• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rasio Guru terhadap Murid per Kelas Rata-Rata

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Terhadap 10.000 Jumlah Penduduk Usia Sekolah SD/MI dan SMP/MTs Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

4) Rasio Guru terhadap Murid per Kelas Rata-Rata

Rasio guru/murid per kelas rata-rata adalah perbandingan antara jumlah guru per kelas dengan jumlah murid dalam satuan pendidikan tertentu, rasio guru/murid per kelas rata-rata untuk jenjang SD/MI capaiannya kurang baik ditunjukkan dengan menurunnya rasio dari 1,36 pada Tahun 2008 menjadi 1,07 pada Tahun 2012. Pada kurun waktu yang sama untuk jenjang SMP/MTs capaiannya baik dikarenakan meningkat dari 2,03 menjadi 2,31 sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.57.

Tabel 2.57.

Rasio Guru dan Murid Jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Jenjang Pendidikan Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 SD/MI Jumlah kelas 146.875 147.900 147.911 148.277 148.388 Rasio guru/murid

per kelas rata-rata 1,36 1,20 1,16 1,15 1,07

SMP/MTs

Jumlah kelas 42.289 42.944 44.068 45.835 47.718 Rasio guru/murid

per kelas rata-rata 2,03 2,33 2,29 2,21 2,31

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013. b. Pendidikan Menengah

1) Angka Partisipasi Sekolah

Capaian Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang pendidikan menengah relatif rendah. APS penduduk usia 16-18 tahun pada Tahun 2008 sebesar 53,36%, meningkat menjadi 58,56% pada Tahun 2012. Walaupun mengalami peningkatan namun capaian tersebut termasuk kategori rendah. Rendahnya APS pada jenjang pendidikan menengah disebabkan oleh

II - 66

tingginya biaya pendidikan pada jenjang pendidikan menengah, selain itu keberadaan pendidikan menengah secara geografis jauh dari pemukiman penduduk serta jumlah sekolah menengah relatif sedikit. Perkembangan Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada jenjang pendidikan menengah dapat dilihat pada Gambar 2.26.

Sumber : Badan Pusat Statistik Tahun 2012 Gambar 2.26

Angka Partisipasi Sekolah pada Jenjang Pendidikan Menengah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa, APS SMA/SMK/MA, Provinsi Jawa Tengah menempati posisi ke-5 dan masih lebih rendah dibandingkan dengan APS nasional, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.58.

Tabel 2.58.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) SMA/SMK/MA Provinsi di Pulau Jawa dan Nasional Tahun 2012

No Provinsi APS 1 Banten 58,58 2 Jawa Barat 55,69 3 DKI Jakarta 60,81 4 Jawa Tengah 58,56 5 DIY 80,22 6 Jawa Timur 61,68 Nasional 61,06

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2012

2) Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia Sekolah

Selama kurun waktu 2008 - 2012 ketersediaan SMA/SMK/MA menga-lami peningkatan, sedangkan untuk jumlah penduduk usia sekolah yang perkembangan mengalami penurunan, sebagaimana pada Tabel 2.59.

II - 67

Tabel 2.59.

Jumlah Sekolah dan Jumlah Penduduk Usia Sekolah SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah SMA/ SMK/ MA 2.172 2.309 2.458 2.513 3.407 Jumlah penduduk usia 16-18 th 1.647.632 1.623.463 1.547.110 1.505.602 1.545.555 Rasio SMA/SMK/MA per 10.000 penduduk Usia 16 – 18 tahun 13,18 14,22 15,89 16,69 22,04

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2012

Berdasarkan data di atas rasio ketersediaan sekolah untuk jenjang pendidikan menengah mengalami peningkatan yaitu dari 13,18 pada Tahun 2008 menjadi 22,04 per 10.000 penduduk usia 16-18 tahun pada Tahun 2012. Rasio ideal mendekati angka 30 sehingga kondisi tersebut belum ideal.

3) Rasio Guru terhadap Murid

Rasio guru terhadap murid adalah jumlah guru per 10.000 jumlah murid berdasarkan tingkat pendidikan. Rasio ini mengindikasikan ketersediaan tenaga pengajar juga mengukur jumlah ideal murid untuk satu guru agar tercapai mutu pembelajaran.

Selama kurun waktu Tahun 2008 - 2012 rasio ketersediaan guru per 10.000 murid SMA/SMK/MA di Jawa Tengah cenderung membaik, yaitu dari 13,26 menjadi 10,27, sebagaimana Tabel 2.60.

Tabel 2.60.

Rasio Guru terhadap Murid SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Jenjang Pendidikan SMA/SMK/MA Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah guru 67.429 71.173 90.090 101.656 103.187 Jumlah murid 894.073 934.743 985.942 1.105.319 1.060.257 Rasio 13,26 13,13 10,94 9,99 10,27

Sumber : Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2013 4) Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata

Rasio guru/murid per kelas rata-rata adalah perbandingan antara jumlah guru per kelas dengan jumlah murid dalam satuan pendidikan tertentu, secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 2.61.

Tabel 2.61.

Rasio Guru dan Murid Jenjang SMA/SMK/MA di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 – 2012

Jenjang Pendidikan SMA/SMK/MA

Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

Jumlah kelas 25.375 26.144 26.307 27.966 31.092 Rasio guru/murid per

kelas rata-rata 6,65 5,56 5,18 4,57 4,17

II - 68 c. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

PAUD merupakan upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir hingga usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.

Angka Partisipasi Kasar PAUD di Provinsi Jawa Tengah selama kurun waktu 2008-2012 mengalami peningkatan dari 59,22% pada Tahun 2008 menjadi 70,50% pada Tahun 2012. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak meningkat. Apabila dibandingkan dengan capaian nasional, APK PAUD Jawa Tengah berada diatas capaian nasional sebesar 63%, selengkapnya sebagaimana Gambar 2.27.

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah,2013 Gambar 2.27.

Angka Partisipasi Kasar PAUD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012 d. Fasilitas Pendidikan

Bangunan sekolah dalam kondisi baik akan memberikan kontribusi bagi semangat belajar, karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik.

Selama kurun waktu 2008 - 2012, persentase bangunan sekolah SD/MI dalam kondisi baik mengalami peningkatandari 54% menjadi 94,75% kemudian untuk sekolah SMP/MTs mengalami peningkatan dari 60% menjadi 96,76% dan sekolah SMA/SMK/MA juga mengalami peningkatan dari 20% menjadi 80%. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.62.

Tabel 2.62.

Kondisi Bangunan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Dalam Kondisi Baik

Tahun 2008 - 2012

No Jenjang 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012

1 SD/MI/SDLB 54 62 70 85,38 94,75

2 SMP/MTs/SMPLB 60 68 73 82,86 96,76

3 SMA/SMK/MA 20 25 30 76,53 80

II - 69 e. Angka Putus Sekolah (APS)

Angka putus sekolah untuk jenjang pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB dan SMA/SMK/MA selama kurun waktu 2008-2012 mengalami penurunan. APS SD/MI turun dari 0,3% menjadi 0,12%. APS SMP/MTs dari 0,98% menjadi 0,38%, sedangkan untuk APS SMA/SMK/MA dari 0,11% menjadi 0,08%. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.63.

Tabel 2.63.

Angka Putus Sekolah SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Jenjang 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012

1 SD/MI/SDLB 0,3 0,22 0,22 0,16 0,12

2 SMP/MTs/SMPLB 0,98 0,72 0,68 0,5 0,38

3 SMA/SMK/MA 0,11 0,17 0,1 0,09 0,08

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2012 f. Angka Kelulusan

Angka Lulus menunjukkan tingkat kelulusan siswa dalam menyelesaikan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan. Capaian Angka Lulus pada Tahun 2008-2012 mengalami peningkatan di semua jenjang pendidikan, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.64.

Tabel 2.64.

Angka Lulus SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Jenjang 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012

1 SD/MI/SDLB 95,17 95,98 96,29 98,40 99,95

2 SMP/MTs/SMPLB 92,83 93,96 94,00 99,05 99,15

3 SMA/SMK/MA 93,13 92,03 94,19 95,00 95,59

Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2012

Selanjutnya terkait dengan nilai ujian akhir nasional, terlihat bahwa hasil nilai ujian akhir nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah di Jawa Tengah mengalami fluktuasi, sebagaimana terlihat pada Tabel 2.65.

Tabel 2.65.

Nilai Ujian Akhir Nasional

SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Tahun 2008 - 2012

No Jenjang Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

1 SD/MI/SDLB 6,76 6,64 7,4 7,31 7,06

2 SMP/MTs/SMPLB 6,43 6,89 7,16 6,75 6,8

3 SMA/SMK/MA 7,08 7,27 7,19 7,72 7,73

II - 70 g. Angka Melanjutkan

Persentase siswa lulusan SD/MI dan SMP/MTs yang melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi dalam kurun waktu Tahun 2008-2012 mengalami peningkatan. Angka melanjutkan ke SMP/MTs sebesar 90,04% menjadi 94,57%, sedangkan angka melanjutkan ke SMA/SMK/MA dari 71,95% menjadi 81,07%, dapat dilihat pada Tabel 2.66.

Tabel 2.66.

Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs

dan SMP/MTs ke SMA/SMK/MA Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Jenjang Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

1

Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke

SMP/MTs 90,04 92,01 92,64 93,78 94,57

2 Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA

71,95 74,13 75,62 76,99 81,07 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2012

h. Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1/D4

Kualitas pendidik salah satunya ditunjukkan melalui indikator kualifikasi S1/D4 pendidik. Selama kurun waktu Tahun 2008-2012, persentase pendidik yang memiliki kualifikasi S1/D4 di berbagai jenjang pendidikan mengalami peningkatan. Namun demikian persentase pendidik PAUD dan SD/MI/SDLB masih relatif rendah, sebagaimana tertera pada Tabel 2.67.

Tabel 2.67.

Persentase Pendidik Berkualifikasi SI/D4 Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

No Jenjang 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 1 Pendidik PAUD berkualifikasi S1/D4 11,30 12,00 18,83 20,99 31,01 2 Pendidik SD/MI/SDLB berkualifikasi S1/D4 22,90 25,90 34,11 45,40 51,56 3 Pendidik SMP/MTs/SMPLB berkualifikasi S1/D4 73,80 74,70 76,03 78,01 84,57 4 Pendidik SMA/SMK/MA berkualifikasi S1/D4 82,50 83,20 85,81 88,48 91,85 Sumber: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, 2012

2. Kesehatan

a. Rasio Puskesmas Per Satuan Penduduk

Rasio Puskesmas di Jawa Tengah Tahun 2008-2012 cenderung fluktuatif, berdasarkan data pada Tabel 2.68 menggambarkan rasio Puskesmas terhadap jumlah penduduk setiap tahunnya masih di bawah standar Kementerian Kesehatan RI yaitu satu Puskesmas melayani 30.000 penduduk.

II - 71

Tabel 2.68.

Rasio Puskesmas Terhadap Jumlah Penduduk Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 – 2012

Tahun JumlahPuskesmas (unit) JumlahPenduduk (orang) Rasio

2008 861 32.626.390 1 : 37.894

2009 853 32.864.563 1 : 38.528

2010 864 32.382.657 1 : 37.480

2011 867 32.643.612 1 : 37.651

2012 873 33.270.307 1 : 38.110

Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, 2012 b. Rasio dokter per satuan penduduk

Kurun waktu 2008-2012 rasio dokter umum di Jawa Tengah lebih besar dibandingkan dokter spesialis dan dokter gigi. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah dokter umum yang melaksanakan pelayanan kesehatan lebih banyak dibandingkan dokter spesialis. Data perkembangan rasio dokter dapat dilihat pada Tabel 2.69.

Tabel 2.69.

Perkembangan Rasio Dokter

Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Tahun Dokter Umum Dokter Spesialis Dokter Gigi

Jumlah Rasio Jumlah Rasio Jumlah Rasio

2008 3.397 0,104 1.713 0,049 888 0,027

2009 3.578 0,109 2.149 0,065 943 0,029

2010 3.605 0,111 2.148 0,066 943 0,029

2011 4.224 0,129 2.343 0,072 1.058 0,032 2012 4.264 0,128 2.157 0,065 1.091 0,033 Sumber : BPS Provinsi Jawa Tengah, 2012

c. Rasio tenaga paramedis per satuan penduduk

Keberadaan tenaga paramedis sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan masyarakat. Rasio tenaga paramedis (perawat, bidan, tenaga farmasi dan tenaga gizi) di Jawa Tengah dari Tahun 2009 - 2012 cenderung meningkat. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.70.

Tabel 2.70.

Perkembangan Rasio Tenaga Paramedis Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 - 2012

Tahun Perawat Bidan Tenaga Farmasi Tenaga Gizi

Jumlah Rasio Jumlah Rasio Jumlah Rasio Jumlah Rasio

2009 24.763 0,753 12.456 0,379 3.633 0,111 1.472 0,045 2010 24.790 0,766 12.456 0,385 3.637 0,112 1.475 0,046 2011 24.472 0,750 13.100 0,401 4.376 0,134 1.549 0,047 2012 27.404 0,824 14.443 0,434 5.347 0,161 1.575 0,047 Sumber : Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2013

II - 72

d. Persentase balita usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif

Cakupan pelayanan kesehatan anak Balita Tahun 2008-2012 mengalami fluktuasi dan cenderung menurun. Kondisi ini dikarenakan kurangnya kampanye ASI dibandingkan dengan promosi susu formula, belum semua Rumah Sakit dan Rumah Bersalin serta Puskesmas perawatan persalinan mempunyai media promosi ASI Eksklusif dan tenaga terlatih untuk Inisiasi Menyusui Dini (IMD) serta belum semua masyarakat memahami arti pentingnya ASI Eksklusif, sebagaimana tercantum pada Tabel 2.71.

Tabel 2.71.

Persentase Balita Usia 0-6 Bulan yang Mendapat ASI Eksklusif Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Tahun Jumlah Bayi diberi ASI Eksklusif Jumlah Bayi yang Cakupan (%)

2008 562.427 162.900 28,96

2009 340.373 136.862 40,21

2010 488.495 181.600 37,18

2011 247.647 112.338 45,36

2012 577.407 148.059 25,60

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2012 e. Kondisi Penyakit Menular yang Terdeteksi

Penyakit menular yang menjadi prioritas program di Provinsi Jawa Tengah adalah TB, HIV/AIDS, Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka kesakitan DBD di Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012 cenderung mengalami penurunan, sedangkan penemuan kasus HIV/AIDS mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian untuk meningkatkan langkah preventif melalui advokasi, dan pemberian pemahaman bagi masyarakat serta pendampingan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Kondisi penyakit menular yang terdeteksi di Jawa Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.72.

Tabel 2.72.

Kondisi Penyakit Menular

Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Tahun IR DBD per 100.000 penduduk CFR DBD (%) CDR TB (%) CR TB (%) HIV / AIDS Kasus

HIV Kasus AIDS

2008 59,2 1,19 47,97 83,9 259 170 2009 57,9 1,42 48,15 85,01 143 430 2010 56,8 1,29 55,38 85,15 373 501 2011 15,3 0,93 59,52 82,90 755 521 2012 19,29 1,52 58,45 83,64 607 797 Sumber : Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2012

f. Persentase Rumah Sakit yang Dibina untuk Akreditasi

Jumlah Rumah Sakit (RS) yang dibina untuk akreditasi pelayanan dari Tahun 2008 - 2012 mengalami peningkatan, sehingga pelayanan di

II - 73

tingkat rujukan menjadi lebih optimal. Jumlah RS yang dibina untuk akreditasi tercantum pada Tabel 2.73.

Tabel 2.73.

Persentase Rumah Sakit yang Dibina Untuk Akreditasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 - 2012

Tahun Jumlah Rumah Sakit Jumlah yang dibina untuk akreditasi Persentase

2008 217 29 13,36

2009 227 37 16,30

2010 243 54 22,22

2011 247 44 21,86

2012 263 135 51,33

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2012

g. Jumlah Penduduk Miskin Yang Memanfaatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda)

Kemampuan membeli masyarakat terhadap pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat miskin mengakibatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan rendah, untuk itu perlu dilaksanakan Program Jamkesmas dan Jamkesda. Persentase penduduk miskin yang terlayani Jamkesda dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yaitu 1,75% pada Tahun 2010 menjadi 15,69% pada Tahun 2012, seperti terlihat pada Tabel 2.74.

Tabel 2.74.

Jumlah Penduduk Miskin Pemanfaat Jamkesmas dan Jamkesda

Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 – 2012

Tahun Jumlah Penduduk Miskin (PPLS) Jumlah yang menerima Jamkesmas % Jumlah yang menerima Jamkesda % Keterangan 2008 9.828.568 11.715.881 119,20 - - Blm ada Jamkesda, adanya Askeskin 2009 12.938.386 11.715.881 90,55 - - Blm ada jamkesda 2010 12.801.233 11.715.881 91,52 225.000 1,75 2011 13.003.805 11.715.881 90,10 2.248.596 17,29 2012 12.447.383 12.274.134 98,61 1.954.005 15,69 Sumber: TNP2K dan Kementerian Kesehatan, 2012

Pemberi pelayanan kesehatan Jamkesmas dan Jamkesda yaitu 873 Puskesmas dengan jumlah tempat tidur kelas III sebanyak 4.123 TT dan 263 rumah sakit dengan jumlah tempat tidur kelas III sebanyak 12.868 TT.