AKUNTABILITAS KINERJA
3.2. Realisasi Anggaran
Akuntabilitas keuangan merupakan pencapaian kinerja keuangan dari masing-masing indikator keuangan yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan (Rencana Kerja) tahun 2016. Pengukuran pencapaian kinerja keuangan berdasarkan prosentase rata-rata realisasi anggaran pada masing-masing program dan kegiatan. Adapun jumlah anggaran Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tahun 2016
adalah sebesar Rp.523.881.918.800,- dengan realisasi penyerapan Rp.503.998.864.320,- atau sebesar 96,21%. Rincian realisasi
penyerapan anggaran adalah sebagai berikut :
Tabel 35. JUMLAH ANGGARAN DAN REALISASI PENYERAPAN TAHUN 2016
No Program / kegiatan Alokasi biaya
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Belanja tidak langsung (gaji dan
tambahan penghasilan PNS) 52.296.998.800,- 49.014.983.011,- 93,72 1. Program Pelayanan Administrasi
Perkantoran 7.080.627.580,- 6.172.895.336,- 87,18
- Pelaksana Administrasi Perkantoran 7.080.627.580,- 6.172.895.336,- 87,18 2. Program Peningkatan Sarana dan
Prasarana Aparatur 37.136.245.340,- 34.963.011.162,- 94,15 - Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan
Sarana dan Prasarana 17.471.348.340,-. 16.179.366.703,- 92,61 - Pemeliharaan Peralatan dan
Kelengkapan Sarana dan Prasarana 19.664.897.000,- 18.783.644.459,- 95,52 3. Program Peningkatan Kapasitas
Kelembagaan Pemerintah Daerah 4.487.265.000,- 3.450.668.620,- 76,90 - Koordinasi dan Konsultasi
Kelembagaan Pemerintah Daerah 700.000.000,- 466.687.120,- 66,67
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 57
No Program / kegiatan Alokasi biaya
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % - Peningkatan Kapasitas Sumbar Daya
Aparatur 3.787.265.000,- 2.983.981.500,- 78,79
4. Program Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Dokumen Penyeleggaraan Pemerintahan
3.789.000.000,- 3.257.550.568,- 85,97
- Penyusunan Dokumen Perencanaan 2.254.270.000,- 1.875.968.418,- 83,22 - Penyusunan Laporan Hasil
pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran
560.630.000,- 467.956.950,- 83,47
- Penyusunan, Pengembangan,
Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data
974.100.000,- 913.625.200,- 93,79
5. Program Pengembangan Budidaya
Perikanan 105.504.174.000,
- 103.866.008.297,- 98,45 - Program Anti Kemiskinan (AAP)
Bidang Perikanan 2.500.000.000,- 2.495.439.900,- 98,82 - Optimalisasi UPTD bidang perikanan
budidaya 51.580.741.000,- 51.540.175.300,- 99,92
- Pengelolaan produksi perikanan
budidaya 8.600.000.000,- 8.563.350.709,- 99,57
- Pengelolaan dan pengembangan
sarana dan prasarana budidaya 15.589.585.000,- 14.868.753.047,- 95,38 - Pengelolaan kesehatan ikan budidaya
dan lingkungan 1.800.000.000,- 1.705.096.220,- 94,73
- Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Budidaya Air Bangil 6.950.000.000,- 6.739.160.653,- 96,97 - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Budidaya Air Tawar Umbulan 5.200.000.000,- 5.056.209.232,- 97,23 - Pengelola Unit Pelaksana Teknis
Budidaya Air Laut Situbondo 4.200.000.000,- 4.128.408.398,- 98,30 - Fasilitasi Pengembangan Kawasan
Agropolitan di Bidang Budidaya Perikanan
2.000.000.000,- 1.948.665.581,- 97,43
- Pembentukan dan Pengembangan Klaster Komoditas Perikanan Unggulan Berpotensi Ekspor
1.000.000.000,- 991.382.700,- 99,14
- Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya Kepanjen
2.750.000.000,- 2.663.805.557,- 96,87
- Fasilitasi Penyediaan Prasarana
BBI/BBU (DAK) 3.333.848.000,- 3.165.561.000,- 94.95
6. Program Pengembangan Perikanan
Tangkap 223.307.999.674,
- 218.521.227.994,- 97,86 - Fasilitasi, Eksploitasi dan aplikasi
teknologi perikanan tangkap 8.393.157.874,- 7.802.298.217,- 92,96 - Pengelolaan operasional Pelabuhan
Perikanan dan PPI 1.350.000.000,- 1.189.032.409,- 88,08 - Pengembangan sarana dan prasarana
perikanan tangkap 183.707.217.000,- 181.477.268.781,- 98,79 - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pengembangan Teknologi Penangkapan Ikan
2.500.000.000,- 2.269.933.440,- 90,80
- Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan Mayangan 7.555.000.000,- 7.218.051.381,- 95,54 - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan Muncar 6.000.000.000,- 5.350.371.485,- 89,17
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 58
No Program / kegiatan Alokasi biaya
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan Tamperan 4.500.000.000,- 4.357.849.420,- 96,84 - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan Bulu 3.962.624.800,- 3.725.296.600,- 94,01 - Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan da Konservasi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Bawean
1.500.000.000,- 1.372.346.261.,- 91,49
- Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pokok,
Fungsional, dan Penunjang Pelabuhan Perikanan Kewenangan Pemerintah Provinsi (DAK)
3.840.000.000,- 3.758.780.000,- 97,88
7. Program peningkatan kapasitas
Pelaku Usaha Perikanan 12.517.422.300,- 10.754.053.203,- 85,91 - Pendidikan Kemasyarakatan Produktif
dalam rangka Pengembangan
Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dan Pengawasan Sumberdaya
Perikanan dan Kelautan
3.517.422.300,- 3.369.436.292,- 95,79
- Pendidikan Kemasyarakatan Produktif dalam rangka Pengembangan
Budidaya Perikanan
3.600.000.000,- 3.575.275.039,- 99,31
- Pendidikan kemasyarakatan produktif dalam rangka pengembangan
perkanan tangkap
3.150.000.000,- 2.084.535.451,- 66,18
- Pendidikan Kemasyarakatan Produktif dalam rangka Optimalisasi
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan
2.250.000.000,- 1.724.806.421,- 76,6
8. Program Pengembangan Kelautan, Pesisir, Pulau-pulau Kecil dan Pengawasan
36.823.204.856,- 35.594.308.558,- 96,66
- Pengelolaan pengawasan dan
pengendalian sumberdaya perikanan dan kelautan
12.132.460.000,- 11.850.337.242,- 97,67
- Pengelolaan kelautan, pesisir dan
pulau-pulau kecil 21.365.584.856,- 20.483.179.316,- 95,87 - Penyediaan Sarana dan Prasarana
Kawasan Konservasi Perairan,
Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dan Pengawasan (DAK)
3.325.160.000,- 3.260.792.000,- 98,06
9. Program Peningkatan Pengolahan
dan Pemasaran Hasil Perikanan 29.752.825.250,- 27.527.215.721,- 92,52 - Pengembangan pengolahan dan
jaminan mutu hasil perikanan 4.050.000.000,- 3.586.534.966,- 88,56 - Pengembangan usaha perikanan dan
kelautan 2.700.000.000,- 2.588.884.233,- 95,89
- Penguatan dan pengembangan pemasaran produk perikanan dalam dan luar negeri
11.050.000.000,- 10.181.233.121,- 92,14
- Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Pengendalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan Surabaya
6.730.000.000,- 6.449.237.531,- 95,83
- Pengelolaan Unit Pelaksana Teknis Pengendalian dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan Banyuwangi
5.222.825.250,- 4.721.325.870,- 90,40
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 59
No Program / kegiatan Alokasi biaya
Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % 9. Program Pemberdayaan Usaha
Garam Rakyat 11.186.156.000,- 10.876.941.850,- 97,24 - Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat 11.186.156.000,- 10.876.941.850,- 97,24 Jumlah 523.881.918.800,- 503.998.864.320,- 96,20
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 60 IV. PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 merupakan pertanggungjawaban atas kinerja Dinas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur tahun 2014-2019 yang berisi uraian tentang capaian indikator kinerja kegiatan, program dan sasaran yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur.
Dalam mendukung pelaksanaan pencapaian target sasaran strategis, Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur
mendapatkan alokasi dana APBD tahun 2016 sebesar Rp. 523.881.918.800,- dan sampai dengan 31 Desember 2016 dapat
direalisasikan sebesar Rp. 503.998.864.320,- atau 96,20 %.
Secara umum capaian kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya namun demikian terdapat 2 (dua) indikator kinerja yang tidak dapat mencapai target kinerja.
Dari 7 (tujuh) indikator kinerja utama (IKU) terdapat 5 (lima) IKU yang mencapai target yaitu :
1. Persentase kelompok perikanan dan kelautan yang naik kelas 2. Persentase peningkatan produksi perikanan budidaya
3. Nilai tambah produk hasil perikanan dan kelautan
4. Persentase penurunan tingkat kerusakan ekosistem mangrove
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 61 5. Persentase penurunan tingkat kerusakan ekosistem terumbu karang
Sedangkan untuk IKU persentase peningkatan produksi perikanan tangkap tidak dapat mencapai target peningkatan sebesar 1,5 % dikarenakan faktor cuaca, terbatasnya stok sumberdaya ikan serta adanya dampak pemberlakuan Permen KP No. 02/2015 ttg Larangan penggunaan alat penangkap ikan pukat hela (trawl) dan pukat tarik (seine nets) dan IKU persentase peningkatan produksi garam rakyat tidak dapat mencapai target peningkatan sebesar 10 % pada tahun 2016 dikarenakan kendala hujan hampir disepanjang tahun.
Dalam proses pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 masih ditemui sejumlah kendala dan hambatan di antaranya sebagai berikut :
1. Ketersediaan stok sumber daya ikan (SDI) yang semakin menurun.
2. Biaya pakan yang tinggi masih menjadi kendala bagi pembudidaya, pemberian paket hibah berupa mesin pelet masih belum menjangkau ke semua pembudidaya ikan air tawar.
3. Alih fungsi lahan perikanan budidaya untuk kegiatan non-perikanan.
4. Masih adanya pelanggaran beberapa armada penangkapan ikan terhadap jalur penangkapan dan terjadinya perebutan fishing ground yang memicu terjadinya konflik nelayan di kabupaten/kota, antar kabupaten/kota maupun antar provinsi. Demikian juga pelanggaran penggunaan alat tangkap yang dilarang dan bahan peledak yang merusak lingkungan.
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 62 5. Rehabilitasi mangrove dan terumbu karang yang dilakukan masih belum berimbang dengan tingkat kerusakan yang ada di Jawa Timur karena dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi relatif besar serta adanya musim super el nino yang menyebabkan coral bleaching pada terumbu karang.
6. Produktivitas garam belum optimal.
7. Keterbatasan bahan baku ikan untuk mencukupi kebutuhan industri pengolahan ikan di Jawa Timur.
4.2. Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan di atas dapat diketahui bahwa masih terdapat banyak kendala dan hambatan dalam proses pencapaian target kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur sehingga ke depan perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kinerja dalam pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan di antaranya sebagai berikut :
1. Melakukan perbaikan sumberdaya habitat dan stok sumberdaya ikan melalui pembangunan rumah ikan serta pengkayaan ikan di laut melalui underwater restocking dan perairan umum darat (PUD) yang telah padat tangkap. Kinerja perikanan tangkap masih sangat mungkin untuk ditingkatkan dengan memaksimalkan potensi Pantai Selatan Jawa Timur yang masih relatif rendah tingkat eksploitasinya.
2. Pemberian bantuan / hibah sarana penangkapan ikan berupa alat tangkap jaring dan pancing serta alat bantu penangkapan ikan berupa GPS untuk mempermudah mencari lokasi penangkapan
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 63 (fishing ground), penyediaan modal usaha melalui pembangunan sarana dan prasarana pelabuhan.
3. Intensifikasi produksi perikanan budidaya melalui kegiatan pemberian paket hibah perikanan budidaya, pakan mandiri dan obat ikan;
pelatihan teknis perbenihan dan budidaya ikan; apresiasi kepada kelompok pembudidaya ikan (pokdakan); perbaikan mutu induk dan benih, alih teknologi (adopsi teknologi hasil penelitian); Intensifikasi, pemanfaatan lahan terbatas budidaya ikan dengan memanfaatkan lahan di pekarangan, sekolah pondok pesantren/panti asuhan, Lembaga Pemasyarakatan, Sistem Bioflok, pemanfaatan tambak porous dengan pemlastikan HDPE.
4. Sosialisasi dan alih teknologi baru kepada pembudidaya ikan yang dilakukan oleh UPT maupun instalasi budidaya lingkup Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur dan juga dengan pemberian paket hibah untuk teknologi baru yang akan diterapkan sebagai contoh budidaya lele sistem bioflok.
5. Meningkatkan kerjasama antara pengawas perikanan dan kelautan provinsi, kabupaten/kota dengan aparat penegak hukum dalam penanganan pelanggaran/tindak pidana perikanan serta mediasi penyelesaian konflik nelayan.
6. Selain melaksanakan kegiatan rehabilitasi juga dilakukan upaya konservasi dengan melibatkan masyarakat melalui kegiatan bimtek dan sosialisasi konservasi mangrove dan terumbu karang berkelanjutan.
LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH TAHUN 2016 64 7. Peningkatan kuantitas, kualitas dan produktivitas usaha garam melalui pembuatan unit pengolah garam, pelatihan teknis dan manajemen bagi kelompok PUGAR serta pengembangan teknologi Geomembran.
8. Mendorong industri kecil dan menengah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk olahan melalui pelaksanaan bimtek, pelatihan dan sosialisasi terkait pengendalian mutu, keamanan hasil olahan, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan sumberdaya manusia.
Demikian Laporan Kinerja Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 yang dapat disajikan sebagai
pertanggungjawaban pelaksana tugas dan fungsi serta kinerja yang telah dicapai berdasarkan kewenangan yang diberikan sesuai
dengan ketentuan dan pelaksanaan perundang-undangan yang berlaku.
Surabaya, Pebruari 2017