BAB II : LANDASAN TEORITIS
D. Rasio Profitabilitas
Rasio-rasio keuangan sangat banyak jenisnya, sebab rasio dapat dibuat menurut kebutuhan pengganalisa. Setiap analisa rasio mempunyai tujuan dan
kegunaan yang menentukan perbedaan penekanan yang sesuai dengan tujuan dan analisa yang dilakukan seorang manajer keuangan misalnya ingin menginterprestasikan posisi keuangan jangka pendek dalam memanfaatkan aktiva yang ada dan menjadi milik dari perusahaan yang dikelolanya dan berapa yang dikelolannya dan berapa hasil laba yang didapat dari sumber pemanfaatan dari sumber daya keuangan tadi. Manajer tersebut akan lebih menekankan pada rasio-rasio likuiditas dan rentabilitas. Hal serupa juga berlaku bagi kondisi-kondisi perusahaan yang memerlukan penekanan pada bidang-bidang yang dianggap perlu dianalisa lebih lanjut.
Rasio keuangan diperoleh dengan cara membandingkan elemen-elemen laporan keuangan dan utamanya adalah elemen-elemen yang terdapat dalam neraca dan laporan laba rugi. Rasio untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan untuk operasi tersebut (rentabilitas) atau mengukkur kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Profitabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal kerja yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
Harahap (2001:304) rentabilitas atau yang disebut juga profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal jumlah karyawan dan sebagainya. Rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut operating ratio.
Menurut Riyanto (2000:28) perbandingan tersebut dirumuskan secara
umum sebagai berikut: 100%
M L as
Rentabilit = x Dimana L adalah jumlah laba
yang diperoleh selama periode tertentu dan M adalah modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.
Menurut David (2002:86) “Rasio profitabilitas adalah rasio yang bertujuan untuk melakukan pengukuran terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang diperoleh dari modal-modal yang digunakan untuk operasi tersebut ”.Menurut Hadibroto (2003:7) “Rasio profitabilitas / rentabilitas adalah kemampulabaan perusahaan dari hasil operasi dengan memperoleh pendapatan yang direncanakan”.
Hal ini diperkuat oleh pendapat Munawir (2002:86 ) yang menyatakan bahwa
Rasio untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal – modal yang digunakan untuk operasi tersebut (profitabilitas) atau mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Yang dapat diukur dengan menggunakan beberapa ratio diantaranya adalah rasio laba dengan aktiva usaha, perputaran aktiva usaha, gross margin ratio, operating margin ratio, net margin rasio, rate of ROI, net rate of ROI, rentabilitas modal sendiri, laba perlembar saham biasa.
Berdasarkan laporan laba rugi diatas maka dapat diketahui perhitungan rasio keuntungan (rentabilitas) sebagai berikut:
1). Gross Profit margin
Gross profit margin, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bruto per rupiah penjualan. Dan efisiensi pengendalian harga pokok (biaya produksi) atau kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien.
Operasi Pendapatan Operasi Laba margin Profit =
2). Operating Income Ratio (OIR)
Operating income ratio atau operting profit margin, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan
Operasi Biaya Operasi Pendapatan OIR =
3). Net Profit Margin
Net Profit Margin, merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan melalui penjualan yang dilakukan
Sales Profit Net Margin Profit Net = 4). Return On Investment
Return On Investment, digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola modal kerja perusahaan yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi + saham).
Asset Total Profit Net Invesment On Return = 5. Return On Equity,
Return On Equity digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola modal kerja perusahaan yang diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan.
Net Worth Profit Net Invesment On Return =
Sedangkan menurut Hansen (2000:28) menyatakan profitabilitas merupakan suatu kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan aktiva yang dimiliki oleh perusahaan”. Rasio-rasio yang digunakan dalam rasio rentabilitas adalah:
1. Ratio Operating Income dengan Operating Asset
Profitabilitas perusahaan dapat dilakukan dengan menghubungkan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan pokok perusahaan dengan kekayaan atau aset yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan itu. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:
Assets Operating Income Operating Assets Operating to Income Operating Ratio =
Turn over dari Operating Assets
Merupakan rasio antara jumlah aktiva yang digunakan dalam operasi terhadap jumlah penjualan yang diperoleh selama periode tertentu. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut:
Penjualan Assets Operating Assets Operating Over Turn = 2. Return On Investment
Return On Investment merupakan analisa keuangan yang bersifat komprehensif. ROI bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan untuk menghasilkan untung.
a. Turn over dari operating assets
b. Profit margin yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam prosentase dan jumlah penjualan bersih.
Secara matematis dirumuskan sebagai berikut: margin Profit x turnover assets Operating ROI= atau Penjualan usaha Laba x assets Operating Penjualan ROI= atau Assets Operating Usaha Laba ROI=
Menurut Munawir (2002:92) menyatakan kegunaan dan kelemahan ROI sebagai alat analisis Laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Kegunaan:
a. Kegunaan yang bersifat menyeluruh
b. Bisa digunakan sebagai bahan perbandingan dengan data indutri. c. Dapat dilakukan untuk mengukur efisiensi tindakan-tindakan yang
dilakukan oleh divisi pada perusahaan.
d. Analisa ROI dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
e. ROI diperlukan dalam melakukan kontrol dan juga diperlukan dalam proses perencanaan.
Kelemahannya adalah:
a. Kesukarannya dalam membandingkan rate of return suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis.
b. Kelemahan lain adalah adanya fluktuasi nilai dari nilai uang.
Analisis keuangan (Financial analisys) merupakan penggunaan laporan keuangan untuk menganalisisi posisi dan kinerja keuangan perusahaan dan untuk
membantu focus analisis keuangan. Analisis keuangan terdiri atas tiga bagian besar yaitu analisis profitanilitas, analisis resiko serta analisis sumber dan penggunaan dana. Analisis profitailitas merupakan evaluasi atas tingkat pengembalian investasi perusahaan. Analisis ini berfokus pada sumber daya perusahaan dan tingkat profitabilitasnya dan melibatkan identifikasi dan pengukuran dampak berbagai pemicu profitabilitas. Analisis ini juga mencakup evaluasi atas dua sumber utama profitabilitas yaitu margin (bagian dari penjualan yang tidak tertutup oleh biaya) dan perputaran (penggunaan modal).
Analisis rasio merupakan evaluasi atas kemampuan perusahaa untuk memenuhi komitmennya. Analisis resiko melibatkan penilaian atas solvabilitas dan likuiditas perusahaan sejalan dengan variasi laba. Karena resiko menjadi perhatian utama kreditor