekaan Bangsa Palestina dari penjajahan zionis Israel.
Sebagai kegiatan dari diplomasi parleman Ketua DPR, sebagai Presiden AIPA telah mengadakan working visit ke-3 negara ASEAN yaitu, Malaysia, Singapore, dan Myanmar. Dari kunjungan tersebut kami mencatat adanya keinginan kuat dari negara-negara Asean agar AIPA dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan ASEAN Comunity 2015, dan juga dalam menyingkapi isu yang berkembang dikawasan.
Sidang Dewan yang terhormat,
Beberapa hari yang lalu, Pemilukada DKI Jakarta telah berjalan lancar, tertib, dan aman. Pengumuman resmi atas hasil Pilkada DKI Jakarta akan diumumkan oleh KPUD-DKI Jakarta beberapa hari ke depan. Namun demikian, menurut hasil perhitungan cepat dari beberapa lembaga survei menyebutkan bahwa kontestan nomor 3 (tiga) yaitu pasangan Joko Widodo dan Basuki Cahaya Purnama, dan nomor urut 1 (satu) yaitu pasangan Fauzi Wibowo dan Nahrowi Ramli telah memperoleh suara tebanyak. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi DKI, akan dilakukan Pemilukada putaran ke-2 karena tidak satu konstestan pun
yang memperoleh suara 50%+1.
Kami semua berharap, agar Pemilukada putaran kedua ini juga berjalan lancar, tertib, dan aman dan menghasilkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang amanah, yang mampu menyelesaikan masalah-masalah besar di DKI Jakarta sebagai ibukota negara.
Beberapa hari ke depan, umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadhan dan akan melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Menghadapi bulan suci ini, Pimpinan Dewan meminta perhatian Pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Dewan mendorong Pemerintah untuk terus melakukan pemantauan, agar kenaikan harga bahan pokok yang terjadi masih dalam batas wajar. Dewan mengharapkan Pemerintah tetap memiliki porsi intervensi yang cukup besar untuk mengontrol pangan.
Selain itu masalah ketertiban dan keamanan, Dewan mengharapkan agar Pemerintah menyiapkan aparatnya untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban umum. Dewan juga menghimbau kepada masyarakat tetap menjaga kerukunan dan toleransi sepanjang Bulan Ramadhan yang akan datang. Pimpinan Dewan mengucapkan: “Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1433 Hijriah, Mohon Maaf Lahir Bathin, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata Ala. Amiin.
Atas perhatian Saudara-saudara kami mengucapkan terima kasih. Wallahul Muwafiq Illa Aqwamith Thoriq,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. KETUA RAPAT:
Baik terima kasih, kita ucapkan kepada Ketua DPR yang telah menyampaikan Pidato Penutupan Masa Sidang yang ke-IV tahun Sidang 2011-2012.
Kami atas nama seluruh Pimpinan sekali lagi mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan bagi yang menjalankan, dan Insya Allah kita ketemu kembali di Rapat Paripurna pada tanggal 16 Agustus 2012 yang akan datang.
Terima kasih.
Asslamu’alaikum Warahmatullah wabarakatuh.
(RAPAT DITUTUP PUKUL 11:55 WIB)
Jakarta, 13 Juli 2012 KETUA RAPAT,