BAB III AKUNTABILITAS KENERJA
B. Realisasi Anggaran
1. Angka Kematian Ibu
(per 100.000 KLH) 111 137 163 84 108
2. Angka Kematian Bayi
(per 1000 KLH) 8,9 9,4 8,5 110,6 8,5
Bab III berisi :
A. Capaian Kinerja Organisasi
B. Realisasi Anggaran
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 24 - No Indikator Kinerja
Capaian tahun
2013
Tahun 2014 Target
Akhir RPJMD
(2016) Target Realisasi Kinerja
(%)
1) Cakupan penderita DBD yg ditangani (%)
2) Cakupan penemuan HIV/AIDS tertangani (%) 3) Cakupan penderita TB BTA
positif yang ditangani (%)
100
7. Persentase penduduk dibawah
garis kemiskinan (%) 19,28 16,89 19,27 87,65 15,14
8. Indeks Pembangunan Gender
(IPG) 64,23 65 64,95 99,92 66
9. Indeks Pemberdayaan Gender
(IDG) 66,55 60,3 70,21 116,43 61
10. Contraception Prevalence
Rate (%) 80,51 81,45 80,75 99,14 81,49
11. Total Fertility Rate (TFR) 2,3 2,53 2,39 99,46 2,39
12. Unmetneed KB (%) 14,77 10,61 10,22 96,32 9
13. Tingkat Partisipasi Angkatan
Kerja (%) 92,33 60 89,90 149,83 62
14. Tingkat Pengangguran
Terbuka (%) 5,66 7,2 5,41 133 7
15. Jumlah transmigran yang diberangkat kan ke lokasi
transmigrasi (KK) 20 30 8 26,67 150
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 25 - No Indikator Kinerja
Capaian tahun
2013
Tahun 2014 Target
Akhir RPJMD
(2016) Target Realisasi Kinerja
(%)
29. Persentase sarana prasarana sesuai standar jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA (%)
76 78 60 79.48 80
30. Status audit keuangan BPK WDP WTP WDP - WTP
31. Terinformasikannya LPPD dan LKPJ kepada masyarakat
melalui media massa. 1 3 3 100 3
32. Kepemilikian KTP bagi wajib
KTP (%) 91,43 92,96 95,99 103 100
33. Kepemilikan Akta Kelahiran
(%) 74,42 68 77,17 114 71
34. Kepemilikan KK bagi setiap
keluarga di Kab Pemalang (%) 89,90 92,5 95,38 103 97
35. Jumlah perijinan yang dilayani
(jenis) 41 41 41 100 41
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 26 - No Indikator Kinerja
Capaian tahun
2013
Tahun 2014 Target
Akhir RPJMD
(2016) Target Realisasi Kinerja
(%)
36. Indeks kepuasan masyarakat. ada ada ada ada ada
37. Nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) 38. Rehabilitasi hutan dan lahan
kritis (%) 62,94 75,28 83,65 110,99 100
39. Kerusakan kawasan hutan (%) 0,70 0,61 0,29 210,34 0
40. Pelayanan pencegahan
pencemaran air (%) 100 100 100 100 100
41. Pelayanan pencegahan pencemaran udara dari sumber tidak bergerak (%)
100 100 100 100 100
47. Produksi pertanian tana man pangan utama (ton)
Padi Sawah 607.574 592.840 574.891 96,97 622.480
Jagung 52.875 63.100 42.683 67,64 64.990
48. Produksi pertanian tanaman hortikultura utama (ton)
Kobis 446 398 506 127,14 456
Kacang panjang 245,3 184 398 216,30 210
Kentang 532 398 213 53,52 456
Buncis 119,25 58 123 212,07 66
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 27 - No Indikator Kinerja
Capaian tahun
2013
Tahun 2014 Target
Akhir RPJMD
(2016) Target Realisasi Kinerja
(%)
Timun 226,87 315 356 113,02 360
Terong 228,88 261 141 54,02 299
Bawang merah 196,49 651 966 148,39 746
Cabe besar 629,67 461 584 126,68 528
Nanas 9.162,73 1.374.641 1.401.534 101,96 1.663.315
Mangga 153.597 139.087 314270 225,95 168.295
Rambutan 4.007 6.325 7.989 126,31 7.653
Durian 3.787 12.856 16.030 124,69 15.556
Pepaya 10.314 15.404 19.540 126,85 18.539
49. Populasi produksi komoditas perkebunan utama (ton)
Cengkeh 1.229,95 1.212,56 1.208 99,62 1.216,99
Tebu 11.348,3 14.990,37 9.284,4 61,94 15.140,65
Teh 935,16 934,97 925,60 99,00 938,72
Kopi Arabika 213 68,28 214,01 313,43 68,56
Kopi Robusta 284,671 284,70 284,99 100,10 285,84
Nilam 3.812,670 6.354,97 4.115,94 64,77 6.380,36
Tembakau rakyat 1.524,61 1.630,97 1.676,85 102,81 1.637,36
Kapas 9,509 16,39 3,16 19,28 16,42
Kelapa Dalam 4.539,58 4.536,85 4.086,83 90,08 4.555,02
50. Populasi produksi komoditas peternakan utama (ekor)
- Sapi potong 12.180 9.305 9.378 100,78 9.324
- Kerbau 9.498 6.752 8.035 119 6.756
- Kambing 156.296 137.526 166.270 120,90 137.719
- Domba 36.476 33.735 39.570 117,30 33.775
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 28 - No Indikator Kinerja
Capaian tahun
2013
Tahun 2014 Target
Akhir RPJMD
(2016) Target Realisasi Kinerja
(%) 51. Jml produksi perikanan
budidaya (ton) 8.015.015 8.646.382 9.954.600 115,13 13.081.112 52. Jml produksi perikanan
tangkap (ton) 18.430.899 14.968.813 28.139.245 187,99 15.573.552 53. Rata-rata pendapatan nelayan
(rp/bulan) 618.982 564.000 821.884 145,72 635.000
54. Rata-rata pendapatan pembudidaya ikan
(rupiah/bulan) 497.000 290.000 600.000 206,90 349.000
55. Indeks /Skor Pola Pangan sampah (TPS) per satuan
penduduk (%) 51 60 45.04 75,06 70
59. Persentase rumah tinggal
bersanitasi (%) 82,50 85 56,87 66,9 100
60. Persentase Rumah Tangga yang menggu nakan air bersih (%) tiap indikator kinerja sebagaimana pada tabel diatas, untuk setiap pernyataan kinerja sasaran strategis tersebut selanjutnya dilakukan analisis capaian kinerja sebagai berikut :
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 29 -
1. Sasaran : Menurunnya AKI, AKB, AKBAL dan Balita Gizi Buruk dan Kurang.
Sasaran ini dirumuskan sebagai langkah operasional untuk mewujudkan tujuan dan misi 1 yaitu meningkatkan kesehatan masyarakat dan jaminan sosial sebagai tangga pencapaian dari visi Pemalang Sehat, yaitu bahwa pada tahun 2016 Kabupaten Pemalang dapat mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL) dan peningkatan usia harapan hidup (UHH) . Pencapaian sasaran tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel III.2
Evaluasi pencapaian Sasaran Menurunnya AKI, AKB, AKBAL dan Balita Gizi Buruk dan Kurang
Pengukuran Kinerja
No Indikator Kinerja
Capaian
2011 2012 Target Realisas i
4. Persentase Balita
Gizi Buruk (%) 0,023 0,07 0,03 0 0,03 - 0 -
1. Angka Kematian Ibu a. Permasalahan
Berbagai upaya melalui kegiatan-kegiatan tersebut telah dilaksanakan, namun demikian angka kematian ibu (AKI) belum mencapai target, yaitu masih 163 orang, dari target penekanan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 30 -
kematian ibu sejumlah 137 orang. Berdasarkan hasil evaluasi, masih tingginya AKI tersebut disebabkan karena beberapa faktor
sebagai berikut :
1) Masih adanya persalinan yang ditolong oleh dukun bayi, sehingga terjadi keterlambatan penanganan adekuat ketika terjadi komplikasi
2) Keterlambatan deteksi resiko tinggi ibu hamil 3) Pemeriksaan ibu hamil yang tidak standar (10T) 4) Kurangnya pengetahuan ibu hamil dan keluarganya 5) Kurangnya pemahaman masyarakat tentang Bumil Risti
6) Linsek yang belum mendukung PP-AKI dan hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan
b. Solusi
Jika diperhatikan, faktor-faktor penyebab tingginya AKI tersebut berpusat pada kurangnya pengetahuan ibu hamil dan
keluarganya, kecuali pada faktor pemeriksaan ibu hamil yang tidak standar (10T). Oleh sebab itu, tahun berikutnya perlu
dilaksanakan program :
1) Peningkatan kapasitas ibu hamil dan keluarganya, tentang pentingnya penanganan medis bagi ibu melahirkan, dan pengetahuan tentang resiko tinggi ibu hamil.
2) Menyediakan tenaga-tenaga penyuluh kesehatan yang mampu menjangkau semua pelosok desa, serta mengoptimalkan kunjungan ke rumah-rumah ibu hamil.
3) Bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK melalui program pendampingan Ibu Hamil oleh Kader PKK dan Bidan Desa.
4) Pembinaan teknis yang lebih intensif kepada tenaga kesehatan,
khusunya bidan yang memberikan pelayanan langsung kepada ibu hamil.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 31 -
c. Program dan kegiatan yang menunjang
Program dan kegiatan yang menunjang yang dilaksanakan guna tercapaianya indikator tersebut, adalah sebagai berikut :
1) Pembinaan tugas pokok dan fungsi bidan, dengan kegiatan : a) Review APN bagi bidan
b) Sosialisasi AMP Non Medis/sosial c) Sosialisasi Tim Pengkaji AMP d) Pembinaan Bidan KIA dan KB
e) Pertemuan Orientasi P4K bagi kader
f) Monitoring dan Evaluasi Bidan Desa, kegiatan kelas ibu dan pelacakan kematian ibu
2) Kegiatan peningkatan kesehatan ibu dan bayi, dengan agenda penyelenggaraan kelas ibu hamil
3) Kegiatan peningkatan kesejahteraan keluarga, dengan agenda:
a) Pertemuan pengkajian AMP non medis tingkat kecamatan b) Pemantauan ibu hamil oleh kader
c) Pendampingan ibu hamil resiko tinggi oleh kader d) Pembinaan satgas GSIBA dan bidan desa di PKD
2. Angka Kematian Bayi (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKABA) Pada tahun 2014, Pemerintah Kabupaten Pemalang berhasil menekan angka kematian bayi dari kondisi 8,9 / 1.000 KH pada tahun 2013 menjadi 8,5 / 1.000 KH. Angka Kematian Bayi tahun 2014 sebesar 8,5 / 1000 KH mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMD yaitu sebesar 8,5/ 1.000 Kelahiran Hidup serta target yang ditetapkan secara Nasional (Renstra Kementerian Kesehatan RI) tahun 2015 sebesar 24 per 1.000 KH dan target MDGs sebesar 23 per 1.000 KH.
Angka Kematian Balita (AKABA) pada tahun 2014 terealisasi 9,3/1.000 KH lebih rendah dari target yang ditetapkan sebesar
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 32 -
9,8/1.000 KH. Ini menunjukkan dalam usahanya untuk menekan atau mengurangi jumlah kematian balita sudah berhasil.
a. Permasalahan
Meskipun Tahun 2014 berhasil menekan AKB dan AKABA, namun demikian masih dirasakan beberapa hal yang belum optimal, diantaranya adalah :
1) Kurang optimalnya peran pemerintah desa dalam penganggaran untuk kegiatan penurunan Angka Kematian Bayi dan Balita.
Padahal pemerintah desa merupakan ujung tombak dari pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
2) Peran serta masyarakat dalam upaya menekan angka kematian bayi dan balita juga dirasakan masih kurang. Hal itu disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat .
b. Solusi
1) Pemerintah desa diharapkan lebih berperan dalam mendukung penekanan AKB dan AKABA. Bila diperlukan ada sedikit tekanan dari Pemerintah Kabupaten yang dapat mendorong desa agar lebih berperan serta.
2) Perlu dilakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya peranan masyarakat dalam menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA).
c. Program dan Kegiatan
Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2014 untuk menekan AKB dan AKABA adalah sebagai berikut :
1) Pelatihan Manajemen Afiksi dan BBLR 2) Pelacakan Neonatus bayi dengan komplikasi
3) Skrining kelainan tumbuh kembang di TK/PAUD (pemeriksaan SDIDTK)
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 33 - 3. Persentase Balita Gizi Buruk
Persentase balita gizi buruk tahun 2014 sebesar 0,03 %.
dari pencapaian ini masih dibawah dari target akhir RPJMD tahun 2015 sebesar 0 %.
a. Permasalahan
Upaya tersebut ternyata masih terkendala oleh beberapa faktor sehingga didapatkan 0,03% balita yang mengalami gizi buruk pada tahun 2014 di Kabupaten Pemalang. Adapun faktor-faktor tersebut adaalah :
1) Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayi 0-6 bulan
2) Masih kurangnya pengetahuan tentang pola pemberian makanan pada bayi dan balita yang baik, benar, dan adekuat
3) Masih ditemui balita gizi kurang/buruk yang tidak datang di posyandu, sehingga tidak dapat dipantau status
pertumbuhannya.
4) Gizi kurang/buruk tidak semata-mata sebagai masalah gizi/
kesehatan, tetapi banyak dijumpai karena masalah sosial dan ekonomi
b. Solusi
1) Penyuluhan dan konseling tentang pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI kepada ibu balita
2) Pemantauan dan penjemputan balita gizi kurang/buruk yang tidak datang di posyandu agar dapat terpantau status pertumbuhannya
3) Pembentukan TPG (tempat pemulihan gizi = Therapetic Feeding Center/TFC) sebagai tempat rujukan kasus balita gizi kurang/buruk
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 34 - c. Program dan Kegiatan
Menyadari akan bahaya dari gizi buruk pada balita tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Pemalang berupaya untuk menghapus gizi buruk melalui program dan kegiatan kegiatan sebagai berikut : 1) Pemantauan status gizi balita
2) Pelacakan balita BGM/gizi buruk
3) Pemberian makanan tambahan balita BGM/gizi buruk 4) Distribusi kapsul vitamin A pada balita melalui posyandu
5) Pelatihan konselor ASI eksklusif dan MP-ASI bagi petugas gizi dan bidan
2. Sasaran : Menurunnya Angka Kesakitan Menular Terutama DB, HIV/AIDS dan TB
Tabel III.3
Evaluasi pencapaian Sasaran Menurunnya Angka Kesakitan Menular terutama DB, HIV/AIDS dan TB.
Pengukuran Kinerja
No Indikator Kinerja
Capaian
Tahun Lalu Capaian Tahun 1. Angka Kesakitan
(DB, TB, HIV
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 35 - 1. Cakupan penderita DBD yang ditangani.
Tahun 2014 terdapat 88 kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD terjadi secara fluktuatif, namun apabila melihat trend penyakit terjadi
penurunan jumlah kasus dari tahun 2006 s.d. 2014 dari 4,24/10.000 penduduk menjadi 0,65/10.000. Namun demikian masih dalam kategori cukup tinggi (lebih dari 1%).
a. Permasalahan
Secara spesifik, permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam penanganan Kasus Demam Berdarah Dengue ini adalah sebagai berikut :
1) Keterlambatan dalam penanganan kasus DBD berat, terutama karena terjadi keterlambatan dalam membawa pasien ke sarana kesehatan
2) Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN 3 M Plus) belum dilaksanakan secara optimal dan berkesinambungan oleh masyarakat
3) Masyarakat masih mengandalkan fogging daripada tindakan pencegahan (PSN 3 M Plus)
4) Iklim yang berubah-ubah menyebabkan daya tahan tubuh tidak terkontrol
b. Solusi
1) Penyuluhan kepada masyarakat tentang penanganan penderita DBD harus ditingkatkan khususnya bagi masyarakat yang beresiko terkena DBD
2) Peran serta masyarakat dalam melaksanakan PSN 3 M Plus perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan motivasi dan komitmen
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 36 -
bersama antara masyarakat dengan perangkat desa, kecamatan, dan kabupaten
3) Peningkatan motivasi kepada masyarakat untuk melaksanakan PSN 3 M Plus
4) Mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan daya tahan tubuh melalui makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan rajin berolahraga
c. Program dan Kegiatan
Pemerintah Kabupaten terus berusaha menekan angka penderita DBD tersebut dengan melaksakan program dan kegiatan sebagai berikut :
1) Surveilans epidemiologi 2) Peberantasan Vektor 3) Tatalaksana Kasus 4) Penyuluhan
5) Kemitraan/POKJANAL DBD
6) Peningkatan peran serta masyarakat
7) Pemberian informasi lewat media cetak maupun elektronik
2. Cakupan penemuan HIV/AIDS tertangani.
Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pemalang Tahun 2013
ditemukan sejumlah 39 kasus. Sedangkan tahun 2014 ditemukan 47 kasus yang berarti mengalami kenaikan jumlah penderita HIV/AIDS
di Kabupaten Pemalang. Besar kemungkinan hal tersebut disebabkan karena mutasi. 47 kasus yang ditemukan tersebut telah tertangani, dengan melaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut :
a. Monitoring dan evaluasi tempat beresiko terkena HIV/AIDS b. Pelatihan CS untuk fasyankes
c. Melaksanakan VCT mobile d. Melaksanakan IMS Mobile
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 37 - a. Permasalahan
1) Kurangnya sarana transportaasi untuk VCT mobile dan IMS mobile.
2) Semakin menipisnya stock obat ARV
3) Semakin menipisnya ketersediaan reagen untuk pemeriksaan 4) Belum semua puskesmas mampu melakukan IMS
b. Solusi
1) Pengadaan sarana transportasi untuk VCt dan IMS Mobile 2) Pengadaan ARV
3) Pengadaan reagen
4) Melaksanakan pelatihan IMS
c. Program dan Kegiatan
Program dan kegiatan yang telah dilakukan Pemerintah
Kabupaten Pemalang untuk menanggulangi HIV/AID adalah sebagai berikut :
1) Menurunkan hingga meniadakan infeksi HIV baru.
2) Menurunkan hingga meniadakan kematian yang disebabkan oleh keadaan yang berkaitan dengan AIDS.
3) Meniadakan diskriminasi terhada ODHA.
4) Meningkatkan kualitas hidup ODHA dan
5) Mengurangi dampak sosial ekonomi dari penyakit HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat
3. Cakupan penderita TBC BTA positif yang ditangani.
Keberhasilan pelaksanaan program penanggulangan TBC diukur dari pencapaian angka penemuan penderita TBC (Case Detection Rate = CDR), angka kesembuhan penderita (cure rate) dan angka sukses pengobatan. Sejak tahun 2001 sampai dengan 2005 angka penemuan penderita dan angka kesembuhan TBC di Jawa Tengah cenderung
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 38 -
mengalami peningkatan, meskipun masih dibawah target nasional
(CDR= 70%; CR = 85%; dan Angka sukses pengobatan = 96%).
Akan tetapi mulai tahun 2006 mengalami penurunan. Sedangkan angka sukses pengobatan mempunyai trend naik turun dari tahun 2001 sampai tahun 2007, dan masih dibawah target nasional.
CDR Kabupaten Pemalang Tahun 2014 sendiri masih di bawah target Provinsi Jawa Tengah, yaitu 64,57%. Pada tahun 2014 ditemukan 1.465 kasus TB, yang terdiri dari 1.001 TB positif.
a. Permasalahan
1) Penjaringan suspek terlalu kompleks. Yang dimaksud adalah suspek TB.
2) Angka penemuan penderita baru NTA positif masih rendah 3) Stok OAT (Obat Anti Tuberkolosis) makin menipis
4) Ditemukan penderita TB MDR (Tuberkolosis Multi Drsug Resisten)
b. Solusi
1) Kerjasama dan Koordinasi LS/LP 2) Penyuluhan dan sosialisasi program TB 3) Pengadaan OAT
4) Pemeriksaan kontak serumah penderita TB BTA positif
5) Pengusulan anggaran untuk penatalaksanaan penderita TB MDR
c. Program dan Kegiatan
Pemerintah Kabupaten Pemalang telah melakukan beberapa program dan kegiatan untuk menekan kasus TB tersebut, yaitu : 1) Monitoring dan Evaluasi kegiatan pencegahan TB
2) CBA (community base approachman), yaitu upaya penanggulangan TB dengan melalui pendekatan basis komunitas.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 39 -
3. Sasaran : Meningkatnya Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial bagi PMKS.
Tabel III.4
Evaluasi Pencapaian Sasaran Meningkatnya Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial bagi PMKS.
Pengukuran Kinerja disebabkan karena jumlah/prosentase PMKS yang dilayani tidak sebanding dengan jumlah PMKS yang seharusnya dilayani.
b. Solusi
1) Peningkatan sarana perlindungan sosial dan peningkatan kapasitas potensi sumber kesejahteraan sosial.
2) Perluasan dan peningkatan akses penyelenggaraan kesejahteraan sosial dan PMKS.
3) Peningkatan perluasan dan pemerataan pemberian bantuan PMKS baik bantuan untuk kebutuhan dasar maupun bantuan usaha ekonomi produktif.
4) Pengembangan jaminan sosial bagi PMKS untuk memberikan jaminan sosial berkelanjutan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 40 -
5) Perluasan sosialisasi dan promosi dalam melakukan pembinaan pada eks penyandang penyakit sosial.
c. Program dan Kegiatan
Upaya Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk mencapai sasaran meningkatnya PMKS yang memperoleh bantuan sosial dilaksanakan melalui Pelayanan dan Rehabilitasi kesejahteraan sosial dan pemberdayaan sosial melalui KUBE dengan kegiatan :
1) Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil(KAT) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya.
2) Peningkatan kemampuan (Capacity Building) petugas dan pendampingan sosial pemberdayaan fakir miskin, KAT dan PMKS lainnya.
3) Pelatihan ketrampilan berusaha bagi keluarga miskin 4) Fasilitasi manajemen usaha bagi keluarga miskin 5) Pemberdayaan Wanita Rawan Sosial Ekonomi.
6) Fasilitasi upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.
7) Progam Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial.
8) Pelayanan dan perlindungan sosial, hukum bagi korban eksploitasi, perdagangan perempuan dan anak.
9) Pelatihan ketrampilan dan praktek belajar kerja bagi anak terlantar termasuk anak jalanan, anak cacat dan anak nakal.
10) Peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial bagi PMKS.
11) Penanganan masalah-masalah strategis yang menyangkut tanggap cepat darurat dan kejadian luar biasa.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 41 -
4.
Sasaran : Bekurangnya Persentase Penduduk Miskin.
Tabel III.5
Evaluasi pencapaian Sasaran
Bekurangnya Persentase Penduduk Miskin Pengukuran Kinerja
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa prosentase penduduk dibawah gasis kemiskinan sebesar 16,89% terealisasi sebesar 19,27%
sehingga capaian kinerjanya mencapai 87,65%. Angka ini belum mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh :
1) Meningkatnya batas Garis Kemiskinan lebih tinggi daripada peningkatan pendapatan masyarakat.
2) Belum optimalnya perluasan dan pemerataan aktivitas ekonomi lokal.
3) Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pemalang sebesar 71,26 masih lebih rendah dari target capaian sebesar 73,1 yang dipengaruhi oleh masih belum tercapainya target angka usia harapan hidup dan distribusi pendapatan masyarakat yang belum merata.
b. Solusi
Untuk mengatasi hal tersebut kiranya Pemerintah Kabupaten Pemalang perlu membuat ketegasan dan kebijakan yang lebih membumi dalam rangka menyelesaikan masalah kemiskinan ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan diantaranya adalah :
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 42 -
1) Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. Karena pengangguran adalah salah satu sumber penyebab kemiskinan terbesar.
2) Menghapuskan korupsi. Sebab korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara sebagaimana mestinya.
3) Menggalakkan program zakat. Dalam Islam ajaran zakat diperkenalkan sebagai media untuk menumbuhkan pemerataan kesejahteraan di antara masyarakat dan mengurangi kesenjangan kaya-miskin. Jika bisa dikelola dengan baik akan menjadi potensi besar bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat.
c. Program dan kegiatan
Beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam upaya menurunkan penduduk miskin, antara lain :
1) Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar, melalui kegiatan :
a) Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
b) Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
c) Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
d) Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit.
2) Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 43 -
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin, meliputi kegiatan :
a) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
b) Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah c) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
d) Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
3) Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Program ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi, meliputi kegiatan :
a) Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
b) Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
c) Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
d) Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
e) Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 44 -
5. Sasaran : Meningkatnya Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak
Tabel III.6
Evaluasi Pencapaian Sasaran Meningkatnya Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak
Pengukuran Kinerja
No Indikator Kinerja
Capaian Tahun
Realisasi kinerja indikator Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kabupaten Pemalang tahun 2014 adalah 99,92%. Dari target indikator sebesar 65% tercapai 64,95%. Namun demikian untuk capaian Indek pemberdayaan Gender (IDG) Capaian kinerjanya 116,43 % dari target 60,3% terealisasi 70,21%.
Tidak tercapainya Indeks Pembangunan Gender (IPG) disebabkan karena masih rendahnya kesadaran gender pada semua
sektor/ aspek/ unsur.
b. Solusi
Untuk mewujudan pencapaian kinerja upaya yang harus ditempuh oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang adalah meningkatkan
capaian angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan sumbangan pendapatan laki-laki dan perempuan, yang merupakan pembentuk indikator IPG.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 45 - c. Program dan kegiatan
Untuk meningkatkan IPG dan IDG pemerintah Kabupaten Pemalang telah melaksanakan upaya-upaya melalui program dan kegiatan :
1. Program penguatan kelembagaan pengausutamaan gender dan anak meliputi kegiatan : Fasilitasi pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2), Penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak, Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak dan Pengembangan sistem informasi gender dan anak.
2. Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan meliputi kegiatan : Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah, Penyusunan sistem perlindungan perempuan dari tindak kekerasan dan Fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan.
3. Program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan peran serta dan kesetaraan gender.
4. Program keserasian kebijakan peningkatan kualitas anak dan perempuan meliputi kegiatan Pelaksanaan sosialisasi yang terkait dengan kesetaraan gender pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
5. Program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan, meliputi kegiatan : Pelaksanaan kebijakan perlindungan perempuan di daerah dan penyusunan sistem perlindungan bagi perempuan.
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Pemalang Tahun 2014
- 46 -
6. Sasaran : Meningkatnya pelayanan KB dan berkurangnya Drop Out KB dan Unmetneed KB.
Tabel III.7
Evaluasi pencapaian Sasaran Meningkatnya Pelayanan KB dan Berkurangnya Drop Out KB dan Unmetneed KB
Pengukuran Kinerja
1. Contraception Prevalence Rate (CPR)/ cakupan peserta KB aktif a. Permasalahan
Nilai capaian indikator kinerja Contraception Prevalence Rate (CPR)/
cakupan peserta KB aktif sebesar 90.14% sehingga belum memenuhi
harapan. Dari target sebesar 81.45% baru terealisasi 80,75%.
Hal ini disebabkan oleh disebabkan Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) mengalami kenaikan cukup tinggi dan mengiginkan anak yang pertama.
Tahun 2014 Pasangan Usia Subur (PUS) peserta KB aktif mencapai 228.412 pasangan dari total PUS sebanyak 282.71, hal ini menunjukkan
Tahun 2014 Pasangan Usia Subur (PUS) peserta KB aktif mencapai 228.412 pasangan dari total PUS sebanyak 282.71, hal ini menunjukkan