• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

2.1.4 Analisis Rasio Keuangan

2.1.4.1 Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utang (kewajiban) jangka pendeknya yang jatuh tempo, atau rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih.18

Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang

18 Kasmir, analisis laporan keuangan …. hal. 110

21

digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total pasiva lancar (utang jangka pendek). Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.19

Terdapat dua hasil penilaian terhadap pengukuran rasio likuiditas, yaitu apabila perusahaan mampu memenuhi kewajibannya, dikatakan perusahaan tersebut dalam keadaan likuid.

Sebaliknya, apabila perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban tersebut, dikatakan perusahaan dalam keadaan illikuid.20

Tujuan dan Manfaat rasio Likuiditas sebagai berikut :

1. Untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih

19 Kasmir, Analisis Laporan Keuangan …. Hal. 130

20 Ibid

22 2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan.

3. Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang.

4. Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.

5. Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

6. Sebagai alat perencanaan kedepan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.

7. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode.

8. Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing komponen yang ada di aktiva lancar dan hutang lancar.

9. Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

23

Jenis - jenis Rasio Likuiditas yaitu : a. Rasio Lancar (Current Ratio)

Merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo.21

Aktiva lancar Current Ratio =

Utang lancar

b. Rasio Cepat (Quick Ratio )

Merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory).

Artinya nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana lebih

21 Kasmir, Analisis Laporan Keuangan ….hal. 134

24 cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.22

Aktiva Lancar – Persediaan Quick Ratio =

Utang Lancar c. Rasio kas ( Cash Ratio )

Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersediannya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank ( yang dapat ditarik setiap saat). Dapat dikatakan rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka pendeknya.23

Kas + Bank Cash Ratio =

Utang Lancar

d. Rasio Perputaran Kas (Cash Turnover)

Digunakan untuk mengukur tingkat kecukupan modal kerja perusahaan yang di

22Kasmir, Analisis Laporan Keuangan ….hal. 136-137

23Ebid ….hal. 138-139

25

butuhkan untuk membayar tagihan dan membiayai penjualan. Artinya, rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat ketersediaan kas untuk membayar tagihan (utang) dan biaya-biaya yang berkaitan dengan penjualan.24

Penjualan Bersih Rasio Perputaran Kas =

Modal kerja bersih e. Inventory to Net Working Capital

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahan. Modal kerja tersebut terdiri dari pengurangan antara aktiva lancar dengan utang lancar.25

Inventory Inventoty to NWC =

Current Asset–

Current Liabilities 2.1.4.2 Rasio Profitabilitas

Merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga

24Ebid …. Hal. 140

25 Kasmir, Analisis Laporan Keuangan ….hal. 141-142

26 memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Dikatakan perusahaan rentabilitasnya baik apabila mampu memenuhi target laba yang telah ditetapkan dengan menggunakan aktiva atau modal yang dimilikinya.26

Tujuan penggunaan rasio profitabilitas yaitu : 1. Untuk mengukur atau menghitung laba yang

diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

2. Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

3. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu.

4. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

Manfaat rasio profitabilitas yaitu :

1. Mengetahui besarnya tingkat laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode.

2. Mengetahui posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang.

26Ebid……hal. 114

27

3. Mengetahui perkembangan laba dari waktu ke waktu.27

Jenis – jenis Rasio Profitabilitas : a. Profit Marjin ( Profit Margin on Sales )

Merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan.

Rasio ini diukur dengan cara membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih.28

Penjualan Bersih – HPP Profit margin =

Sales b. Return on Investment ( ROI)

Merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI merupakan suatu ukuran tentang efektifitas manajemen dalam mengelola investasinya.29

Earning After Interest and Tax ROI =

Total Assets

27Kasmir, Analisis Laporan Keuangan … hal. 197-198

28 Ebid….hal.199

29 Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2015), hal 115

28 c. Return on Equity (ROE)

Merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya, posisi pemilik perushaan makin kuat, demikian pula sebaliknya.30

Laba Bersih ROE =

Modal Saham

d. Laba Per Lembar Saham ( Earning Per Share ) Merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, begitu pula sebaliknya.31

Laba saham baiasa Laba per lembar saham =

Saham biasa yang beredar

30 Kasmir, Analisis Laporan Keuangan …. Hal. 204

31ebid ……hal. 207

29

Dokumen terkait