Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas koperasi dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. atau dapat pula dikatakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas pemanfaatan sumber daya koperasi.
Jenis rasio yang digunakan penulis dalam menghitung analisis laporan keuangan dengan metode Rasio Aktivitas adalah perputaran piutang (Receivable Turn Over), perputaran modal kerja (working capital turn over), perputaran aktiva tetap (fixed assets turn over), dan perputaran aktiva (total assets turn over).
a. Perputaran piutang (receivable turn over)
Perputaran piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanam dalam piutang ini berputar dalam satu periode.
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung perputaran piutang yaitu :
Receivable turn over = Pendapatan
56
Untuk menghitung rata-rata penagihan piutang (days of receivsble) dapat digunakan rumus sebagai berikut :
Days of receivable = Jumah hari dalam 1 tahun Perputaran piutang
Perhitungan perputaran piutang Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banarmasin untuk periode 2014 s.d 2017 dapat dilihat dari tabel 4.11 berikut :
Tabl 4.12 Perhitungan Perputaran Piutang Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Tahun Pendapatan (Rp) Piutang (Rp) Perputaran Piutang 2014 423.306.359 1.340.166.137 0,31 2015 536.314.997 1.360.386.000 0,39 2016 579.422.667 1.369.700.000 0,42 2017 576.143.226 1.361.854.600 0,42
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Perhitungan Days Of Receivable Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk periode 2014 s.d 2017 dapat dilihat dari tabel 4.13 berikut:
Tabl 4.13 Perhitungan Days Of Receivable Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin Tahun Jumlah Hari
(a) Perputaran Piutang (b) Days Of Receivable 2014 365 0,31 1.177 Hari 2015 365 0,39 935 Hari 2016 365 0,42 869 Hari 2017 365 0,42 869 Hari
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Berdasarkan hasil perhitungan perputaran piutang di Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin tahun 2014 sebanyak 0,31 kali, sedangkan Days Of Receivable sebanyak 1.177 hari. Artinya perputaran piutang untuk tahun 2014 adalah 0,31 kali dibandingkan pendapatan dalam waktu 1.177 hari. Pada tahun 2015 perputaran piutang mengalami kenaikan sebanyak 0,08 kali dari tahun 2014 yaitu dari 0,31 kali menjadi 0,39 dan Days Of Receivable sebanyak 935 hari. Artinya perputaran piutang untuk tahun 2015 adalah 0,39 kali dibandingkan pendapatan dalam waktu 935 hari. kenaikan ini terjadi karena naiknya jumlah pendapatan lebih besar dari kenaikan jumlah piutang dimana pendapatan dari Rp423.306.359,00 menjadi Rp536.314.997,00 dan pendapatan dari Rp1.340.166.137,00 menjadi Rp1.360.386.000,00.
Tahun 2016 perputaran piutang mengalami kenaikan sebesar 0,03 kali dari tahun 2015 yaitu dari 0,39 kali menjadi 0,42 sedangkan Days Of Receivable sebanyak 869 hari. Artinya perputaran piutang untuk tahun 2016 adalah 0,42 kali dibandingkan pendapatan dalam waktu 869 hari. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya jumlah pendapatan lebih tinggi dari jumlah piutang yaitu dari Rp536.314.997,00 menjadi Rp579.422.667,00 dan piutang sebesar Rp1.360.386.000,00 menjadi Rp1.369.700.000,00. Sedangkan tahun 2017 perputaran piutang tidak mengalami kenaikan maupun penurunan yaitu tetap memiliki nilai 0,42, ini terjadi karena pendapatan dan piutang mengalami penurunan yang hampir sama banyaknya yaitu dari Rp579.422.667,00 menjadi Rp576.143.226,00 sedangkan piutang dari Rp1.369.700.000,00 menjadi Rp1.361.854.600,00.
Berdasarkan perhitungan perputaran piutang diatas dapat disimpulkan dengan grafik 4.9 berikut :
58
Grafik 4.9 Perkembangan Perputaran Piutang Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari grafik di atas menunjukan perputaran piutang dari tahun ketahun mengalami kenaikan ini terjadi karena modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah dan tentunya kondisi ini sangat baik bagi koperasi.
b. Perputaran modal kerja (working capital turn over)
Perputaran modal kerja merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama satu periode. Rasio ini digunakan dengan cara membandingkan antara pendapatan dengan modal kerja.
Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung perputaran modal kerja sebagai berikut :
Perputaran moda kerja = Pendapatan bersih Modal kerja 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 2014 2015 2016 2017 0.31 0.39 0.42 0.42 Ka li Tahun (9)
Tabel 4.14 Perhitungan Perputaran Modal Kerja Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Tahun Pendapatan (Rp) Modal Kerja (Rp) Perputaran Modal Kerja 2014 423.306.359 1.811.524.651 0,23 2015 536.314.997 2.053.687.787 0,26 2016 579.422.667 2.097.158.360 0,27 2017 576.143.226 2.445.544.315 0,23
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari perhitungan diatas menunjukan bahwa perputaran modal kerja Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada tahun 2014 sebesar 0,23 kali yang artinya setiap Rp1,00 modal kerja dapat menghasilkan 0,23 pendapatan. Tahun 2015 perputaran modal kerja mengalami kenaikan sebesar 0,03 kali dari tahun 2014 yaitu dari 0,23 kali menjadi 0,26 kali yang artinya setiap Rp1,00 modal kerja dapat menghasilkan 0,26 pendapatan. Kenaikan ini terjadi karena pendapatan mengalami kenaikan dari Rp423.306.359,00menjadi Rp536.314.997,00 dan modal kerja juga mengalami kenaikan dari Rp1.811.524.651,00 menjadi Rp2.053.687.787,00.
Tahun 2016 perputaran modal kerja mengalami sedikit kenaikan dari tahun 2015 yaitu dari 0,26 kali menjadi 0,27 kali yang artinya setiap Rp1,00 modal kerja dapat menghasilkan 0,27 pendapatan. Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya pendapatan dan modal kerja yang tidak terlalu banyak naiknya di mana pendapatan sebanyak Rp579.422.667,00 menjadi Rp579.422.667,00 dan modal kerja sebesar Rp2.053.687.787,00 menjadi Rp2.097.158.360,00.
Tahun 2017 perputaran modal kerja mengalami penurunan sebesar 0,04 kali dari tahun 2016 yaitu dari 0,27 kali menjadi 0,23 kali yang artinya setiap Rp1,00 modal kerja dapat menghasilkan 0,23 pendapatan. Penurunan ini di sebabkan oleh menurunnya pendapatan dari Rp579.422.667,00 menjadi Rp576.143.226,00. Dan modal kerja
60
mengalami kenaikan dari Rp2.097.158.360,00 menjadi Rp2.445.544.315,00.
Berdasarkan perhitungan perputaran modal kerja diatas dapat disimpulkan perhitungan tersebut dengan grafik 4.10 berikut :
Grafik 4.10 Perkembangan Perputaran Modal Kerja Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari grafik diatas menunjukan perputaran modal kerja yang rendah ini karena koperasi sedang mengalami kelebihan modal kerja, hal ini disebabkan karena rendahnya perputaran piutang atau saldo kas yang cukup besar.
c. Perputaran aktiva tetap (fixed assets turn over)
Fixed assets turn over atau sering disebut perputaran aktiva tetap merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Atau dengan kata lain rasio ini di gunakan untuk mengukur apakah koperasi sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum.
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 2014 2015 2016 2017 0.23 0.26 0.27 0.23 K al i Tahun
Adapun rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Perputaran Aktiva Tetap (fixed assets turn over) sebagai berikut :
Fixed asset turn over = Pendapatan Total aktiva tetap
Tabel 4. 15 Perhitungan Perputaran Aktiva TetapTahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Tahun Pendapatan (Rp)
Total Aktiva Tetaap (Rp) Perputaran Aktiva tetap 2014 423.306.359 13.000 32.562 2015 536.314.997 3.000 178.771 2016 579.422.667 5.523.000 104,91 2017 576.143.226 4.143.000 139,06
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari perhitungan perputaran aktiva tetap Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin di atas pada tahun 2014 memperoleh nilai sebesar 32.562 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 32.562 kali aktiva tetap atau setiap Rp1,00 aktiva tetap menghasilkan Rp32.562 pendapatan. Tahun 2015 mengalami kenaikan sebanyak 146.209 kali dari tahun 2014 sebesar 32.562 kali menjadi 178.771 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 178.771 kali aktiva tetap atau setiap Rp1,00 aktiva tetap Menghasilkan Rp Rp178.771 pendapatan. Terjadinya kenaikan disebabkan oleh naiknya pendapatan dari Rp423.306.359,00 menjadi Rp536.314.997,00 dan aktiva tetap mengalami penurunan dari Rp13.000,00 menjadi Rp3.000,00.
Pada tahun 2016 mengalami penurunan sebanyak 178.666,09 kali dari tahun sebelumnya 178.771 kali menjadi 104,91 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 104,91 kali aktiva tetap atau setiap Rp1,00 aktiva tetap dijamin oleh Rp104,91 pendapatan. Terjadinya penurunan disebabkan oleh naiknya pendapatan dari Rp536.314.997,00 menjadi Rp579.422.667,00 dan aktiva tetap juga mengalami kenaikan yang cukup
62
besar yaitu Rp3.000 menjadi Rp5.523.000. tahun 2017 mengalami kenaikan sebanyak 34,15 kali dari tahun sebelumnya sebesar 104,91 kali menjadi 139,06 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 139,06 kali aktiva tetap atau setiap Rp1,00 aktiva tetap menghasilkan Rp139,06 pendapatan. Terjadinya kenaikan disebabkan oleh turunnya pendapatan dari Rp579.422.667,00 menjadi Rp576.143.226,00 dan aktiva tetap juga mengalami penurunan sebesar Rp5.523.000,00 menjadi Rp4.143.000,00.
Berdasarkan perhitungan perputaran aktiva tetap diatas dapat disimpulkan perhitungan dalam bentuk grafik 4.11 berikut ini :
Grafik 4.11 Perkembangan Perputaran Aktiva Tetap tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari grafik diatas menunjukan perubahan perputaran aktiva tetap yang cukup banyak yang disebabkan oleh aktiva tetap dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
d. Perputaran total aktiva (total assets turn over)
Total Assets Turn Over atau sering di sebut perputaran aktiva tetap adalah rasio yang digunakan untuk mengukur perputaran semua aktiva
0 50,000 100,000 150,000 200,000 2014 2015 2016 2017 32,562 178771 104.91 139.06 Ka li Tahun
yang dimiliki koperasi serta untuk mengukur berapa jumlah pendapatan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva.
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turn Over) sebagai berikut :
Total assets turn over = Pendapatan Total aktiva
Tabel 4.16 Perhitungan Perputaran Total Aktiva Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Tahun Pendapatan (Rp) Total Aktiva (Rp) Perputaran Aktiva 2014 423.306.359 1.811.537.651 0,23 2015 536.314.997 2.053.690.787 0,26 2016 579.422.667 2.277.681.360 0,25 2017 576.143.226 2.594.687.315 0,22
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari perhitungan diatas tahun 2014 memperoleh nilai sebesar 0,23 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 0,23 kali aktiva atau setiap Rp1,00 aktiva menghasilkan Rp0,23 pendapatan. Tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 0,03 kali dari tahun 2014 sebesar 0,23 kali menjadi 0,26 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 0,26 kali aktiva atau setiap Rp1,00 aktiva menghasilkan Rp0,26 pendapatan. Terjadinya kenaikan disebabkan oleh naiknya pendapatan dari Rp423.306.359,00 menjadi Rp536.314.997,00 dan aktiva juga mengalami kenaikan dari Rp1.811.537.651,00 menjadi Rp2.053.690.787,00.
tahun 2016 mengalami penurunan sebanyak 0,01 kali dari tahun sebelumnya sebesar 0,26 kali menjadi 0,25 kali yang artinya jumlah pendapatan sebanyak 0,25 kali aktiva tetap atau setiap Rp1,00 aktiva tetap menghasilkan Rp0,25 pendapatan. Terjadinya penurunan disebabkan oleh naiknya pendapatan dari Rp536.314.997,00 menjadi Rp579.422.667,00 dan aktiva juga mengalami kenaikan dari Rp2.053.690.787,00 menjadi Rp2.277.681.360,00. Dan tahun 2017
64
mengalami penurunan sebanyak 0,03 kali dari tahun 2016 sebesar 0,25 kali menjadi 0,22 kali. Terjadinya penurunan di sebabkan oleh turunnya pendapatan dari Rp579.422.667,00 menjadi Rp576.143.226,00 dan aktiva mengalami kenaikan sebesar Rp2.277.681.360,00 menjadi Rp2.594.687.315,00.
Berdasarkan perhitungan perputaran total aktiva di atas maka dapat disimpulkan dalam bentuk grafik 4.12 berikut ini :
Grafik 4.12 Perkembangan Perputaran Total Aktiva Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banarmasin
Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari grafik diatas menunjukan perputaran total aktiva mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh total aktiva dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
Berdasarkan perhitungan rasio aktivitas diatas perkembangan perputaran modal kejra (Working Capital Turn Over), perputaran aktiva tetap (fixed assets turn over), perputaran total aktiva (total assets turn over) dapat dilihat pada tabel 4.17 dan grafik 4.13 berikut :
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 2014 2015 2016 2017 0.23 0.26 0.25 0.22 K al i Tahun
Tabel 4.17 Perkembangan Rasio Aktivitas Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin
No Jenis Ratio 2014 2015 2016 2017
1 Perputaran Piutang 0,31 0,39 0,42 0,42
2 perputaran modal kejra 0,23 0,26 0,27 0,23 3 perputaran aktiva tetap 32.562 178.771 104,91 139,06 4 Perputaran total aktiva 0,23 0,26 0,25 0,22 Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Grafik 4.13 Perkembangan Rasio Aktivitas Tahun 2014 s.d 2017 Koperasi Karyawan Sabilal Muhtadin Banjarmasin Sumber : Koperasi Karyawan SMB (diolah penulis, 2019)
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa rasio perputaran piutang semakin naik dan perputaran modal kerja dan perputaran total aktiva cukup stabil, sedangkan perputaran aktiva tetap mengalami fluktuasi yang cukup tinggi kenaikannya di tahun 2015.
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000 2014 2015 2016 2017 0.31 0.39 0.42 0.42 0.23 0.26 0.27 0.23 32,562 178,771 104.91 139.06 0.23 0.26 0.25 0.22 Kali Tahun
Perputaran Piutang Perputaran Modal Kerja
66