AKUNTABILITAS KINERJA
B. Realisasi Anggaran
Capaian serapan anggaran Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap tahun 2018 sampai dengan 31 Desember 2018 sebesar 99,22%. Hal ini karena dilakukan optimalisasi anggaran secara periodik, sehingga dapat melakukan pergeseran anggaran untuk kegiatan-kegiatan prioritas dengan melakukan revisi DIPA. Riancian realisasi anggaran per jenis belanja sebagaimana Tabel 28 dan rincian anggaran per kegiatan utama sebagaimana Tabel 29. Realisasi anggaran tahun 2018 sebesar 99.21% naik 0.94% dibandingkan tahun 2017 dengan serapan anggaran sebesar 89.47%. Perkembangan serapan anggaran Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap tahun 2015–2018, seperti terlihat pada Gambar 3.
Tabel 28. Realisasi anggaran tahun 2018 per belanja
Akun 2 Digit Alokasi
Anggaran Realisasi Anggaran Persentase 51 Belanja Pegawai 2.482.365.000 2.454.780.061 98,89% 52 Belanja Barang 3.003.454.000 2.981.428.804 99,27% 53 Belanja Modal 1.428.427.000 1.423.343.912 99,64% Total 6.914.246.000 6.859.552.777 99,21%
Tabel 29. Realisasi anggaran per kegiatan utama
Kode
Program/Kegiatan/Output
Pagu & Realisasi Capaian Kinerja Output Pagu DIPA Realisasi Target Realisasi
Keterangan (Satuan Volume) 237369 STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I CILACAP 6.914.246.000 6.860.404.945
18.12.15 Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati
1823
Program Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati
6.914.246.000 6.860.404.945
1823.101.001
Layanan Sertifikasi karantina pertanian dan pengawasan keamanan hayati impor
509.676.000 501.991.751 697 DOKUMEN
1823.101.003
Layanan Sertifikasi karantina pertanian dan pengawasan keamanan hayati expor
241.320.000 241.060.000 DOKUMEN
1823.951.502 Kendaraan bermotor roda 2 88.500.000 88.500.000 5 UNIT 1823.951.601 Perangkat pengolah 127.020.000 125.983.460 22 UNIT
1823.951.701 Peralatan teknis dan laboratorium 181.920.000 181.056.852 3 UNIT
1823.951.702 Fasilitas perkantoran 129.995.000 129.335.100 BULAN
1823.951.911 Gedung pelayanan kantor
karantina pertanian
Laporan Kinerja SKP Kelas I Cilacap TA. 2018 53 1823.951.931 Instalasi Karantina 99.610.000 99.295.450 M2
1823.994 Layanan perkantoran
994.901 Dukungan internal administrasi 357.766.000 349.231.903 12 12 BULAN 994.902 Dukungan aparatur pegawai
dan layanan perkantoran
4.377.057.000 4.344.777.379 12 12 BULAN Jumlah 6.914.246.000 6.860.404.945
Apabila melihat trend serapan anggaran tahun 2015–2018 antara target dengan realisasi polanya sudah cukup baik mengingat telah mengikuti pola serapan target dan tidak terkonsentrasi pada akhir tahun anggaran, seperti terlihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Trend Serapan Anggaran Tahun 2015 - 2018
Bahwa keberadaan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap dengan tupoksi mencegah masuknya hama dan penyakit hewan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari luar negeri ke dalam wilayah negara RI; mencegah tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari satu area ke area lain di dalam wilayah negara RI; mencegah keluarnya hama dan penyakit hewan karantina dari wilayah negara RI; serta mencegah keluarnya, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina dari wilayah negara RI apabila negara tujuan menghendakinya.
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
2015 2,7% 7,7% 15,2% 22,2% 28,8% 37,2% 48,4% 57,4% 64,1% 73,2% 82,6% 94,7% 2016 2,7% 8,4% 16,4% 24,1% 33,5% 44,6% 49,5% 57,8% 66,1% 74,4% 83,1% 94,9% 2017 3,5% 9,7% 17,2% 25,0% 32,8% 42,2% 51,1% 58,6% 66,0% 73,6% 84,3% 98,5% 2018 3,2% 9,4% 18,1% 31,2% 38,8% 46,3% 55,5% 63,3% 70,2% 77,6% 87,3% 99,4% target 8,3% 16,7% 25,0% 33,3% 41,7% 50,0% 58,3% 66,6% 75,0% 83,3% 91,6% 100,0 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% 100,0% 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0% 100,0% tar get (% ) realis as i ( % ) bulan
Laporan Kinerja SKP Kelas I Cilacap TA. 2018 54
Penguatan system Karantina Hewan dan Tumbuhan senantiasa terus dilakukan dari tahun ke tahun guna memberikan pengaruh terhadap penurunan importasi produk pangan. Selain itu, penguatan pintu pemasukan guna meningkatkan efektifitas tindakan cegah tangkal introduksi HPHK dan OPTK . Perlindungan produk tumbuhan dilakukan pula terhadap komoditas pertanian ekspor. Kualitas produk tumbuhan senantiasa harus terjaga, terutama terhadap kesehatan tumbuhan guna menghindari adanya catatan tidak kesesuaian (notification of noncompliance ) di Negara tujuan.
Pengaruh ekspor dan impor terhadap perkembangan ekonomi sebuah Negara sangat besar, hal ini dise babkan karena tidak semua Negara memiliki potensi sumber daya alam, sementara setiap Negara membutuhkan berbagai jenis sumber daya tersebut untuk menjalankan kehidupanya.
Hubungan kerjasama ekspor dan impor memiliki peran yang penting untuk mengembangkan kondisi keuangan atau ekonomi suatu Negara. Kerjasama ekspor dan impor secara luas antara lain : dapat meningkatkan daya saing, keuntungan bisnis, meningkatkan skala produksi dan nilai investasi.
Manfaat ekspor sebenarnya cukup banyak bagi bangsa dan Negara, karena dengan ekspor dapat meningkatkan devisa suatu Negara. Sedangkan secara spesifik dengan adanya peningkatan ekspor dalam bidang pertanian dapat menumbuhkan dan mengembangkan kelembagaan ekonomi petani, akan menambah/menciptakan lapangan pekerjaan.
Sedangkan manfaat dalam melakukan impor antara lain ; mengatasi kekurangan barang dalam negeri, mendapatkan barang yang belum diproduksi di dalam negeri, mendapatkan kualitas produk yang dibutuhkan, menjaga kerjasama antar Negara dalam hal perdagangan, serta menekan monopoli oleh produk tertentu.
Kesadaran masyarakat untuk mengetahui tentang manfaat ekspor dan impor bisa meningkatkan cara pandang dalam memilih produk. Langkah ini sangat penting untuk mengetahui keunggulan produk dalam negeri dan luar negeri.
Laporan Kinerja SKP Kelas I Cilacap TA. 2018 55
BAB IV P E N U T U P
Laporan Kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Tahun 2017 ini memberikan gambaran tentang berbagai capaian kinerja bidang perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati. Laporan ini merupakan wujud dari transparansi dan akuntabilitas Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap dalam melaksanakan berbagai kewajiban dalam rangka meningkatkan pembangunan Pertanian dengan melakukan kontrak kinerja dengan Kepala Badan Karantina Pertanian dalam bentuk Penetapan Kinerja TA. 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap.
Dilihat dari capaian kinerja yang dilaksanakan dari Penetapan Kinerja/Kontrak Kerja dengan Kepala Badan Karantina Pertanian dan telah dilakukan perhitungan secara kulitatif maka secara keseluruhan pencapainnya dalam kualifikasi berhasil dan untuk indikator kinerja Presentase sertifikasi media pembawa yang dilalulintaskan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan.sangat berhasil , lebih dari 100% yaitu 147,34%.
Beberapa kendala masih terdapat kelemahan dalam proses pengumpulan data yang seharusnya dilakukan secara bertahap (triwulan), untuk itu perlu perbaikan dalam proses pengumpulan data dari masing-masing penanggungjawab kegiatan.
Sangat disadari bahwa laporan ini belum sempurna dalam menyajikan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai apa yang diharapkan, namun setidaknya masyarakat dan berbagai pihak yang berkepentingan dapat memperoleh gambaran tentang hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap pada Tahun 2018.
Dimasa mendatang Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap akan senantiasa melakukan berbagai langkah untuk lebih menyempurnakan laporan ini sehingga terwujud transparansi dan akuntabilitas sesuai yang kita ingin wujudkan bersama.
Kiranya laporan akuntabilitas kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap Tahun 2018 dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas dan sekaligus menjadi sumber informasi dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja kedepan.