• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendek.

Menurut Kasmir (2015) Rasio likuiditas atau juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca , yaitu total aset lancar dengan total passiva lancar (utang jangka pendek).

Penilaian dapatdilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.

Tujuan & manfaat Rasio Likuiditas Menurut Kasmir (2010) Tujuan dan Manfaat yang dapat dipetik dari hasil rasio likuiditas adalah sebagai berikut:

a.) Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Hal ini berarti, kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah ditetapkan tanggal dan bulan tertentu.

b.) Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar secara keseluruhan. Hal ini berarti, jumah kewajiban yang berumur di bawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total aset lancar.

c.) Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang. Dalam hal ini aset lancar dikurangi sediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih rendah.

d.) Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan.

e.) Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

f.) Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan hutang.

g.) Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode.

h.) Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing- masing komponen yang ada di aset lancar dan hutang lancar.

i.) Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini.

Bagi pihak luar perusahaan, seperti pihak penyandang dana kreditor, investor, distributor, dan masyarakat luas, rasio likuiditas bermanfaat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada pihak ketiga.

Current Ratio dan Quick ratio.

a) Current Ratio atau Rasio Lancar

Rasio lancar (Current Ratio) merupakan salah satu rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuiditas atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa menghadapi kesulitan.

Menurut Agnes Sawir (2017) Current Ratio merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek karena rasio ini menunjukkan seberapa jauh tuntutan dari kreditur jangka pendek dipenuhi oleh aset yang diperkirakan menjadi uang tunai dalam periode yang sama dengan jatuh tempo utang. Selain itu menurut Syamsuddin (2016) bahwa Current Ratio merupakan salah satu rasio finansial yang sering digunakan. Tingkat Current Ratio dapat ditentukan dengan jalan membandingkan antara Current Assets dengan Current Liabilities. Semakin besar Current Ratio menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya (termasuk didalamnya

kewajiban membayar dividen kas yang terutang). Menurut Kasmir (2018) bahwa rasio lancar (Current Ratio) merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secar keseluruhan. Adapun definisi utang lancar menurut Soemarso (2014) bahwa utang (Liabilities) merupakan sumber pembelanjaan perusahaan yang berasal dari kreditur.

Sementara itu menurut Kasmir (2018) bahwa utang lancar merupakan kewajiban perusahaan jangka pendek (maksimal satu tahun). Artinya, utang ini segera harus dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun. Adapun komponen utang lancar terdiri dari utang dagang, utang bank satu tahun, utang wesel, utang gaji, utang pajak, utang dividen, biaya diterima di muka, utang jangka panjang yang sudah hampir jatuh tempo serta utang jangka pendek lainnya. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Current Ratio merupakan salah satu rasio likuiditas yang menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang jangka pendek yang jatuh tempo dengan harta lancar yang dimiliki perusahaan. Rumus Current Ratio adalah sebagai berikut.

Current Ratio = Aset Lancar

Kewajiban jangka pendek

 Aset lancar dapat dihitung dengan menambahkan kas, piutang, perlengkapan, dan lainnya

 Kewajiban jangka pendek dihitung dengan cara menjumlahkan hutang hutang yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun

Current Ratio pada PT.Gudang garam,Tbk adalah sebagai berikut:

1. Tahun 2018 (Dalam jutaan rupiah)

Current Ratio = 52.081.133 22.003.567 = 2,4

2. Tahun 2019 (Dalam jutaan rupiah)

Current Ratio = 45.284.719 25.258.727 = 1,8

Dari perhitungan diatas Current Ratio pada tahun 2018 lebih tinggi daripada tahun 2019. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan perusahaan dalam membayar kewajban lancar menggunakan aset lancarnya lebih tinggi pada tahun 2018 dibanding tahun 2019. Namun dalam analisis rasio likuiditas, jika rasio diatas 1 itu berarti perusahaan aman untuk membayar kewajiban lancarnya menggunakan aset lancar.

B. Quick Ratio atau Rasio Cepat

Pengertian Quick Ratio Menurut Kasmir (2012). Rasio cepat merupakan rasio yang dapat menunjukan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar, memenuhi kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan menggunakan aset lancar tanpa perlu memperhitungkan inventory (nilai sediaan). Pengertian Quick Ratio Menurut Hanafi dan

Halim (2012). Rasio cepat adalah perbandingan antara aset lancar yang dikurangi persediaan dengan utang lancarnya. Pada rasio ini jumlah inventory atau persediaan sebagai salah satu komponen dari aset lancar yang perlu dikeluarkan, sebab persediaan adalah komponen dari aset lancar yang paling tidak likuid, kemudian dengan Quick Ratio yaitu dimaksudkan untuk membandingkan aset yang lebih lancar.

Quick Ratio = Aset Lancar- Persediaan Kewajiban Jangka Pendek

 Aset lancar dapat dihitung dengan menambahkan kas, piutang, perlengkapan, dan lainnya

 Kewajiban jangka pendek dihitung dengan cara menjumlahkan hutang

hutang yang harus dibayar dalam jangka waktu 1 tahun

 Persediaan dapat diketahui dengan menjumlahkan barang persediaan, bahan baku, dan hal lain yang termasuk ke dalam persediaan.

Quick Ratio pada PT.Gudang garam,Tbk adalah sebagai berikut:

1. Tahun 2018 (Dalam jutaan rupiah)

Quick Ratio = 52.081.133 – 38.560.045 22.003.567

= 0,61

2. Tahun 2019 (Dalam jutaan rupiah)

Quick Ratio = 45.284.719 – 42.847.314 25.258.727

= 0,01

Dari perhitungan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kedua tahun yakni 2018 dan 2019 perusahaan tidak memiliki kemampuan yang baik dalam pemenuhan kewajibannya. Dilihat dari angka keduanya sama sama menunjukkan lebih kecil dari 1. Namun tahun 2018 lebih tinggi nilainya daripada tahun 2019.

Dokumen terkait